Kitab Al hikam Fasal 13 : mengenai dalil ilmu laduni

Iman Tidak Masuk kedalam hati yang keruh

alhikam  13

13). Bagaimana akan dapat terang hati seorang yang gambar dunia terlukis dalam lensa/cermin hatinya?

Atau bagaimana akan pergi menuju Allah, padahal ia masih terikat (terbelenggu) oleh syahwat hawa nafsunya?

Atau bagaimana akan dapat masuk ke hadrat Allah, padahal ia belum bersih (suci) dari kelalainnya yang disini diumpamakan dengan janabatnya?

Atau bagaimana mengharap akan mengerti rahasia yang halus (dalam), padahal ia belum taubat dari kekeliruan-kekeliruannya?

Berkumpulnya dua hal yang berlawanan dalam satu tempat dan masa, mustahil (tidak mungkin), sebagaimana berkumpul antara diam dan gerak, antara cahaya terang dengan gelap. Demikian pula nur (cahaya) iman berlawanan dengan gelap yang disebabkan kerana selalu berharap/menyandarkan kepada sesuatu selain Allah.

Demikian pula berjalan menuju Allah harus bebas dari belenggu hawa nafsu supaya sampai kepada Allah.

Firman Allah :

“wataqullaha wayu’alimukumullah”

artinya : “Dan Takutlah kepada Allah niscaya Allah akan mengajari kalian“ (Qs. Al baqarah ayat 282).

Rasulullah SAW bersabda :

“man ‘amila bimaa ‘alima waratshullahu ‘ilma maa lam ya’lam”1

Artinya : Nabi SAW bersabda :” Barangsiapa Yang Mengamalkan Ilmu Yang Ia Ketahui Maka Allah Akan Memberikan Kepadanya Ilmu Yang Belum Ia Ketahui” (HR. Imam Ahmad).

Imam Ahmad bin Hanbal ra. Bertemu dengan Ahmad bin Abi Hawari, maka Ahmad bin Hanbal ra. “Ceritakanlah kepada kami apa-apa yang pernah kau dapati dari gurumu Abu Sulaiman ra. “. Jawab Ibnu Hawari : “Bacalah subhanallah tanpa kekaguman”.Setelah dibaca oleh Ahmad bin Hanbal ra. : “Subhanallah” Maka berkata Abil Hawari ra. : “Aku telah mendengar bahwa Abu Sulaiman berkata : “ Apabila jiwa manusia benar-benar berjanji akan meninggalkan semua dosa, nescaya akan terbang kea lam malakut (di langit), kemudian kembali membawa berbagai ilmu hikmah tanpa berhajat pada guru”. Imam Ahmad Bin Hanbal ra. Setelah mendengar keterangan itu langsung ia bangkit bangun/berdiri dan duduk ditempatnya berulang tiga kali, lalu berkata : “Belum pernah aku mendengar keterangan serupa ini sejak aku masuk islam”. Ia sungguh puas dan sangat gembira menerima keterangan itu, kemudian ia membaca hadits tadi.

(Tarjamah Kitab Alhikam Syaikh Ibnu Athoillah, H Salim Bahreisy, Victory Agencie, Kuala Lumpur, 2001, pp 33-34.)

Keterangan admin salafytobat :

1 Hadits ini juga tertulis di Fadhilah alqu’an penjelasan hadith ke 18, hal 25-27, Syaikh Maulana Zakariyya, era ilmu kuala lumpur.

Adapun yang mengatakan bahwa Imam Ahmad mengatakan itu bukan hadits adalah jelas-jelas dusta dan bukti jinayah pemalsuannya terhadap  pendapat ulama.

Syaikh Ibnu athoillah (wafat 709 H) dimakamkan di qarrafah al-qubra. Beliau adalah guru besar di madrasah al-azhar asyarif – mesir. Beliau menulis lenih dari 22 buku yang legendaris, mulai dari kitab tentang tasawwuf, nahwu, mantiq, sastra, fiqh sampai khitobah.  Beliau mempunyai banyak murid yang menjadi ulama besar, seperti Imam Taqiyyudin al subki  seorang ahli fiqh, tasawwuf dan hadits.

