Hadis hadis tentang sunnah nya memlihara kucing dan kucing tidak najis Dan kisah sahabat Abu hurairah (bapaknya anak kucing ) Dan Aisyah Rha. memakan bubur yg pinggirnya dijilat kucing dan Nabi wudhu air yang dijilat kucing dan jubah nabi di sobek karena kucing tidur diatasnya

Berita Gaya Hidup(harapanrakyat.com),- Kucing merupakan hewan kesayangan Rasulullah SAW. Dari sekian banyak jenis hewan yang bisa dipelihara, diketahui Nabi Muhammad lebih memilih memelihara kucing.

Sebagai umat muslim, pastinya kita sudah sangat familiar dengan kisah tersebut. Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa, siapapun yang berani menyiksa hewan mamalia ini, sejatinya bakal diganjar hukuman kejam di akhirat nanti.

Dari sahabat Nabi Muhammad, Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberinya makan, bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai. (HR. Bukhari).”

Seperti dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (06/10/2018), saking sayangnya pada kucing, Rasulullah pun berpesan bahwasanya kita sebagai manusia harus menyayangi kucing peliharaan kita, sama seperti sayangnya kepada sanak keluarga.

Dalam sejarahnya disebutkan, hewan kesayangan Rasulullah SAW itu diberi nama Mueeza. Salah satu kebiasaan Mueeza yang sangat disukai oleh Nabi yaitu selalu mengeong setiap kali mendengar lantunan suara adzan.

Disebutkan lebih lanjut, bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri menegaskan kalau kucing tidaklah najis sehingga tidak menyulitkan bagi manusia. Karena, otot pada bagian kulit kucing selain untuk menyesuaikan sentuhan manusia, juga untuk menangkal telur bakteri.

Lidah kucing pun berguna untuk membersihkan bulunya sendiri. Bila Anda melihat kucing menjilati badannya dengan lidahnya, itu tandanya kucing tersebut sedang membersihkan dirinya sendiri dari kotoran atau kuman.

Tidak seperti anjing, jika kita terkena air liurnya saja itu berarti kita terkena najis berat, sehingga harus segera dibersihkan dengan air atau tanah sebanyak 7 kali.

Dijelaskan pula pada bagian punggung kucing, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, serta ekornya, juga tidak terdapat kuman. Bahkan, hal tersebut dilakukan terhadap kucing dari berbagai perbedaan usia maupun kondisi kulit, dan ini sudah dibuktikan melalui banyak penelitian.

Begitu pula dengan cairan sampel yang diambil dari bagian permukaan lidah kucing. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.”

Diriwayatkan juga dalam hadist (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni), bahwa istri Nabi, yakni Aisyah, pernah melihat Rasulullah SAW berwudhu dari sisa jilatan kucing.

Allah SWT menciptakan kucing sebagai hewan yang begitu bersih, tidak najis sehingga tidak menyusahkan manusia, bahkan kucing diberi kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri.

Itulah salah satunya yang membuat Rasulullah SAW begitu menyayangi dan menempatkan kucing di posisi istimewa. (Eva/R3/HR-Online)

KISAH SAHABAT ABU HURAIRAH

Abu Hurairah bukanlah nama, namun julukan yang diberikan Rasulullah kepada Abdurrahman.

Dream – Nama Abu Hurairah RA cukup tersohor dalam kajian ilmu hadis. Sabahat Rasulullah Muhammad SAW ini memang dikenal sebagai periwayat hadis terbanyak di antara para sahabat-sahabat lainnya.

Abu Hurairah merupakan sosok yang sangat rajin ibadah. Dia adalah sahabat yang sering mengikuti aktivitas Nabi SAW, sehingga banyak merekam hadis, baik seputar perkataan, perbuatan, bahkan sikap Rasulullah.

Nama asli Abu Hurairah adalah Abdu Syam bin Shakhr. Dia memeluk Islam ketika Rasulullah tinggal di Madinah, di masa antara perjanjian Hudaibiyah dengan perang Khaibar.

Ada peristiwa istimewa ketika Abu Hurairah memeluk Islam. Ketika itu, Rasulullah bertanya dari mana asal Abu Hurairah.

” Dari mana, engkau?” tanya Rasulullah.

” Dari Daus,” jawab Abu Hurairah yang kala itu masih bernama Abdu Syam.

Rasulullah kemudian meletakkan tangannya di pelipis Abu Hurairah, lalu mengibasnya.

” Aku belum pernah melihat orang Daus yang penuh kebaikan (sepertimu),” kata Rasulullah.

Ketika masuk Islam, Abu Hurairah berganti nama menjadi Abdurrahman. Nama itu merupakan pemberian Rasulullah SAW untuk mengganti nama sebelumnya, Abdu Syam, yang dinilai bermakna buruk.

Sedangkan nama Abu Hurairah sebenarnya merupakan julukan dari Rasulullah SAW. Ada peristiwa menarik yang membuat Abdurrahman mendapat julukan itu.

Suatu hari, ketika dia menggembala kambing, Abdurrahman menemukan seekor anak kucing. Dia pungut anak kucing itu dan merawatnya.

Setiap malam, Abdurrahman meletakkan anak kucing itu di batang pohon. Pada siang hari, dia menaruh anak kucing itu di lengan bajunya dan bermain dengan hewan lucu tersebut.

Suatu ketika, anak kucing itu mengeong sampai terdengar oleh Rasulullah SAW. Sang Nabi lalu bertanya kepada Abdurrahman.

” Apa itu?” kata Rasulullah.

” Anak kucing yang aku temukan, ya Rasulullah,” jawab Abdurrahman.

” Baiklah, maka engkau adalah Abu Hurairah (bapak kucing kecil),” kata Rasulullah, dan sejak saat itu dia dipanggil Abu Hurairah.

KISAH AISYAH RA. MEMAKAN BUBUR YANG DI JILAT KUCING

Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.

Sisa makanan kucing hukumnya suci.

Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata,

“Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, Kucing kesayangannya. (Islampos.com)

tribunnews



Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Inilah Alasannya Mengapa Nabi Muhammad Menyayangi Kucing, https://kaltim.tribunnews.com/2015/12/13/inilah-alasannya-mengapa-nabi-muhammad-menyayangi-kucing?page=4.

Fakta Ilmiah 1 :

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2 :

Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor.

Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah:

1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.

2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.



Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Inilah Alasannya Mengapa Nabi Muhammad Menyayangi Kucing, https://kaltim.tribunnews.com/2015/12/13/inilah-alasannya-mengapa-nabi-muhammad-menyayangi-kucing?page=2.

Editor: Kholish Chered

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: