inilah bendera asli RAsulullah / Panji Rasulullah berwarna hijau pada Fatah makkah dan perang Badar (bukan bendera versi terorist ISIS/HIZBUTAHRIR

 

 

 

benderarasul-vert1.jpg

inilah bendera rasulullah aslivdi museum topkapi turki.

Bendera ini yg dibawa nabi pada saat futuh makkah dan perang badar seperti disebutkan dan kitab kitab siroh dan hadis.

bertulis: Allah – fafathunqarib wabasyiril mukminin(maka adan datang kemenangan yang dekat dan berikan kabar gembira bagi mukminin) – Muhammad.

Inilah yang mengilhami bendera negara negara islam dan pergerakan islam berwarna hijau.

 

Rasulullah used green flag during the batle of badr and futuh makkah.
This flag is in the topkapi museum -turkish

Ibn Abbas narrates that the colour of the Prophet’s flag was green and of standard white. During the battle of Badr, three different banners however were used; the bigger one was in the hands of Ali bin Abu Talib, containing the symbol of an eagle (ukab), representing the force of the Muhajirin. In this connection, Nasir Khusaro (1003-1088) writes in his couplets (vide “Nasir-i Khusraw Forty Poems from the Divan” tr. By P.L. Wilson )

Green comes up a lot in Islamic history. It was the color of the flag of the Fatimid Caliphate, the last of the four Arab caliphates. During the crusades, Islamic soldiers wore green to identify themselves. (Likewise, crusaders avoided green in their coats of arms, just to be safe from friendly fire.) Some say the banner under which Mohammed fought in the war on Mecca was green with golden trimming. (The flag is currently locked away in the Topkapi Palace in Istanbul, Turkey—we don’t really know what color it is.) For centuries in Persia, only descendants of Mohammed, known as the Sayyids, were allowed to wear green turbans—anyone else would be punished for it. Green was also favored by the Ottoman Empire, which after the Tanzimat reforms of the mid-19th century dyed its secular flags red and its religious flags green. More recently, the color has become associated with Hamas, which sports a bright green flag.
(topkapi museum -turkish)

 

 

ada warna yang merah, putih, hijau di bendera nabi

berdasarkan bukti artefak bendera nabi dan beberapa hadis menyebutkan warna yang ada pada bendeera nabi

:::bendera nabi merah dan putih
Mansyur menegaskan bendera Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berwarna Merah Putih seperti yang ditulis oleh Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan, Jilid X, halaman 340. Dari Hamisy Qasthalani,

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Bersabda: “Innallaha zawaliyal ardha masyaariqaha wa maghariba ha wa a’thonil kanzaini Al-Ahmar wal Abjadh”.

Artinya: “Allah menunjukkan kepadaku (Rasul) dunia. Allah menunjukkan pula timur dan barat. Allah menganugerahkan dua perbendaharaan kepadaku: Merah Putih”.

Informasi ini didapat Mansyur dari buku berjudul Kelengkapan Hadits Qudsi yang dibuat Lembaga Alquran dan Al-Hadits Majelis Tinggi Urusan Agama Islam Kementerian Waqaf Mesir pada 1982, halaman 357-374. Buku ini dalam versi bahasa Indonesia dengan alih bahasa oleh Muhammad Zuhri.

 

http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.slate.com/articles/news_and_politics/explainer/2009/06/islamic_greenwashing.html&ei=0ZkoOFeC&lc=en-ID&s=1&m=702&host=www.google.co.id&ts=1492019326&sig=AJsQQ1DnelLtLUCi4rTCAP4X6nntzYBy5A

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/01/24/ok9zbc282-teori-ini-buktikan-sang-saka-merahputih-adalah-bendera-rasulullah

 

Advertisements

HADIS TENTANG MUNCULNYA TERORIS ISIS/ALQAEDA/PANJI HITAM PALSU/ KHILAFAH PALSU ::

HADIS TENTANG MUNCULNYA TERORIS ISIS/ALQAEDA/PANJI HITAM PALSU/ KHILAFAH PALSU ::

 

teroris ini adalah buatan yahudi untuk mengahnacurkan negerio negeri islam.