Semoga kita diberi taufiq dan hidayah oleh Allah SWT untuk dapat mengamalkan dan menyampaikannya.

Lampiran :

  1. A. Dalil-dalil ayat Al-qur’an tentang ilmu laduni/mauhub

-          “Dan Takutlah kepada Allah niscaya Allah akan mengajari kalian“ (Qs. Al baqarah ayat 282).

-          “Dan orang-orang yang berjuang di jalan kami (berjihad dan mendakwahkan agama) maka akan kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan kami (jalan-jalan petunjuk). Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang ihsan (muhsinin) (QS Al’ankabut [69] ayat 69).

-          “Katakanlah  (hai Muhammad Saw.)  Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan (QS Thaha [10] ayat 113).

-          “Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. “(QS. Al-qashash [28], ayat 7).

-          “Dan kami telah ajarkan kepadanya (Nabi khidhir) dari sisi Kami suatu ilmu”. (Al Kahfi: 65).

  1. B. Hadits-hadits tentang ilmu mauhub/laduni

-          Hadits Bukhari -Muslim :

Dahulu ada beberapa orang dari umat-umat sebelum kamu yang diberi ilham. Kalaulah ada satu orang dari umatku yang diberi ilham pastilah orang itu Umar.” (Muttafaqun ‘alaihi)

-          Hadits At Tirmidzi :

“Ini bukan bisikan-bisikan syaithan, tapi ilmu laduni ini merubah firasat seorang mukmin, bukankah firasat seorang mukmin itu benar? Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Hati-hati terhadap firasat seorang mukmin. Karena dengannya ia melihat cahaya Allah”. (H.R At Tirmidzi).

-          Hadits riwayat Ali bin Abi Thalib Ra:

Ilmu batin merupakan salah satu rahasia Allah ‘Azza wa Jalla, dan salah satu dari hukum-hukum-Nya yang Allah masukkan kedalam hati hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya”.

-          Hadits riwayat Abu Dawud dan Abu Nu’man dalam kitab Al-Hilyah :

Nabi Muhammad Saw. bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa mengikhlashkan dirinya kepada Allah (dalam beribadah) selama 40 hari maka akan zhahir sumber-sumber hikmah daripada hati melalui lidahnya”. (HR. Abu Dawud dan Abu Nu’man dalam alhilyah).

-          Dalam kitab syarah al-hikam

Nabi SAW bersabda :” Barangsiapa Yang Mengamalkan Ilmu Yang Ia Ketahui Maka Allah Akan Memberikan Kepadanya Ilmu Yang Belum Ia Ketahui”.

-   Hadits qudsy shahih Riwayat Hakim

Dari Abu Darda Ra. berkata : “Aku mendengar Rasulullah Saw. Bersabada, “Sesungguhnya Allah Swt berfirman kepada Isa As. : “Aku akan mengirimkan satu umat setelahmu (ummat Muhammad Saw.), yang jika Aku murah hati pada mereka, mereka bersyukur dan bertahmid, dan jika Aku menahan diri, mereka sabar dan tawakal tanpa [harus] mempunyai hilm (kemurahan/kemurahan  hati) dan ‘ilm (ilmu) .” Isa bertanya: “Bagaimana mereka bisa seperti itu ya Allah, tanpa hilm dan ‘ilm?” Allah menjawab: “Aku memberikan mereka sebagian dari hilmKu dan ‘ilmu-Ku.” [HR. Hakim. Katanya Hadits ini shahihmenurut syarat Bukhary, tetapi ia tidak meriwayatkannya, sedangkan adzahaby menyepakatinya". I/348]

Keterangan : Hadits ini juga terdapat pada Muntakhab hadits SyaikhulHadits Maulana Yusuf, Hadits No. 27,  Bab ikhlash dan Juga terdapat pada kitab Ucapan Nabi Isa as dalam kisah-kisah literature umat islam, Tarif Khalidi.

-          Dalam hadits qudsy (Kitab Futuh Mishr wa Akhbaruha, Ibn ‘Abd al-Hakam  wafat 257 H).

