SHALAT SUNNI VS WAHABI WAHABI INDIA SHALAT

 

wahaby made in yahudi tengah sholat

kesalahan wahabi dalam shalat ( kaki terlalu lebar macam katak nak lompat)

KESALAHAN SHALAT WAHABY

SHALAT SUNNI 4 MADZAB FOLLOWERS ( AHLUSUNNAH WAL JAMAAH)
– SHAFT RAPAT KERANA BAHU/PUNDAK RAPAT
– SHAFT LURUS

SHALAT WAHABY ( KHAWARIJ)
– KAKI TERLALU LEBAR SEHINGGA PUNDAK/BAHU RENGGANG
– KAKI TERLALU LEBAR MENEKAN/MENGINJAK ORANG DISEBELAH SEHINGGA MENGGANGU SHALAT ORANG LAIN

 

The Feet In Salaat – The Salafi Error
Conclusion
1. According to the Hambali Math-hab there should be a ‘small’ gap between the feet of the musalli.
2. According to the Maaliki Math-hab, the distance should be moderate, neither together nor so wide apart which is considered repugnant.
3. According to the Shaafi Math-hab, the gap between the feet should be one hand. It is Makrooh to spread the feet wider than this.
4. According to the Hanafi Math-hab, the distance between the feet should be four fingers.
This is the Sunnah and the Way of the Salf-e-Saaliheen. The Salafis have no authority from the Salf-e-Saaliheen to substantiate its view of bid’ah.
The Feet in Salaat
By Mujlisul Ulama of South Africa
P.O. Box 3393
Port Elizabeth, 6056
South Africa
From: http://themajlis.net/Books.html

jalan / thariqah nabi dan ummatnya adalah dakwah (berdasar alqur’an dan hadis)

INILAH JALAN / THARIQAH NABI DAN CARA MENGHILANGKAN SYIRIK:

Iman yang sempurna tanpa SYIRIK didapat dengan dakwah:

[12:108] Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata , Jalanku dan orang-orang yang mengikutiku , Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS Yusuf 108)
——————————–

Suatu Hari Rasulullah Saw Mendatangi Sebuah Kubur :-: Rasulullah Saw Mengambil Sebatang Rating Kemudian Mengaris-Gariskan Di Atas Tanah.
*
Sahabat Bertanya :- Wahai Rasulullah ! :-: Apa Yang Sedang Kamu Lakukan ?
*
Jawab Baginda :-: Sesungguhnya Jalan Di Dunia Ini Terlalu Banyak :-: Tetapi Jalanku Hanya Satu.

 

jalan dakwah nabi JIKA DAKWAH DITINGGALKAN 3 JIKA DAKWAH DITINGGALKAN 2 khawarij al jamaah maksud dakwah beriringan

PERANG SESAMA WAHABY PECAH DI SYIRIA = ISIL (WAHABY SAUDY) VS JABHAH NUSRA (WAHABY QUTHBIYUN)

إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ

Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang membuat kerusakan. (Qs. Yunus, 10: 81)

 

PEMBUNUHAN KOMANDAN JABHAH NUSRA (ABU MUHAMMAD)  OLEH ISIS

Ini video yang menyingkap kesimpangsiuran siapa pelaku pembunuhan Abu Muhammad Fatih, komandan Jabhah Nusrah di Idlib. Video ini juga sebagai jawaban bahwa inilah manhaj isis yang sebenarnya dari ghuluw atau khawarijmya, tidak seperti yang mereka sangkal.

 

 

PEMBUNUHAN KOMANDAN JABHAH NUSRA (ABU MIQDA DAN 15 ORANG ISLAM SUNNI) OLEH ISIL/ISIS

Pada tanggal 16 mei 2014 ini kaum Muslimin Syam khususnya dan ummat islam pada umumnya dikejutkan lagi dengan 2 kejahatan terbaru yang dilakukan isis setelah sebelumnya berbagai aksi kejahatan isis sudah nampak jelas dan dirasakan oleh rakyat Suriah. Kali ini kejadian itu dilakukan dalam hari yang sama, yaitu :

Pertama : Bom mobil yang terjadi di kota Syahil- Dierzur, yang mengakibatkan korban 15 orang sipil terbunuh yang diantaranya adalah anak-anak dengan tubuh yang hancur mengenaskan dan sejumlah korban luka-luka akibat serangan bom mobil tersebut serta hancurnya rumah-rumah warga muslim.

