akhirnya WAHHABI MENJADIKAN MIMPI MEREKA SEBAGAI HUJJAH

APABILA WAHHABI MENJADIKAN MIMPI MEREKA SEBAGAI HUJJAH

1- Dalam kitab Wahhabi ini berjudul BIN BAZ yang mana tokoh Wahabi bernama Soleh Al Fauzan menyebarkannya terdapat banyak kisah2 mimpi pengikut2 utama Wahhabi yang mereka jadikan Hujjah dalam agama mereka.

2- Antaranya Wahhabi mendakwa kononnya bermimpi Rasulullah jadi makmum solat dan tokoh Wahhabi Abdul Aziz Bin Baz jadi Imam solat fardhu. (Mukasurat 107)

3- Wahhabi mendakwa mimpi itu pula adalah hujjah yang jelas dan yakin bahawa Nabi Muhammad hanya bawa Sunnah tetapi Bin Baz tokoh Wahhabi itu lebih hebat dengan menjadi Imam/Ketua Sunnah. (mukasurat 108)

4- Pada MS 109 Wahhabi mendakwa Abdul Aziz Bin Baz tokoh Wahhabi itu memberi fatwa hukum dan Saidina Umar Bin Khattab ada disebelah Bin Baz dan mengagkuk-angguk kepala beliau mengiyakan fatwa Bin Baz.

5- Jika Syiah pernah menuduh Saidatuna Aisyah berzina.. Allah tunjukkan syiah yg muta’ah merekalah berzina…
kini Wahhabi menuduh ulama ASWJ berhujjah dengan mimpi sedangkan Wahhabi sendiri menjadikan mimpi karut yg direka-reka mereka sendiri secara palsu sebagai hujjah utama dalam agama Wahhabi.

Hasbiyallahu Wani’mal Wakil.

kitab wahabi mimpi

 

katanya salaman bid’ah: salafy wahaby antri salaman dengan gambar (berhala) raja saudi

katanya salaman bid’ah: salafy wahaby antri salaman dengan gambar (berhala) raja saudi (wahaby najd bahlul murakab )

 

only in saudi
salafy wahaby antri salaman dengan gambar (berhala) raja saudi

منظر غريب بالسعودية،السلام على الصور…عجبا لأوطان العرب!

Wahabi Saudi Gunakan Al-Qaeda Untuk Hancurkan Kuburan Habaib di Yaman dan membunuh ulama sufi suni (oct 2015)

MUKALLAH, Arrahmahnews.com – Kelompok teroris al-Qaeda yang didukung oleh Arab Saudi, melakukan penghancuran kubah-kubah dan makam-makam para habaib di daerah Barum dan al-Hijlah. Salah satunya adalah penghancuran makam seorang sufi di barat kota Mukalla, ibukota Provinsi Hadhramaut. (Baca juga: Wahabi Mulai Hancurkan Kubah Habaib di Mukalla)

Situs berita Middle East Online (29/9/2015) melaporkan bahwa kelompok teroris al-Qaeda menghancurkan kubah dan makam para habaib di daerah Barum dan al-Hijlah, salah satunya adalah penghancuran kubah dan makam Sheikh Muzahim seorang ulama sufi abad kedelapan (817 Hijriah). (Baca juga: Breaking News : Wahabi al-Qaeda Hancurkan Makam Habib Syatiri al-Alawi di Ma’la Yaman)

Menurut keterangan saksi mata, kelompok al-Qaeda menghancurkan kubah dan makam dengan linggis dan palu besar.

Kelompok teroris ISIS beberapa hari sebelumnya juga menghancurkan makam-makam habaib, tokoh-tokoh agama, penguasa dan ulama-ulama sufi di Hadhramaut yang berumur beberapa abad yang lalu.

Kelompok teroris al-Qaeda dalam pernyataannya juga mengancam akan terus melakukan penghancuran makam-makam dan kubah-kubah, serta membersihkan provinsi Hadhramaut dari kesyirikan.

Kelompok ala-Qaeda dengan dukungan Arab Saudi pada bulan Maret lalu juga menghancurkan makam Aly Bawazir di kota Ghil Bawazir, Timur Mukalla.

