Sunnahnya Berdoa dengan mengangkat kedua tangan dan Berdoa selepas Shalat dan Berdoa dengan menunjuk jari saat Khutbah

a. Berdoa dengan mengangkat tangan adalah sunnah

Membentangkan kedua tangan dan mengangkatnya dengan telapak tangan terbuka menghadap ke arah wajah atau mengarah ke atas dalam berdoa adalah sunnah, dan termasuk salah satu sebab dikabulkannya sebuah doa. Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Sesungguhnya Tuhanmu Tabaraka wa Ta’ala itu Mahamalu lagi dermawan. Dia malu jika ada hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya kepadanya, lalu orang itu mengembalikan kedua tangannya dalam keadaan kosong.” [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Umar bin Al-Khathab]

*Hadits shahih. Dishahihkan Al-Iraqi, Ibnu Hajar. (Bahkan Al bani al wahabi pun menshahihkan hadis ini)*

Ibnu Rajab Al-Hambali berkata, “Membentangkan tangan ke langit adalah salah satu adab berdoa yang diharapkan bisa menjadi sebab dikabulkannya sebuah doa.” [Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam I/191]

Imam An-Nawawi berkata, “Sesungguhnya hadits yang menyebutkan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengangkat kedua tangannya dalam berdoa dalam banyak kesempatan selain shalat istisqa’ adalah shahih. Dan, haditsnya tak terhitung banyaknya.” [Syarh Shahih Muslim VI/190]

Ibnu Hajar Al-Haitami berkata, “Disunnahkan bagi orang yang berdoa untuk mengangkat kedua tangannya dalam berdoa di luar shalat sebagai ittiba’.” [Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubra I/252]

b. Memberi isyarat dengan jari telunjuk ketika berdoa dalam khutbah

Namun demikian, ada saat di mana Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak mengangkat tangannya ketika berdoa, yaitu dalam khutbah Jum’at, di mana beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuknya. Disebutkan dalam hadits shahih,

“Bahwasanya Bisyr bin Marwan mengangkat kedua tangannya pada hari Jum’at di atas mimbar. Maka, Umarah bin Ruwaibah Ats-Tsaqafi pun menegurnya. Dia (Umarah) berkata; ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah melakukan lebih dari ini’. Dia (Umarah) memberikan isyarat dengan jari telunjuknya.” [HR. Muslim dan An-Nasa`i dari Umarah Ats-Tsaqafi]

Imam An-Nawawi berkata, “Sesungguhnya yang sunnah adalah hendaknya tidak mengangkat tangan dalam khutbah. Ini adalah pendapat Malik, sahabat-sahabat kami, dan selain mereka.” [Syarh Shahih Muslim VI/162]

Imam Al-Haitami berkata, “Dan tidak disukai bagi khatib mengangkat kedua tangannya pada waktu khutbah, sebagaimana yang dikatakan Al-baihaqi.” [Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubra I/253]

C. Sunnah berdoa setelah shalat fardhu

Banyak hadits yang menjelaskan keutamaan berdoa setelah shalat fardhu. Di antaranya, adalah riwayat Abu Umamah Al-Bahili, bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

“Doa apakah yang paling didengar (oleh Allah)?” Beliau bersabda, “(Doa pada) akhir tengah malam dan selepas shalat wajib.” [HR. At-Tirmidzi]

*Dihasankan At-Tirmidzi, An-Nawawi, dan Ibnu Hajar*

Dr. Abdullah Al-Faqih berkata, “Sesungguhnya berdoa selepas shalat setelah selesai dari berdzikir itu ada ketetapan syariatnya. Dan, bahwasanya mengangkat kedua tangan dalam berdoa juga disyariatkan. Oleh karena itu, barangsiapa yang berdoa setiap kali selesai shalat dengan mengangkat kedua tangannya, dia tidak boleh disalahkan, sekalipun dia selalu melakukannya.”

Awas AA Gym (Ponpes Darutauhid) – Anis Matta (PKS) Berfaham sesat Wahabi Jihadi (Teroris alqaida)

Bukti AA gym dan Anis matta (PKS dan seluruh kader ihwan) berfaham wahabi dan berideologi teroris radikal (Sayyid qutb):

Usamah Bin Laden pernah mengirimkan surat untuk kaum Muslimin Indonesia yg dibacakan kembali Oleh KH. Abdullah Gynastiar dalam acara Konser amal Milad Daarut Tauhid di Gedung Sasana Budaya Ganesha ITB ( 15/10/01 ) yg isinya:

Saudaraku……
Suratmu sudah ku terima
Aku baik-baik saja di sini
Aku masih menikmati teh di Pagi hari dan menikmati tenggelam di sore hari
Mengendalikan bisnis, mengontrol Jaringan Al Qaeda di balik gua-gua Afganistan
Tenanglah saudaraku di Indonesia
Jadwal kematianku tidak ditulis di pentagon atau Gedung Putih

Saudaraku….
Aku menonton aksi-aksi kalian dari jaringan TV Al Jazira
Aku senang kalian sudah mulai berani bicara
Aku senang kalian sudah bikin Bush marah-marah
Aku gembira kalian sudah bias bilang tidak
Aku belajar kalian sudah belajar dari singa
Aku terharu kalian msikin tapi mau menyumbang
Aku heran kalian kecil-kecil tapi berani jihad ke Afganistan
Aku pikir kalian ini anak ajaib

Saudaraku……..
Aku mau buka rahasia kepadamu tapi jangan bilang siapa-siapa
Kamu tahu tidak kenapa orang Taliban saying kepadaku
Kata mereka aku lucu
Bocah-bocah Afganistan senang kepadaku karena aku memabawakan mainan pesawat-pesawat Amerika buat mereka
Para pemulung juga suka kepadaku karena rudal-rudal amerika itu bias jadi besi tua yang laris
Orang-orang Amerika itu terlalu serius
Padahal kita Cuma sedang bermain di halaman ( surga )

Saudaraku……….
Kalau nanti Allah memilihku menjadi syahid, utusanku akan dating menemuimu membawa sebuah pundi-pundi kecil
Itulah darahku
Siramlah tanah-tanah jihad di negerimu
Tetapi kalau aku bias mengubur keangkuhan Amerika di sini, aku sendiri yang akan datang ke Indonesia.
Kamu tahu apa yang akan aku lakukan?
Aku Cuma mau investasi di negerimu
________________

Anis matta dan kader PKS pemuja osamah bin laden dan alqaida:
bukti :
Keagungan Osama bin Laden dalam Puisi Anis Matta

Inilah puisi ‘imajiner’ Anis Matta tentang Osama bin Laden:

“Surat Untuk Osama”

Osama,
Kamu tidak pernah bilang padaku
Kalau kamu mau meledakkan WTC dan Pentagon
Bush juga tidak punya bukti sampai sekarang
Jadi aku memilih percaya
Pada cinta yang terpancar
Di balik keteduhan matamu
Pada semangat pembelaan yang tersimpan
Di balik lebat janggutmu.

Osama, dan seterusnya lihat di (http://berita_pks.com/keagungan-osama-bin-laden-dalam-puisi-anis-matta/)

____________________________________________
Pendiri Al qaida dan Taliban : Berfaham wahabi saudi arabia dan aktifis Ikhwanul Muslimin (PKS):

Osamah adalah penganut faham wahabi saudi arabia, mulai ikut dalam ihwanul muslimin ketika menjadi mahasiswa di Jeddah

Nama : Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin
Lahir : Kota Jeddah, Arab Saudi, 28 Juni 1957
Pendidikan : Lulusan Sarjana dalam bidang Ekonomi dan Manajemen
Universitas King Abdul Aziz di Jeddah (1979)
Fiqh: sekte wahabi (salafy palsu)
aqidah : Mujasimmah takfiriah (Menjisimkan Allah dan mengkafirkan muslim diliuar kelompoknya)
Politik : Radikal (pemuja kitab-kitab sesat sayyid qutb (tokoh khawarij ihwanul muslimin)

Bukti kemunafikan wahhabi: pemujaan dan haul / ulang tahun kematian syaikh utsaimin al wahabi

Gedung Persembahan Wahabi Untuk Utsaimin

Islam sama sekali tak bisa dilepaskan dari sosok Baginda Nabi SAW. Beliau adalah insan yang menerima wahyu dari Allah SWT untuk memberikan pencerahan kepada umat manusia dengan agama yang sempurna ini. Tiada sosok yang patut diagungkan di muka bumi melebihi Baginda Nabi SAW. Segenap keindahan fisik dan budi pekerti terdapat dalam figur Baginda Rasulullah SAW. Mencintai Baginda Nabi SAW adalah bagian dari mencintai Allah SWT. Beliau bersaba:
مَنْ أَحَبَّنِي فَقَدْ أَحَبَّ اللهَ وَمَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطاَعَ اللهَ

“Barangsiapa mencintaiku, maka ia benar-benar telah mencintai Allah SWT. Barangsiapa menaatiku, maka ia benar-benar telah taat kepada Allah SWT.”

Cinta haruslah disertai dengan penghormatan dan pengagungan. Oleh sebab itu Allah SWT memerintahkan manusia agar mengagungkan sosok Baginda Nabi SAW. Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (8) لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ

“Sesungguhnya kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya dan mengagungkan Rasul-Nya.”

Cinta para sahabat kepada Baginda Rasul SAW adalah cinta yang patut diteladani. Dalam hadits-hadits disebutkan bagaimana para sahabat saling berebut bekas air wudhu Baginda Nabi SAW. Meski hanya tetesan air, namun air itu telah menyentuh jasad makhluk yang paling dekat dengan Sang Pencipta. Karena itulah mereka begitu memuliakannya dan mengharap berkah yang terpendam di dalamnya. Ketika Baginda Nabi SAW mencukur rambut, para sahabat senantiasa mengerumuni beliau. Mereka ingin mendapatkan potongan rambut beliau meski sehelai. Dengan rambut itu mereka hendak mengenang dan mengharap berkah Nabi SAW. Demikianlah rasa cinta para sahabat kepada Baginda Nabi SAW.

Primitif

Apa yang berlaku saat ini di Bumi Haramain adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan kaidah cinta. Di sana orang-orang Wahabi mengaku mencintai Baginda Nabi SAW, akan tetapi mereka sama sekali tidak menghormati beliau SAW. Mereka bahkan melecehkan beliau dan melakukan perbuatan yang teramat tidak pantas kepada sosok sebesar beliau. Bayangkan saja, rumah yang ditempati beliau selama 28 tahun, yang semestinya dimuliakan, mereka ratakan dengan tanah kemudian mereka bangun di atasnya toilet umum. Sungguh keterlaluan!

kebiadaban WahabiFakta ini belakangan terkuak lewat video wawancara yang tersebar di Youtube. Adalah Dr. Sami bin Muhsin Angawi, seorang ahli purbakala, yang mengungkapkan fakta itu. Dalam video berdurasi 8:23 menit itu, ia mengungkapkan bahwa ia telah melakukan penelitian selama bertahun-tahun untuk mencari situs rumah Baginda Nabi SAW. Setelah berhasil, ia menyerahkan hasil penelitiannya kepada pihak yang berwenang.

Respon pihak berwenang Arab Saudi ternyata jauh dari perkiraan pakar yang mengantongi gelar Doktor arsitektur di London itu. Bukannya dijaga untuk dijadikan aset purbakala, situs temuannya malah mereka hancurkan. Ketika ditanya oleh pewawancara mengenai bangunan apa yang didirikan di atas lahan bersejarah itu, Sami Angawi terdiam dan tak mampu berkata-kata. Si pewawancara terus mendesaknya hingga akhirnya ia mengakui bahwa bangunan yang didirikan kelompok Wahabi di atas bekas rumah Baginda Nabi SAW adalah WC umum. Sami Angawi merasakan penyesalan yang sangat mendalam lantaran penelitiannya selama bertahun-tahun berakhir sia-sia. Ia kemudian mengungkapkan harapannya, “Kita berharap toilet itu segera dirobohkan dan dibangun kembali gedung yang layak. Seandainya ada tempat yang lebih utama berkahnya, tentu Allah SWT takkan menjadikan rumah itu sebagai tempat tinggal Rasul SAW dan tempat turunnya wahyu selama 13 tahun.”

Ulah jahil Wahabi itu tentu saja mengusik perasaan seluruh kaum muslimin. Situs rumah Baginda Nabi SAW adalah cagar budaya milik umat Islam di seluruh penjuru dunia. Mereka sama sekali tidak berhak untuk mengusik tempat terhormat itu. Ulah mereka ini kian mengukuhkan diri mereka sebagai kelompok primitif yang tak pandai menghargai nilai-nilai kebudayaan. Sebelum itu mereka telah merobohkan masjid-masjid bersejarah, di antaranya Masjid Hudaybiyah, tempat Syajarah ar-Ridhwan, Masjid Salman Alfarisi dan masjid di samping makam pamanda Nabi, Hamzah bin Abdal Muttalib. Pada tanggal 13 Agustus 2002 lalu, mereka meluluhkan masjid cucu Nabi, Imam Ali Uraidhi menggunakan dinamit dan membongkar makam beliau.

Wahabi tidak rela Masjid cucu Nabi berada di Madinah

Selama ini kelompok Wahabi berdalih bahwa penghancuran tempat-tempat bersejarah itu ditempuh demi menjaga kemurnian Islam. Mereka sekadar mengantisipasi agar tempat-tempat itu tidak dijadikan sebagai ajang pengkultusan dan perbuatan-perbuatan yang mengarah kepada kemusyrikan. Akan tetapi dalih mereka agaknya kurang masuk akal, sebab nyatanya mereka berupaya mengabadikan sosok Syekh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin, salah seorang tokoh pentolan mereka. Mereka mendirikan sebuah bangunan yang besar dan mentereng untuk menyimpan peninggalan-peninggalan Syekh al-Utsaimin. Bandingkan perlakuan ini dengan perlakuan mereka kepada Baginda Nabi SAW. Mereka merobohkan rumah Baginda Nabi SAW dan menjadikan tempat yang berkah itu sebagai WC umum, kemudian membangun gedung megah untuk Al-Utsaimin. Siapakah sebetulnya yang lebih mulia bagi mereka? Baginda Rasulullah SAW ataukah Syekh al-Utsaimin?

Kacamata UsaiminBangunan berdesain mirip buku itu dibubuhi tulisan “Yayasan Syeikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin.” Di dalamnya terdapat benda-benda peninggalan Syekh al-Utsaimin, seperti kaca mata, arloji dan pena. Benda-benda itu diletakkan pada etalase kaca dan masing-masing diberi keterangan semisal, “Pena terakhir yang dipakai Syekh al-Utsaimin.”

pena terakhir yang dikeramatkanSungguh ironis, mengingat mereka begitu getol memberangus semua peninggalan Baginda Nabi SAW. Ulama mereka bahkan mengharamkan pelestarian segala bentuk peninggalan Baginda Nabi SAW. Beruntung, sebagian benda peninggalan beliau telah dipindahkan ke Turki.

Haul Wahabi

Wahabi melarang keras pengkultusan terhadap diri Baginda Nabi SAW, akan tetapi mereka sendiri melakukan pengkultusan terhadap diri Syekh al-Utsaimin. Mereka membid’ahkan peringatan haul seorang ulama atau wali, akan tetapi belakangan mereka juga menghelat semacam haul untuk Syekh al-Utsaimin dengan nama ‘Haflah Takrim.” Betapa ganjilnya sikap kelompok Wahabi ini.

‘Haul’ al-Utsaimin mereka adakan pada bulan Januari 2010 lalu di sebuah hotel di Kairo di bawah naungan Duta Besar Saudi di Kairo, Hisham Muhyiddin. Rangkaian acara haul itu dibuka dengan pembacaan ayat-ayat Quran, dilanjutkan sambutan-sambutan berisi pujian terhadap almarhum. Sambutan pertama disampaikan Ketua yayasan ar-Rusyd sekaligus Presiden Asosiasi Penerbit Saudi, yang memuji peran Syekh Utsaimin dalam penyebaran agama Islam. Sambutan selanjutnya disampaikan Abdullah, putra Utsaimin, kemudian Atase Kebudayaan Saudi Muhammad bin Abdul Aziz Al-Aqil. Yang disebutkan belakangan ini banyak mengulas manakib Syekh al-Utsaimin dengan menjelaskan tahun lahir dan wafatnya. “Perayaan ini adalah sedikit yang bisa kami persembahkan untuk mendiang Syekh Utsaimin,” ujarnya.

Utsaimin yang dikultuskan Wahabi

Acara haul ditutup dengan saling tukar tanda kehormatan antara Yayasan ar-Rusyd, Yayasan Utsaimin, Atase Kebudayaan dan Deputi Menteri Kebudayaan dan Informasi. Begitu pentingnya perayaan untuk Utsaimin ini sampai-sampai seorang pengagumnya menggubah sebuah syair:
وَاللهِ لَوْ وَضَعَ اْلأَناَمُ مَحَافِلاَ # مَاوَفَتِ الشَّيْخَ اْلوَقُورَحَقَّهُ

“Demi Allah, Seandainya segenap manusia membuat banyak perayaan untuk Syeikh Utsaimin, hal itu tidaklah mampu memenuhi hak beliau.”

Syair itu menunjukkan pengkultusan orang-orang Wahabi terhadap Syekh Utsaimin. Pengagungan yang kebablasan juga mereka berikan kepada pendiri aliran Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahab. Seorang Mahasiswa Universitas Riyadh pernah memprotes dosennya, Dr. Abdul Adhim al-Syanawi, karena memuji Rasulullah SAW. Sang dosen menanyakan apa penyebab si mahasiswa membenci Nabi SAW? Mahasiswa itu menjawab bahwa yang memulai perang kebencian adalah Baginda Nabi sendiri (sambil menyitir hadits seputar fitnah yg muncul dari Najed, tempat kelahiran Muhamad bin Abdul Wahab). “Kalau begitu, siapa yang kamu cintai?” tanya sang dosen. Lalu si mahasiswa menjawab bahwa yang dicintainya adalah Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Selanjutnya sang dosen menanyakan alasan kecintaan mahasiswanya itu. “Karena Syekh Muhammad Abdul Wahab menghidupkan sunnah dan menghancurkan bid’ah,” Jawab mahasiswa itu. (kisah ini dicatat Ibrahim Abd al-Wahid al-Sayyid,dalam kitabnya, Kasf al-Litsam ‘an Fikr al-Li’am hlm.3-4.)

Sungguh benar Baginda Nabi SAW. yang dalam salah satu hadits beliau mengisyaratkan bahwa akan ada fitnah (Wahabi) yang bakal muncul dari Najed. Isyarat itu menjadi nyata semenjak munculnya Muhammad bin Abdul Wahab dari Najed yang dengan bantuan kolonial Inggris mencabik-cabik syariat Islam.

Syekh Utsaimin adalah salah satu penerus Muhammad bin Abdul Wahab. Ia juga gencar menyebarkan fitnah lewat tulisan-tulisannya. Salah satu fitnah itu seperti tertera di dalam karyanya, al-Manahi al-Lafdziyyah hal 161. Di situ ia menulis:
وَلاَ أَعْلَمُ إِلىَ سَاعَتيِ هَذِهِ اَنَّهُ جَاءَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَفْضَلُ اْلخَلْقِ مُطْلَقاً فيِ كُلِّ شَئٍْ

“Dan saya tidak mengetahui sampai detik ini bahwa Muhammad adalah makhluk Allah yang lebih utama dari segala makhluk apa pun secara mutlak.” Agaknya kalimat inilah yang membuat penganut Wahabi lebih mengagungkan Utsaimin dari pada Baginda Rasulullah SAW….! Ibnu KhariQ

Sumber :
Majalah Cahaya Nabawiy edisi 96 Juli 2011/Sya’ban 1432 H
http://www.forsansalaf.com/2011/di-balik-pemujaan-wahabi/

Dalil dan Cara Sujud Sahwi (Dua sujud sebelum salam)

SUJUD SAHWI

Bismillah, Sujud artinya ketundukan baik itu menundukan kepala ke tempat yang lebih rendah ataupun suatu perbuatan yang mengisyaratkan kepada ketundukan itu sendiri, contohnya ketaatan.

Sedangkan Sahwi artinya Lupa, yaitu meninggalkan sesuatu dengan tidak sengaja. Jadi Sujud Sahwi adalah sujud dalam shalat yang dilakukan karena ada salah satu perbuatan shalat yang tertinggal secara tidak sengaja

Dalil sujud sahwi (dua kali sujud):
Contoh cara melakukan sujud sahwi sebelum salam dijelaskan dalam hadits ‘Abdullah bin Buhainah,

فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

“Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)

Contoh cara melakukan sujud sahwi sesudah salam dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah,

فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَسَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ فَرَفَعَ ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ وَرَفَعَ

“Lalu beliau shalat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudia beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

Sujud sahwi sesudah salam ini ditutup lagi dengan salam sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Imron bin Hushain,

فَصَلَّى رَكْعَةً ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ.

“Kemudian beliau pun shalat satu rakaat (menambah raka’at yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim no. 574)

HUKUM SUJUD SAHWI

Madzhab Hanafi : Wajib dan berdosa bagi siapa yang meninggalkannya tetapi tidak membatalkan shalat. Dalil mereka sebagaimana diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri bahwasannya Rasulullah Saw bersabda : “jikalau salah satu diantara kalian ragu-ragu dalam shalatnya sehingga dia tidak mengetahui sudah mendapatkan berapa rakaat, tiga atu empat rakaat maka, hendaknya dia menghilangkan keragu-raguannya dan memantapkan keyakinannya kemudian hendaknya dia sujud dua kali sebelum salam, seandainya dia telah shalat sebanyak lima rakaat shalatnya tetap sah”

Madzhab Hanafi memaknai kalimat perintah dalam hadits tersebut sebagai perintah yang wajib dilaksanakan maka dari itu mereka mewajibkan sujud sahwi bagi yang lupa dalam mengerjakan rukun maupun kewajiban dalam shalat.

Madzhab Syafi‘i : Hanya wajib dalam keadaan tertentu yaitu ketika Imam melakukan sujud sahwi maka dalam keadaan seperti ini makmum wajib melakukannya karena mengikuti Imam, jikalau makmum tidak mengerjakannya maka shalatnya batal dan wajib baginya mengulang shalat kembali. Jikalau Imam tidak melakukan sujud sahwi maka tidaklah wajib bagi makmum untuk melakukannya melainkan hukumnya berubah menjadi sunnah dan sunnah ini hanya berlaku untuk individu masing-masing.

Madzhab Maliki : Sunnah baik itu bagi Imam maupun individu masing-masing.


Madzhab Hambali
: Wajib hanya ketika seseorang meninggalkan rukun ataupun kewajiban-kewajiban dalam shalat, sunnah jika meniggalkan selain dua hal tersebut.

TATA CARA SUJUD SAHWI

Sujud Sahwi ialah sujud dua kali dengan mengucapkan takbir ketika merendahkan kepala hingga menyentuh lantai kemudian mengangkatnya lagi sambil mengucapkan takbir, di sujud yang kedua juga seperti sujud pertama kemudian duduk dan salam, tata cara ini dilakukan bagi yang mengerjakan sujud sahwi sebelum salam. Adapun yang mengatakan sujud sahwi dilakukan setelah salam maka dimulai dari duduk.

Para ahli fikih berbeda pendapat mengenai tempat sujud sahwi, apakah dilakukan setelah salam atau sebelum salam. Madzhab Hanafi mengatakan sujud sahwi dilakukan oleh seseorang yang shalat setelah salam kekanan saja[1] kemudian membaca tasyahhud setelah dua kali sujud dan salam setelah tasyahhud, jikalau tidak membaca tasyahhud maka ia telah meninggalkan hal-hal yang wajib tetapi shalatnya tetap sah, dan setelah tasyahhud sujud sahwi, wajib baginya salam, jikalau ia tidak salam maka telah meninggalkan hal yang wajib.

Apakah wajib berniat ketika sujud sahwi?

Sebagian dari ulama fikih Hanafi tidak mewajibkan niat, karena sujud sahwi ada untuk memperbaiki kekurangan yang ada dalam shalat, dan tidaklah wajib berniat di setiap bagian-bagian yang temasuk dalam satu kesatuan seperti shalat maka, sujud sahwi tidak wajib baginya niat. Sedangkan sebagian yang lain mewajibkan niat, karena itu juga termasuk shalat dan tidaklah sah shalat tanpa niat, sebagaimana wajibnya niat untuk sujud tilawah maupun sujud syukur.

Sedangkan Madzhab Syafi‘i mengatakan bahwasannya sujud sahwi ialah sujud dua kali seperti dalam shalat dikerjakan sebelum salam, setelah tasyahhud dan shalawat atas Nabi Saw, berniat di dalam hati tidak diucapkan dengan lisan, karena berbicara dalam shalat dapat membatalkan shalat.

Madzhab Maliki mengatakan bahwa sujud sahwi yaitu dua sujud dan bertasyahhud setelah dua sujud tanpa doa dan shalawat keatas Nabi Saw, jikalau sujud sahwi dikerjakan setelah salam maka ia harus sujud dan bertasyahhud dan wajib mengulangi salam kebali, seandainya ia tidak mengulangi salamnya maka shalatnya tidak batal.

Madzhab Hambali: sujud sahwi yaitu dimulai dari takbir kemudian sujud dua kali setelah salam ataupun sebelum salam. Hanya saja mereka mengatakan bahwasannya sujud sahwi dilakukan sebelum salam adalah lebih baik kecuali dalam dua hal yakni:

Pertama: ketika kurang ataupun kelebihan rakaat dalam shalat, maka ia harus melengkapi kekurangannya kemudian sujud setelah salam.

Kedua: Ketika Imam ragu-ragu mengenai suatu hal di dalam shalat, kemudian ia menghilangkan keragu-raguannya dan memantapkan piihannya maka dalam hal ini sujud sahwi lebih baik dilakukan setelah salam.


SEBAB-SEBAB MENGERJAKAN SUJUD SAHWI

1. Ketika meninggalkan bacaan fatihah
2. Mengeraskan bacaan di dua rakaat terakhir
3. Meninggalkan Tuma’ninah
4. Meninggalkan duduk yang wajib dalam shalat, yakitu semua duduk kecuali duduk tasyahhud akhir. Barang siapa meninggalkan duduk tasyahhud awal atau duduk diantara dua sujud maka baginya sujud sahwi
5. Meninggalkan bacaan Tasyahhud pertama dan kedua
6. Memindahkan rukun bacaan dari satu tempat ke tempat yang lain, seperti membaca fatihah ketika ruku, membaca tasyahhud ketika sujud dan lain sebagainya, kecuali membaca surah sebelum fatihah maka tidak wajib baginya sujud sahwi.
7. Ragu-ragu dalam jumlah rakaat shalat
8. Meninggalkan hal-hal yang sunah dalam shalat tidaklah wajib sujud sahwi melainkan ada beberapa hal yang masuk pengecualian menurut tiap-tiap madzhab, seperti doa kunut ketika shalat subuh dan shalat witir di pertengahan bulan Ramadhan dan itu menurut Madzhab Syafi’i. Sedangkan ulama fikih yang lain hanya memasukkan doa kunut diwaktu shalat witir saja.


Apakah sujud sahwi hanya dilakukan ketika seseorang hanya lupa satu kali atau lebih?

Para ulama sepakat, bagi siapa saja yang lupa terus-menerus atau berkali-kali lebih dari satu kali di dalam shalat maka kesemua itu juga termasuk jenis lupa. Jadi, cukup baginya sujud sahwi, walaupun banyaknya kelupaan tersebut bukan bagian dari shalat, seperti berbicara atau membalas salam dengan tidak sengaja.

Ada juga sebagian yang berkata bahwa jumlah sujud sahwi ditentukan oleh jumlah tempat-tempat yang ia lupa. Wallahu a‘lam bi’s s-Shawwâb

Bacaan dalam sujud sahwi ada 3 pendapat:

1. Do’a Ketika Sujud Sahwi

Sebagian ulama menganjurkan do’a ini ketika sujud sahwi,

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

“Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw” (Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa).[4]

2. Bacaannya sama dengan sujud dalam shalat:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

“Subhaana robbiyal a’laa” [Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi]
atau:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

“Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.” [Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku][6]

[1] Jikalau ia telah mengucapkan salam kedua maka telah gugur kewajibannya untuk mengerjakan sujud sahwi tetapi jikalau ia mengerjakan salam yang kedua dengan segaja maka ia telah berdosa karena meninggalkan yang wajib.
Sumber: Fiqh ‘ala madzhabi arba’ah.

Densus 99 : laskar ahlusunnah indonesia – siap hadapi wahabi radikal (teroris antek alqaida)

Harlah NU ke 85 di jakarta dan pembentukan densus 99
Banser gigit drum (Jangan ditiru nanti gigi ente rontok!)

Sesepuh Perguruan Silat Pagar Nusa (NU punya)

Densus 99, Pasukan Khusus Banser NU untuk Cegah Terorisme

Jakarta – Densus 99 memang tidak ada hubungan sama sekali dengan Densus 88 Anti Teror milik Polri. Namun pasukan khusus milik Banser Nahdlatul Ulama (NU) ini memiliki tanggung jawab yang hampir sama, yakni mencegah terorisme.

Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, menjelaskan, Densus 99 didirikan tepat pada ulang tahun ke-77 GP Ansor pada 24 April 2011. Pembentukannya bertepatan dengan banyaknya radikalisasi yang mengatasnamakan agama, termasuk pula peledakan bom yang mengatasnamakan agama di tempat umum dan masjid. Tugas densus ini adalah melakukan pencegahan terorisme dan memberikan edukasi kepada publik supaya tidak terprovokasi oleh gerakan-gerakan yang menginginkan Indonesia bubar.

“Selain pencegahan, Densus 99 juga melakukan monitoring dan manakala menemukan tindak kekerasan harus dilaporkan kepada aparat. Kalau aparat tidak sanggup, Densus 99 wajib menangkap teroris itu,” kata Nusron dalam apel banser sebelum puncak Harlah ke-85 NU di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (17/7/2011).

Dia mengatakan, sebegai pelopor dibentuklah Densus 99 oleh GP Ansor cabang Cirebon. “Karena Cirebon adalah daerah yang sempat kecolongan di mana ada masjid yang dibom,” imbuhnya.

Nama Densus 99 diambil dari asmaul husna atau nama-nama yang indah bagi Allah, yang jumlahnya 99. Densus ini nantinya akan dilatih juga oleh aparat kepolisian. Densus ini akan dilengkapi kemampuan menjinakkan bom dan kontraintelijen.

“Densus 99 siap bekerjasama dengan kepolisian,” ucap Nusron.


Wuih! Densus 99 Kebal Ledakan Petasan

lihat videonya:
http://www.metrotvnews.com/read/newscatvideo/polkam/2011/07/17/132235/GP-Ansor-Desak-Pemerintah-Tutup-Pesantren-Radikal

Jakarta – 4 Personel Densus 99 Banser Nahdlatul Ulama (NU) pamer ‘kesaktian’. Tubuh mereka dililit rentengan petasan, lalu duar… duarr… duarr, petasan di tubuh keempat pria itu pun meledak. Personel Densus itu tidak terluka sedikit pun!

Aksi pamer kekebalan tubuh itu ditampilkan usai apel Banser menjelang acara puncak Harlah ke-85 Nahdlatul Ulama di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (17/7/2011).

4 Personel yang mengenakan kaos bertuliskan ‘Densus 99’ di punggungnya, bercelana hijau dan menyematkan slayer di kepalanya terlihat berdoa sebelum mempertunjukkan kekebalan fisiknya. Ratusan petasan yang telah direnteng dililitkan ke tubuh mereka, dan diledakkan.

Sampai petasan terakhir meledak, keempatnya terlihat baik-baik saja. Tidak tampak ada luka di tubuh maupun baju yang terbakar. Aksi ini mendapat tepuk tangan orang-orang yang hadir.

Menurut Ketua Densus 99 Cirebon, Nuruzzaman, Densus 99 akan dibentuk di setiap cabang Banser NU di seluruh Indonesia. Untuk saat ini, personel Banser NU ada 1.500 orang, sedangkan yang tergabung dalam Densus 99 ada 200 personel.

“Ini dibentuk sejak adanya ledakan di kantor polisi Cirebon, sejak itu ketua GP Ansor Pusat memerintahkan untuk membentuk densus,” kata Nuruzzaman.

Selain membantu aparat keamanan, Densus 99 juga memberikan informasi bila ada potensi tindak kekerasan atau terorisme di masyarakat. Jika diminta untuk menangkap, Densus 99 menyakan kesiapannya.

“Mereka ini tidak hanya memiliki kemampuan fisik. Di NU kan ada ilmu kekebalan, namun Densus ini juga mempunyai kemampuan intelijen. Nanti akan minta bantuan polisi, Gegana, untuk melatih menjinakkan bom,” terang Nuruzzaman.

Menurut dia, Densus 99 sudah rajin berlatih setiap pekan. Para personel diwajibkan puasa 30-40 hari sebagai upaya untuk berlatih kekebalan.

“Ini tujuannya juga deradikalisasi agar masyarakat tidak mau melakukan tindakan kekerasan. Kita juga siap menghadapi garis keras,” jelas Nuruzzaman.

(vit/gun)
http://us.detiknews.com/read/2011/07/17/105817/1682851/10/wuih-densus-99-kebal-ledakan-petasan

30 Ribu Pasukan Banser Dikerahkan Amankan Harlah ke-85 NU

Jakarta – Sebanyak 30 ribu anggota Barisan Serba Guna (Banser) dikerahkan untuk mengamankan puncak peringatan Harlah ke-85 Nahdlatul Ulama (NU). Sebelum melakukan pengamanan, mereka menggelar apel di depan Gerbang 6, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (17/7/2011).

Pantauan detikcom, apel dihadiri anggota Banser dari berbagai wilayah di Indonesia. Berbaris rapi, mereka mengenakan seragam hijau, krem dan warna lainnya, sesuai kesatuan masing-masing.

“Banser merupakan tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor, sekaligus kader penggerak dan pengaman program-program sosial,” kata Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, usai melakukan pengecekan pasukan di lokasi.

Dalam peringatan Harlah, akan dilakukan gelar 7 pasukan Banser berkemampuan khusus. Pertama Zulfikar Marching Band yang menunjukkan keahlian dalam memainkan musik. Kedua, Densus 99 yang memiliki keterampilan bela diri, mumpuni dan memiliki ilmu kebal. Detasemen yang juga punya keahlian menjinakkan bom ini disiapkan khusus untuk menghadapi kelompok-kelompok garis keras.

Ketiga, Banser Lalu Lintas, yang dibentuk berdasarkan keterbatasan aparat dan kemacetan lalu lintas. Keempat, Banser Laskar Pemadam Kebakaran untuk membantu kasus-kasus kebakaran yang sering terjadi di kota-kota, terutama Jakarta. Kelima, Banser Tanggap Bencana (Bagana) dengan kemampuan tanggap bencana. Keenam, Banser Pengamanan untuk protokoler, pengamanan dan penyelamatan. Ketujuh, Banser Kepanduan, yakni pasukan yang memiliki kemampuan dalam pembinaan pemuda.

(lrn/vit)
http://us.detiknews.com/read/2011/07/17/092645/1682832/10/30-ribu-pasukan-banser-dikerahkan-amankan-harlah-ke-85-nu

Atraksi pencak silat pagar nusa gasmi (Nahdhatul Ulama) pp.annuhiyah al alah – kebal pedang

Allah kuasa, makhluq tidak kuasa
Pisau/pedang tidak boleh berikan manfaat dan mudharat
Laa haula walaa quwwata illa billah

Barokah dan karomah Dzikir, Allah jadikan Pisau dan pedang tidak boleh memotong (ini lebih kecil dari mukjizat yg diberikan Allah swt pada ismail A.s. ketika disembelih oleh Nabi Ibrahim A.s., pedang tidak melukai nabi ismail walaupun dipotong berkali kali, ahirnya digantikan dengan kambing domba):

Hadits riwayat Abu Dawud dan Abu Nu’man dalam kitab Al-Hilyah :

Nabi Muhammad Saw. bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa mengikhlashkan dirinya kepada Allah (dalam beribadah) selama 40 hari maka akan zhahir sumber-sumber hikmah daripada hati melalui lidahnya”. (HR. Abu Dawud dan Abu Nu’man dalam alhilyah).

– Imam at Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ

“Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbiratul pertama (takbiratul ihramnya imam shalat berjamaah), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api (api neraka atau juga api dunia) dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani (wahabi majnun) di kitab Shahih Al Jami’ II/1089, Al-Silsilah al-Shahihah: IV/629 dan VI/314).
– hadits yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dari Anas bin Malik radliyallah ‘anhu:

مَنْ وَاظَبَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَةِ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً لا تَفُوْتُهُ رَكْعَةٌ كَتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا بَرَاءَتَيْنِ، بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ

“Siapa yang menekuni (menjaga dengan teratur) shalat-shalat wajib selama 40 malam, tidak pernah tertinggal satu raka’atpun maka Allah akan mencatat untuknya dua kebebasan; yaitu terbebas dari neraka dan terbebas dari kenifakan.” (HR. Al-Baihaqi, Syu’abul Iman, no. 2746)

– Dalam kitab syarah al-hikam

Nabi SAW bersabda :” Barangsiapa Yang Mengamalkan Ilmu Yang Ia Ketahui Maka Allah Akan Memberikan Kepadanya Ilmu Yang Belum Ia Ketahui”.

– Hadits qudsy shahih Riwayat Hakim

Dari Abu Darda Ra. berkata : “Aku mendengar Rasulullah Saw. Bersabada, “Sesungguhnya Allah Swt berfirman kepada Isa As. : “Aku akan mengirimkan satu umat setelahmu (ummat Muhammad Saw.), yang jika Aku murah hati pada mereka, mereka bersyukur dan bertahmid, dan jika Aku menahan diri, mereka sabar dan tawakal tanpa [harus] mempunyai hilm (kemurahan/kemurahan hati) dan ‘ilm (ilmu) .” Isa bertanya: “Bagaimana mereka bisa seperti itu ya Allah, tanpa hilm dan ‘ilm?” Allah menjawab: “Aku memberikan mereka sebagian dari hilmKu dan ‘ilmu-Ku.” [HR. Hakim. Katanya Hadits ini shahihmenurut syarat Bukhary, tetapi ia tidak meriwayatkannya, sedangkan adzahaby menyepakatinya”. I/348]

Keterangan : Hadits ini juga terdapat pada Muntakhab hadits SyaikhulHadits Maulana Yusuf, Hadits No. 27, Bab ikhlash dan Juga terdapat pada kitab Ucapan Nabi Isa as dalam kisah-kisah literature umat islam, Tarif Khalidi.

– Dalam hadits qudsy (Kitab Futuh Mishr wa Akhbaruha, Ibn ‘Abd al-Hakam wafat 257 H).

Allah mewahyukan kepada Isa untuk mengirimkan pendakwah ke para raja di dunia. Dia mengirimkan para muridnya. Murid-muridnya yang dikirim ke wilayah yang dekat menyanggupinya, tetapi yang dikirim ke tempat yang jauh berkeberatan untuk pergi dan berkata: “Saya tidak bisa berbicara dalam bahasa dari penduduk yang engkau mengirimkan aku kepadanya.” Isa berkata: “Ya Allah, aku telah memerintahkan murid-muridku apa yang Kau perintahkan, tetapi mereka tidak menurut.” Allah berfirman kepada Isa: “Aku akan mengatasi masalahmu ini.” Maka Allah membuat para murid Isa bisa berbicara dalam bahasa tempat tujuan mereka diutus.

– Dalam hadis qudsi, Nabi Isa as. Juga bersabda:

“Isa As. berkata: “Buat kalian tidak ada gunanya mendapat ilmu yang belum kalian ketahui, selama kalian tidak beramal dengan ilmu yang telah kalian ketahui. Terlalu banyak ilmu hanya menumbuhkan kesombongan kalau kalian tidak beramal sesuai dengannya.” [ Diriwayatkan oleh (Abu ‘Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (… – 241 H), Kitab al-Zuhd, 327. Dan (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (… – 505 H), Ihya’ ‘Ulum al-Din, 1:69-70].

Jadwal Puasa 2011 – Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2011/ 1432 Hijriyah – Seluruh Indonesia

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa,
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa”
( QS Al-Baqarah : 183 )

Jadwal Imsyakiyah seluruh kota di Indonesia klik link dibawah:
link: http://www.pkpu.or.id/imsyak/

Beberapa kota besar diindonesia bisa dilihat dibawah (kota yang tidak ada lihat link diatas)
Jadwal Puasa 2011
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2011

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1431 H – 2010
(Untuk Kota JAKARTA 6°10′ LS 106°49′ BT GMT +7)

Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 04:33 04:43 05:59 12:00 15:22 17:57 19:08
2 04:33 04:43 05:58 12:00 15:21 17:57 19:08
3 04:33 04:43 05:58 12:00 15:21 17:57 19:08
4 04:33 04:43 05:58 11:59 15:21 17:57 19:08
5 04:33 04:43 05:57 11:59 15:20 17:57 19:08
6 04:32 04:42 05:57 11:59 15:20 17:57 19:07
7 04:32 04:42 05:57 11:59 15:20 17:57 19:07
8 04:32 04:42 05:56 11:59 15:20 17:57 19:07
9 04:32 04:42 05:56 11:58 15:19 17:57 19:07
10 04:31 04:41 05:56 11:58 15:19 17:57 19:07
11 04:31 04:41 05:55 11:58 15:18 17:57 19:07
12 04:31 04:41 05:55 11:58 15:18 17:57 19:06
13 04:30 04:40 05:54 11:57 15:18 17:57 19:06
14 04:30 04:40 05:54 11:57 15:17 17:56 19:06
15 04:30 04:40 05:54 11:57 15:17 17:56 19:06
16 04:29 04:39 05:53 11:57 15:16 17:56 19:06
17 04:29 04:39 05:53 11:56 15:16 17:56 19:05
18 04:29 04:39 05:52 11:56 15:15 17:56 19:05
19 04:28 04:38 05:52 11:56 15:15 17:56 19:05
20 04:28 04:38 05:51 11:55 15:14 17:56 19:05
21 04:27 04:37 05:51 11:55 15:14 17:55 19:05
22 04:27 04:37 05:50 11:55 15:13 17:55 19:04
23 04:27 04:37 05:50 11:55 15:13 17:55 19:04
24 04:26 04:36 05:49 11:54 15:12 17:55 19:04
25 04:26 04:36 05:49 11:54 15:12 17:55 19:04
26 04:25 04:35 05:48 11:54 15:11 17:55 19:03
27 04:25 04:35 05:48 11:53 15:10 17:54 19:03
28 04:24 04:34 05:48 11:53 15:10 17:54 19:03
29 04:24 04:34 05:47 11:53 15:09 17:54 19:03
30 04:23 04:33 05:46 11:52 15:08 17:54 19:03
:: Arah kiblat
Untuk Kota : JAKARTA 6°10′ LS 106°49′ BT (GMT +7)
Arah kiblat: 295°08″59′
Jarak : 7710.029 Km
Catatan :

1. Penetapan tanggal 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1431 H, menunggu pengumuman Menteri Agama RI
2. Diperbolehkan memperbanyak dengan tujuan non komersial dengan menyebutkan sumbernya
3. Memperbanyak untuk tujuan komersial harus mendapat izin tertulis dari Ketua Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI

Surabaya dan sekitarnya
Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 04:09 04:19 05:35 11:36 14:58 17:33 18:44
2 04:09 04:19 05:34 11:36 14:57 17:33 18:44
3 04:09 04:19 05:34 11:36 14:57 17:33 18:44
4 04:09 04:19 05:34 11:35 14:57 17:33 18:44
5 04:09 04:19 05:33 11:35 14:56 17:33 18:44
6 04:08 04:18 05:33 11:35 14:56 17:33 18:43
7 04:08 04:18 05:33 11:35 14:56 17:33 18:43
8 04:08 04:18 05:32 11:35 14:56 17:33 18:43
9 04:08 04:18 05:32 11:34 14:55 17:33 18:43
10 04:07 04:17 05:32 11:34 14:55 17:33 18:43
11 04:07 04:17 05:31 11:34 14:54 17:33 18:43
12 04:07 04:17 05:31 11:34 14:54 17:33 18:42
13 04:06 04:16 05:30 11:33 14:54 17:33 18:42
14 04:06 04:16 05:30 11:33 14:53 17:32 18:42
15 04:06 04:16 05:30 11:33 14:53 17:32 18:42
16 04:05 04:15 05:29 11:33 14:52 17:32 18:42
17 04:05 04:15 05:29 11:32 14:52 17:32 18:41
18 04:05 04:15 05:28 11:32 14:51 17:32 18:41
19 04:04 04:14 05:28 11:32 14:51 17:32 18:41
20 04:04 04:14 05:27 11:31 14:50 17:32 18:41
21 04:03 04:13 05:27 11:31 14:50 17:31 18:41
22 04:03 04:13 05:26 11:31 14:49 17:31 18:40
23 04:03 04:13 05:26 11:31 14:49 17:31 18:40
24 04:02 04:12 05:25 11:30 14:48 17:31 18:40
25 04:02 04:12 05:25 11:30 14:48 17:31 18:40
26 04:01 04:11 05:24 11:30 14:47 17:31 18:39
27 04:01 04:11 05:24 11:29 14:46 17:30 18:39
28 04:00 04:10 05:24 11:29 14:46 17:30 18:39
29 04:00 04:10 05:23 11:29 14:45 17:30 18:39
30 03:59 04:09 05:22 11:28 14:44 17:30 18:39

Demikian tentang Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2011 dan Jadwal Puasa 2011

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1431 H – 2010
(Untuk Kota Bandar Lampung 5°25′ LS 105°17′ BT GMT +7)

Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 04:40 04:50 06:06 12:07 15:29 18:04 19:15
2 04:40 04:50 06:05 12:07 15:28 18:04 19:15
3 04:40 04:50 06:05 12:07 15:28 18:04 19:15
4 04:40 04:50 06:05 12:06 15:28 18:04 19:15
5 04:40 04:50 06:04 12:06 15:27 18:04 19:15
6 04:39 04:49 06:04 12:06 15:27 18:04 19:14
7 04:39 04:49 06:04 12:06 15:27 18:04 19:14
8 04:39 04:49 06:03 12:06 15:27 18:04 19:14
9 04:39 04:49 06:03 12:05 15:26 18:04 19:14
10 04:38 04:48 06:03 12:05 15:26 18:04 19:14
11 04:38 04:48 06:02 12:05 15:25 18:04 19:14
12 04:38 04:48 06:02 12:05 15:25 18:04 19:13
13 04:37 04:47 06:01 12:04 15:25 18:04 19:13
14 04:37 04:47 06:01 12:04 15:24 18:03 19:13
15 04:37 04:47 06:01 12:04 15:24 18:03 19:13
16 04:36 04:46 06:00 12:04 15:23 18:03 19:13
17 04:36 04:46 06:00 12:03 15:23 18:03 19:12
18 04:36 04:46 05:59 12:03 15:22 18:03 19:12
19 04:35 04:45 05:59 12:03 15:22 18:03 19:12
20 04:35 04:45 05:58 12:02 15:21 18:03 19:12
21 04:34 04:44 05:58 12:02 15:21 18:02 19:12
22 04:34 04:44 05:57 12:02 15:20 18:02 19:11
23 04:34 04:44 05:57 12:02 15:20 18:02 19:11
24 04:33 04:43 05:56 12:01 15:19 18:02 19:11
25 04:33 04:43 05:56 12:01 15:19 18:02 19:11
26 04:32 04:42 05:55 12:01 15:18 18:02 19:10
27 04:32 04:42 05:55 12:00 15:17 18:01 19:10
28 04:31 04:41 05:55 12:00 15:17 18:01 19:10
29 04:31 04:41 05:54 12:00 15:16 18:01 19:10
30 04:30 04:40 05:53 11:59 15:15 18:01 19:10
:: Arah kiblat
Untuk Kota : Bandar Lampung 5°25′ LS 105°17′ BT (GMT +7)
Arah kiblat: 295°17″24′
Jarak : 7543.819 Km

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1431 H – 2010
(Untuk Kota Banda Aceh 5°33′ LU 95°19′ BT GMT +7)
Pilih Kota
Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 05:19 05:29 06:45 12:46 16:08 18:43 19:54
2 05:19 05:29 06:44 12:46 16:07 18:43 19:54
3 05:19 05:29 06:44 12:46 16:07 18:43 19:54
4 05:19 05:29 06:44 12:45 16:07 18:43 19:54
5 05:19 05:29 06:43 12:45 16:06 18:43 19:54
6 05:18 05:28 06:43 12:45 16:06 18:43 19:53
7 05:18 05:28 06:43 12:45 16:06 18:43 19:53
8 05:18 05:28 06:42 12:45 16:06 18:43 19:53
9 05:18 05:28 06:42 12:44 16:05 18:43 19:53
10 05:17 05:27 06:42 12:44 16:05 18:43 19:53
11 05:17 05:27 06:41 12:44 16:04 18:43 19:53
12 05:17 05:27 06:41 12:44 16:04 18:43 19:52
13 05:16 05:26 06:40 12:43 16:04 18:43 19:52
14 05:16 05:26 06:40 12:43 16:03 18:42 19:52
15 05:16 05:26 06:40 12:43 16:03 18:42 19:52
16 05:15 05:25 06:39 12:43 16:02 18:42 19:52
17 05:15 05:25 06:39 12:42 16:02 18:42 19:51
18 05:15 05:25 06:38 12:42 16:01 18:42 19:51
19 05:14 05:24 06:38 12:42 16:01 18:42 19:51
20 05:14 05:24 06:37 12:41 16:00 18:42 19:51
21 05:13 05:23 06:37 12:41 16:00 18:41 19:51
22 05:13 05:23 06:36 12:41 15:59 18:41 19:50
23 05:13 05:23 06:36 12:41 15:59 18:41 19:50
24 05:12 05:22 06:35 12:40 15:58 18:41 19:50
25 05:12 05:22 06:35 12:40 15:58 18:41 19:50
26 05:11 05:21 06:34 12:40 15:57 18:41 19:49
27 05:11 05:21 06:34 12:39 15:56 18:40 19:49
28 05:10 05:20 06:34 12:39 15:56 18:40 19:49
29 05:10 05:20 06:33 12:39 15:55 18:40 19:49
30 05:09 05:19 06:32 12:38 15:54 18:40 19:49
:: Arah kiblat
Untuk Kota : Banda Aceh 5°33′ LU 95°19′ BT (GMT +7)
Arah kiblat: 292°10″12′
Jarak : 6406.764 Km

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1431 H – 2010
(Untuk Kota Bandung 6°57′ LS 107°37′ BT GMT +7)

Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 04:30 04:40 05:56 11:57 15:19 17:54 19:05
2 04:30 04:40 05:55 11:57 15:18 17:54 19:05
3 04:30 04:40 05:55 11:57 15:18 17:54 19:05
4 04:30 04:40 05:55 11:56 15:18 17:54 19:05
5 04:30 04:40 05:54 11:56 15:17 17:54 19:05
6 04:29 04:39 05:54 11:56 15:17 17:54 19:04
7 04:29 04:39 05:54 11:56 15:17 17:54 19:04
8 04:29 04:39 05:53 11:56 15:17 17:54 19:04
9 04:29 04:39 05:53 11:55 15:16 17:54 19:04
10 04:28 04:38 05:53 11:55 15:16 17:54 19:04
11 04:28 04:38 05:52 11:55 15:15 17:54 19:04
12 04:28 04:38 05:52 11:55 15:15 17:54 19:03
13 04:27 04:37 05:51 11:54 15:15 17:54 19:03
14 04:27 04:37 05:51 11:54 15:14 17:53 19:03
15 04:27 04:37 05:51 11:54 15:14 17:53 19:03
16 04:26 04:36 05:50 11:54 15:13 17:53 19:03
17 04:26 04:36 05:50 11:53 15:13 17:53 19:02
18 04:26 04:36 05:49 11:53 15:12 17:53 19:02
19 04:25 04:35 05:49 11:53 15:12 17:53 19:02
20 04:25 04:35 05:48 11:52 15:11 17:53 19:02
21 04:24 04:34 05:48 11:52 15:11 17:52 19:02
22 04:24 04:34 05:47 11:52 15:10 17:52 19:01
23 04:24 04:34 05:47 11:52 15:10 17:52 19:01
24 04:23 04:33 05:46 11:51 15:09 17:52 19:01
25 04:23 04:33 05:46 11:51 15:09 17:52 19:01
26 04:22 04:32 05:45 11:51 15:08 17:52 19:00
27 04:22 04:32 05:45 11:50 15:07 17:51 19:00
28 04:21 04:31 05:45 11:50 15:07 17:51 19:00
29 04:21 04:31 05:44 11:50 15:06 17:51 19:00
30 04:20 04:30 05:43 11:49 15:05 17:51 19:00
:: Arah kiblat
Untuk Kota : Bandung 6°57′ LS 107°37′ BT (GMT +7)
Arah kiblat: 295°10″48′
Jarak : 7800.543 Km

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1431 H – 2010
(Untuk Kota Bukittinggi 0°17′ LS 100°26′ BT GMT +7)
Pilih Kota
Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 04:55 05:05 06:21 12:22 15:44 18:19 19:30
2 04:55 05:05 06:20 12:22 15:43 18:19 19:30
3 04:55 05:05 06:20 12:22 15:43 18:19 19:30
4 04:55 05:05 06:20 12:21 15:43 18:19 19:30
5 04:55 05:05 06:19 12:21 15:42 18:19 19:30
6 04:54 05:04 06:19 12:21 15:42 18:19 19:29
7 04:54 05:04 06:19 12:21 15:42 18:19 19:29
8 04:54 05:04 06:18 12:21 15:42 18:19 19:29
9 04:54 05:04 06:18 12:20 15:41 18:19 19:29
10 04:53 05:03 06:18 12:20 15:41 18:19 19:29
11 04:53 05:03 06:17 12:20 15:40 18:19 19:29
12 04:53 05:03 06:17 12:20 15:40 18:19 19:28
13 04:52 05:02 06:16 12:19 15:40 18:19 19:28
14 04:52 05:02 06:16 12:19 15:39 18:18 19:28
15 04:52 05:02 06:16 12:19 15:39 18:18 19:28
16 04:51 05:01 06:15 12:19 15:38 18:18 19:28
17 04:51 05:01 06:15 12:18 15:38 18:18 19:27
18 04:51 05:01 06:14 12:18 15:37 18:18 19:27
19 04:50 05:00 06:14 12:18 15:37 18:18 19:27
20 04:50 05:00 06:13 12:17 15:36 18:18 19:27
21 04:49 04:59 06:13 12:17 15:36 18:17 19:27
22 04:49 04:59 06:12 12:17 15:35 18:17 19:26
23 04:49 04:59 06:12 12:17 15:35 18:17 19:26
24 04:48 04:58 06:11 12:16 15:34 18:17 19:26
25 04:48 04:58 06:11 12:16 15:34 18:17 19:26
26 04:47 04:57 06:10 12:16 15:33 18:17 19:25
27 04:47 04:57 06:10 12:15 15:32 18:16 19:25
28 04:46 04:56 06:10 12:15 15:32 18:16 19:25
29 04:46 04:56 06:09 12:15 15:31 18:16 19:25
30 04:45 04:55 06:08 12:14 15:30 18:16 19:25
:: Arah kiblat
Untuk Kota : Bukittinggi 0°17′ LS 100°26′ BT (GMT +7)
Arah kiblat: 294°22″47′
Jarak : 6991.767 Km

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1431 H – 2010
(Untuk Kota Purwokerto 7°25′ LS 109°14′ BT GMT +7)
Pilih Kota
Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 04:23 04:33 05:49 11:50 15:12 17:47 18:58
2 04:23 04:33 05:48 11:50 15:11 17:47 18:58
3 04:23 04:33 05:48 11:50 15:11 17:47 18:58
4 04:23 04:33 05:48 11:49 15:11 17:47 18:58
5 04:23 04:33 05:47 11:49 15:10 17:47 18:58
6 04:22 04:32 05:47 11:49 15:10 17:47 18:57
7 04:22 04:32 05:47 11:49 15:10 17:47 18:57
8 04:22 04:32 05:46 11:49 15:10 17:47 18:57
9 04:22 04:32 05:46 11:48 15:09 17:47 18:57
10 04:21 04:31 05:46 11:48 15:09 17:47 18:57
11 04:21 04:31 05:45 11:48 15:08 17:47 18:57
12 04:21 04:31 05:45 11:48 15:08 17:47 18:56
13 04:20 04:30 05:44 11:47 15:08 17:47 18:56
14 04:20 04:30 05:44 11:47 15:07 17:46 18:56
15 04:20 04:30 05:44 11:47 15:07 17:46 18:56
16 04:19 04:29 05:43 11:47 15:06 17:46 18:56
17 04:19 04:29 05:43 11:46 15:06 17:46 18:55
18 04:19 04:29 05:42 11:46 15:05 17:46 18:55
19 04:18 04:28 05:42 11:46 15:05 17:46 18:55
20 04:18 04:28 05:41 11:45 15:04 17:46 18:55
21 04:17 04:27 05:41 11:45 15:04 17:45 18:55
22 04:17 04:27 05:40 11:45 15:03 17:45 18:54
23 04:17 04:27 05:40 11:45 15:03 17:45 18:54
24 04:16 04:26 05:39 11:44 15:02 17:45 18:54
25 04:16 04:26 05:39 11:44 15:02 17:45 18:54
26 04:15 04:25 05:38 11:44 15:01 17:45 18:53
27 04:15 04:25 05:38 11:43 15:00 17:44 18:53
28 04:14 04:24 05:38 11:43 15:00 17:44 18:53
29 04:14 04:24 05:37 11:43 14:59 17:44 18:53
30 04:13 04:23 05:36 11:42 14:58 17:44 18:53
:: Arah kiblat
Untuk Kota : Purwokerto 7°25′ LS 109°14′ BT (GMT +7)
Arah kiblat: 294°53″59′
Jarak : 7973.411 Km

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1431 H – 2010
(Untuk Kota Yogyakarta 7°48′ LS 110°24′ BT GMT +7)
Pilih Kota
Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 04:19 04:29 05:45 11:46 15:08 17:43 18:54
2 04:19 04:29 05:44 11:46 15:07 17:43 18:54
3 04:19 04:29 05:44 11:46 15:07 17:43 18:54
4 04:19 04:29 05:44 11:45 15:07 17:43 18:54
5 04:19 04:29 05:43 11:45 15:06 17:43 18:54
6 04:18 04:28 05:43 11:45 15:06 17:43 18:53
7 04:18 04:28 05:43 11:45 15:06 17:43 18:53
8 04:18 04:28 05:42 11:45 15:06 17:43 18:53
9 04:18 04:28 05:42 11:44 15:05 17:43 18:53
10 04:17 04:27 05:42 11:44 15:05 17:43 18:53
11 04:17 04:27 05:41 11:44 15:04 17:43 18:53
12 04:17 04:27 05:41 11:44 15:04 17:43 18:52
13 04:16 04:26 05:40 11:43 15:04 17:43 18:52
14 04:16 04:26 05:40 11:43 15:03 17:42 18:52
15 04:16 04:26 05:40 11:43 15:03 17:42 18:52
16 04:15 04:25 05:39 11:43 15:02 17:42 18:52
17 04:15 04:25 05:39 11:42 15:02 17:42 18:51
18 04:15 04:25 05:38 11:42 15:01 17:42 18:51
19 04:14 04:24 05:38 11:42 15:01 17:42 18:51
20 04:14 04:24 05:37 11:41 15:00 17:42 18:51
21 04:13 04:23 05:37 11:41 15:00 17:41 18:51
22 04:13 04:23 05:36 11:41 14:59 17:41 18:50
23 04:13 04:23 05:36 11:41 14:59 17:41 18:50
24 04:12 04:22 05:35 11:40 14:58 17:41 18:50
25 04:12 04:22 05:35 11:40 14:58 17:41 18:50
26 04:11 04:21 05:34 11:40 14:57 17:41 18:49
27 04:11 04:21 05:34 11:39 14:56 17:40 18:49
28 04:10 04:20 05:34 11:39 14:56 17:40 18:49
29 04:10 04:20 05:33 11:39 14:55 17:40 18:49
30 04:09 04:19 05:32 11:38 14:54 17:40 18:49
:: Arah kiblat
Untuk Kota : Yogyakarta 7°48′ LS 110°24′ BT (GMT +7)
Arah kiblat: 294°41″59′
Jarak : 8098.861 Km

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1431 H – 2010
(Untuk Kota Jayapura 0°32′ LS 140°27′ BT GMT +9)
Pilih Kota
Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 04:15 04:25 05:41 11:42 15:04 17:39 18:50
2 04:15 04:25 05:40 11:42 15:03 17:39 18:50
3 04:15 04:25 05:40 11:42 15:03 17:39 18:50
4 04:15 04:25 05:40 11:41 15:03 17:39 18:50
5 04:15 04:25 05:39 11:41 15:02 17:39 18:50
6 04:14 04:24 05:39 11:41 15:02 17:39 18:49
7 04:14 04:24 05:39 11:41 15:02 17:39 18:49
8 04:14 04:24 05:38 11:41 15:02 17:39 18:49
9 04:14 04:24 05:38 11:40 15:01 17:39 18:49
10 04:13 04:23 05:38 11:40 15:01 17:39 18:49
11 04:13 04:23 05:37 11:40 15:00 17:39 18:49
12 04:13 04:23 05:37 11:40 15:00 17:39 18:48
13 04:12 04:22 05:36 11:39 15:00 17:39 18:48
14 04:12 04:22 05:36 11:39 14:59 17:38 18:48
15 04:12 04:22 05:36 11:39 14:59 17:38 18:48
16 04:11 04:21 05:35 11:39 14:58 17:38 18:48
17 04:11 04:21 05:35 11:38 14:58 17:38 18:47
18 04:11 04:21 05:34 11:38 14:57 17:38 18:47
19 04:10 04:20 05:34 11:38 14:57 17:38 18:47
20 04:10 04:20 05:33 11:37 14:56 17:38 18:47
21 04:09 04:19 05:33 11:37 14:56 17:37 18:47
22 04:09 04:19 05:32 11:37 14:55 17:37 18:46
23 04:09 04:19 05:32 11:37 14:55 17:37 18:46
24 04:08 04:18 05:31 11:36 14:54 17:37 18:46
25 04:08 04:18 05:31 11:36 14:54 17:37 18:46
26 04:07 04:17 05:30 11:36 14:53 17:37 18:45
27 04:07 04:17 05:30 11:35 14:52 17:36 18:45
28 04:06 04:16 05:30 11:35 14:52 17:36 18:45
29 04:06 04:16 05:29 11:35 14:51 17:36 18:45
30 04:05 04:15 05:28 11:34 14:50 17:36 18:45
:: Arah kiblat
Untuk Kota : Jayapura 0°32′ LS 140°27′ BT (GMT +9)
Arah kiblat: 291°40″48′

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1431 H – 2010
(Untuk Kota Denpasar 8°39′ LS 115°13′ BT GMT +8)
Pilih Kota
Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 04:58 05:08 06:24 12:25 15:47 18:22 19:33
2 04:58 05:08 06:23 12:25 15:46 18:22 19:33
3 04:58 05:08 06:23 12:25 15:46 18:22 19:33
4 04:58 05:08 06:23 12:24 15:46 18:22 19:33
5 04:58 05:08 06:22 12:24 15:45 18:22 19:33
6 04:57 05:07 06:22 12:24 15:45 18:22 19:32
7 04:57 05:07 06:22 12:24 15:45 18:22 19:32
8 04:57 05:07 06:21 12:24 15:45 18:22 19:32
9 04:57 05:07 06:21 12:23 15:44 18:22 19:32
10 04:56 05:06 06:21 12:23 15:44 18:22 19:32
11 04:56 05:06 06:20 12:23 15:43 18:22 19:32
12 04:56 05:06 06:20 12:23 15:43 18:22 19:31
13 04:55 05:05 06:19 12:22 15:43 18:22 19:31
14 04:55 05:05 06:19 12:22 15:42 18:21 19:31
15 04:55 05:05 06:19 12:22 15:42 18:21 19:31
16 04:54 05:04 06:18 12:22 15:41 18:21 19:31
17 04:54 05:04 06:18 12:21 15:41 18:21 19:30
18 04:54 05:04 06:17 12:21 15:40 18:21 19:30
19 04:53 05:03 06:17 12:21 15:40 18:21 19:30
20 04:53 05:03 06:16 12:20 15:39 18:21 19:30
21 04:52 05:02 06:16 12:20 15:39 18:20 19:30
22 04:52 05:02 06:15 12:20 15:38 18:20 19:29
23 04:52 05:02 06:15 12:20 15:38 18:20 19:29
24 04:51 05:01 06:14 12:19 15:37 18:20 19:29
25 04:51 05:01 06:14 12:19 15:37 18:20 19:29
26 04:50 05:00 06:13 12:19 15:36 18:20 19:28
27 04:50 05:00 06:13 12:18 15:35 18:19 19:28
28 04:49 04:59 06:13 12:18 15:35 18:19 19:28
29 04:49 04:59 06:12 12:18 15:34 18:19 19:28
30 04:48 04:58 06:11 12:17 15:33 18:19 19:28
:: Arah kiblat
Untuk Kota : Denpasar 8°39′ LS 115°13′ BT (GMT +8)
Arah kiblat: 293°45″00′
Jarak : 8612.25 Km

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1431 H – 2010
(Untuk Kota Makassar 5°9′ LS 119°28′ BT GMT +8)
Pilih Kota
Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 04:42 04:52 06:08 12:09 15:31 18:06 19:17
2 04:42 04:52 06:07 12:09 15:30 18:06 19:17
3 04:42 04:52 06:07 12:09 15:30 18:06 19:17
4 04:42 04:52 06:07 12:08 15:30 18:06 19:17
5 04:42 04:52 06:06 12:08 15:29 18:06 19:17
6 04:41 04:51 06:06 12:08 15:29 18:06 19:16
7 04:41 04:51 06:06 12:08 15:29 18:06 19:16
8 04:41 04:51 06:05 12:08 15:29 18:06 19:16
9 04:41 04:51 06:05 12:07 15:28 18:06 19:16
10 04:40 04:50 06:05 12:07 15:28 18:06 19:16
11 04:40 04:50 06:04 12:07 15:27 18:06 19:16
12 04:40 04:50 06:04 12:07 15:27 18:06 19:15
13 04:39 04:49 06:03 12:06 15:27 18:06 19:15
14 04:39 04:49 06:03 12:06 15:26 18:05 19:15
15 04:39 04:49 06:03 12:06 15:26 18:05 19:15
16 04:38 04:48 06:02 12:06 15:25 18:05 19:15
17 04:38 04:48 06:02 12:05 15:25 18:05 19:14
18 04:38 04:48 06:01 12:05 15:24 18:05 19:14
19 04:37 04:47 06:01 12:05 15:24 18:05 19:14
20 04:37 04:47 06:00 12:04 15:23 18:05 19:14
21 04:36 04:46 06:00 12:04 15:23 18:04 19:14
22 04:36 04:46 05:59 12:04 15:22 18:04 19:13
23 04:36 04:46 05:59 12:04 15:22 18:04 19:13
24 04:35 04:45 05:58 12:03 15:21 18:04 19:13
25 04:35 04:45 05:58 12:03 15:21 18:04 19:13
26 04:34 04:44 05:57 12:03 15:20 18:04 19:12
27 04:34 04:44 05:57 12:02 15:19 18:03 19:12
28 04:33 04:43 05:57 12:02 15:19 18:03 19:12
29 04:33 04:43 05:56 12:02 15:18 18:03 19:12
30 04:32 04:42 05:55 12:01 15:17 18:03 19:12
:: Arah kiblat
Untuk Kota : Makassar 5°9′ LS 119°28′ BT (GMT +8)
Arah kiblat: 292°28″12′
Jarak : 9020.047 Km

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1431 H – 2010
(Untuk Kota Banjarmasin 3°19′ LS 114°32′ BT GMT +8)
Pilih Kota
Tgl Imsak Shubuh Terbit Dhuhur Ashr Maghrib Isya’
1 04:01 04:11 05:27 11:28 14:50 17:25 18:36
2 04:01 04:11 05:26 11:28 14:49 17:25 18:36
3 04:01 04:11 05:26 11:28 14:49 17:25 18:36
4 04:01 04:11 05:26 11:27 14:49 17:25 18:36
5 04:01 04:11 05:25 11:27 14:48 17:25 18:36
6 04:00 04:10 05:25 11:27 14:48 17:25 18:35
7 04:00 04:10 05:25 11:27 14:48 17:25 18:35
8 04:00 04:10 05:24 11:27 14:48 17:25 18:35
9 04:00 04:10 05:24 11:26 14:47 17:25 18:35
10 03:59 04:09 05:24 11:26 14:47 17:25 18:35
11 03:59 04:09 05:23 11:26 14:46 17:25 18:35
12 03:59 04:09 05:23 11:26 14:46 17:25 18:34
13 03:58 04:08 05:22 11:25 14:46 17:25 18:34
14 03:58 04:08 05:22 11:25 14:45 17:24 18:34
15 03:58 04:08 05:22 11:25 14:45 17:24 18:34
16 03:57 04:07 05:21 11:25 14:44 17:24 18:34
17 03:57 04:07 05:21 11:24 14:44 17:24 18:33
18 03:57 04:07 05:20 11:24 14:43 17:24 18:33
19 03:56 04:06 05:20 11:24 14:43 17:24 18:33
20 03:56 04:06 05:19 11:23 14:42 17:24 18:33
21 03:55 04:05 05:19 11:23 14:42 17:23 18:33
22 03:55 04:05 05:18 11:23 14:41 17:23 18:32
23 03:55 04:05 05:18 11:23 14:41 17:23 18:32
24 03:54 04:04 05:17 11:22 14:40 17:23 18:32
25 03:54 04:04 05:17 11:22 14:40 17:23 18:32
26 03:53 04:03 05:16 11:22 14:39 17:23 18:31
27 03:53 04:03 05:16 11:21 14:38 17:22 18:31
28 03:52 04:02 05:16 11:21 14:38 17:22 18:31
29 03:52 04:02 05:15 11:21 14:37 17:22 18:31
30 03:51 04:01 05:14 11:20 14:36 17:22 18:31
:: Arah kiblat
Untuk Kota : Banjarmasin 3°19′ LS 114°32′ BT (GMT +8)
Arah kiblat: 292°52″12′
Jarak : 8480.86 Km

Jadual Waktu Imsak dan Waktu Berbuka Puasa Bagi Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur- Putrajaya dan Labuan bagi tahun 2011

* Jadual Waktu Imsak dan Waktu Berbuka Puasa Bagi Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan bagi tahun 2011
link Download: http://www.muftiwp.gov.my/v1/doc/JADUALWAKTUBERBUKA2011.pdf

* Tarikh – Tarikh Penting Dalam Islam Tahun 2011/1432-1433H
link Download: http://www.muftiwp.gov.my/v1/doc/tarikh_penting_2011.pdf

Taqwim Solat

* Taqwim Solat Wilayah Persekutuan Labuan 2011

link Download: http://www.muftiwp.gov.my/v1/doc/takwim_solat_labuan.pdf

* Taqwim Solat Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur & Putrajaya 2011
link Download: http://www.muftiwp.gov.my/v1/doc/takwim_solat_kl_2011.pdf