Isis : Raja saudi halal darahnya karena cium pedang pusaka kyai mukidi pada malam 1 syur0 :P

king-saud-cium-pedangcium-tangan

hadis Keutamaan bershalawat sambil berjabat tangan

BERSALAMAN SAMBIL BACA SHOLAWAT BUKAN BID’AH TAPI SUNNAH

Belakangan ini muncul sebuah aliran yang menyerang kaum muslimin Indonesia dengan membid’ahkan dan menyesatkan hanya karena berbeda pemahaman dalam hal khilafiyah dan furu’iyah. Diantara yang di bid’ahkan oleh mereka adalah kebiasaan ummat islam Indonesia berjabatan tangan sambil membaca sholawat setelah sholat dan setelah mengadakan perkumpulan berupa pengajian atau semisalnya. Lewat tulisan singkat ini saya ingin menjawab tuduhan mereka dan ingin memberikan dukungan kepada saudaraku yang sudah terbiasa berjabatan tangan sambil membaca sholawat kepada nabi Muhammad SAW agar amalan tersebut terus di amalkan.

Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

عن انس عن النبي صلى الله عليه وسلم, قال: مامن عبدين متحابين فى الله يستقبل أحدهما صاحبه فيتصافحان ويصليان على النبي صلى ألله عليه وسلم الا لم يتفرقا حتى تغفر ذنوبهماماتقدم منهاوما تأخّر. أخرجه أبويعلى والبيهقى فى شعب الايمان

Artinya: “tidaklah dua orang hamba yang saling mencintai di jalan Allah saling berhadapan lalu berjabatan tangan dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, kecuali pasti mereka tidak berpisah sebelum diampuni dosanya baik yang terdahulu maupun yang kemudian” (HR Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman.)

Menurut hadis diatas bahwa berjabatan tangan sambil membaca sholawat maka dosa dosa mereka diampuni Allah SWT. Dari keterangan hadis inilah yang dijadikan sumber rujukan oleh ummat Islam Indonesia, bahwa setelah mereka mengadakan pengajian lalu berjabatan tangan sambil membaca sholawat, setelah menjalankan sholat lima waktu pun ummat Islam Indonesia sudah terbiasa berjabatan tangan sambil membaca sholawat صلى ألله محمد   . ketahuailah wahai saudaraku yang anti berjabatan tangan sambil membaca sholawat bahwa amaliah tersebut bukan bid’ah tetapi sunnah, sebagaimana yang di sabdakan oleh Rasulullah SAW

Ketahuilah bahwa keberadaan kalian di tengah ummat akan merusak perpecahan persaudaraan karena ulah kalian yang membid’ahkan dan menyesatkan amaliah saudaramu, padahal amaliahnya tidak bertentangan dengan syari’at.

Ketahuilah wahai saudaraku ummat Islam Indonesia yang sudah terbiasa berjabatan tangan setelah sholat 5 waktu dan setelah pengajian maka terus lakukan, karena perbuatan tersebut berdasarkan hadis Rasulullah SAW.

Hikmah ummat Islam selalu berjabatan tangan adalah akan melunturkan permusuhan dan kekerasan hati diantara mereka. Dengan demikian akan terus terbina persaudaraan dan keramahan dalam bersikap dan bergaul dengan satu sama lain.

Diposkan oleh Abdul Hakim Abubakar El Kahir di 03.32

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThcium-tangan

wahaby bin baz (bumi datar) vs wahaby zakir naik+ syaikh albany + ilmuwan (bumi bulat)

kesesatan wahaby bin baz menfatwakan bumi datar dan mengkafirkan orang yg tidak mempercayai tafsirannnya

dibantah oleh wahaby sendiri seperti dr zakir naik , syaikh albany dan ilmuwan

 