Pada 15 Juni, mereka juga telah menyerang kelompok sufi dalam sebuah majlis di kota Mukalla, dan mengancam kelompok sufi itu dengan pembunuhan jika masih mengulangi acara tersebut. (Baca juga: Al-Qaeda Ledakkan Kubah Habib Umar bin Ali Assegaf di Lahij, Yaman)

Pada 2 July, mereka juga telah berhasil merobohan makam dan kubah Habib Ahmad bin Shalih bin Syekh Abu Bakar bin Salim di daerah Syihr di Mukalla. Selain itu mereka melarang masyarakat untuk mendekati bangunan-bangunan seperti kubah-kubah, masjid, makam para wali dan mereka telah menetapkan untuk merobohkan bangunan-bangunan tersebut setelah menyegelnya.

Pada 4 September, al-Qaeda kembali menghancurkan makam keramat berumur 300 tahun, Habib al-Shatri al-Alawi di Hayyil Ma’la, Provinsi Aden. (Baca juga: 5 Strategi Kaum Radikal)

Pada 8 Agustus, al-Qaeda dan tentara bayaran Saudi juga meledakkan kubah masjid bersejarah Habib Umar bin Ali Assegaf di daerah al-Waht di perbatasan Provinsi Lahij.

Kelihatanya perang di Yaman akan membawa efek buruk di masa depan terutama dikhawatirkan akan meluas ke kota sejuta wali (Hadhramaut). (ARN/MEO/SABA)

Alhamdulillah ..ada Hari Santri Nasional 22 oktober (mengingati resolusi Jihad para Kyai melawan penjajah)

Alhamdulillah ..ada Hari Santri Nasional 22 oktober (mengingati resolusi Jihad para Kyai melawan penjajah)

Peringatan  ihari santri nasional disambut meriah oleh umat islam di indonesia

contoh :

majelis tausiah dan shalawat sempena hari santri nasional 2015 di ponpes darussa’adah bandar lampung

silahkan liahat film “sang kyai” agar faham resolusi jihad kyai melawan penjajah yang melatar belakangi pertempuran melwan kafir penjajah belanda dan inggri 10 november di surabaya

kirab hari santri nasional 2015

sunah mencium tangan nabi, ulama, orang shalih, orang tua, pejabat/raja (hadis shahih)

cium-tangan

Hakim Issa al-Ghaith, anggota Komite Islam di Dewan Syura Saudi al wahaby pun mengatakan, mencium tangan diperbolehkan dalam beberapa kasus, khususnya terhadap orangtua, ulama, atau pejabat, selama itu menunjukkan rasa hormat, bukan ekspresi tunduk.

cium-tangan

Mencium tangan para ulama merupakan perbuatan yang dianjurkan agama. Karena perbuatan itu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada mereka.
Dalam sebuah hadits dijelaskan:

عَنْ زَارِعٍ وَكَانَ فِيْ وَفْدِ عَبْدِ الْقَيْسِ قَالَ لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِيْنَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَهُ – رَوَاهُ أبُوْ دَاوُد

Artinya :    Dari Zari’ ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, Ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan kita, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi s.a.w. (H.R. Abu Dawud).
>

عَنِ ابْنِ جَدْعَانْ, قالَ لاَنَسْ : اَمَسَسْتَ النَّبِيَّ بِيَدِكَ قالَ :نَعَمْ, فقبَلهَا

Artinya :    dari Ibnu Jad’an ia berkata kepada Anas bin Malik, apakah engkau pernah memegang Nabi dengan tanganmu ini ?. Sahabat Anas berkata : ya, lalu Ibnu Jad’an mencium tangan Anas tersebut. (H.R. Bukhari dan Ahmad)

عَنْ جَابرْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ عُمَرَ قبَّل يَدَ النَّبِيْ.

Artinya :    dari Jabir r.a. sesungguhnya Umar  mencium  tangan Nabi.(H.R. Ibnu al-Muqarri).

عَنْ اَبيْ مَالِكْ الاشجَعِيْ قالَ: قلْتَ لاِبْنِ اَبِيْ اَوْفى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : نَاوِلْنِي يَدَكَ التِي بَايَعْتَ بِهَا رَسُوْلَ الله صَلى الله عَليْه وَسَلمْ، فنَاوَلَنِيْهَا، فقبَلتُهَا.

Artinya :    Dari Abi Malik al-Asyja’i berkata : saya berkata kepada Ibnu Abi Aufa r.a. “ulurkan tanganmu yang pernah engkau membai’at Rasul dengannya, maka ia mengulurkannya dan aku kemudian menciumnya.(H.R. Ibnu al-Muqarri).

عَنْ صُهَيْبٍ قالَ : رَأيْتُ عَلِيًّا يُقبّل يَدَ العَبَّاسْ وَرِجْلَيْهِ.