Allah mewahyukan kepada Isa untuk mengirimkan pendakwah ke para raja di dunia. Dia mengirimkan para muridnya. Murid-muridnya yang dikirim ke wilayah yang dekat menyanggupinya, tetapi yang dikirim ke tempat yang jauh berkeberatan untuk pergi dan berkata: “Saya tidak bisa berbicara dalam bahasa dari penduduk yang engkau mengirimkan aku kepadanya.” Isa berkata: “Ya Allah, aku telah memerintahkan murid-muridku apa yang Kau perintahkan, tetapi mereka tidak menurut.” Allah berfirman kepada Isa: “Aku akan mengatasi masalahmu ini.” Maka Allah membuat para murid Isa bisa berbicara dalam bahasa tempat tujuan mereka diutus.

-          Dalam hadis qudsi, Nabi Isa as. Juga bersabda:

“Isa As. berkata: “Buat kalian tidak ada gunanya mendapat ilmu yang belum kalian ketahui, selama kalian tidak beramal dengan ilmu yang telah kalian ketahui. Terlalu banyak ilmu hanya menumbuhkan kesombongan kalau kalian tidak beramal sesuai dengannya.” [ Diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... – 241 H), Kitab al-Zuhd, 327. Dan (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 1:69-70].

  1. C. Nasihat Imam Malik dan Imam Syafei

-          Nasihat imam syafei :

Dar al-Jil Diwan (Beirut 1974) p.34

Dar al-Kutub al-`Ilmiyya (Beirut 1986) p.48

Artinya :

فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا * فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح

فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى * وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح

Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.

Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu. Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?

-          Nashihat IMAM MALIK RA:

و من تصوف و لم يتفقه فقد تزندق
من تفقه و لم يتصوف فقد تفسق
و من جمع بينهما فقد تخقق

“ dia yang sedang Tasawwuf tanpa mempelajari fikih rusak keimanannya , sementara dia yang belajar fikih tanpa mengamalkan Tasawwuf rusaklah dia . hanya dia siapa memadukan keduannya terjamin benar .

Rujukan :

Al hikam, ibnu athoillah alasykanadary

Buletin Islam Al Ilmu Edisi 31/II/I/1425. (Buletin sesat wahaby)

Fadhilah alqu’an penjelasan hadith ke 18, hal 25-27, Syaikh Maulana Zakariyya, era ilmu kuala lumpur.

Futuh Mishr wa Akhbaruha, Ibn ‘Abd al-Hakam  wafat 257 H

Tarjamah Kitab Alhikam Syaikh Ibnu Athoillah, H. Salim Bahreisy,  Victory Agencie, Kuala Lumpur, 2001, pp 33-34.)

Ucapan Nabi Isa as dalam kisah-kisah literature umat islam, Tarif Khalidi

http://salafytobat.wordpress.com

About these ads

6 Responses

  1. sangat bagus sekali materi materi yang di ungkap,,,

    apakah ada tahapan terlebih dahulu untuk menimba ilmu tersebut?
    sesungguhnya saya ingin bertakwa kepada Allah SWT. dengan mengenal kekuasan dan kemurahan – Nya.

    semoga dapat bermanfaat bagi muslim semua..

