WAHHABI/salafy ADALAH HASIL TANGAN-TANGAN BRITISH & Yahudi

Khutbah Jumaat al-Sheikh Prof. Dr. Muhammad Saed Ramadhan al-Bouthi



* Al-Sheikh Prof. Dr. Muhammad Saed Ramadhan al-Bouthi adalah tokoh ulama’ yang tak perlu diperkenalkan lagi dalam dunia Islam hari ini. Kuliah masjidnya di Syria dan merata dunia sentiasa penuh dan melimpah. Beliau pernah datang ke Malaysia beberapa kali dalam beberapa seminar dan acara.

* Ayah beliau, al-Sheikh Mulla Ramadhan, seorang alim yang sangat terkenal di Syria pada zamannya. Anaknya Dr. Taufiq Ramadhan al-Bouthi juga sering ke seluruh dunia untu berdakwah termasuk Malaysia.

* Berkenaan dengan gerakan Wahhabi, beliau mendedahkan bahawa Wahhabi adalah satu gerakan yang dirancang (sebahagiannya) pengasasannya oleh kerajaan British yang pada satu ketika dulu menakluki negara-negara Islam. Lihatlah kandungan khutbahnya pada Hari Jumaat 5 Rejab 1423H bersamaan 5 Sept 2003.

Terjemahan (Bergaris Merah):

“Seluruh dunia mengetahui tentang peranan kerajaan Britain yang memainkan peranan utama dalam memecahbelahkan umat Islam…

Dan aku terpaksa membentangkan kedudukan ini kepada kamu dengan disertakan beberapa nama dan dokumen.

Barangsiapa yang pernah membaca buku “Tujuh Tunggak Pemerintahan” oleh Lawrence, dan membaca dokumen-dokumen yang lain, akan tahu dengan sejelas-jelasnya apa yang aku katakan bahawa Britain telah memainkan peranan utamanya dalam memecah belahkan umat Islam sebelum pihak-pihak yang lain dan mereka telah mewujudkan tiga pasak untuk itu.”

“Pasak pertama: Fahaman al-Qadiyaniyyah, ia adalah pasak yang diwujudkan oleh Britain di India dan kawasan-kawasan sekitarnya.

Pasak kedua: Fahaman al-Babiyyah dan/atau al-Baha’iyyah ia adalah pasak yang diwujudkan oleh Britain di Mesir dan di beberapa penjuru di Asia Tenggara.

Pasak ketiga: Fahaman al-Wahhabiyyah, ia adalah pasak yang diwujudkan oleh Britain di kepulauan Arab, rujuklah kepada sumber yang telah aku nyatakan tadi, untuk kamu mendapatkan pengakuan yang nyata dan berani mengenai perkara ini.”

Muhasabah Diri

Sesiapa yang mengenali Sheikh al-Bouti pasti tidak teragak-teragak dengan kebenaran kenyataan ini.

Adakah rancangan British untuk memecahbelahkan umat Islam dengan ketiga-tiga fahaman ini berjaya? Masing-masing boleh fikir dan jawab 🙂

Berdoalah agar kita tidak termasuk ke kancah tipu daya British. Amin.
http://al-ashairah.blogspot.com/2008_05_01_archive.html

__________


‘Sir’ Fahd – Dapat Penghargaan Inggeris dan BERKALUNG SALIB

Mungkin ramai yang tidak mengetahui yang Kerajaan Arab Saudi berhutang budi dan “body” serta nyawa dengan Empayar British. Ini adalah kerana “berkat” kerjasama dan bantuan Britishlah, maka tertubuhnya Kerajaan Arab Saudi mengikut sunnah Great Britain bersendikan ajaran Wahhabiyyah. Pemimpin-pemimpin Saudi merupakan “loyal servants” bagi Empayar British, dahulu dan sehingga kini, dan kini ditambah pula jadi khadam Amerika dan sekutunya, Bahkan Raja Abdul Aziz menerima gaji bulanan berjumlah 5,000 paun sterling daripada British mulai tahun 1917. Selain daripada itu, Kerajaan British telah menganugerahkan “knighthood” kepada Raja Abdul Aziz, bahkan Raja Fahd pun dapat anugerah tersebut.