Hadits : Tanda Cinta kepada allah adalah mencintai dzikrullah

KEUTAMAAN DZIKIR

A. KEUTAMAAN DZIKIR

Ada seorang ustadz tanpa alasan jelas, atau mungkin karena kedangkalan ilmunya, menyatakan bahwa dzikir itu seperlunya saja. Tidak perlu dilakukan banyak-banyak. Padahal beberapa ayat Al- Qur’an dan hadits yang menganjurkan agar kita sebanyak- banyaknya berdzikir sudah sangat jelas. Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir sebanyak-banyaknya. (QS. 33/Al-Achzab: 41) Memperbanyak dzikrullah, telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Rosulullah saw. “Sungguh, telah ada pada (diri) Rosulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat. Dan banyak mengingat Allah. (QS. 33/Al-Achzab: 21)

Para sahabat pun dianjurkan agar memperbanyak berdzikir kepada-Nya. Abdullah bin Busrin ra. menceritakan, seorang pria berkata, ’’Ya Rosulullah, sungguh syariat-syariat Islam telah banyak yang kuketahui, karena itu beritahukanlah kepadaku sesuatu yang dapat mencukupkan diriku dalam melakukannya,”Muhammad Rosulullah saw. bersabda: “Hendaklah lidahmu basah karena mengingat Allah.” (HR. Tirmidzi, disahkan oleh Ibnu Hiban dan Hakim) Yang dimaksud dengan lidah basah karena mengingat Allah, yaitu berdzikir dengan mengucapkan bacaan- bacaan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Keutamaan dzikir sangatlah luar biasa sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad Rosulullah saw. Berikut kami kemukakan beberapa keutamaan dzikir.

1. Berdzikir tanda cinta Allah kepada hamba-Nya
Anas bin Malik ra. mengutarakan, Rosulullah saw. bersabda: “Tanda cinta Allah adalah menyukai dzikrullah (dzikir kepada Allah). Dan tanda kebencian Allah adalah membenci dzikrullah azza wajalla.” (HR. Baihaqi) Maksud hadits tersebut, menurut Al-Manawi adalah, apabila Allah mencintai seorang hamba-Nya, Ia jadikan hamba tersebut suka menyebut nama-Nya.
Disebutkan juga dalam suatu riwayat, bahwa Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah SWT.: “Ya Tuhanku, bagaimana cara mengetahui perbedaan antara kekasih-Mu dan kebencian- Mu?” Allah SWT berfirman: “Hai Musa bagi kekasih-Ku ada dua tanda bukti: pertama, mudah berdzikir (mengingat dan menyebut Aku), sehingga Aku juga dzikir kepadanya. Kedua, terpelihara dari segala yang haram dan kemarahan-Ku, sehingga ia selamat dari marah dan siksa-Ku. Demikian pula bagi kebencian-Ku ada dua tanda bukti: pertama, mudah lalai dzikir kepada-Ku. Kedua, mudah menuruti hawa nafsu sehingga terjerumus dalam kemaksiatan.”

2. Allah menyertai hamba yang dzikir kepada-Nya
Nabi Muhammad Rosulullah sazv. bersabda: “Allah ta’ala berfirman, Aku bersama hamba-Ku apabila ia menyebut nama-Ku.” (HR. Ibnu Majah, dan dishohihkan oleh Ibnu Hiban) Abu Darda’ ra. menyatakan, Rosulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman,’Aku bersama hamba-Ku, jika ia ingat (menyebut) Aku. Dan kedua bibirnya bergerak karena Aku.” (HR. Al-Hakim) Alangkah beruntungnya orang yang setiap saat berdzikir kepada Allah SWT. sebab dalam setiap langkah orang tersebut disertai oleh- Nya. Itu berarti orang tersebut senantiasa dalam perlindungan dan bimbingan-Nya.

3. Dzikrullah amalan yang dicintai-Nya
Ummi Anas meminta kepada Nabi saw. “Ya Rosulullah, berilah aku wasiat.” Muhammad Rosulullah saw. bersabda: “Jauhkanlah dirimu dari perbuatan-perbuatan maksiat, karena menjauhkan diri dari segala perbuatan maksiat adalah jihad yang utama, dan perbanyaklah ingat kepada Allah. Karena kelak engkau akan menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang dicintai-Nya itu.” (HR. Thobroni)

4. Dzikrullah membawa ke martabat tinggi.
Abi Sa’id mengemukakan, Muhmmad Rosulullah saw. bersabda, “Akan selalu ada di antaramu orang-orang yang mengingat Allah seraya duduk di atas hamparan-hamparan, sehingga mereka dimasukkan ke dalam martabat yang tinggi.” (HR. Ibnu Hiban)

5. Dzikrullah lebih utama dari jihad fi sabilillah.
Abi Said Al-Khudri ra. menceritakan, seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad saw. “Ibadah manakah yang derajatnya paling utama di sisi Allah pada hari kiamat?” Rosulullah saw. bersabda: “Orang-orang yang banyak berdzikir.” Abi Said bertanya, “Ya Rasulullah, apakah lebih utama dari orang yang berperang dijalan Allah Azza wa jalin?” Nabi saw. bersabda: “Seandainya seseorang memukulkan pedangnya kepada orang-orang kafir dan musyrik hingga patah dan berlumuran darah, tentulah orang-orang yang berdzikir kepada Allah lebih utama daripadanya.” (HR. Tirmidzi)

Wahaby kalah debat dimana mana, ahlusunnah madzab syafii pun dituduh syiah

55 kesesatan wahabi dan salafi

55 DALIL KESESATAN WAHABIYYAH.
1. Golongan yang membawa Aqidah Yahudi (Allah duduk bersemayam).
2. Golongan yang beriman kepada sesetengah ayat dan kafir dengan sesetengah ayat Al-Quran.
3. Golongan yang menolak Takwil pada sesetengah ayat, dan membolehkan Takwil pada yang
mengikut nafsu mereka.
4. Golongan yang menafikan Kenabian Nabi Adam A.S.
5. Golongan yang menyatakan bahawa Alam ini Qidam(Rujuk pandangan ibn Taimiyyah).
6. Golongan yang mengkafirkan Imam Abu al-Hasan Al-Asa’rie dan seluruh Ummat Islam
yang berpegang kepada method Aqidah yang telah disusuh oleh Imam tersebut.
7. Golongan yang mengkafirkan Sultan Sholahuddin Al-Ayyubi dan Sultan Muhammad Al-
Fateh.
8. Golongan yang mengkafirkan Imam An-Nawawi dan Seluruh Ulama’ Islam yang mengikut
(Asya’irah dan Maturidiyyah).
9. Golongan yang mengdhoifkan hadi-hadis shohih dan mengshohihkan hadis-hadis dhoif (lihat
penulisan Albani).
10. Golongan yang tidak mempelajari ilmu dari Guru atau Syeikh, hanya membaca.
11. Golongan yang mengharamkan bermusafir ke Madinah dengan niat ziarah Nabi Muhammad
SAW.
12. Golongan yang membunuh Ummat Islam beramai-ramai di Mekah, Madinah, dan beberapa
kawasan di tanah Hijaz (lihat tarikh an-najdi).
13. Golongan yang meminta bantuan Askar dan Senjata pihak Britain (yang bertapak di tempat;
Kuwait pada ketika ini) ketika kalah dalam perang ketika mereka mahu menjajah Mekah dan
Madinah.
14. Golongan yang menghancurkan turath(sejarah peninggalan) Ummat Islam di Mekah dan
Madinah.(lihat kawasan perkuburan Jannatul Baqi’, Bukit Uhud dan sebagainya)
15. Golongan yang membenci kaum ahlul bait. (kononnya bagi wahabi; semua ahlul bait syiah@
sesat)
16. Golongan yang bersalahan dengan Ijma’ para Shohabah, Tabi’in, Salaf, khalaf dan seluruh
Ulama’ ASWJ.
17. Golongan yang mendakwa Aqal tidakboleh digunakan dalam dalil syarak, dengan menolok
fungsi Aqal.(ayat-ayat Al-Quran menyarankan menggunakan Aqal)
18. Golongan yang mengejar syuhrah(pangkat, nama, promosi,kemasyhuran) dengan
menggunakan fahaman salah mereka terhadap Al-Quran dan As-Sunnah. (Malah Al-Quran
dan As-Sunnah bebas daripada apa yang wahabi war-warkan)
19. Golongan yang mengdhoifkan hadis solat terawikh 20 rakaat.(Albani)
20. Golongan yang mengharamkan menggunakan Tasbih.(Albani)
21. Golongan yang mengharamkan berpuasa pada hari sabtu walaupun hari Arafah jatuh pada
hari tersebut.(Albani)
22. Golongan yang memperlecehkan Imam Abi Hanifah R.A.(Albani)
23. Golongan yang mendakwa Allah memenuhi alam ini dan menghina Allah dengan
meletakkan anggota pada Allah SWT.
24. Golongan yang mendakwa Nabi Muhammad SAW tidak hayyan(hidup) di kubur Nabi
Muhammad SAW.(Albani)
25. Golongan yang melarang membaca “Sayyidina” dan menganggap perbuatan itu bida’ah
sesat.
26. Golongan yang mengingkari membaca Al-Quran ke atas si mati dan membaca Talqin.
27. Golongan yang melarang membaca selawat selepas azan.(Albani)
28. Golongan yang mengatakan Syurga dan Neraka ini fana’(tidak akan kekal).(ibn Taimiyyah)
29. Golongan yang mengatakan lafaz talaq tiga tidak jatuh, jika “aku talaq kamu dengan talaq
tiga “. (ibn Taimiyyah.
30. Golongan yang Mengisbatkan(menyatakan/menetapkan) tempat bagi Allah, mengatakan
Allah turun seperti turunnya. (Ibn Taimiyyah)
31. Golongan yang menggunakan wang ringgit untuk menggerakkan ajaran sesat mereka,
membuat tadlis(penipuan dan pengubahsuaian) di dalam kitab-kitab ulama’ yang tidak
bersependapat dengan mereka.
32. Golongan yang mengkafirkan sesiapa orang Islam yang menetap di Palestine sekarang
ini.(Albani)
33. Golongan yang mengbid’ahkan seluruh ummat Islam.
34. Golongan yang menghukumkan syirik terhadap amalan ummat Islam.
35. Golongan yang membawa ajaranTauhid 3 dan tidak pernah diajar oleh Nabi Muhamad SAW.
(Ibn Taimiyyah)
36. Golongan yang mengatakan bahawa Abu Jahal dan Abu Lahab juga mempunyai Tauhid,
tidak pernah Nabi Muhammad SAW ajar begini atau pun para Shohabah R.A. (Muhamad
abd Wahab)
37. Golongan yang membolehkan memakai lambang “salib” hanya semata-mata untuk
mujamalah/urusan rasmi kerajaan, ianya tidak kufur. (Bin Baz)
38. Golongan yang membiyayai kewangan Askar Kaum Kuffar untuk membunuh Ummat Islam
dan melindungi negara mereka. (kerajaan Wahabi Saudi)
39. Golongan yang memberi Syarikat-Syarikat Yahudi memasuki Tanah Haram.(Kerajaan
Wahabi Saudi)
40. Golongan yang memecahbelahkan Ummat Islam dan institusi kekeluargaan.
41. Golongan yang mengharamkan Maulud dan bacaan-bacaan barzanji, marhaban.
42. Golongan yang menghalalkan meletupkan diri atas nama jihad walaupun orang awam kafir
yang tidak bersenjata mati. (selain di Palastine)
43. Golongan yang menghalalkan darah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Asya’irah dan
Maturidiyyah. Lihat di Lubnan, Chechnya, Algeria, dan beberapa negara yang lain.
44. Golongan yang menimbulkan fitnah terhadap Ummat Islam dan memburukkan nama baik &
murni Islam.
45. Golongan yang membuat kekacauan di Fathani, Thailand.
46. Golongan yang sesat menyesatkan rakyat Malaysia.
47. Golongan yang meninggalkan ajaran dan ilmu-ilmu Ulama’ ASWJ yang muktabar.
48. Golongan yang meninggalkan methodologi ilmu ASWJ.
49. Golongan yang Minoriti dalam dunia, malah baru setahun jagung.
50. Golongan yang menuduh orang lain dengan tujuan melarikan diri atau menyembunyikan
kesesatan mereka.
51. Golongan yang Jahil, tidak habis mempelajari ilmu-ilmu Agama, tetapi mahu buat fatwa
sesuka hati.
52. Golongan yang melarang bertaqlid, tetapi mereka lebih bertaqlid kepada mazhab sesat
mereka.(sehinggakan solat pun guna mazhab Albani shj)
53. Golongan yang secara zahirnya berjubah, berkopiah, singkat jubah, janggut panjang, tetapi
berliwat, tidak menghormati ulama’, mengutuk para Alim Ulama’, tidak amanah dengan
Ilmu dan Agama Islam.
54. Golongan yang tiada hujjah dalam ajaran mereka.
55. Golongan yang membawa jaran sesat Ibn Taimiyyah/Muhamad Ibn Abd Wahab, kedua-dua
individu ini telah dicemuh, ditentang, dijawab dan dikafirkan oleh Jumhur Ulama’ ASWJ
atas dasar Aqidah mereka yang Sesat