  2. Assalamualaikum wr.wb.
    saya ingin berbagi pengalaman tentang apa yang pernah saya lami,saya ngak mengerti apakah itu ilmu laduni atau bukan.Namun saya sangat merasakan kebesaran Allah terhadap diri saya semenjak saya mengamalkan zikir kepada Allah. tahapan yang harus kita lakukan adalah
    1kita harus mempunyai niat bahwa kita ingin lebih dekat dengan Allah.
    2.Kita melaksanakan apa yang di wajibkan Allah terhadap kita.
    3.Kita bersungguh-sungguh dalam beribadah,mengikuti apa yang di ajarkan Nabi Muhammad,apabila ini telah kita jalni kita akan merasa kurang dengan yang wajib dan kita akan mencari tambahan ibadah sunah.
    4.Apabiala persaan itu telah timbul maka kita luangkan waktu pada malam hari bersama Allah.
    Dengan cara sbb:
    .Setelah Sholat isya dan keperluan lainyan,sudah istirahat dari aktifitas duniawi.
    Sholat sunat taubat dua rakaat,tempat sholat sebaiknya sunyi dan gelap kalau di rumah dilakukan di dalam kamar,selesai sholat baca istigfar sebanyak banyak nya sambil mengigat dosa-dosa yang pernah kita lakukan baik yang besar maupun yang kecil.Atas izin Allah kita seolah-olah menyaksikan film dokumenter terhadap dosa yang pernah kita lakukan kemudian airmata akan bercucuran badan dingin dan mengigil timbul rasa takut kepada Allah yang amat dalam,dan kita akan mesarakan tubuh kita tidak ada apa-apanya di hadapn Allah.kemudian bacaan istigfar dengan sendirinya akan berganti dengan bacaan lailahaillalah,bacaan ini terus di ucapkan dan akan timbulah di hati kita ketentraman, kalau kita disisi yang maha kuasa,maha kaya,maha agung dst.
    Disaat kita telah merasakan ketentraman itu seolah-olah kita tidak lagi berada di dunia kita telah berada di alam lain disaat inilah kita menerima petunjuk hikmah,ilham dan sebagainya,biasanya hal seperti ini berlangsung 1- 2 jam dan kita kembali seperti semula.Yang sangat penting diingat,apa yang kita peroleh dari bisikan-bisikan goib tadi harus kita rujuk kembali kepada hadis dan Alquran,kalau sesuai di amalkan,tapi kalau bertentangan atau ragu tingalkan.di takutkan itu bisikan syetan.
    Saya pernah di lafatkan kepada saya bacaan Rabirsyhali,syadri dan seterusanya,kemudian saya tanya sama ustaz rupanya itu terdapat dalam Alquran dan merupakan Doa nabi musa sewaktu diperintyah Allah menghadap Fir’aun.dan doa itu terus saya pakai kalau mau azan dan berbicara dengan orang lain.
    Jadi saya sarankan tidak menerima mentah-mentah dari apa yang di sampaikan kepada kita,sebaiknya kita harus mempunyai kitbTafsir dan kitab sunah sebagai rujukan.Atau guru tempat bertanya
    Namun yang terpenting kita beniat lilataala,jangan pernah merubah niat karna nanti kita akan diuji,contonya dalam keadaan zikir saya ditanya oleh suara dari bisikan ,kamu mau apa kalau harta kuncinya ada di tangan kananmu kalau kekuasaan ada di tangan kirimu, atas izin Allah saat itu saya jawab saya tidak mau yang kiri maupun yang kanan saya mau lurus kedepan mengharap ridho Allah.dan akan banyak ujian yang lain-lainya,maka kita harus teguh dengan niat awal lillahitaala.Proses untuk itu memakan waktu berhari -hari bahkan berbulan-bulan jadi kita harus sabar dan tetap istiqomah menjalankan nya setiap hari ,insya Allah natinya hati tak pernah lepas dari Allah,waktu sholat kita rindukan,sholat kesenagan dan bermacam hal yang tidak munkin saya sebutkan satu persatu.InsyaAllah saya sudah menjalaninya selama 5 th.
    Semoga bermamfaat bagi Hamba Allah yang berkeinginan lebih dekat dengan ALLAH,

    Wassalam. Mayendra – Medan.

  3. Mksh ya mas atas saran2.a,insya allah sy bs mnjlnkan apa mas srnkan dgn ht yg ikhls.

  4. Assalammualaikum Wr Wb.

    Saudaraku Mayendra, boleh minta emailnya? barangkali kita bisa bersahabat, sayapun masih dalam tahap belajar seperti antum. banyak hal yg tidak bisa dibicarakan dengan orang yg tidak menjalaninya. semoga ALLAH SWT merahmatimu.

    Wassalammualaikum Wr Wb

  5. Termksih,,insyaAllah itu brmnfaat bg sya.

  6. subhannalloh. .
    bgtu mulianya orang yang diberikan hdayah oleh ALLAH swt..
    smga kta selalu di berikan ridho ALLAH dalam melangkah. . .
    dan selalu istqomah dalam syari’ah islam. .

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 411 other followers

%d bloggers like this: