wahaby vs wahaby ( wahdah islamiyah )

Fahaman wahaby sangat banyak variannya, mereka mengaku biasa mengaku sebagai ahlusunnah, salafy, darul hadits dsb.

Virus wahaby telah banyak menjangkiti organisasi maupun partai-partai ataupun irqah islam di dunia. Adapun varian wahaby di tanah air : Salafy, LDII, wahdah islamiyah, Muhammadiyah, persis dsb.

Adapun ormas islam yang terjangkiti virus wahaby antaralain MTA (Majelis Taklim Al_Quran), Ikhwanul Muslimin (IM) dsb.

Dimana wahaby-wahaby ini saling mneyesatkan satu sama lain, terutama mereka yang masih membawa doktrin asli syakh abdul wahab /wahaby (salapy, wahdah, LDII)

Ini contohnya :

Berikut ini adalah kumpulan file-file audio tentang kesesatan atau penyimpangan-penyimpangan Yayasan Wahdah Islamiyah.

1. Kesesatan dan Kesesatan Wahdah (audio)
Kesesatan dan Kesesatan Wahdah 1 – Ustadz Askari
Kesesatan dan Kesesatan Wahdah 2 – Ustadz Askari
Kesesatan dan Kesesatan Wahdah 3 – Ustadz Askari
Kesesatan dan Kesesatan Wahdah 4 – Ustadz Askari
Kesesatan dan Kesesatan Wahdah 5 – Ustadz Askari
Kesesatan dan Kesesatan Wahdah 6 – Ustadz Askari


2. Sumber: CD "Nasihat Ilmiah Tentang Penyimpangan Yayasan Wahdah Islamiyah Makassar"
Nasehat Untukmu di Yayasan Hizbiyyah Wahdah IslamiyahOleh : Al-Ustadz Muhammad Tasyrif & Al-Ustadz Abu Karimah Askary

3. Polri Deteksi Kelompok Teroris di Sulawesi (Termasuk Wahdah Islamiyah Makassar)

Makassar – Rapat koordinasi (Rakor) Kapolda se Sulawesi yang dilaksanakan selama dua hari di Mapolda Sul-Sel memfokuskan persoalan terorisme sebagai pokok bahasan. Hasil pembahasan tersebut menyimpulkan adanya enam kelompok yang diduga terlibat dalam aksi-aksi teroris di Sulawesi.

Keenam kelompok yang dimaksud itu antara lain; Al Jama’ah Islamiyah, Kompak, Wardah Islamiyah (kayaknya Fajar salah ketik karena di Makassar tidak ada kelompok yang bernama Wardah Islamiyah, tetapi Wahdah Islamiyah-ed), DI/TII dan Jama’ah Islamiyah (JI).

Dalam menjalankan aksi teror, keenam kelompok itu diduga menggunakan pola propaganda dengan simbol agama. Selain itu, tindakan terornya kerap dilancarkan dengan senjata api atau bahan peledak.

Khusus jaringan Jama’ah Islamiyah wilayah Mantiqi III, pihak kepolisian telah mengidentifikasi sejumlah nama yang terlibat dalam aksi tersebut. Di antaranya, Mustofa alias Abbu dan Tolut alias Herman sebagai anggota badan pekerja. Nama dan jaringannya dituliskan dalam naskah makalah Rakor, kemarin.

Dalam naskah rakor itu juga disebut nama Mohammad Nasir Abbas alias Sulaiman alias Hairuddin sebagai anggota JI yang berhubungan langsung dengan anggota badan perkerja.

Jaringan JI lainnya, yakni sebagai Wakalah Uhud wilayah Palu, dan Hasanuddin sebagai Wakalah Haibar. Selaku bendahara JI yakni Yusuf alias Fajri, sedangkan sekertarisnya Abu Jundi.

Jaringan JI juga memiliki bidang-bidang tertentu, yaitu Bidang Dakwah yang diketuai Fauzan dan Bidang Kemiliteran dengan koordinator Rudi alias Zaid.

Kapolda SulSel Irjen Pol Aryanto Boediharjo yang ditemui usai rakor kemarin, mengatakan, pihaknya bersama sejumlah Polda lain di Sulawesi telah membentuk suatu prosedural tetap dalam penanggulangan aksi terorisme. “Termasuk di dalamnya memfokuskan pengamanan di daerah perbatasan antarprovinsi”, ujar Aryanto. Pasalnya, kata dia, daerah perbatasan sangat rawan dilalui pelaku-pelaku kejahatan (her)

Sumber : FAJAR Sabtu, 3 Maret 2007 hal 11.

wahdah islamiyah

Kesesatan Yayasan Wahdah Islamiyah

Advertisements