akhirnya WAHHABI MENJADIKAN MIMPI MEREKA SEBAGAI HUJJAH

APABILA WAHHABI MENJADIKAN MIMPI MEREKA SEBAGAI HUJJAH

1- Dalam kitab Wahhabi ini berjudul BIN BAZ yang mana tokoh Wahabi bernama Soleh Al Fauzan menyebarkannya terdapat banyak kisah2 mimpi pengikut2 utama Wahhabi yang mereka jadikan Hujjah dalam agama mereka.

2- Antaranya Wahhabi mendakwa kononnya bermimpi Rasulullah jadi makmum solat dan tokoh Wahhabi Abdul Aziz Bin Baz jadi Imam solat fardhu. (Mukasurat 107)

3- Wahhabi mendakwa mimpi itu pula adalah hujjah yang jelas dan yakin bahawa Nabi Muhammad hanya bawa Sunnah tetapi Bin Baz tokoh Wahhabi itu lebih hebat dengan menjadi Imam/Ketua Sunnah. (mukasurat 108)

4- Pada MS 109 Wahhabi mendakwa Abdul Aziz Bin Baz tokoh Wahhabi itu memberi fatwa hukum dan Saidina Umar Bin Khattab ada disebelah Bin Baz dan mengagkuk-angguk kepala beliau mengiyakan fatwa Bin Baz.

5- Jika Syiah pernah menuduh Saidatuna Aisyah berzina.. Allah tunjukkan syiah yg muta’ah merekalah berzina…
kini Wahhabi menuduh ulama ASWJ berhujjah dengan mimpi sedangkan Wahhabi sendiri menjadikan mimpi karut yg direka-reka mereka sendiri secara palsu sebagai hujjah utama dalam agama Wahhabi.

Hasbiyallahu Wani’mal Wakil.

kitab wahabi mimpi

 

katanya salaman bid’ah: salafy wahaby antri salaman dengan gambar (berhala) raja saudi

katanya salaman bid’ah: salafy wahaby antri salaman dengan gambar (berhala) raja saudi (wahaby najd bahlul murakab )

 

only in saudi
salafy wahaby antri salaman dengan gambar (berhala) raja saudi

منظر غريب بالسعودية،السلام على الصور…عجبا لأوطان العرب!