Wahaby masih tak mau menta’wil ayat al-qur’an????

Tapi dalam surat al-an’am ayat 57 disebutkan : “qul inni ‘ala bayyinatin min rrobbii….”

artinya : “Katakanlah : “Sesungguhnya aku berada diatas hujah yang nyata dari Rabb-ku sedang kamu mendustakannya. BUkanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum hanyalah Hak Allah, Dia menerangkan yang sebenarnya dan dia pemberi keputusan yang baik” (QS al-an’am : 57)

Disni kata Rabb adalah Allah sebagai Tuhan yang merajai dan menciptakan…..

dan Hakim (yang menetapkan Hukum) Hanyalah Allah…

Dalam ayat 65 surat an-nisa :

 “Maka demi Tuhanmu (Rabbaka), mereka Hakikatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan Kamu sebagai Hakim (Nabi Muhammad SAW) dalam perkara yang mereka perselisihkan…..”

Disni kata Rabb adalah Allah sebagai Tuhan yang merajai dan menciptakan…..

Tapi Hakim (yang menetapkan Hukum) dalam ayat ini adalah Nabi Muhammad

 Dalam surat yusuf ayat 42 :

 ” dan yusuf berkata kepada orang yg diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua : “adzkurnii ‘inda rabbaka” “Terangkanlah keadaanku kepada Rabb (Rabbaka)-mu…”

Disni kata Rabb adalah Raja mesir…..

Yang jadi Permasalahan :

The Wahhabis and other la-madhhabi people cannot comprehend the meanings of majaz[37] and isti’ara’ (metaphor). Whenever somebody says that he did something, they call him a polytheist or a disbeliever though his expression is a majaz. However, Allahu ta’ala declares in many ayats of Qur’an al-karim that He is the Real Maker of every act and that man is the majazi maker. In the 57 th ayat of Surat al-Anam and in Surat Yusuf, He says: “The decision (hukm) is Allahu ta’ala’s alone,” that is, Allahu ta’ala is the only Decider (hakim). In the 65 th ayat of the Surat an-Nisa’, He says: “They will not be believers unless they make thee (the Prophet) judge (yuhakkimunaka) of what is in dispute between them.” The former ayat states that Allahu ta’ala is the only Real Hakim, and the latter states that man can be metaphorically referred to as a hakim.

Pertanyaan :

1. apakah hanya karena orang kafir menyebut dengan lisan “Allah sebagai pencipta langit dan bumi (Rabb) ” disebut “umat bertauhid rububiyah”?

 2. apa artinya ini nabi yusuf tidak bertauhid rububiyah dengan mengatakan raja mesir dgn sebutan Rabb?

3. Bagi agama wahaby yang selalu menggunakan makna dhahir dari semua ayat al-qur’an (mengharamkan ta’wil yang haq), bagaimana niih? apa masih mau ngotot menggunakan makna dhahir setiap ayat dr Al-qur’an?

Advertisements