Kedua : Pembunuhan atas akh mujahid bernama Abu Miqdam dari tanzhim Jabhah islamiyah (ALQAEDA) . Namun dibalas oleh isis dengan pembunuhan atas dirinya, tidak cukup disitu,… salah seorang anggota isis melakukan mutilasi (penyembelihan dengan memotong pangkal kepala saudara kita ini) dan menyebarkan photo aksinya dengan bangga. Laa haula walaa quwwata illa billah.

 

 

ISIS Confirms Saudi Royal Family Support

Captured ISIS identifies Emir Abdulrahman al Faisal as a key supporter of ISIS. Transcript below, Original version aired on Al Arabiya here: http://www.alarabiya.net/ar/arab-and-…

Interviewer: “Why do you (ISIS) monitor the movement of the Free Syrian Army?”
ISIS Captive: “I don’t exactly know why, but we received orders from ISIS Command”
Interviewer: “Who among the command at ISIS gave you these orders?”
ISIS Captive: “Prince Abdulrahman Al… Faisal, who is also known as Abu Faisal”

Prince Abdulrahman Al Faisal is a brother of King Abdullah and former Commander of the Saudi Air Force

 

 

KELUARGA KERAJAAN SAUDI BUAT PESTA RAHASIA TIAP MINGUU

MINUM ALKOHOL DAN PROSTITUSI

Peninggalan asli : nabi muhammad – shahabat dan para nabi (asli dari museum topkapi)

The Sacred Deposits of Prophet Mohammad (SAWS) at the Topkapi Palace in Istanbul. Exhibition prepared by Dr. Khaled Omar Tadmori (Tripoli, Lebanon). Narration in Arabic.

Inilah bendera / panji nabi dan sahabat ( pasukan dakwah sahabat) : warna Hijau ( real flag of the prophet Muhammad pbuh)

bendera nabi ok

 

 

BENDERA NABI

 

 

Inilah 2 bendera / panji nabi dan sahabat ( pasukan dakwah sahabat) : warna Hijau ( real flag of the prophet Muhammad pbuh)

warna dasar : hijau

merah pada daerah tulisan

tersimpan di museum turki

Maksud hadis “mengikuti al jamaah” adalah mengikuti golongan mayority umat islam dari dulu hingga kiamat (assawad al a’dzhom)

Janganlah mengasingkan diri dari mayoritas kaum muslim  

alfetih shalat

Potongan firman Allah ta’ala yang disalahgunakan oleh kaum Zionis Yahudi untuk menghasut atau melancarkan ghazwul fikri (perang pemahaman) agar kaum muslim tidak mentaati sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mengikuti as-sawad al a’zham (mayoritas kaum muslim) adalah yang artinya

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah” (QS Al An’Am [6]:116)

Padahal firmanNya selengkapnya adalah yang artinya

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (QS Al An’Am [6]:116)

Jadi yang dimaksud “kebanyakan orang-orang yang di muka bumi” adalah orang-orang yang mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” dan dari asbabun nuzul ayat tersebut mereka adalah yang menghalalkan memakan apa-apa yang telah diharamkan Allah dan mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan Allah, menyatakan bahwa Allah mempunyai anak.

Hadits yang disalahgunakan oleh kaum Zionis Yahudi untuk menghasut atau melancarkan ghazwul fikri (perang pemahaman) agar kaum muslim tidak mentaati sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mengikuti as-sawad al a’zham (mayoritas kaum muslim) adalah

Badaal islamu ghoriban wasaya’udu ghoriba kama bada’a fatuuba lil ghoroba“ ,

Islam datang dalam keadaan asing dan akan akan kembali asing maka beruntunglah orang-orang yang asing itu”.. (Hr Ahmad)

Kalau asing ditengah-tengah orang kafir atau orang yang sesat, tentulah hal yang benar namun asing ditengah-tengah as-sawad al a’zham (mayoritas kaum muslim) maka itulah yang dimaksud keluar seperti anak panah yang meluncur dari busurnya menjadi khawarij atau orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah at Tamimi An Najdi yang pemahamannya telah keluar (kharaja) dari pemahaman mayoritas kaum muslim (as-sawad al a’zham). Khawarij adalah bentuk jamak (plural) dari kharij (bentuk isim fail) artinya yang keluar

Orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah dari Bani Tamim An Najdi , mereka membaca Al Qur`an dan mereka menyangka bahwa Al Qur`an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al Qur`an itu adalah (bencana) atas mereka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan muncul suatu sekte/firqoh/kaum dari umatku yang pandai membaca Al Qur`an. Dimana, bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan mereka. Demikian pula shalat kalian daripada shalat mereka. Juga puasa mereka dibandingkan dengan puasa kalian. Mereka membaca Al Qur`an dan mereka menyangka bahwa Al Qur`an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al Qur`an itu adalah (bencana) atas mereka. Shalat mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya”. (HR Muslim 1773)

Shalat mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan” artinya sholat mereka tidak sampai ke hati yakni sholatnya tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar sehingga mereka semakin jauh dari Allah ta’ala

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia tidak bertambah dari Allah kecuali semakin jauh dariNya” (diriwayatkan oleh ath Thabarani dalam al-Kabir nomor 11025, 11/46)

Firman Allah ta’ala yang artinya “Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar” (QS al Ankabut [29]:45).

Contohnya pada masa sekarang mereka yang pemahamannya telah keluar (kharaja) dari pemahaman mayoritas kaum muslim (as-sawad al a’zham) seperti pelaku bom atau pengrusakan masjid, pengrusakan kuburan kaum muslim, pelaku bom bunuh diri di negeri yang dipenuhi kaum muslim dan tidak pula dalam keadaan perang

Mereka bersikap radikalisme atau ekstremisme karena salah memahami firmanNya seperti yang artinya

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.” (QS At Taubah [9]:123)

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian”. (QS At Taubah [9]:5)

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu; dan fitnah” (QS Al Baqarah [2]:191)

Mereka bersikap radikalisme atau ekstremisme dikarenakan pembagian tauhid menjadi tiga (tauhid Rububiyyah, tauhid Uluhiyyah, tauhid Asma’ was Shifaat) sehingga berkeyakinan bahwa kaum muslim pada umumnya (as-sawad al a’zham) telah kafir, menyekutukan Allah, dan lepas dari tali tauhid

Mereka berakhlak buruk dapat ditimbulkan dari hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilancarkan oleh kaum Zionis Yahudi bahwa “Tuhan adalah jauh” bertentangan dengan firmanNya yang artinya “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat”. (QS Al Baqarah [2]:186).

Mereka terindoktrinisasi bahwa Tuhan bertempat di suatu tempat yang jauh mengikuti aqidah Fir’aun sebagaimana yang telah diuraikan dalam tulisan padahttps://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/09/14/terhasut-aqidah-firaun/

Sehingga mereka secara psikologis atau alam bawah sadar mereka menjauhkan diri dari Allah atau berpaling dari Allah sehingga terbentuklah akhlak yang buruk

Akhlak yang buruk adalah mereka yang tidak takut kepada Allah atau mereka yang berpaling dari Allah atau menjauhkan diri dari Allah karena mereka memperturutkan hawa nafsu.

Firman Allah ta’ala yang artinya

…Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah..” (QS Shaad [38]:26)

Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS An’Aam [6]:56 )

Jadi orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah dari Bani Tamim an Najdi adalah korban hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) dari kaum Zionis Yahudi sehingga mempergunakan ayat-ayat yang diturunkan bagi orang-orang kafir lantas mereka terapkan untuk menyerang kaum muslim

Abdullah bin Umar ra dalam mensifati kelompok khawarij mengatakan: “Mereka menggunakan ayat-ayat yang diturunkan bagi orang-orang kafir lantas mereka terapkan untuk menyerang orang-orang beriman”.[Lihat: kitab Sohih Bukhari jilid:4 halaman:197].

