Mullah Abdul Salam Hanafi (mantan gubernur Taliban) : Taliban (wahabi) dilatih oleh Inggris dan digaji $300/bulan

Pakistan Sembunyikan Mullah Umar?

Seorang yang konon katanya mantan anggota senior kelompok Taliban mengatakan, bahwa pasukan keamanan Pakistan menyembunyikan buronan pemimpin Taliban, Mullah Umar di Karachi.

Mullah Abdul Salam Hanafi mengatakan kepada sebuah situs berita Afghanistan bahwa Mullah Umar sekarang ini berada di kota Karachi Pakistan. Hanafi adalah mantan gubernur Provinsi Urozgan di bawah rezim Taliban.

Perkembangan ini datang sewaktuAS dan sekutunya berniat untuk menghapus Mullah Umar dari daftar hitam dalam upaya untuk memberikan persemaian yang cocok untuk menyimpan kontak dengan Taliban.

Pejabat senior di Inggris telah menyebarkan gagasan untuk melakukan perdamaian dengan Taliban – kelompok yang dianggap seolah-olah salah satu tujuan utama invasi pimpinan Amerika ke Afghanistan pada tahun 2001.

Mullah Umar, pendiri Taliban Afganistan adalah kepala negara de facto pemerintahan daulah Islam Afghanistan dari tahun 1996 sampai 2001.

Dia menghilang dalam invasi AS tahun 2001 ke Afganistan. Pasukan AS sendiri belum berhasil menangkap Mullah Umar, atau pimpinan al-Qaidah Usamah bin Ladin setelah sembilan tahun berlalu.

Hanafi itu juga mengklaim bahwa tentara asing dan Taliban terlibat dalam permainan yang rumit di Afghanistan.

Dia mengatakan pasukan Inggris telah melatih pasukan Taliban dan Taliban dibayar setiap bulannya sebesar tiga ratus dolar.

Mantan pejabat Taliban ini mengatakan para anggota Taliban yang didukung oleh Inggris hidup bebas di provinsi Helmand dan tidak pernah menjadi sasaran serangan.

Dia menyatakan bahwa pasukan Inggris mengatakan kepadanya bahwa mereka berencana untuk tinggal di Afghanistan selama 40 tahun mendatang. (fq/prtv)

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/pakistan-sembunyikan-mullah-umar.htm

——-

OR YOU CAN SEARCH IN YOUTUBE :

Jewish Zionist faking Al Qaeda

Zionist used al aqaida to destroy WTC (9/11)

9/11 CONSPIRACY: MORE PROOF OF BOMBS PLANTED IN THE TOWERS!!

OR :  http://www.youtube.com/watch?v=h7cvjBViV7g&feature=related

Alqaida  hanya memusuhi Amerika & HAMAS palestine?

Ternyata ada Agen Yahudi di Al qaida!

ketahuilah, Syiah adalah pemecah umat islam yang didirikan oleh YAHUDI YANG PURA PURA MEMELUK ISLAM.

KINI MUNCULAH GOLONGAN TAKFIRI WAHABI JIHADI / SALAFY JIHADI/ TERORIS ALQAIDA YANG DIDALAMNYA BANYAK ANTEK ANTEK ZIONIST.

“Zionist yahudi ingin menguasai dunia penghalangnya adalah Islam dan Kristen”bagai mana yahudi untuk mengalahkan islam dan kristen?
1. Yahudi mengadu islam  vs kristen dengan membuat aliran-aliran radikal (spt majelis  mujahidin indonesia (wahaby), noordin M top cs (wahaby), taliban (wahaby)
Sedangkan taliban/alqaida adalah pendatang yang memecah balah umat islam di afgan dan yang merusak perjuangan suci rakyat afgan melawan penjajah, ia menegakan hukum wahaby bukan hukum islam), dsb.

2. Mengadu sesama umat islam (membuat aliran-aliran sesat seperti wahhaby, islam liberal dsb.)

3. Mengadu sesama kristen (seperti membuat aliran-aliran radikal  dalam kristen)

—————————————————————————

Kakek Jubir Al-Qaidah untuk AS Penyumbang Negara Israel?

Laporan dari saluran televisi Israel Channel 10 menyebutkan bahwa juru bicara Al-Qaidah untuk Amerika yaitu Yahya Adam Gadahn, yang merupakan salah satu yang orang yang paling dicari oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya setelah Usamah bin Ladin adalah orang keturunan Yahudi.

Channel 10 melaporkan bahwa Yahya adalah seorang Yahudi bernama Adam Perlman sebelum ia mengumumkan dirinya masuk Islam dan menjadi salah satu yang orang yang dianggap paling berbahaya dan merupakan pembantu senior Usaman bin Ladin.

Laporan itu mengatakan bahwa kakek Gadahn adalah seorang Yahudi, dan telah menjadi penyumbang sejumlah besar uang bagi negara Yahudi Israel.”

————————————————–

———————————————————————————-

TERORIS ALQAIDA (ANTEK ZIONIST) HANYA MENGADU DOMBA MUSLIM DENGAN USA SEMENTARA IA MEMERANGI HAMAS DAN MEMECAH BELAH PERLAWANAN RAKYAT PALESTINE MELAWAN ISRAEL..LIHATLAH KETUA ALQAIDA PALESTINE MENDIRIKAN NEGARA BARU DAN MENGKAFIRKAN HAMAS! DAN SEMUA ANTEK ALQAIDA BERSUMPAH TIDAK AKAN MEMBERITAKAN TENTANG HAMAS! BUKTI ARRAHMAH ANTEK WAHABY ALQAIDA MEMUSUHI HAMAS :

—————————————————————

Di Saudi Arabia (daulah rezim wahabi) Ada Pangkalan Militer Kafir USA dan Zionist Israel



Awal mula berdirinya israel adalah runtuhnya kekhalifan Sunni Turki ustmani yang disebabkan pengkhianatan arab badwi wahabi pimpinan king FAISAL DAN LAWRENCE DE ARABIA (YAHUDI AGEN BRITISH). Ini adalah video dokumenter tentang pengkhianatn wahhaby ini :

Rezim Wahhaby Saudi arabia  adalah madzab sesat buatan yahudi british untuk menghancurkan islam dari dalam serta mengadu domba islam dnegan kristen. Ini bertujuan agar zionis yahudi laknatullah lebih mudah mengusai palestine dan dunia. Inilah pemimpin rezim suadi arabia (Raja fahd) yang dengan bangga berkawan dengan zionis britis dan berkalung salib:

Bush Su\

Logo Resmi Kerajaan British (Inggris) ternyata adalah Logo Freemason Zionist

antichrist prince william

Wahhaby symbol (Saudi arabia kingdom or wahhaby kingdom  symbol)

from : http://www.alriyadh.gov.sa/election/en-sh.asp

An emblem was designed for the elections campaign. It evokes the national symbol of Saudi Arabia and highlights the electoral process as a continuous build up and preservation of the country’s achievements in the field of development.

The campaign also selected a quotation from the address of the Custodian of the Two Holy Mosques King Fahd bin Abdul Aziz (Chief of wahhaby) in which he called on the citizens to practice the election process as it is a participation in the decision making.