Artinya :    Dari Shuhaib ia berkata : saya melihat sahabat Ali mencium tangan sahabat Abbas dan kakinya. (H.R. Bukhari)
Atas dasar hadits-hadits tersebut di atas para ulama menetapkan hukum sunah mencium tangan, ulama, guru, orang shaleh serta orang-orang yang kita hormati karena agamanya.
Berikut ini adalah pendapat ulama
1.    Ibnu Hajar al-Asqalani
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani telah menyitir pendapat Imam Nawawi sebagai berikut :

قالَ الاِمَامْ النَّوَاوِيْ : تقبِيْلُ يَدِ الرَّجُلِ ِلزُهْدِهِ وَصَلاَحِهِ وَعِلْمِهِ اَوْ شرَفِهِ اَوْ نَحْوِ ذالِكَ مِنَ اْلاُمُوْرِ الدِّيْنِيَّةِ لاَ يُكْرَهُ بَل يُسْتَحَبُّ.

Artinya :    Imam Nawawi berkata : mencium tangan seseorang karena zuhudnya, kebaikannya, ilmunya, atau karena kedudukannya dalam agama adalah perbuatan yang tidak dimakruhkan, bahkan hal yang demikian itu disunahkan.
Pendapat ini juga didukung oleh Imam al-Bajuri dalam kitab “Hasyiah”,juz,2,halaman.116.

2.    Imam al-Zaila’i
Beliau berkata :

 (يَجُوْزُتقبِيْلُ يَدِ اْلعَالِمِ اَوِ اْلمُتَوَرِّعِ عَلَى سَبِيْلِ التبَرُكِ…

Artinya :    (dibolehkan) mencium tangan seorang ulama dan orang yang wira’i karena mengharap barakahnya.
(Disarikan dari  buku Amaliah NU dan Dalil-Dalilnya, Penerbit LTM (Lembaga Ta”mir Masjid)PBNU.

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,10-id,27612-lang,id-c,ubudiyah-t,Tradisi+Mencium+Tangan+Kyai-.phpx

Artinya :    (dibolehkan) mencium tangan seorang ulama dan orang yang wira’i karena mengharap barakahnya.
(Disarikan dari  buku Amaliah NU dan Dalil-Dalilnya, Penerbit LTM (Lembaga Ta”mir Masjid)PBNU.http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,10-id,27612-lang,id-c,ubudiyah-t,Tradisi+Mencium+Tangan+Kyai-.phpx

Jamaah Tabligh ditakuti Israel dengan menyebutnya “The Monster Of Islam”

The Monster Of Islam

Sebuah Majalah di Israel Halaman depannya telah menuliskan “Monster Of IslamDengan gambar Jamaah tabligh yang sedang membawa kompor.

Para ahli agama maupun ahli politik merasa resah melihat perkembangan islam yang begitu pesatnya.Setiap hari ada yang masuk islam di Negara-negara Eropa.Sesuatu yang pada umumnya masyarakat Indonesia impikan adalah kekayaan tetapi sebahagian besar kekayaan itu mereka sudah punya.

Kebahagian itu letaknya dalam agama bukan pada harta benda dan kekayaan yang melimpah. Dengan isyarat memukul lantai mereka mengatakakan “BETUL” karena mereka sudah merasakan kekayaan itu tidak bisa memberi kebahagiaan.Kata-kata yang seperti inilah yang selalu mereka rindukan karena kata-kata seperti ini sudah tidak lama mereka dengar karena tidak ada yang menyampikan.

Makanya sangat dianjurkan Dai dari Indonesia untuk berangkat Negara jauh umumnya Negara Eropa.Intelektualitas mereka juga sudah jauh lebih tinggi. Ketika di isukan islam teroris mereka tidak yakin begitu saja dan mereka meneliti kebenarannya. Sehingga sampai pada sebuah kesimpulan bahwa islam itu adalah kedamaian dan membawakebahagiaan.

Begitu besar ketakutan-ketakutan orang kafir kepada Jamaah Tablig Padahal kita tidak pernah bawa senjata cuma bawa kompor saja.Kenapa mereka begitu takutnya karena kekuatan senjata tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan doa.

Ada 3 hal yang mereka tidak bisa ketahui dari jamaah tabligh.

1. Dananya tidak terbatas (karena donaturnya Allah SWT)

2. Anggota jamaah tabligh tidak bisa dihitung karena sebahagian besar adalah jamaah masjid yang rata-rata pakai jubah dan jenggot.

3. Pergerakannya tidak bisa dibendung karena tidak menyalah dalam segi politik karena tidak bierbicara politik. Tidak menyalah dari segi agama, HAM dsb.

Dua orang Agen CIA telah datang kepada Bay Wahab di Pakistan,Mengatakan hentikan kegiatan dakwah kalian ini. kalau tidak kamiakan menghancur leburkan markas dakwah kalian ini.Bay Wahab katakan, saya tidak bisa menghentikan kegiatan dakwah ini karena mereka datang kesini dengan keinginan sendiri tanpa ada paksaan.Agen CIA itu mengatakan jangan ngeyel kalau tidak kami akan hancur leburkan markas kalian ini.Bay Wahab memanggil seseorang dan menyuruhnya supaya membawa kedua agen CIA tersebut kesebuah gudang dan gudang tersebut berisikan kumpulan bawang yang sangat banyak sekali. Kemudian mereka diajak kembali jumpa dengan Bay Wahab didepan Bay Wahab sudah disediakan dua buah bawang dan sebuah pisau. Bay Wahab mulai mengiris-iris bawang tersebut. Kemudian agen CIA itu dibawa kembali kegudang kumpulan bawang. Ajibnya, semua bawang yang ada gudang tersebut teriris-iris padahal waktunya singkat.Bay Wahab katakan, kami cukup iris-iris kalian berdua disini semua orang Amerika akan teriris-iris.

Dengan metode dawah yang sangatsederhana yang kita buat inilah sebenarnya yang menggetarkan hatinya orang-orang kapir. Bahkan dengan dakwah kita inilah yang akan menggetarkan seluruh dunia.

Penentuan hari raya idul adha / fitri berdasarkan hilal dinegara masing masing bukan ikut saudi

Penentuan hari raya berdasarkan hilal dinegara masing masing bukan ikut saudi

Setiap negara hanya boleh menerima pakai keputusan penampakan hilal matla’ negara masing-masing.

Al-Syeikh Syamsuddin Muhammad bin al-Khatib al-Syarbini menjelaskan matan Minhaj al-Talibin oleh Imam al-Nawawi:

“Dan apabila dilihat hilal di sesuatu negara maka wajiblah hukum yang sama bagi negara berhampiran sebagaimana kota Baghdad dengan kota Kufah, tidak bagi negara yang berjauhan seperti negara Hijaz dengan negara Iraq”.

dalil:
Antara hujah Jawatankuasa Fatwa menyetujui penentuan ‘Aidil Adha berpandukan cerapan hilal Zulhijjah sendiri adalah berdasarkan firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah ayat 185 mengenai rukyah hilal untuk menentukan awal bulan yang bermaksud:

(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) Bulan Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk, dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah. Oleh itu, siapa di antara kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadan (atau mengetahuinya) maka hendaklah ia berpuasa, dan siapa yang sakit atau dalam musafir, maka (bolehlah ia berbuka dan kemudian wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain

Juga hadith-hadith riwayat Muslim mengenai ibadah korban mesti dengan melihat hilal yang bermaksud:

“Dari Umm Salamah bahawasanya Nabi SAW bersabda; Apabila kamu melihat anak bulan Zulhijjah dan ada di kalangan kamu yang mahu berkorban maka hendaklah dia (orang yang hendak melakukan korban) jangan memotong rambut dan kukunya”.

“Dari Umm Salamah bahawa Rasulullah SAW bersabda, Apabila tanggal sepuluh (Zulhijjah) masuk dan salah seorang di antara kamu hendak menyembelih korban, maka janganlah dia menyentuh sedikitpun rambut dan kulitnya (yakni membuang rambut dan kulitnya).”

Begitu juga hadith riwayat Muslim mengenai hilal yang mempunyai matla’ (kawasan yang berada pada jangkamasa waktu-waktu terbit dan terbenam yang hampir sama) tertentu yang bermaksud:

“Dari Kuraib bahawa Ummu al-Fadl telah menghantarnya menemui Muawiyah di negeri Sham. Kuraib berkata, Aku tiba di Sham dan menunaikan hajatnya sedangkan perisytiharan tentang kelihatan anak bulan berkumandang di udara. Aku melihat anak bulan pada malam Jumaat kemudian aku balik ke Madinah pada akhir bulan, pada masa itu aku ditanya oleh Abdullah bin Abbas yang menyebut tentang anak bulan. Katanya, Bilakah kamu melihat anak bulan? Aku menjawab, Kami melihat pada malam Jumaat! Ibn Abbas bertanya lagi katanya, Adakah engkau sendiri melihat anak bulan itu? Aku menjawab, Ya, orang lain pun melihatnya dan mereka itu berpuasa, Muawiyah turut berpuasa. Ibn Abbas berkata, Kami di sini melihat anak bulan pada malam Sabtu, oleh itu kami terus berpuasa hingga kami sempurnakan 30 hari atau hingga kami melihat anak bulan Syawal. Aku bertanya, Tidakkah memadai bagi kamu dengan penglihatan anak bulan itu oleh Muawiyah dan puasanya? Ibn Abbas menjawab, Tidak! Beginilah caranya Rasulullah SAW menyuruh kami.”