Oleh karena itu janganlah menyempal atau mengasingkan diri dari mayoritas kaum muslim (as-sawad al a’zham)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“إِنَّ اللهَ لَا يُجْمِعُ أُمَّةِ عَلَى ضَلَالَةٍ وَيَدُ اللهِ مَعَ الجَمَاعَةِ وَمَنْ شَذَّ شَذَّ إِلَى النَّارِ”

Sesungguhnya Allah tidak menghimpun ummatku diatas kesesatan. Dan tangan Allah bersama jama’ah. Barangsiapa yang menyelewengkan, maka ia menyeleweng ke neraka“. (HR. Tirmidzi: 2168).

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari XII/37 menukil perkataan Imam Thabari rahimahullah yang menyatakan: “Berkata kaum (yakni para ulama), bahwa jama’ah adalah as-sawadul a’zham (mayoritas kaum muslim)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah as-sawad al a’zham (mayoritas kaum muslim).” (HR.Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih)

Ibnu Mas’ud radhiallahuanhu mewasiatkan yang artinya: ”Al-Jama’ah adalah sesuatu yang menetapi al-haq walaupun engkau seorang diri

Maksudnya tetaplah mengikuti Al-Jamaah atau as-sawad al a’zham (mayoritas kaum muslim) walaupun tinggal seorang diri di suatu tempat yang terpisah. Hindarilah firqoh atau sekte yakni orang-orang yang mengikuti pemahaman seorang ulama yang telah keluar (kharaja) dari pemahaman mayoritas kaum muslim (as-sawad al a’zham).

Dari Ibnu Sirin dari Abi Mas’ud, bahwa beliau mewasiatkan kepada orang yang bertanya kepadanya ketika ‘Utsman dibunuh, untuk berpegang teguh pada Jama’ah, karena Allah tidak akan mengumpulkan umat Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam kesesatan. Dan dalam hadits dinyatakan bahwa ketika manusia tidak mempunyai imam, dan manusia berpecah belah menjadi kelompok-kelompok maka janganlah mengikuti salah satu firqah/sekte. Hindarilah semua firqah/sekte itu jika kalian mampu untuk menghindari terjatuh ke dalam keburukan”.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa Islam pada akhirnya akan asing pula sebagaimana pada awalnya karena pada umumnya kaum muslim walaupun mereka banyak dan menjalankan perkara syariat namun mereka gagal untuk sampai (wushul) kepada Allah atau mereka gagal mendekatkan diri kepada Allah ta’ala atau mereka gagal meraih maqom disisiNya

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda “Sesungguhnya Islam itu pada mulanya datang dengan asing dan akan kembali dengan asing lagi seperti pada mulanya datang. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing”. Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang yang asing itu ?”. Beliau bersabda, “Mereka yang memperbaiki dikala rusaknya manusia”. [HR. Ibnu Majah dan Thabrani]

Orang yang asing, orang-orang yang berbuat kebajikan ketika manusia rusak atau orang-orang shalih di antara banyaknya orang yang buruk, orang yang menyelisihinya lebih banyak dari yang mentaatinya”. (HR. Ahmad)

Islam pada awalnya datang dengan asing diantara manusia yang berakhlak buruk (non muslim / jahiliyah). Tujuan beragama adalah untuk menjadi manusia yang berakhlakul karimah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan Akhlak.” (HR Ahmad)

Firman Allah ta’ala yang artinya,

Sungguh dalam dirimu terdapat akhlak yang mulia”. (QS Al-Qalam:4)

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab:21)

Imam Sayyidina Ali ra berpesan, “Allah subhanahu wa ta’ala telah menjadikan akhlak mulia sebagai perantara antara Dia dan hambaNya. Oleh karena itu,berpeganglah pada akhlak, yang langsung menghubungkan anda kepada Allah

Salah satu tanda yang utama dari seorang muslim yang dekat dengan Allah adalah berakhlakul karimah sehingga akan berkumpul dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, para Nabi, para Shiddiqin dan Syuhada

Firman Allah ta’ala yang artinya,

…Sekiranya kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorangpun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki…” (QS An-Nuur:21)

Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (QS Shaad [38]:46-47)

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu” (QS Al Hujuraat [49]:13)

Tunjukilah kami jalan yang lurus , (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka” (QS Al Fatihah [1]:6-7)

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang sholeh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya .” (QS An Nisaa [4]: 69)