Advertisements

Pelaku Terorisme dan Bom bunuh diri ala alqaida DIJAMIN MASUK NERAKA

Dr.Tahir-ul-Qadri ‘s Historic Edict against Terrorist and Suicide Bomber 1 of 8

Dr.Tahir-ul-Qadri ‘s Historic Edict against Terrorist and Suicide Bomber 2 of 8

Dr.Tahir-ul-Qadri ‘s Historic Edict against Terrorist and Suicide Bomber 3 of 8

Dr.Tahir-ul-Qadri ‘s Historic Edict against Terrorist and Suicide Bomber 4 of 8

Dr.Tahir-ul-Qadri ‘s Historic Edict against Terrorist and Suicide Bomber 5 of 8

Dr.Tahir-ul-Qadri ‘s Historic Edict against Terrorist and Suicide Bomber 6 of 8

Dr.Tahir-ul-Qadri ‘s Historic Edict against Terrorist and Suicide Bomber 7 of 8

Dr.Tahir-ul-Qadri ‘s Historic Edict against Terrorist and Suicide Bomber 8 of 8

http://www.minhaj.org/english/index.htmlhttp://www.minhaj.org/english/index.html

Sheikh Muhammad Tahir-ul-Qadri Serukan Fatwa Antiteror
Tertulis Paling Detail, Setelah 600 Halaman

LONDON – Seruan para ulama bahwa Islam menentang terorisme sudah banyak dan sangat sering muncul. Kali ini giliran ulama Inggris kelahiran Pakistan, Sheikh Muhammad Tahir-ul-Qadri, yang menyuarakan fatwa antiteror.

Tak tanggung-tanggung, Sheikh Qadri membuat dan mengeluarkan fatwa antiteror tersebut setebal 600 halaman. Itu mungkin fatwa paling detail soal antiterorisme.

Sheikh Qadri melukiskan, aksi terorisme kelompok Islam militan merupakan pemahaman dan konsep keliru tentang jihad. Dalam fatwanya, dia menyebutkan bahwa terorisme, selamanya maupun dalam kondisi apa pun, bertentangan dengan Islam. Dia meyakini para teroris yang melakukan pembunuhan tidak akan masuk surga seperti keyakinan mereka. Sebaliknya, mereka akan masuk neraka.

”Para teroris merupakan pahlawan api neraka,” serunya. Alasannya, tindakan para teroris tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga sia-sia dan menjurus kufur (kafir).

Kepada majalah Time maupun jaringan televisi CNN, Sheikh Qadri menyatakan tidak khawatir atau takut dengan pembalasan kelompok militan maupun orang-orang yang memusuhinya. ”Saya tidak takut dengan pembalasan siapa pun di bumi,” tegasnya pada Minggu lalu (14/3). ”Saya bekerja untuk menjembatani dunia muslim dan Barat, menghapuskan kebencian, dan membuang kesalahpahaman (tentang Islam),” lanjutnya.

Pernyataan Sheikh Qadri itu disampaikan hampir sepekan setelah dia mengeluarkan fatwa setebal 600 halaman di London. Fatwanya mengutuk keras para teroris sebagai ”musuh-musuh terbesar Islam”. Dia juga mengkritik keras kalangan Islam militan yang mengutip dan menyalahgunakan ajaran Islam untuk membenarkan tindakan kekerasan mereka.

”Terorisme dan kekerasan tidak bisa dibenarkan dalam Islam dengan menggunakan alasan apa pun,” ujarnya. ”Setiap niat baik atau kesalahan kebijakan luar negeri dari negara tertentu atau dalih apa pun tidak bisa digunakan untuk melegalisasi tindakan terorisme,” tegasnya.

Fatwa Sheikh Qadri dirilis di lapangan St. James Park, London, pekan lalu. Lokasi tersebut persis di seberang Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris (Britain’s Foreign Office). Sheikh Qadri menegaskan bahwa dirinya dan Minhaj ul-Quran, organisasi yang didirikannya di Pakistan, sama sekali tidak didukung pemerintah mana pun.

Sejak serangan teror 11 September 2001 (9/11) di New York, AS, banyak ulama mengeluarkan fatwa yang mengutuk aksi terorisme. Termasuk, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei hingga Sheikh Yusuf al-Qaradawi. Pada 2008, sekitar 6 ribu ulama di India juga mengeluarkan fatwa antiteror.

Sheikh Qadri juga termasuk di antara 170 ulama dan cendekiawan Islam dari berbagai mazhab di dunia yang menandatangani fatwa anterorisme di Amman, Jordania, pada 2005. Tetapi, tidak ada satu pun fatwa itu yang mampu menghentikan aksi terorisme. Fatwa Amman keluar sehari setelah empat aksi bom bunuh diri meledakkan stasiun kereta api di Inggris dan menewaskan 52 orang.

Setelah tragedi 9/11, di stasiun TV Al Jazirah Sheikh Qaradawi membedakan antara para pelaku bom bunuh diri anggota Al Qaidah dan jihad warga Palestina. Dia mengecam dan mengutuk aksi bom bunuh diri Al Qaidah, tetapi menyebut jihad warga Palestina benar dan absah.

Kepada CNN, Sheikh Qadri memang menyatakan tidak yakin bahwa pesan atau fatwanya akan sampai kepada sekelompok kecil militan yang sudah dicuci otaknya. Tetapi, dia percaya bahwa ratusan ribu anak muda, yang berpotensi menjadi radikal, mau dan akan mendengarkan fatwanya. (CNN/c4/dwi)

[Ilmu aqidah] Mengenal Allah – 20 sifat wajib bagi Allah – 20 sifat mustahil bagi Allah – 1 sifat jaiz bagi Allah

Wajib bagi setiap mukallaf dan muslim mempercayai bahawa terdapat beberapa sifat kesempurnaan yang tidak terhingga bagi Allah. Maka, wajib juga dipercayai akan sifat Allah yang dua puluh dan perlu diketahui juga sifat yang mustahil bagi Allah. Sifat yang mustahil bagi Allah merupakan lawan kepada sifat wajib.

Sifat wajib pula terbahagi juga empat bahagian iaitu nafsiah, salbiah, ma’ani atau ma’nawiah.

Bab 5 : Mengenal Allah S.W.T.

1. Mengenal Allah s.w.t adalah fardhu Ain atas tiap-tiap mukallaf dengan mengetahui namaNya dan sifat-sifatNya yang bertepatan dengan syarak yang berlandaskan ajaran para Nabi dan Rasul.

2. Nama-nama Allah s.w.t (Al-Asma ‘ul-Husna) dan sifat-sifat yang Maha Besar dan Maha Tinggi. Nama Allah s.w.t yang lebih masyhur di antara segala nama-namaNya ialah Allah, disebut lafaz Al-Jalalah (Lafaz yang Maha Besar) dan yang lain daripada ini diketahui melalui Al-Quran dan Al-Hadith. Semuanya sentiasa menjadi sebutan umat Islam contohnya Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Quddus, As-Salam, Al-Mukmin.

3. Sifat-sifat yang diketahui oleh mukallaf terbahagi kepada dua bahagian :-


1) Mengetahui sifat-sifat Allah s.w.t dengan Ijmali (Ringkas) iaitu bahawa beriktiqad dan berpegang oleh seseorang dengan iktiqad yang putus (jazam) bahawa wajib bagi Allah s.w.t bersifat dengan sifat-sifat kesempurnaan yang layak dengan keadaan ketuhanan dan mustahil atasNya bersifat dengan apa-apa jua sifat kekurangan.

