Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir surat al ma-un) = ancaman bagi mereka yang lalai/lupa dalam shalat ( lupa waktu – bacaan – jumlah rekaat / tidak khusu)

tafsir ibnu katsir surat al maun tafsir ibnu katsir surat al maun 1 tafsir ibnu katsir surat al maun 2 tafsir ibnu katsir surat al maun cover

 

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?.

Itulah orang yangmenghardik anak yatim,

dan tidak menganjurkan memberi makan orangmiskin.

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat,

(yaitu) orang-orangyang lalai dari salatnya,

orang-orang yang berbuat ria.

dan enggan (menolongdengan) barang berguna. (QS. Al-Ma’un: 1-7)

untuk ayat:

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat,

(yaitu) orang-orangyang lalai dari salatnya, 

Ibnu Katsir rahimhullah berkata:

Maksudnya adalah mereka selalu atau
biasanya meninggalkan shalat sampai akhir waktunya, atau mereka tidak mengerjakan shalat dengan sempurna baik dalam rukun-rukunnya, syaratsyaratnya,
mereka tidak mengerjakannya sesuai dengan apa yang
diperintahkan, atau mereka tidak khusyu dalam menjalankan shalat dan
tidak pula merenungi makna yang terkandung di dalamnya. Makna lafaz
yang disebutkan oleh Al-Qur’an tersebut mencakup semua makna ini. Maka
setiap orang yang memiliki sifat seperti ini berarti dia termasuk dalam
bagian yang disebutkan di dalam ayat di atas, dan barangsiapa yang
memiliki prilaku seperti semua prilaku yang disebutkan di dalam penafsiran
ayat di atas maka sempurnalah bagiannya dalam keburukan tersebut. Yaitu
kesempurnaan nifaq yang bersiat amali, sebagaimana disebutkan di dalam
riwayat Muslim dari Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
Itulah shalatnya orang munafiq, duduk menunggu bulan, sehingga apabila
telah sampai pada dua tanduk setan maka diapun bangkit dan shalat
dengan cepat empat rekaat, tidak menyebut Allah padanya kecuali sedikit”.3
Mereka mengerjakan pada waktu yang dimakruhkan, kemudian dia
mengerjakannya pada waktu tersebut, mereka mengerjakannya dengan
cepat sama seperti burung gagak mematuk, tidak thum’aninah dan tidak
pula khusyu’, oleh karena itulah

Rasulullah SAW bersabda: “…tidak
menyebut Allah padanya kecuali sedikit”. Dan semoga yang mendorong
mereka melakukan hal itu adalah untuk berbuat riya’ di hadapan orang lain
bukan untuk mengharapa keredhaan Allah SWT, hal itu sama saja dengan
tidak shalat secara keseluruhan. Allah SWT berfirman:

 

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan
membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka
berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan
manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.(QS. Al-
Nisa’: 142).

Dan di dalam ayat ini Allah SWT berfirman:
“orang-orang yang berbuat ria. dan enggan (menolong dengan) barang
berguna”.

 

Artinya mereka tidak berbuat ihsan dalam beribadah kepada
Tuhan mereka dengan mewujudkan keikhlaskan dalam beribadah kepada
Allah SWT, dan tidak pula berbuat ihsan kepada makhluk -Nya walaupun
dengan memberikan pinjaman barang yang bisa dimanfaatkan, dan bisa
digunakan untuk keperluan tertentu padahal wujud barang tersebut tetap
serta akan dikemblikan kepada mereka selaku pemilik, seperti meminjam
bejana, ember dan parang. Maka orang yang bertipe seperti ini akan lebih
gampang dalam meninggalkan zakat dan ibadah lainnya.

 

Advertisements