wahaby bin baz (bumi datar) vs wahaby zakir naik+ syaikh albany + ilmuwan (bumi bulat)

kesesatan wahaby bin baz menfatwakan bumi datar dan mengkafirkan orang yg tidak mempercayai tafsirannnya

dibantah oleh wahaby sendiri seperti dr zakir naik , syaikh albany dan ilmuwan

 

Advertisements

Hadits : Tanda Cinta kepada allah adalah mencintai dzikrullah

KEUTAMAAN DZIKIR

A. KEUTAMAAN DZIKIR

Ada seorang ustadz tanpa alasan jelas, atau mungkin karena kedangkalan ilmunya, menyatakan bahwa dzikir itu seperlunya saja. Tidak perlu dilakukan banyak-banyak. Padahal beberapa ayat Al- Qur’an dan hadits yang menganjurkan agar kita sebanyak- banyaknya berdzikir sudah sangat jelas. Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir sebanyak-banyaknya. (QS. 33/Al-Achzab: 41) Memperbanyak dzikrullah, telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Rosulullah saw. “Sungguh, telah ada pada (diri) Rosulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat. Dan banyak mengingat Allah. (QS. 33/Al-Achzab: 21)

Para sahabat pun dianjurkan agar memperbanyak berdzikir kepada-Nya. Abdullah bin Busrin ra. menceritakan, seorang pria berkata, ’’Ya Rosulullah, sungguh syariat-syariat Islam telah banyak yang kuketahui, karena itu beritahukanlah kepadaku sesuatu yang dapat mencukupkan diriku dalam melakukannya,”Muhammad Rosulullah saw. bersabda: “Hendaklah lidahmu basah karena mengingat Allah.” (HR. Tirmidzi, disahkan oleh Ibnu Hiban dan Hakim) Yang dimaksud dengan lidah basah karena mengingat Allah, yaitu berdzikir dengan mengucapkan bacaan- bacaan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Keutamaan dzikir sangatlah luar biasa sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad Rosulullah saw. Berikut kami kemukakan beberapa keutamaan dzikir.

1. Berdzikir tanda cinta Allah kepada hamba-Nya
Anas bin Malik ra. mengutarakan, Rosulullah saw. bersabda: “Tanda cinta Allah adalah menyukai dzikrullah (dzikir kepada Allah). Dan tanda kebencian Allah adalah membenci dzikrullah azza wajalla.” (HR. Baihaqi) Maksud hadits tersebut, menurut Al-Manawi adalah, apabila Allah mencintai seorang hamba-Nya, Ia jadikan hamba tersebut suka menyebut nama-Nya.
Disebutkan juga dalam suatu riwayat, bahwa Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah SWT.: “Ya Tuhanku, bagaimana cara mengetahui perbedaan antara kekasih-Mu dan kebencian- Mu?” Allah SWT berfirman: “Hai Musa bagi kekasih-Ku ada dua tanda bukti: pertama, mudah berdzikir (mengingat dan menyebut Aku), sehingga Aku juga dzikir kepadanya. Kedua, terpelihara dari segala yang haram dan kemarahan-Ku, sehingga ia selamat dari marah dan siksa-Ku. Demikian pula bagi kebencian-Ku ada dua tanda bukti: pertama, mudah lalai dzikir kepada-Ku. Kedua, mudah menuruti hawa nafsu sehingga terjerumus dalam kemaksiatan.”

2. Allah menyertai hamba yang dzikir kepada-Nya
Nabi Muhammad Rosulullah sazv. bersabda: “Allah ta’ala berfirman, Aku bersama hamba-Ku apabila ia menyebut nama-Ku.” (HR. Ibnu Majah, dan dishohihkan oleh Ibnu Hiban) Abu Darda’ ra. menyatakan, Rosulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman,’Aku bersama hamba-Ku, jika ia ingat (menyebut) Aku. Dan kedua bibirnya bergerak karena Aku.” (HR. Al-Hakim) Alangkah beruntungnya orang yang setiap saat berdzikir kepada Allah SWT. sebab dalam setiap langkah orang tersebut disertai oleh- Nya. Itu berarti orang tersebut senantiasa dalam perlindungan dan bimbingan-Nya.

3. Dzikrullah amalan yang dicintai-Nya
Ummi Anas meminta kepada Nabi saw. “Ya Rosulullah, berilah aku wasiat.” Muhammad Rosulullah saw. bersabda: “Jauhkanlah dirimu dari perbuatan-perbuatan maksiat, karena menjauhkan diri dari segala perbuatan maksiat adalah jihad yang utama, dan perbanyaklah ingat kepada Allah. Karena kelak engkau akan menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang dicintai-Nya itu.” (HR. Thobroni)

4. Dzikrullah membawa ke martabat tinggi.
Abi Sa’id mengemukakan, Muhmmad Rosulullah saw. bersabda, “Akan selalu ada di antaramu orang-orang yang mengingat Allah seraya duduk di atas hamparan-hamparan, sehingga mereka dimasukkan ke dalam martabat yang tinggi.” (HR. Ibnu Hiban)

5. Dzikrullah lebih utama dari jihad fi sabilillah.
Abi Said Al-Khudri ra. menceritakan, seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad saw. “Ibadah manakah yang derajatnya paling utama di sisi Allah pada hari kiamat?” Rosulullah saw. bersabda: “Orang-orang yang banyak berdzikir.” Abi Said bertanya, “Ya Rasulullah, apakah lebih utama dari orang yang berperang dijalan Allah Azza wa jalin?” Nabi saw. bersabda: “Seandainya seseorang memukulkan pedangnya kepada orang-orang kafir dan musyrik hingga patah dan berlumuran darah, tentulah orang-orang yang berdzikir kepada Allah lebih utama daripadanya.” (HR. Tirmidzi)