Walau apa pun Raja Fahd dah pergi menemui Penciptanya, tetapi kebenaran harus dan perlu diketahui ramai. Hansome tak Fahd dengan berkalungkan pingat salibiyyah di lehernya ? Apa pulak fatwa ulama Wahhabi , kalau orang pakai azimat tentu mereka terus tuduh kafir dan syirik. Kalau pakai salib, nak kata apa ? Kalau tuan-tuan dan puan-puan nak tengok lagi gambar warna kesegakan Raja Fahd dengan pingat kebesarannya boleh carilah buku “Custodian of the Two Holy Mosques King Fahd bin Abdul Aziz”, Guernsey, Channel Islands, 2001, p. 214, karya Dr. Fouad al-Farsy.

Berikut petikan dari buku Dr. Hamid Algar “Wahhabism: A Critical Essay”, mukasurat 38 – 39:-
  • The first contact was made in 1865, and British subsidies started to flow into the coffers of the Saudi family, in ever growing quantity as World War One grew closer. The relationship fully matured during that war. In 1915, the British signed with the Saudi Ruler of the day, ‘Abd al-’Aziz b. Sa`ud (Ibn Sa`ud), one of those contracts with their underlings that were euphemistically known as “treaties of friendship and cooperation”. Money was, of course, the principal lubricant of friendship and cooperation, and by 1917 the Saudi ruler was receiving five thousand (5,000) pounds a month, not a bad sum for a junior hireling of the British Empire. However, the British also graciously saw fit to confer a knighthood on the champion of Wahhabism. (In later years these formalities continued to be observed; in 1935, ‘Abd al-’Aziz b. Sa`ud was made a Knight of the Order of the Bath. Likewise, when visiting Queen Elizabeth in 1986, King Fahd, “Custodian of the Two Holy Mosques,” was photographed with the cruciform insignia of a British knightly order hanging round his neck.)

Allahummashuril Islam wal Muslimin bijaahi Sayyidil Mursalin.

________________________

Awas agen zionis (wahai) berkedok dan mengaku-ngaku ahlusunnah/slafy/firqatunnijiyah/darulhatits!!

Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam

Katagori : Untold Story / the X files
Oleh : Redaksi 16 Apr 2007 – 4:00 am

Risalah Mujahidin Edisi 7 Th I Rabiul Awal 1428 H / April 2007 M, hal. 42-46
Lihat catatan redaksi *)
imageFAKTA ini tentu amat mengejutkan, bahkan sulit dipercaya. Betapa kelompok Salafy yang selama ini dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk Ihyaus Sunnah (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW), gerakan dakwah mereka ternyata didanai oleh jaringan intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim.

Badan intelejen Palestina mengijinkan harian Al-Hayat dan Televisi Libanon, LBC, untuk mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah Mujahidin. Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis Zionisme.

Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-Nas nomor 127 mengutip harian Al-Hayat yang terbit di London dan juga ditayangkan televisi LBC. Tabloid Al-Basya’ir kembali menyiarkan wawancara tersebut mengingat pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini. Wawancara di bawah ini, yang diterjemahkan oleh Jati Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. , mahasiswa Structural Engineering and Construction Management University of Newcastle Upon Tyne United Kingdom, dan dikutip dari Hidayatullah.com, laporan Bahrum A. Rambe. Berikut hasil wawancara dimaksud:

Wartawan: Bagaimana para zionis itu dapat memperalat anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara anda?

Agen: Awalnya saya membaca iklan di koran lokal tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain.

Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga tersebut yang ternyata dikendalikan oleh intelejen zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang Palestina yang bekerja sama dengan zionisme untuk merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam yang tidak terpikir oleh siapapun.

Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif. Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan memperhatikan permintaan-permintaan mereka saya mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan nasional, tokoh-tokoh Mujahidin, posisi tempat tinggal mereka, dan keberadaan mereka. Informasi ini memudahkan mereka untuk membunuh para Mujahidin terbaik dari Hamas dan Jihad Islami.

Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv. Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan, tapi ternyata mereka merekam saya ketika berada dalam kondisi memalukan dengan seorang wanita. Hal ini sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan mengendalikan saya di kemudian hari.

Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin. Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat bergabung dengan seluruh unsur Mujahidin.

Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan saya terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya telah memudahkan banyak pembunuhan melalui pesawat, penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan. Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel per bulan.

Wartawan: Kami mengetahui bahwa anda dapat mengintervensi beberapa jamaah Islamiyyah, bagaimana itu?

Agen: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan dan ketidak hati-hatian orang-orang Palestina. Kami ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama: Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir al-Quds, Syababul Intifadhah, dan lain-lain. Dengan situs-situs ini kami berhubungan dengan banyak anak muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan senjata, dengan menyebutkan bahwa dana tersebut bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait.

Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.

Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syi’ah dengan cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah, sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya, pekerjaan akan dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok fanatik Sunnah seperti Salafiyyin dan lain-lain. Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini, adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan antarpihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingsan sesama mereka, agar Israel dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi muda melalui penyebaran dekadensi moral, atau menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik dan keras kepala. Hati mereka penuh dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama Muslim, baik Sunnah atau Syi’ah.

Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses menjalankan missinya. Anda dapat melihat kira-kira semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis; yang dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini. Sayang sekali, banyak orang-orang yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid, khatib-khatib, dan da’i-da’i yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berpikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya hari-hari belakangan ini.

Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di Pakistan. Orang-orang yang menyebut dirinya pengikut Ahlu Sunnah wal jama’ah, membentuk Tentara Shahabat dan menyerang kaum Syi’ah dalam ritual dan rumah-rumah, membunuh mereka ketika shalat Shubuh.

Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat. Di lain pihak membentuk Tentara Muhammad bereaksi dengan balasan yang lebih keras, ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan. Pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan pahlawan Khawarij zaman sekarang, dimanfaatkan oleh Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang memiliki bom atom, Pakistan.

Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di Pakistan dan Yaman.

Wartawan: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata hati anda ketika anda menunjukkan tempat-tempat persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis, agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?

Agen: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang Mujahid yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang. Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.

Mengenal Gerakan Agen Mossad
Semangat menghidupkan sunnah Nabi SAW di satu segi, dan memposisikan gerakan Islam di luar komunitasnya sebagai bid’ah, khawarij, dan tuduhan lain yang jauh dari kesan Islami; tanpa dibarengi dengan wawasan ilmu, pemahaman syari’ah dan siyasah secara memadai, membuat mereka mudah diprovokasi dan diperalat musuh-musuh Islam. Banyak gerakan Islam, dalam melawan zionisme dan hegemoni AS, justru diperalat oleh musuh dengan mengusung doktrin zionis tanpa disadari, sehingga mudah dihancurkan.

Penting bagi aktivis Islam untuk mengenal di antara karakteristik ormas, orpol, maupun gerakan Islam, yang kadangkala tanpa disadari menjadi alat musuh untuk menghancurkan Islam. Berdasarkan kajian dan pengalaman karakteristik mereka itu dapat dikenali antara lain:

  1. Mendukung kekuasaan rezim yang zhalim secara apriori, selama penguasa tersebut masih melakukan shalat. Alasannya, karena Nabi memerintahkan taat kepada penguasa Muslim yang masih shalat sekalipun berbuat durhaka atau zhalim. “Enam puluh tahun di bawah penguasa zhalim, lebih baik daripada sehari tanpa pemimpin,” kata mereka. Sementara mereka mengabaikan ayat Al-Qur’an yang melarang membantu orang-orang zhalim yang berkhianat kepada Allah dan rasul-Nya.
  2. Mengklaim pahamnya paling benar tanpa mau diajak dialog mendengarkan hujjah dari pihak Muslim yang dikategorikan sesat.
  3. Mengajak umat untuk menjauhi politik, dan memfokuskan diri dalam aqidah dan ibadah dalam pengertian sempit.
  4. Gemar mengabaikan hujjah lawan sekalipun hujjah itu dari Al-Qur’an dan hadits shahih hanya karena hujjah tersebut tidak berasal dari syeikh-nya.
  5. Mempersempit sumber-sumber pemahaman agama, dan hanya menerima dari ulama panutannya atau pemahaman dari kelompoknya sendiri secara terbatas, dengan menganggap pemahaman jalur lain sebagai bid’ah.
  6. Sangat mengecam perilaku yang dikategorikan tasabbuh dengan golongan kafir dan musyrik. Tapi, mengikuti cara berpikir dan kepemimpinan golongan zionis dengan menempatkan pendapat ulama panutannya melebihi Al-Qur’an dan hadits.
  7. Menampilkan identitas tertentu untuk membedakan diri dengan kelompok lain secara fanatik sebagaimana halnya dengan sekte-sekte di lingkungan Yahudi dan Kristen.
  8. Mengambil ajaran agama dengan mengutamakan hal-hal yang bersifat personal dan keluarga, tapi mengabaikan masalah kenegaraan dan jihad. Hal ini sejalan dengan doktrin Kristen: “Berikan hak Kaisar kepada Kaisar, dan hak Tuhan kepada Tuhan.”
  9. Sangat membenci, bahkan memusuhi gerakan Islam yang menuntut pemberlakuan Syari’ah Islam secara kaffah, terutama ajaran amar makruf nahyu mungkar dan jihad.

Risalah Mujahidin Edisi 7 Th I Rabiul Awal 1428 H / April 2007 M, hal. 42-46

British adalah kerajaan Pro Yahudi dan anti christ!!

Lihat logo british adalah logo anti christ

TRACKING DOWN AND NARROWING THE IDENTITY OF THE FUTURE ANTICHRIST
____________________________________________________________

antichrist prince william

The Ancient World Powers are discussed in Daniel’s Prophecies
Briefly the four beasts were: a Lion, a Bear, a Leopard with four wings, and a fourth Wild Beast (a Dragon) not corresponding to any actual animal, unusually strong, with large iron teeth, ten horns, and another Little Horn developing, with a Man’s eyes and “a mouth speaking great and boastful things against the Lord.” These four distinct creatures are represented in the following ancient and historical fulfillments of Daniel’s Prophecy. Babylon (the Lion) fell to the Medo-Persian kingdom (The Bear) which, in turn, was ended by the lightning conquest of the Grecian forces (the Leopard) led by Alexander the Great. In a few short years he built an Empire which embraced parts of the Mideast, Asia, Europe, and Britannia, in essence the very first European based Empire to hold such a global position [making Alexander the first European archetype for the future Antichrist]. After Alexander’s death, his generals (the four wings on the Leopard) struggled for control of the Grecian Empire, four of them eventually gaining rulership of different sections. At this time, Israel was fought over by the rival Seleucid and Ptolemaic kingdoms, and Greece eventually ruled over the Holy Land. The Grecian Empire was eventually taken over completely by the new and more powerful Roman Empire (the Wild Beast), as it quickly amassed global dominance being stronger than any before it. As a result and because the Israelites continued to rebel against God and doing his Will, Rome likewise gained full control over the nation of Israel.