2) Mengetahui sifat-sifat Allah s.w.t dengan jalan tafsili (satu persatu) iaitu bahawa beriktiqad dan berpegang oleh seseorang dengan iktiqad yang putus dengan dalil aqli (dengan akal) dan dalil naqli (dengan Al-Quran dan Hadith) bahawa wajib dan beriktiqad dengan iktiqad yang putus dengan dalil aqli dan naqli. Maka mustahil atas Allah s.w.t bersifat dengan segala lawan sifatyang wajib tersebut.

4. Mengenal Allah s.w.t wajib melalui tiga perkara :-

1) Iktiqad yang putus (jazam) iaitu tiada syak, dzan dan waham. Jika iktiqadnya ada salah satu daripada tiga tadi maka tidak dinamakan mengenal Allah s.w.t.

2) Muafakat (bersetuju) iktiqad itu dengan yang sebenar (bertepatan dengan iktiqad Ahli Sunnah Wal-Jamaah), maka tidak dinamakan mengenal jika iktiqad tidak bertepatan dengan yang sebenar (Ahli Sunnah Wal-Jamaah) seperti iktiqad orang Nasrani dan Yahudi.

3) Dengan dalil sekalipun dengan dalil ijmali, jika iktiqadnya putus (jazam) serta bertepatan dengan Ahli Sunnah Wal-Jamaah tetapi jika tidak dengan dalil maka dinamakan taqlid.

5. Iktiqad yang tidak terputus atau tidak bertepatan dengan Ahli Sunnah Wal-Jamaah, maka para ulama membuat persetujuan bahawa menghukum orang itu kafir. Dan bagi iktiqad orang bertaqlid itu timbul perselisihan ulama padanya. Mengikut qaul yang muktamad orang yang bertaqlid itu tidak dihukumkan kafir jika taqlidnya putus dengan dihukum mukmin yang menderhaka (jika ia belajar maka tidak dihukumkan mukmin yang derhaka).

6. Makna taqlid ialah menerima perkataan orang lain dengan tidak mengetahui dalil dan keterangan.

7. Taqlid terbahagi kepada dua bahagian :-

1) Taqlid Jazam (putus)
– Iktiqad yang teguh dan tidak akan berubah walaupun orang yang diikuti itu berubah. Maka taqlid ini di sisi Ahli Sunnah Wal-Jamaah sah imannya kerana ada mempunyai iktiqad yang jazam (putus).

2) Taqlid yang tidak Jazam (Tidak Putus)
– Menerima perkataan orang lain dengan tidak teguh sekiranya orang yang diikuti seperti guru-gurunya, ibubapanya atau lainya. Iktiqad mereka berubah-ubah mangikut orang yang diikutinya. Maka taqlid ini dihukumkan tidak sah imannya kerana serupa imannya dengan syak,zhan atau waham(tiada putus).

8. Kesimpulannya iman orang yang bertaqlid sentiasa di dalam bahaya atau bimbang dan tergantung kebenarannya atas orang yang diikutinya. Jika benar perjalanan orang yang diikutinya seperti guru-gurunya maka mengikutnya selamat, tetapi jika sebaliknya binasalah mereka.

9. Hendaklah seseorang itu bersungguh-sungguh menuntut Ilmu Tauhid yang sahih supaya terlepas ia daripada syak dan waham dalam iman kerana di akhir zaman ini terdapat ramai ahli-ahli bida’ah.

10. Taqlid itu membawa mudharat kerana jalan membawa kepada sesat yang amat hina yang tiada layak pada seseorang manusia.


Bab 6 : Sifat 20

Adalah sifat-sifat yang wajib bagi Allah s.w.t. yang wajib bagi Allah yang wajib diketahui dengan tafsil ( satu persatu ) iaitu 20 sifat :


1. Wujud : Ertinya Ada

Iaitu tetap dan benar yang wajib bagi zat Allah Ta’ala yang tiada disebabkan dengan sesuatu sebab. Maka wujud ( Ada ) – disisi Imam Fakhru Razi dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi bukan ia a’in maujud dan bukan lain daripada a’in maujud , maka atas qaul ini adalah wujud itu Haliyyah ( yang menepati antara ada dengan tiada) .

Tetapi pada pendapat Imam Abu Hassan Al-Ashaari wujud itu ‘ain Al-maujud , kerana wujud itu zat maujud kerana tidak disebutkan wujud melainkan kepada zat. Kepercayaan bahawa wujudnya Allah s.w.t. bukan sahaja di sisi agama Islam tetapi semua kepercayaan di dalam dunia ini mengaku menyatakan Tuhan itu ada.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :
” Dan jika kamu tanya orang-orang kafir itu siapa yang menjadikan langit dan bumi nescaya berkata mereka itu Allah yang menjadikan……………”
( Surah Luqman : Ayat 25 )


2. Qidam : Ertinya Sedia

Pada hakikatnya menafikan ada permulaan wujud Allah s.w.t kerana Allah s.w.t. menjadikan tiap-tiap suatu yang ada, yang demikian tidak dapat tidak keadaannya lebih dahulu daripada tiap-tiap sesuatu itu. Jika sekiranya Allah Ta’ala tidak lebih dahulu daripada tiap-tiap sesuatu, maka hukumnya adalah mustahil dan batil. Maka apabila disebut Allah s.w.t. bersifat Qidam maka jadilah ia qadim. Di dalam Ilmu Tauhid ada satu perkataan yang sama maknanya dengan Qadim iaitu Azali. Setengah ulama menyatakan bahawa kedua-dua perkataan ini sama maknanya iaitu sesuatu yang tiada permulaan baginya. Maka qadim itu khas dan azali itu am. Dan bagi tiap-tiap qadim itu azali tetapi tidak boleh sebaliknya, iaitu tiap-tiap azali tidak boleh disebut qadim. Adalah qadim dengan nisbah kepada nama terbahagi kepada empat bahagian :

1 ) Qadim Sifati ( Tiada permulaan sifat Allah Ta’ala )
2 ) Qadim Zati ( Tiada permulaan zat Allah Ta’ala )
3 ) Qadim Idhafi ( Terdahulu sesuatu atas sesuatu seperti terdahulu bapa nisbah kepada anak )
4 ) Qadim Zamani ( Lalu masa atas sesuatu sekurang-kurangnya satu tahun )

Maka Qadim Haqiqi ( Qadim Sifati dan Qadim Zati ) tidak harus dikatakan lain daripada Allah Ta’ala.


3. Baqa’ : Ertinya Kekal

Sentiasa ada, kekal ada dan tiada akhirnya Allah s.w.t . Pada hakikatnya ialah menafikan ada kesudahan bagi wujud Allah Ta’ala. Adapun yang lain daripada Allah Ta’ala , ada yang kekal dan tidak binasa Selama-lamanya tetapi bukan dinamakan kekal yang hakiki ( yang sebenar ) Bahkan kekal yang aradhi ( yang mendatang jua seperti Arasy, Luh Mahfuz, Qalam, Kursi, Roh, Syurga, Neraka, jisim atau jasad para Nabi dan Rasul ).