Matla’ negara Malaysia yang berbeza dengan Arab Saudi yang berkedudukan lebih barat menyebabkan peluang kenampakan hilal lebih tinggi di negara berkenaan. Perbezaan waktu antara kedua-dua negara adalah sekitar lima jam. Justeru, ketika hilal dicerap pada waktu matahari terbenam di Arab Saudi, kedudukan hilal tersebut adalah lebih tinggi berbanding di Malaysia.

Setiap negara hanya boleh menerima pakai keputusan cerapan hilal matla’ negara masing-masing. Al-Syeikh Syamsuddin Muhammad bin al-Khatib al-Syarbini menjelaskan matan Minhaj al-Talibin oleh Imam al-Nawawi:

“Dan apabila dilihat hilal di sesuatu negara maka wajiblah hukum yang sama bagi negara berhampiran sebagaimana kota Baghdad dengan kota Kufah, tidak bagi negara yang berjauhan seperti negara Hijaz dengan negara Iraq”.

Maksud di dalam negara yang satu ialah matla’ yang sama. Bagi matla’ Malaysia adalah terletak di dalam matla’ Asia Tenggara. Oleh itu sewajarnya penentuan tarikh ‘Aidil Adha mengikut persetujuan Majlis Mesyuarat Tidak Rasmi Menteri-Menteri Agama MABIMS.

Komuniti Islam di Jepun telah bertanyakan kepada negara Arab Saudi berkenaan sejauh mana kesahan matla’ hilal dalam menentukan awal Zulhijjah dan ‘Aidil Adha di tempat mereka. Kenyataan rasmi negara Arab Saudi memaklumkan supaya komuniti Islam di Jepun berhari raya dan berpuasa sunat sempena hari ‘Arafah mengikut hasil cerapan hilal di Jepun atau pun negara yang sama matla’ dengannya seperti negara MABIMS. Oleh kerana itulah komuniti Islam di Jepun menerima pakai keputusan cerapan hilal di Malaysia.

Al-Syeikh Syamsuddin Muhammad bin al-Khatib al-Syarbini dalam Mughni al-Muhtaj menjelaskan kenyataan Imam al-Nawawi berhubung dengan berpuasa pada hari ‘Arafah:

“Dan berpuasa pada hari Arafah itu adalah pada 9 Zulhijjah bagi orang yang tidak mengerjakan haji…”

Hakikatnya, bukan semua negara di dunia dapat berpuasa pada detik yang sama. Sekiranya semua orang ingin berpuasa ‘Arafah pada detik yang sama dengan orang-orang di Arab Saudi Jumaat ini, maka ketika orang-orang di Arab Saudi baru memulakan puasa, orang-orang Islam di Malaysia sudah lama memulakan puasa menghampiri waktu tengahari, orang-orang Islam di New Zealand sudahpun menghampiri waktu berbuka. Maka jadilah orang-orang Islam di New Zealand berpuasa Arafah jauh mendahului apa yang sedang berlaku di Arafah.

metode penentuan hari raya :

malaysia, indonesia, saudi = dengan rukyat hilal (melihat penampakan hilal) bukan dengan hisab/perhitungan matematika!!

Ringkasnya, kaedah penentuan ‘Aidil Adha di Malaysia yang berpandukan kepada cerapan hilal Zulhijjah sendiri dan tidak terikat dengan hasil cerapan hilal Zulhijjah Arab Saudi adalah tepat. Pun begitu, negara-negara atau rakyat Malaysia yang berada sekitar Arab Saudi atau negara-negara sebelah barat Arab Saudi (atas dasar imkanur-rukyah atau peluang kenampakan hilal menjadi lebih besar sebelah barat negara yang berhasil rukyah hilal) perlu beraya bersama Arab Saudi.

http://www.e-fatwa.gov.my/fatwa-kebangsaan/pindaan-kaedah-penetapan-hari-raya-aidil-adha-di-malaysia

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 496 other followers