Kami akan sedikit merincinya.
Nash atsar itu terdapat dalam kitab al Fitan karangan Nu’aim bin Hammad sebagai berikut:
.
النص في كتاب الفتن لنعيم بن حماد: [حدثنا الوليد ورشدين عن ابن لهيعة عن أبي قبيل عن أبي رومان عن علي بن أبي طالب رضى الله عنه قال: إذا رأيتم الرايات السود فالزموا الأرض فلا تحركوا ايديكم ولا أرجلكم، ثم يظهر قوم ضعفاء لا يؤبه لهم، قلوبهم كزبر الحديد، هم أصحاب الدولة، لا يفون بعهد ولا ميثاق، يدعون إلى الحق وليسوا من أهله، أسماؤهم الكنى ونسبتهم القرى، وشعورهم مرخاة كشعور النساء، حتى يختلفوا فيما بينهم، ثم يؤتي الله الحق من يشاء]ا.هـ.
Al Walid dan Rusydin mengabarkan kepada kami dari Ibnu Luhai’ah (Lahi’ah) dari Abu Qabil dari Abu Ruman dari Ali bin Abi Thalib ra., ia berkata: “Jika kamu menyaksikan bendera-bendera hitam maka tetaplah di tanah dan jangan menggerakkan tangan-tangan dan kaki-kaki kamu. Kemudian akan muncul satu kaum yang lemah tidak dihiraukan (rendahan), hati mereka bagaikan batangan baja (kaku-keras). Mereka adalah pemilik negara/kekuasaan, mereka tidak setia kepada perjanjian dan kesepakatan, mereka mengajak kepada al haq tetapi mereka bukan ahlinya (yang berpegang teguh kepadanya). Nama-nama mereka menggunakan abu … abu …, nisbat mereka kepada desa-desa. Rambut mereka terjulur bagaikan rambut para wanita. Setelah itu mereka berselisih di antara sesama mereka sendiri, kemudian Allah menyerahkan al haq/kekuasaan-Nya kepada siapa yang Ia kehendaki.”
Perawi Dalam Sanad:

1). Nu’aim bin Hammad al Khuza’i, penulis kitab. Beliau salah satu guru besar al Bukhari, walaupun masih diperselisihkan kualitasnya.

Dan kedua gurunya yaitu:

2). Al Walid bin Muslim dan 3) Rusyaid.

Al Walid bin Muslim seorang ulama penduduk Syam. Melakukan tindakan Tadlis taswiyah (memanipulasi dalam meriwayatkan hadis) hanya saja riwayatnya didukung oleh riwayat Rusyaid bin Sa’ad. Dan ia (Rusyaid) dha’if/lemah dalam periwayatan hanya saja dukungannya dapat diterima sesuai dengan syarat yang ditetapkan Ahli Hadis.

4). Guru keduanya yaitu Ibnu Luhai’ah.

Ia seorang Qadhi/Jaksa dan ahli fiqih negeri Mesir. Ia juga masih diperselisihkan, hanya saja hadisnya terdapat di kitab-kitab Sunan (kitab Hadis).

5) Guru Ibnu Luhai’ah yaitu Abu Qabil al Ma’afiri.

Ia seorang Tabi’in yang senior. Ia tsiqah/jujur terpercaya dan alim tentang peristiwa-peristiwa peperangan.

6) Abu Ruman yang meriwayatkan langsung dari Imam Ali.

Ia sepertinya tidak dikenal, hanya saja riwayatnya dari Abu Qabil darinya sedangkan ia itu dikenal banyak mengetahui riwayat tentang malahim (kejadian-kejadian masa akan datang) menguatkan statusnya. …

Jadi secara global dapat dikatakan sanad ini lemah… Tapi bisa juga kamu katakan Hasan sanadnya jika bukti-bukti pendukungnya tersedia, seperti realita membenarkannya dan kedalaman ilmu Abu Qabil tentang peristiwa-peristiwa masa akan datang.

Maka sanad seperti ini dalam data-data sejarah dan berita masa akan datang bisa dianggap tergolong shahih… Shahih itu bertingkat-tingkat, dari Hasan dengan bantuan pendukung dari luar hingga Mutawatir. Ia tidak hanya satu tingkat saja. Dan kamu punya hak untuk menerima atau menolaknya. Karenanya banyak ucapan Ahli Hadis: “Hadis ini shahih insyaallah… Hasan insyaallah…”.

Mengapa demikian?

Karena mereka mengetahui bahwa mayoritas hadis dan atsar itu bersifat dzanni (tidak pasti seratus persen), yang bersifat qath’i sangat jarang. Kalimat: “Ini hadis shahih insyaallah” yang dicemooh sebagian orang yang tidak mengerti sebenarnya adalah metode kaum berakal dari kalangan Ahli Hadis seperti Abu ‘Uwanah dalam kitab Mustakhrajat Abu ‘Uwanah, 6/415, ia berkata:

“Dan hadis-hadis riwayat Mathar menurutku ia tidak mengeluarkan (meriwayatkan)nya. Dan ia shahih insyaallah.”