Muslim yang terbaik bukan nabi yang mendekatkan diri (taqarub) kepada Allah sehingga meraih maqom disisiNya dan menjadi kekasih Allah (wali Allah) adalah shiddiqin, muslim yang membenarkan dan menyaksikan Allah dengan hatinya (ain bashiroh) atau muslim yang bermakrifat. Bermacam-macam tingkatan shiddiqin sebagaimana yang diuraikan dalam tulisan padahttps://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/01/14/2011/09/28/maqom-wali-allah

Muslim yang bermakrifat atau muslim yang menyaksikan Allah ta’ala dengan hati (ain bashiroh) adalah muslim yang selalu meyakini kehadiranNya, selalu sadar dan ingat kepadaNya.

Imam Qusyairi mengatakan “Asy-Syahid untuk menunjukkan sesuatu yang hadir dalam hati, yaitu sesuatu yang membuatnya selalu sadar dan ingat, sehingga seakan-akan pemilik hati tersebut senantiasa melihat dan menyaksikan-Nya, sekalipun Dia tidak tampak. Setiap apa yang membuat ingatannya menguasai hati seseorang maka dia adalah seorang syahid (penyaksi)

Ubadah bin as-shamit ra. berkata, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata: “Seutama-utama iman seseorang, jika ia telah mengetahui (menyaksikan) bahwa Allah selalu bersamanya, di mana pun ia berada

Rasulullah shallallahu alaihi wasallm bersabda “Iman paling afdol ialah apabila kamu mengetahui bahwa Allah selalu menyertaimu dimanapun kamu berada“. (HR. Ath Thobari)

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حَفْصٌ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ رَآهُ بِقَلْبِهِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Hafsh dari Abdul Malik dari ‘Atha’ dari Ibnu Abbas dia berkata, “Beliau telah melihat dengan mata hatinya.” (HR Muslim 257)

Imam Sayyidina Ali r.a. pernah ditanya oleh seorang sahabatnya bernama Zi’lib Al-Yamani, “Apakah Anda pernah melihat Tuhan?”
Beliau menjawab, “Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?”
“Bagaimana Anda melihat-Nya?” tanyanya kembali.
Sayyidina Ali ra menjawab “Dia tak bisa dilihat oleh mata dengan pandangan manusia yang kasat, tetapi bisa dilihat oleh hati”

Sebuah riwayat dari Ja’far bin Muhammad beliau ditanya: “Apakah engkau melihat Tuhanmu ketika engkau menyembah-Nya?” Beliau menjawab: “Saya telah melihat Tuhan, baru saya sembah”. “Bagaimana anda melihat-Nya?” dia menjawab: “Tidak dilihat dengan mata yang memandang, tapi dilihat dengan hati yang penuh Iman.”

Jika belum dapat melihat Allah dengan hati (ain bashiroh) atau bermakrifat maka yakinlah bahwa Allah Azza wa Jalla melihat kita.

Lalu dia bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kamu takut (khasyyah) kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya (bermakrifat), maka jika kamu tidak melihat-Nya (bermakrifat) maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR Muslim 11)

Firman Allah ta’ala yang artinya “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS Al Faathir [35]:28)

Muslim yang takut kepada Allah karena mereka selalu yakin diawasi oleh Allah Azza wa Jalla atau mereka yang selalu memandang Allah dengan hatinya (ain bashiroh), setiap akan bersikap atau berbuat sehingga mencegah dirinya dari melakukan sesuatu yang dibenciNya , menghindari perbuatan maksiat, menghindari perbuatan keji dan mungkar hingga dia dekat dengan Allah ta’ala karena berakhlakul karimah meneladani manusia yang paling mulia Sayyidina Muhammad Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

 

Wassalam

 

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

 

kabar gembira bagi sunni pengikut imam 4 madzab :

Sabda Rasulullah SAW ketika menggali parit dalam peperangan Khandaq, “…Konstantinopel (kini Istanbul) akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera…” (Hadis riwayat Imam Ahmad)
(sultan alfateh turki usmani bermadzzab hanafi-aqidah asya’irah maturudiyah laa wahaby)

ijtima / perhimpunan umat islam di jepang 2014 : japan / jepang juga kirim jemaah dakwah ke seluruh alam

perkembangan umat islam dan dakwahislam di jepang

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 420 other followers