In its time, the Roman Empire surpassed all the preceding empires not only in the extent of its domain (covering the entire Mediterranean area and reaching the British Isles) but also in the efficiency of its military machine and power of its application of Roman law to the provinces of its far reaching European empire. Its Pax Romana (Roman peace) was merely a foreshadowing of the yet to be revealed, New World Order of the Ages, that future United Europe whose kingdom is actually called in Scripture the last world empire, yet stronger than any other empire before it (meaning the future European Union will far exceed the power and might of present day America). Rome was also the world’s political instrument in power at the time of Christ’s first advent and so will be in power again, according to prophecy, just before His Return, making its very existence today yet another strong sign we are entering the timeframe when the rest of prophecy is to be fulfilled. There will be a Revival of the Roman/Euro Empire shortly before Christ’s Return at Armageddon. Interestingly, right after the Crucifixtion, it was the ancient Romans who created the necessary port city of Londinium (today’s London), a place where they could land their ships and storm onto the English shore in search of it’s last territorial land grab before Rome’s impending demise, it became the most important trading port from Rome to this new world, this ‘New Rome.’ When Rome did die and eventually broke up into the various European nations, Great Britain, over time, ultimately took the globally dominant position in the world, raising itself up to be the new “Anglo” Roman Empire, better known as the British Empire. This is interesting because Scripture tells us that the Antichrist Prince will be of the Roman Empire, whose power (as we now know) was then given over to London, a Roman city. In other words, what we are quite possibly reading in Daniel 9:26-27 is that the Antichrist is a Prince of London. Interesting also is that the rest of prophecy in Daniel and Revelation describes the Antichrist as a King.

The British Empire became far stronger than ancient Rome ever had, and she ruled the seas and many nations, just as Rome did. What’s really interesting is that the European Union itself, created in 1993, has been patterned exactly after the ancient Roman Empire, including many of the same countries that were under Roman occupation and rule at the time of Christ, just as prophecy stated it would. Furthermore, the specific prophecies in Revelation and Daniel make clear that this all powerful (and still future) United Nations of Europe will return to it’s former glorious power that was Rome. Obviously this must occur after America, the current Rome, is somehow left behind or diminished in power while the rest of the world advances headlong toward the Tribulation (which is the common belief among Chirstian prophecy scholars who agree that America will be destroyed before the coming of the Antichrist allowing the emergence of Europe to take center stage), again, a yet-to-be revealed future time and event to make this possible. As it is determined by the men who control the European Union, America removed as a leading world power will most assuredly prompt the need for another Atlantic nation to take the reigns of global dominance and more openly establish her own rule of law [and Western-Zionist idealogy] throughout the rest of the known world, further solidifying the goals of the Illuminati. One last point of interest here with Europe, the placement of those European nations which attacked Israel (or Jews) before since the time just before Christ, has been Greece (150 BC) then Rome (50 BC-70AD), and more recently, Germany (1939-45). Looking at Greece, Rome, and Germany on a map shows an interesting line of succession all moving increasingly northwest from Israel, each seemingly pointing to the next agressor country in a path leading directly to one nation remaining, Great Britain. Also interesting, if not strange, England appears to be the head (or face) of this European Beast while Italy is the jack boot (or cloven hoof) seemingly about to crush the tiny Semitic nation underfoot.

Antichrist is represented by a single Little Horn admidst older Kings and Kingdoms of history
After this I saw in the night visions, and behold a fourth Beast [Kingdom], dreadful and terrible…I considered the horns, and, behold, there came up among them a Little Horn, and in this Horn were eyes like the eyes of man, and a mouth speaking great things. I beheld till the Thrones were cast down, and the Ancient of Days did sit, His Throne as fire. I beheld then because of the voice of the great words which the Little Horn spake: I beheld even till the BEAST was slain, and his body destroyed, and given to the burning flame. I saw in the vision one like the Son of Man came with the clouds of Heaven, and came to the Ancient of days, and they brought Him near before Him. And there was given Him Dominion, and Glory, and a Kingdom, that all people, nations, and languages, should serve Him: His Dominion is an Everlasting Kingdom which shall never be destroyed. -Daniel Chapter 7

The Antichrist is represented by a Bear in Daniel yet also in the Book of Revelation
Staying with the book of Daniel, let us now compare the similarities between verse 7:5 with 7:24 the Beast…”A BEAR” who subdues three “ribs” or 3 Kingdoms. This suggests that the Antichrist first arrives in either warlike fashion or peacefully places three Kings or Kingdoms quickly under his subjection in a type of annexation. Some have said this to be Scotland, Ireland, and Wales unifying into one Celtic Anglo nation, others see it perfectly fulfilling the Nostradamus prophecy known as Century 8 Quatrain 77. Take careful notice that it is the Angel Gabriel making the interpretation of the vision, simply telling us that the “Little Horn” [Antichrist] in verse 20-21, is symbolized by “the Bear.” In other words, the Antichrist is “The Bear.” Remember, the ancient Celtic word for Bear is Arth-ur. The name Arthur literally means Bear.

REVELATION 13:2 The Beast was like unto a Leopard, and his feet as a BEAR, and the mouth of a Lion ~ The Lion represents the country that this King will come from. The Lion that is the Heraldic and national symbol of England. The Leopard represents his youth contrasted by his absolute global power [like Alexander the Great, who was himself represented by the youthful symbol of the Leopard; quick to conquer]. The name of Philip is taken from his grandfather Prince Philip who is actually from Greece and named after Alexander the Great who also had the middle name of Philip, which could be said that when William becomes King, he quickly becomes a world leader much like Alexander, quick to conquer (as a leopard). Alexander himself conquered much of Asia Minor and Europe before the age of 25 making youth also an attribute of the future Antichrist (the anti-type of ‘a Child shall lead them’). The future Beast will quickly become a voice of reason which the earth certainly is to consider at a time the world is weakened and needs it most (and yet his growing confidence in Kingship will be further emblazoned thru means of a yet unseen guidence upon the realization of an inescapable destiny revealed). The name William itself conjures up another King in England’s violent past of the same name, William the Conqueror. William’s second name Arthur, means Bear, the Once and Future King returned. The fourth ancient empire to rule and referred to as the “Wild Beast,” was Rome, the most fierce of every kingdom before it as it has dual appearances in history, and one of its incarnations has already passed while the future Roman Empire is yet to rise. Currently, the reformed European Commonwealth of Nations known now as the European Union is gaining global power, wealth, and military strength every day that passes. The Bible also depictes a Woman of great iniquity is to ride this Beast. The Scripture’s reference to the Beast of Revelation having the attributes of a Lion, Bear, and Leopard may also contain within it something more than just what is read on face value. I believe the symbology is a code for the Beast’s name…

antichrist prince william
PRINCE WILLIAM ARTHUR PHILIP LOUIS WINDSOR-WALES:

William – The Conqueror (The King of England) = LION / Mouth / Speaking / Charismatic Leader
Arthur – King Arthur Pendragon (Celtic, Rome) = BEAR / Feet / Strength / Summer Solstice
Philip – Alexander Philip the Great (Greece) = LEOPARD / Body / Conquering /Youth
Windsor-WalesAryan Keltoi (Cain) = RED DRAGON / Spirit / Anglo-Celtic Power

antichrist prince william

And I stood upon the sand of the Sea, and saw a Beast rise up out of the Sea
having seven heads and ten horns,
http://whosthebeast.com/PRINCE%20WILLIAM%20%20ANTICHRIST%20666%20%20King%20Arthur%20%20Knights%20Templar%20Conspiracy%20Grail%20Legend%20History%20Lost%20Tribes%20Israel%20Illuminati%20Masonic%20Bible%20Prophecy.htmand upon his horns ten crowns, and upon his
heads the name of blasphemy. And the Beast which I saw was like unto a Leopard,
and his feet were as the feet of a Bear, and his mouth as the mouth of a Lion:
and the Dragon gave him his power, and his seat, and great authority.

Advertisements