Demikian juga dengan al Hakim dalam al Mustadrak, 1/166: “Hadis riwayat Abu al Hubab shahih insyaallah.”

Dan begitu pula al Haitsami dalam kitab Majma’ az Zawaid, 2/75 berkata: “Dan telah lewat hadis riwayat Abdullah bin ‘Amr dalam Bab Mendekat kepada Pembatas adalah hadis shahih insyaallah.”

Begitu juga dengan Ibnu Abdil Barr dalam kitab Jami’ Bayan al Ilmi wa Fadhlihi, 3/153: “Dan kedua hadis ini shahih insyaallah.”

Dan menurut al Albani redaksi itu datang sebanyak sepuluh kali. Hal ini wajar.

Kembali Kepada Hadis/Atsar Dari Imam Ali

Hadis dari Imam Ali tentang pensifatan ISIS tampak bagi saya bahwa ia shahih insyaallah. Dan ketika saya mengatakan hadis Ali tentang pemilik kekuasaan/negara itu shahih menurut penilaian saya, maka adalah hak Anda untuk mengatakannya: “Hadis itu batil menurut saya.” Sebab seperti berulang kali saya katakan bahwa mayoritas hadis berada dalam ranah dzan dan keraguan serta tarjih (pengunggulan).

Kembali Kepada Hadis ISISI dan Redaksi:
(1) Mereka orang-orang yang diabaikan/tidak dihargai. Kondisi ini sesuai kenyataan. Tidak ada yang menghiraukan mereka sehingga mereka menduduki separoh Irak dan mengalahkan pemberontak Suria.
(2) Hati-hati mereka bagaikan batangan baja… Ini juga nyata. Kekakuan hati mereka adalah kenyataan yang disepakati. Karenanya mereka terjunjung tinggi di kalangan Salafy (Salafy adalah sumber rujukan pemikiran ISIS. Fatwa-fatwa menghalalkan membunuh kaum wanita dan bocah-bocah adalah fatwa Salafi).
Kemudian redaksi kunci dalam hadis itu:
(3) Mereka pemilik negera (daulah). Ini adalah kata kunci… Ia rahasia. Ia mukjizat. Ini juga terealisasi pada mereka, tidaklah mungkin dibuat-buat secara palsu oleh seorang pun sebelum 1200 tahun yang lalu.
(4) Mereka tidak menepati janji dan kesepakatan… Ini juga sesuatu yang pasti pada mereka. Dr. Al Mis’ari memiliki kajian terinci tentang kisah-kisah ingkar janji dan pembatalan kesepakatan sepihak mereka, bagaimana mereka menghabisi nyawa delegasi pihak lain dan juga para tamu… Memang sangat mengherankan sekali!
(5) Mereka mengajak kepada al haq sedangkan mereka bukan ahlinya. Ini juga terwujud pada mereka. Karena itu mereka menipu banyak orang sehingga mereka dianggap pemegang teguh agama. Pengenalan tentang sejatinya mereka sangat rapuh, karena manusia hanya mengikuti bayang-bayang mereka belaka.
(6) Nama-nama yang mereka pakai adalah kun-yah (dengan nama depan abu atau ummu) dan nisbah mereka mengguanakan desa. Abu Fulan al Baghdadi, atau fulan as Syisyani, Abu Fulan al Libi. Ini juga terwujud pada mereka bukan hanya pada segelintir mereka saja.
(7) Rambut-rambut mereka terjulur seperti rambut para wanita… Ini juga aneh sekali. Ini membuktikan bahwa para sahabat dan Tabi’in tidak menngunakan gaya rambut seperti itu. Panjang rambut mereka sedang-sedang saja, tersisir rapi seperti para bangsawan.
(8) “Setelah itu mereka berselisih di antara sesama mereka sendiri, ” adalah peperangan alqaeda vs ISIS karena rebutan daerah kekuasaan di syiria : https://www.youtube.com/watch?v=dk1xCRHfn1k

ISIS (wahaby saudi) vs Jabhah nusrah (alqaida/ wahaby – quthbiyun ikhwan)

ISIS Confirms Saudi Royal Family Support

pengakuan tokoh pimpinan ISIS yg ditangkap FSA

Terbongkar!!.. Jabhah An-Nusrah Terlibat Pembunuhan Syaikh Al-Bothi (sunni madzab syafii)