Perkara –perkara tersebut kekal secara mendatang tatkala ia bertakluq dengan Sifat dan Qudrat dan Iradat Allah Ta’ala pada mengekalkannya. Segala jisim semuanya binasa melainkan ‘ajbu Az-zanabi ( tulang kecil seperti biji sawi letaknya di tungking manusia, itulah benih anak Adam ketika bangkit daripada kubur kelak ). Jasad semua nabi-nabi dan jasad orang-orang syahid berjihad Fi Sabilillah yang mana ianya adalah kekal aradhi jua. Disini nyatalah perkara yang diiktibarkan permulaan dan kesudahan itu terbahagi kepada tiga bahagian :

1) Tiada permulaan dan tiada kesudahan iaitu zat dan sifat Alllah s.w.t.
2) Ada permulaan tetapi tiada kesudahan iaitu seperti Arash , Luh Mahfuz , syurga dan lain-lain lagi.
3) Ada permulaan dan ada kesudahan iaitu segala makhluk yang lain daripada perkara yang diatas tadi ( Kedua ).


4. Mukhalafatuhu Ta’ala Lilhawadith. Ertinya : Bersalahan Allah Ta’ala dengan segala yang baharu.

Pada zat , sifat atau perbuatannya sama ada yang baru , yang telah
ada atau yang belum ada. Pada hakikat nya adalah menafikan Allah Ta’ala menyerupai dengan yang baharu pada zatnya , sifatnya atau perbuatannya.
Sesungguhnya zat Allah Ta’ala bukannya berjirim dan bukan aradh Dan tiada sesekali zatnya berdarah , berdaging , bertulang dan juga bukan jenis leburan , tumbuh-tumbuhan , tiada berpihak ,tiada ber-
tempat dan tiada dalam masa. Dan sesungguhnya sifat Allah Ta’ala itu tiada bersamaan dengan sifat yang baharu kerana sifat Allah Ta’ala itu qadim lagi azali dan melengkapi ta’aluqnya. Sifat Sama’ ( Maha Mendengar ) bagi Allah Ta’ala berta’aluq ia pada segala maujudat tetapi bagi mendengar pada makhluk hanya pada suara sahaja. Sesungguhnya di dalam Al-Quraan dan Al-Hadith yang menyebut muka dan tangan Allah s.w.t. , maka perkataan itu hendaklah kita iktiqadkan thabit ( tetap ) secara yang layak dengan Allah Ta’ala Yang Maha Suci daripada berjisim dan Maha Suci Allah Ta’ala bersifat
dengan segala sifat yang baharu.


5. Qiamuhu Ta’ala Binafsihi : Ertinya : Berdiri Allah Ta’ala dengan sendirinya .

Tidak berkehendak kepada tempat berdiri ( pada zat ) dan tidak
berkehendak kepada yang menjadikannya
Maka hakikatnya ibarat daripada menafikan Allah s.w.t. berkehendak
kepada tempat berdiri dan kepada yang menjadikannya.
Allah s.w.t itu terkaya dan tidak berhajat kepada sesuatu sama ada
pada perbuatannya atau hukumannya.
Allah s.w.t menjadikan tiap-tiap sesuatu dan mengadakan undang-
undang semuanya untuk faedah dan maslahah yang kembali kepada
sekalian makhluk .
Allah s.w.t menjadikan sesuatu ( segala makhluk ) adalah kerana
kelebihan dan belas kasihannya bukan berhajat kepada faedah.
Allah s.w.t. Maha Terkaya daripada mengambil apa-apa manafaat
di atas kataatan hamba-hambanya dan tidak sesekali menjadi
mudharat kepada Allah Ta’ala atas sebab kemaksiatan dan kemung-
karan hamba-hambanya.
Apa yang diperintahkan atau ditegah pada hamba-hambanya adalah
perkara yang kembali faedah dan manafaatnya kepada hamba-hamba-
nya jua.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :
” Barangsiapa berbuat amal yang soleh ( baik ) maka pahalanya
itu pada dirinya jua dan barangsiapa berbuat jahat maka bala-
sannya ( seksaannya ) itu tertanggung ke atas dirinya jua “.
( Surah Fussilat : Ayat 46 )

Syeikh Suhaimi r.a.h berkata adalah segala yang maujudat itu dengan
nisbah berkehendak kepada tempat dan kepada yang menjadikannya ,
terbahagi kepada empat bahagian :
1) Terkaya daripada tempat berdiri dan daripada yang menjadi-
kannya iaitu zat Allah s.w.t.
2) Berkehendak kepada tempat berdiri dan kepada yang men-
jadikannya iaitu segala aradh ( segala sifat yang baharu ).
3) Terkaya daripada zat tempat berdiri tetapi berkehendak
kepada yang menjadikannya iaitu segala jirim. ( Segala zat yang baharu ) .
4) Terkaya daripada yang menjadikannya dan berdiri ia pada zat
iaitu sifat Allah Ta’ala.


6. Al – Wahdaniyyah.
Ertinya : Esa Allah Ta’ala pada zat , pada sifat dan pada perbuatan.

Maka hakikatnya ibarat daripada menafikan berbilang pada zat , pada
sifat dan pada perbuatan sama ada bilangan yang muttasil ( yang ber-
hubung ) atau bilangan yang munfasil ( yang bercerai ).
Makna Esa Allah s.w.t. pada zat itu iaitu menafikan Kam Muttasil pada
Zat ( menafikan bilangan yang berhubung dengan zat ) seperti tiada zat
Allah Ta’ala tersusun daripada darah , daging , tulang ,urat dan lain-lain.
Dan menafikan Kam Munfasil pada zat ( menafikan bilangan yang ber-
cerai pada zat Allah Ta’ala )seperti tiada zat yang lain menyamai zat
Allah Ta’ala.


Makna Esa Allah s.w.t pada sifat iaitu menafikan Kam muttasil pada
Sifat ( menafikan bilangan yang berhubung pada sifatnya ) iaitu tidak
sekali-kali bagi Allah Ta’ala pada satu-satu jenis sifatnya dua qudrat
dan menafikan Kam Munfasil pada sifat ( menafikan bilangan –
bilangan yang bercerai pada sifat ) iaitu tidak ada sifat yang lain
menyamai sebagaimana sifat Allah s.w.t. yang Maha Sempurna.


Makna Esa Allah s.w.t. pada perbuatan iaitu menafikan Kam
Muttasil pada perbuatan ( menafikan bilangan yang bercerai –cerai pada
perbuatan ) iaitu tidak ada perbuatan yang lain menyamai seperti
perbuatan Allah bahkan segala apa yang berlaku di dalam alam semua-
nya perbuatan Allah s.w.t sama ada perbuatan itu baik rupanya dan
hakikatnya seperti iman dan taat atau jahat rupanya tiada pada hakikat-nya seperti kufur dan maksiat sama ada perbuatan dirinya atau
perbuatan yang lainnya ,semuanya perbuatan Allah s.w.t dan tidak
sekali-kali hamba mempunyai perbuatan pada hakikatnya hanya pada
usaha dan ikhtiar yang tiada memberi bekas.


Maka wajiblah bagi Allah Ta’ala bersifat Wahdaniyyah dan ternafi bagi
Kam yang lima itu iaitu :
1) Kam Muttasil pada zat.
2) Kam Munfasil pada zat.
3) Kam Muttasil pada sifat.
4) Kam Munfasil pada sifat.
5) Kam Munfasil pada perbuatan.
Maka tiada zat yang lain , sifat yang lain dan perbuatan yang lain
menyamai dengan zat , sifat dan perbuatan Allah s.w.t .
Dan tertolak segala kepercayaan-kepercayaan yang membawa kepada
menyengutukan Allah Ta’ala dan perkara-perkara yang menjejaskan
serta merosakkan iman.


7. Al – Qudrah :
Ertinya : Kuasa qudrah Allah s.w.t. memberi bekas pada mengadakan
meniadakan tiap-tiap sesuatu.

Pada hakikatnya ialah satu sifat yang qadim lagi azali yang thabit
( tetap ) berdiri pada zat Allah s.w.t. yang mengadakan tiap-tiap yang
ada dan meniadakan tiap-tiap yang tiada bersetuju dengan iradah.
Adalah bagi manusia itu usaha dan ikhtiar tidak boleh memberi bekas pada mengadakan atau meniadakan , hanya usaha dan ikhtiar pada jalan menjayakan sesuatu .
Kepercayaan dan iktiqad manusia di dalam perkara ini berbagai-bagai
Fikiran dan fahaman seterusnya membawa berbagai-bagai kepercayaan dan iktiqad.
1) Iktiqad Qadariah :
Perkataan qadariah iaitu nisbah kepada qudrat . Maksudnya orang yang beriktiqad akan segala perbuatan yang dilakukan manusia itu sama ada baik atau jahat semuanya terbit atau berpunca daripada usaha dan ikhtiar manusia itu sendiri dan sedikitpun tiada bersangkut-paut dengan kuasa Allah s.w.t.
2) Iktiqad Jabariah :
Perkataan Jabariah itu nisbah kepada Jabar ( Tergagah ) dan maksudnya orang yang beriktiqad manusia dan makhluk bergantung kepada qadak dan qadar Allah semata-mata ( tiada usaha dan ikhtiar atau boleh memilih samasekali ). 3) Iktiqad Ahli Sunnah Wal – Jamaah :
Perkataan Ahli Sunnah Wal Jamaahialah orang yang mengikut perjalanan Nabi dan perjalanan orang-orang Islam iaitu beriktiqad bahawa hamba itu tidak digagahi semata-mata dan tidak memberi bekas segala perbuatan yang disengajanya, tetapi ada perbuatan yang di sengaja pada zahir itu yang dikatakan usaha dan ikhtiar yang tiada memberi bekas sebenarnya sengaja hamba itu daripada Allah Ta;ala jua. Maka pada segala makhluk ada usaha dan ikhtiar pada zahir dan tergagah pada batin dan ikhtiar serta usaha hamba adalah tempat pergantungan taklif ( hukum ) ke atasnya dengan suruhan dan tegahan
( ada pahala dan dosa ).


8. Al – Iradah :
Ertinya : Menghendaki Allah Ta’ala.

Maksudnya menentukan segala mumkin tentang adanya atau
tiadanya.
Sebenarnya adalah sifat yang qadim lagi azali thabit berdiri pada
Zat Allah Ta’ala yang menentukan segala perkara yang harus atau setengah yang harus atas mumkin . Maka Allah Ta’ala yang selayaknya menghendaki tiap-tiap sesuatu apa yang diperbuatnya.
Umat Islam beriktiqad akan segala hal yang telah berlaku dan yang akan berlaku adalah dengan mendapat ketentuan daripada Allah Ta’ala tentang rezeki , umur , baik , jahat , kaya , miskin dan sebagainya serta wajib pula beriktiqad manusia ada mempunyai nasib ( bahagian ) di dalam dunia ini sebagaimana firman Allah s.w.t. yang bermaksud :
” Janganlah kamu lupakan nasib ( bahagian ) kamu
di dalam dunia ” .
( Surah Al – Qasash : Ayat 77 )

Kesimpulannya ialah umat Islam mestilah bersungguh-sungguh
untuk kemajuan di dunia dan akhirat di mana menjunjung titah
perintah Allah Ta’aladan menjauhi akan segala larangan dan
tegahannyadan bermohon dan berserah kepada Allah s.w.t.


9. Al – Ilmu :
Ertinya : Mengetahui Allah Ta’ala .

Maksudnya nyata dan terang meliputi tiap-tiap sesuatu sama ada yang
Maujud (ada) atau yang Ma’adum ( tiada ).
Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada ( thabit ) qadim lagi azali
berdiri pada zat Allah Ta’ala.


Allah Ta’ala Maha Mengetahui akan segala sesuatu sama ada perkara
Itu tersembunyi atau rahsia dan juga yang terang dan nyata.
Maka Ilmu Allah Ta’ala Maha Luas meliputi tiap-tiap sesuatu di
Alam yang fana’ ini.


10. Al – Hayat .
Ertinya : Hidup Allah Ta’ala.

Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap qadim lagi azali berdiri pada zat
Allah Ta’ala .
Segala sifat yang ada berdiri pada zat daripada sifat Idrak ( pendapat )
Iaitu : sifat qudrat , iradat , Ilmu , Sama’ Bashar dan Kalam.

11. Al – Samu’ : Ertinya : Mendengar Allah Ta’ala.

Hakikatnya ialah sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri pada
Zat Allah Ta’ala. Iaitu dengan terang dan nyata pada tiap-tiap yang maujud sama ada yang maujud itu qadim seperti ia mendengar kalamnya atau yang ada itu harus sama ada atau telah ada atau yang akan diadakan. Tiada terhijab ( terdinding ) seperti dengan sebab jauh , bising , bersuara , tidak bersuara dan sebagainya. Allah Ta’ala Maha Mendengar akan segala yang terang dan yang tersembunyi. Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang bermaksud :
” Dan ingatlah Allah sentiasa Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui “.
( Surah An-Nisa’a – Ayat 148 )


12. Al – Bashar : Ertinya : Melihat Allah Ta’ala .

Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri
pada zat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala wajib bersifat Maha Melihat sama ada yang dapat dilihat oleh manusia atau tidak , jauh atau dekat , terang atau gelap , zahir atau tersembunyi dan sebagainya. Firman Allah Ta’ala yang bermaksud :

” Dan Allah Maha Melihat akan segala yang mereka kerjakan “.
( Surah Ali Imran – Ayat 163 )


13 . Al – Kalam : Ertinya : Berkata-kata Allah Ta’ala.

Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada , yang qadim lagi azali ,
berdiri pada zat Allah Ta’ala. Menunjukkan apa yang diketahui oleh ilmu daripada yang wajib, maka ia menunjukkan atas yang wajib sebagaimana firman Allah Ta’ala yang bermaksud :
” Aku Allah , tiada tuhan melainkan Aku ………”.
( Surah Taha – Ayat 14 )

Dan daripada yang mustahil sebagaimana firman Allah Ta’ala yang
bermaksud :
” ……..( kata orang Nasrani ) bahawasanya Allah Ta’ala
yang ketiga daripada tiga……….”.
( Surah Al-Mai’dah – Ayat 73 )

Dan daripada yang harus sebagaimana firman Allah Ta’ala yang
bermaksud :
” Padahal Allah yang mencipta kamu dan benda-benda yang
kamu perbuat itu”.
( Surah Ash. Shaffaat – Ayat 96 )

Kalam Allah Ta’ala itu satu sifat jua tiada berbilang.
Tetapi ia berbagai-bagai jika dipandang dari perkara yang dikatakan
iaitu :
1) Menunjuk kepada ‘amar ( perintah ) seperti tuntutan mendiri-
solat dan lain-lain kefardhuan.
2) Menunjuk kepada nahyu ( tegahan ) seperti tegahan mencuri dan lain-lain larangan.
3) Menunjuk kepada khabar ( berita ) seperti kisah-kisah Firaun
dan lain-lain.
4) Menunjuk kepada wa’ad ( janji baik ) seperti orang yan taat
dan beramal soleh akan dapat balasan syurga dan lain-lain.
5) Menunjuk kepada wa’ud ( janji balasan seksa ) seperti orang
yang menderhaka kepada ibubapa akan dibalas dengan azab
seksa yang amat berat.


14. Kaunuhu Qadiran :
Ertinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkuasa Mengadakan Dan Mentiadakan.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala ,
tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada
sifat Qudrat.


15.Kaunuhu Muridan :
Ertinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Menghendaki dan menentukan tiap-tiap sesuatu.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala ,
tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada
sifat Iradat.

16.Kaunuhu ‘Aliman : Ertinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Mengetahui akan
Tiap-tiap sesuatu.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala , tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Al-Ilmu.


17.Kaunuhu Haiyan : Ertinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Hidup.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Hayat.


18.Kaunuhu Sami’an : Ertinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Mendengar akan tiap-tiap yang Maujud.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum, iaitu lain daripada sifat Sama’.


19.Kaunuhu Bashiran : Ertinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Melihat akan tiap-tiap yang Maujudat ( Benda yang ada ).

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Bashar.


20.Kaunuhu Mutakalliman : Ertinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkata-kata.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Qudrat.

Bab 7 : Sifat Mustahil Bagi Allah s.w.t

Wajib atas tiap-tiap mukallaf mengetahui sifat-sifat yang mustahil bagi Allah yang menjadi lawan daripada dua puluh sifat yang wajib baginya. Maka dengan sebab itulah di nyatakan di sini sifat-sifat yang mustahil satu-persatu :


1. ‘Adam beerti “tiada”

2. Huduth beerti “baharu”

3. Fana’ beerti “binasa”

4. Mumathalatuhu Lilhawadith beerti “menyerupai makhluk”

5. Qiyamuhu Bighayrih beerti “berdiri dengan yang lain”

6. Ta’addud beerti “berbilang-bilang”

7. ‘Ajz beerti “lemah”

8. Karahah beerti “terpaksa”

9. Jahl beerti “jahil/bodoh”

10. Mawt beerti “mati”

11. Samam beerti “tuli”

12. ‘Umy beerti “buta”

13. Bukm beerti “bisu”

14. Kaunuhu ‘Ajizan beerti “keadaannya yang lemah”

15. Kaunuhu Karihan beerti “keadaannya yang terpaksa”

16. Kaunuhu Jahilan beerti “keadaannya yang jahil/bodoh”

17. Kaunuhu Mayyitan beerti “keadaannya yang mati”

18. Kaunuhu Asam beerti “keadaannya yang tuli”

19. Kaunuhu A’ma beerti “keadaannya yang buta”

20. Kaunuhu Abkam beerti “keadaannya yang bisu”

Bab 8: Sifat Harus Bagi Allah s.w.t

Adalah sifat yang harus (bhs. Indonesia = boleh) pada hak Allah Ta’ala hanya satu sahaja iaitu Harus bagi Allah mengadakan sesuatu atau tidak mengadakan sesuatu atau di sebut sebagai mumkin. Mumkin ialah sesuatu yang harus ada dan tiada.

Sifat harus atau sifat jaiz juga dimiliki oleh Allah. Harus bagi Allah memperbuatkan sesuatu yang harus ada atau tiada atau meninggalkannya. Contohnya, harus bagi Allah menciptakan langit, bumi, matahari dan yang lain dan harus juga bagi Allah untuk tidak menciptakannya. Tidak wajib bagi Allah membuat sesuatu seperti menghidupkan atau mematikan bahkan itu harus pada hak Allah.

Rujukan : ( Kitab Risalah Tauhid – Abdul Ghani Yahya )

http://www.al-azim.com/masjid/infoislam/tauhid/harus.htm

Yah / YHWH /Yahweh/Yaeh (Nama Tuhan Kristen dan Yahudi) = Nama dewa bulan zaman mesir kuno

Yah /YHWH is a name of the another moon god of the ancient egypt

Yah /YHWH is a name of the another moon god of the ancient egypt

Halleluya = Pujilah Dewa Bulan

Gambar : Yah atau dewa bulan mesir kuno

Para pembaca muslim yang dirahmati Allah SWT., dan para pembaca Kafir
yang dilaknati Allah SWT dan seluruh alam semesta ciptaaNya., sekarang
kita akan melihat suatu keterangan bukti siapa sebenarnya yang menyembah
dewa bulan, zaman dulu Allah memang dianggap dewa bulan oleh
orang-orang arab pagan, karena pada saat Nabi ismael wafat akhirnya
pergeseran demi pergeseran dari ajaran ibrahim yang benarpun mulai
menyimpang yaitu penyembahan terhadap dewa bulan yang dibawa oleh orang –
orang mesir tapi tindakan mereka tidak dapat memperkenalkan dewa Yah
kepada orang-orang arab karena seperti yang kita ketahui orang arab
sangat kuat dalam menjaga tradisi nenek moyang, maka timbul ide
orang-orang pagan mesir mengatakan bahwa dewa bulan yang mereka sembah
bernama Allah hal ini merupakan metode yang juga dilakukan oleh kaum
pagan yunani yaitu paulus dalam memperkenalkan Isa sebagai Je Zeus
kepada orang romawi, akhirnya hingga kedatangan rasulullah orang-orang
arab menjadi memiliki kepercayaan bahwa Allah itu dewa bulan, dan dengan
kedatangan rasulullah Allah SWT. kembali sebagai sebutan kepada Tuhan
yang sejati pencipta Alam semesta, bukan lagi sebutan untuk dewa bulan.

Suatu kesalah yang telah terjadi sejak turun temurun yang dilakukan
oleh umat Yahudi dan Kristen adalah pemujaan terhadap Yah, umat kristen
begitu ngotot bahwa tuhannya Ibrahim bernama Yah Weh, dan Allah SWT.
adalah dewa bulan, ternyata hal tersebut sangat berbeda dengan
kenyataan, ternyata dewa bulan yang sesungguhnya adalah YHWH, dan umat
kristen dan yahudi selalu memujanya dalam ucapan Haleluya. Satu lagi
bukti, Allah SWT. adalah tuhannya Ibrahim adalah pengakuan dari para
pakar dan sarjana bible sendiri.

Hal ini disadari oleh para pakar alkitab di Indonesia dan di situs
Sabda, sehingga mereka tetap mengatakan Allah adalah nama tuhan dan YHWH
adalah hanya gelar seperti halnya adonai, god, ataupun tuhan ataupun
king. Tapi ada orang kafir yang begitu sok dan ngotot mengumbar
kebodohan dan kemaluan sendiri disetiap web dan bahkan buat blok sendiri
untuk pamer kemaluan, dan mengatakan YHWH lah tuhan sejadi dan Allah
adalah dewa bulan, tidak taunya dia membuka pengetahuan kita untuk
mencari tau apa itu Yhwh ternyata para ahli memang sengaja tidak berani
mengatakan bahwa YHWH adalah nama tuhan adalah suatu alasan nya karena
YHWH ditemukan sebagai nama dari dewa pagan Mesir kuno. Hal yang
dilakukan Duladi atau Baidowi ternyata telah membuka borok yahudi
selebar-lebarnya bahwa yang mereka sembah adalah Dewa bulan.

Ok sekarang kita dalam dujul Haleluya, maka kita akan membahas Yah
atau Ya atau Ia yang terdapat pada kalimat “Halelu Ya”. menurut orang-orang yahudi
sebutan Haleluya berarti pujilah tuhan. “Ya”sengaja diartikan sebagai
Tuhan karena kata Ya terdapat pada “Yahweh”. Benarkah Ya atau Ia atau
Yah adalah berarti Tuhan? Ini adalah dewa bulan, di babilonia para pagan
menyebut dewa bulan dengan sebutan “Ya, Ia ataupun Yah” dewa ini
bencong alias memiliki dua identitas sebagai laki-laki dan perempuan.
Tidak berjenis kelamin dan tidak menikah, kemudian ada yang benarama
“Shua” adalah sebutan untuk dewa langit, jadi ketika orang menggabungkan
kedua kata Ia dan Shua maka akan terbentuk dua dewa pagan sekaligus,
yaitu Dewa bulan dan Dewa langit, jadi YahShua atau IaShua adalah
sebutan nama untuk Dewa Bulan dan Dewa Langit

Suatu keanehan, alkitab mumuat nama dewa bulan bangsa babilonia
sebagai nama lain dari dewa bulan yaitu baal, mereka bangsa yahudi telah
murtad setelah mereka mulai memuja berhala EHYEH, bulan dalam bahasa
Ibrani berarti yareach, dan ini sama dengan sebutan untuk YHWH, Ibrani
modern mengeja ini sengaja berbeda, untuk menyimpangkan identitas asli
dari dewa pagan mesir kuno. Tapi tidak masalah, para sarjana sangat
mengetahui ini adalah benar. Bukti para sarjanapun sangat berlimpah
untuk bisa dan tak pernah bisa tersanggah oleh orang yahudi bahwa YHVH
adalah Dewa bulan. Dan mereka para yahudi dan kristen telah lama menjadi
penyembah berhala.

Hal yang dilihat dan pengalaman-pengalaman bangsa bani israel selama
dimesir dulu selalu membayangi bangsa bani Israel ini. Yang mana
kehidupan dengan dewa-dewa dan kekuatan sihir dari mesir kuno dan
majikan mereka. Mereka benar-benar tidak bisa meninggalkan tradisi yang
mereka lakukan secara turun temurun sejak mereka dalam perbudakan bangsa
mesir kuno.

Walau sebelumnya telah diperingatkan oleh Musa, bani Israil tetap
dalam penentangan mereka, dan ketika Musa meninggalkan mereka, mendaki
Gunung Sinai seorang diri, penentangan itu tampak sepenuhnya. Dengan
memanfaatkan ketiadaan Musa, tampillah seorang bernama Samiri. Dia
meniup-niup kecenderungan bani Israil kepada apa yang dilakukan oleh
majikan mereka dulu yaitu menyembah berhala. dan membujuk mereka untuk
membuat patung seekor anak sapi dan menyembahnya. Konon kisah berhala
tersebut terbuat dari emas yang didalamnya dimasukkan tanah pijakan Nabi
Musa dan Dengan sedikit mantra yang dilihat waktu majikannya dulu
berbuat sihir maka patung tersebutpun dapat berbicara, sihir itu disebut
Kabbalah.

Kecenderungan bani Israil terhadap keberhalaan Mesir Kuno dan dewa
Yah (dewa Bulan), yang telah kita gambarkan di sini, penting untuk
dipahami dan memberi kita wawasan tentang perubahan dari teks Taurat

Penyisipan ajaran keberhalaan mesir kuno oleh umat yahudi ini sudah
menjadi kekhawatiran dalam diri Musa sendiri, ke khawatiran Musa
tertulis dalam kitab ulangan 31:26 “Ambillah kitab Taurat ini dan
letakkanlah di samping tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, supaya menjadi
saksi di situ terhadap engkau. 31:27 Sebab aku mengenal kedegilan dan
tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama
dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih
lagi nanti sesudah aku mati. (takut diubah isi taurat oleh orang
israel)

Bukti penyimpangan-penyimpangan bangsa Israel kepada dewa mesir kuno
banyak tercatat dalam Alkitab, seperti dalam: Bilangan 22:41 dan Num
25:3, hakim-hakim 2:13, 8:33; 2raja2 23:13, 1:2, 16:16, 23:13, 1raja 2
11:33

Mazmur 68:4 2Tawarikh 33:3; Yehezkiel 8:16; 8:1 dan lainya.

Nah kembali kepada Haleluya apakah artinya?

Dalam bahasa Ibrani Halelu berarti “Puji” dan Ya adalah dewa bulan

Lihat disini nama-nama dewa mesir
kuno http://touregypt.net/godsofegypt/index.h

tm

Jadi haleluya artinya adalh puji dewa bulan


Umat kristen terpelajar memang sangat menyembunyikan itu dan berusaha
untuk mengatakan bahwa Tuhan ibrahim adalah Allah, lihat situs Sabda
sangat jelas YHWH diartikan sebagai gelar sebutan saja bukan nama
pribadi tuhan, YHWH sama dengan Adonai, King, Tuhan, dll. Tapi KRISTEN
begitu ngotot mengatakan bahwa Tuhan Ibrahim dalam alkitab adalah YHWH
sampai kirim surat ke LAI untuk merubah terjemahan Tuhan jadi YHWH, ga
bisa dibayangin pasti orang LAI mentertawakan kebodohan ini.

Yah – Another Moon God

Yah

It is interesting that the earliest references to the name Yah (Yaeh) refer to the moon as a satellite of the earth in its physical form. From this, the term becomes conceptualized as a lunar deity, pictorially anthropomorphic but whose manifestations, from hieroglyphic evidence, can include the crescent of the new moon, the ibis and the falcon, which is comparable to the other moon deities,  Thoth and Khonsu.

Of course, the complexity and controversy of Yah stem from the term’s similarity to the  early form of the name for the modern god of the Jews (Yahweh), Christians and Muslims, as well as the fact that their ancestors were so intermingled with those of the Egyptians. In fact, this distinctive attribute of this god makes research on his ancient Egyptian mythology all the more difficult.

Little is really known of  this god’s cult, and there is no references to actual temples or locations where he may have been worshipped.

However, among ancient references, we do seem to find in the Papyrus of Ani several references to the god, though here, his name has been translated as Lah:

In Chapter 2:

“A spell to come forth by day and live after dying. Words spoken by the Osiris Ani:
O One, bright as the moon-god Iah; O One, shining as Iah;
This Osiris Ani comes forth among these your multitudes outside, bringing himself back as a shining one. He has opened the netherworld.
Lo, the Osiris Osiris [sic] Ani comes forth by day, and does as he desires on earth among the living.”

And again, in Chapter 18:

“[A spell to] cross over into the land of Amentet by day. Words spoken by the Osiris Ani:
Hermopolis is open; my head is sealed [by] Thoth.
The eye of Horus is perfect; I have delivered the eye of Horus, and my ornament is glorious on the forehead of Ra, the father of the gods.
Osiris is the one who is in Amentet. Indeed, Osiris knows who is not there; I am not there.
I am the moon-god Iah among the gods; I do not fail.
Indeed, Horus stands; he reckons you among the gods.”

The high point in Yah’s popularity can be found following the the  Middle Kingdom when many people immigrated from the Levant and the  Hyksos ruled Egypt. Hence, it is likely that contact with the regions of Palestine, Syria and Babylon were important in the development of this god in Egypt. George Hart, in his “A Dictionary of Egyptian Gods and Goddesses” believes that these foreigners in Egypt may have associated Yah with the Akkadian moon-god, Sin, who had an important temple at Harron in north Syria. Like Thoth, Sin was a god of Wisdom, but his other epithets included “Brother of the Earth”, Father of the Sun, Father of Gods, as well as others.

Later during the New Kingdom within the Theban royal family, and not so strangely, even though it was they who expunged these foreign rulers from Egypt, the name of the god Yah was incorporated into their names. The daughter of the 17th Dynasty king, Tao I, was Yah-hotep, meaning “Yah is content”. The name of the next and last ruler of the 17th Dynasty, Kamose, may have also been derived from Yah. His name means “”the bull is born”, and this might be the Egyptian equivalent of the epithet applied to Sin describing him as a “young bull…with strong horns (i.e. the tips of the crescent moon). Also another interpretation of the name of the founder of the 18th Dynasty, Ahmose, is Yahmose, which would mean “Yah is born”. However, this was not the only name associated with Hyksos gods to be adopted by these Egyptians.

In the tomb of Tuthmosis III of the 18th Dynasty, who is often called the Napoleon of Egypt, and who was perhaps responsible for Egypt’s greatest expansion into the Levant, there is a scene where the king is accompanied by his mother and three queens, including Sit-Yah, the “daughter of the moon-god”. However, after this period, the traces of Yah’s moon cult in Egypt appear to be sporadic.

At this point, and because this is a scholarly work, we need to point out several important elements surrounding the name of this ancient Egyptian god, beginning with the fact that most Egyptologists throughout the history of that discipline have had difficulty agreeing on the translation of names from ancient text. Of course, this is not unique to Egyptologists, but is a problem throughout ancient studies.

Secondly, the references on Yah as an Egyptian moon god are slim. The best available documentation is that of George Hart, “A Dictionary of Egyptian Gods and Goddesses”, but few other scholarly references make mention of this specific Egyptian deity.

Now as an observation, the fact that this deity’s name appears so similar to the early form of the Hebrew God, may mean little if anything. A powerful god of one region was often taken by another, including the Egyptians, and almost completely redefined.

In any event, this god did not attain a very high regard within Egypt, and it is unlikely that he had any major effect on the religion of others in his Egyptian form. Rather, it was the Egyptians in this case who were influenced from without.

http://www.allegyptiangods.com/gods/yah/

Yahudi, Nenek Moyang Taliban?

Yahudi, Nenek Moyang Taliban?

suku pastun adalah salah satu keturunan suku yahudi yang memeluk islam. Mereka tinggal di gunung-gunung perbatasan afaganistan -pakistan sehingga mempunyai kemampuan tempur dan perang yang tinggi. SEbagai muslim mereka menentang agenda zionist yahudi membuat negara Israel, sehingga zionist yahudi ingin membinasakan mereka sebagai mana mereka membinasakan YAHUDI YANG TIDAK MENDUKUNG PROGRAM ZIONIST DI GERMAN SEMASA PEMERINTAHAN HITLER.

Suku pastun banyak yg buta huruf dan tidak bisa baca qur’an. Bertahun-tahun agen zionist wahabi/alqaida mendekati dan mendoktrin mereka. Doktrin wahaby alqaida ini aka menysesatkan semua muslim diluar kelompoknya dan dikobarkan semangat membunuh kuffar (USA) tanpa dakwah terlebih dahulu. Sehingga suku  pastun yang masuk alqaida/taliban ini di adu domba oleh zionist yahudi untuk memerangi muslim non alqaida dan USA/NATO (Kristen non suku yahudi)

KNRP – Apakah Taliban yang sebagian besar elemen-elemennya tergabung ke suku Pashtun yang melakukan perlawanan terhadap pendudukan AS itu asalnya Yahudi? Pertanyaan yang tampaknya cukup aneh. Tapi Kementerian Luar Negeri Israel percaya bahwa pertanyaan itu layak diteliti.
Sementara itu para ahli Afghanistan menafikan asumsi itu. Mereka melihat itu sebagai hal yang tak lebih daripada mitos lantaran itu tidak ada dasar ilmiah untuk masalah ini dan lebih untuk tujuan-tujuan politik.

Deplu Israel sendiri telah mendanai sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti genetika asal India, Chaniz, yang saat ini sedang dalam sebuah kunjungan ke Israel guna membawa sampel genetik Suku Afridi di India dimana dari suku itulah Suku Pashtun berasal yaitu suku yang mewakili ras utama dari orang-orang Afghanistan. Sampel itu kemudian untuk dianalisis dan guna membuktikan apakah suku-suku Pashtun adalah keturunan dari Sepuluh Suku Yahudi hilang sejak sekitar 2.700 tahun yang lalu atau bukan? Demikian dilaporkan surat kabar Inggris The Guardian, Ahad (17/1), seperti disitat islamonline, Selasa (191).

Terkait laporan yang diterbitkan oleh The Guardian itu, pakar Afghanistan Habibullah Rafe dalam pernyataan eksklusifnya kepada situs BBC mengatakan, “Pashtun itu Bangsa Arya asli. Apa yang dikatakan mengenai asalnya itu dari anak-anak Israel itu sekadar teori yang didasarkan pada mitos-mitos populer. ”

Dia melanjutkan, “Adapun mereka itu orang-orang Arya maka itu berdasarkan pada penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan Antropologi, benda-benda kuno, bahasa dan dialek yang mereka itu diangggap sebagai Bahasa Pashtun sebagai salah satu bahasa Bahasa Arya.”

Amin Mujahid, seorang anggota Academy of Afghanistan menyetujui Rafee yang menilai teori dikaitkannya Pashtun dengan anak cucu Israel sebagai sesuatu yang tendensius, dan di balik itu untuk mencapai tujuan-tujuan politik, serta tidak memiliki dasar ilmiah.

Mencuatnya perhatian Israel terkait masalah ini bersamaan dengan menjelmanya Suku Pashtun sebagai pusat perlawanan terhadap kehadiran Amerika di Afghanistan dan Pakistan, di mana sebagian besar para pimpinan Taliban berasal dari Suku Pasthun.
Sementara terkait studi Chaniz ini diperkirakan akan memakan waktu 3 sampai 6 bulan, untuk memastikan apakah Suku Pashtun yang merupakan ras utama di Afghanistan dan Pakistan barat laut itu berasal dari suku Yahudi Efraim yang sudah punah itu.

Penelitian ini didasarkan atas asumsi bahwa Pashtun adalah keturunan dari suku Afridi di Uttar Pradesh India, dan dari sana Chaniz kemudian membawa sampel genetik dari beberapa anggota Suku Afridi untuk dianalisa dan diperbandingankan dengan sifat-sifat genetis dari suku-suku Yahudi yang hilang.

Selama berabad-abad, telah tersebar cerita-cerita Israel mengenai masalah ini, , tetapi tak satu pun dari itu dapat diverifikasi secara ilmiah.

Untuk diketahui, dari kelompok-kelompok etnis besar di dunia para ilmuwan antropologi Israel percaya bahwa etnis Pashtun atau Patton berasal dari keturunan salah satu dari sepuluh suku Israel yang hilang. Memang kadang-kadang isu itu terdengar di kalangan suku itu sendiri, tetapi itu tidak menunjukkan simpati yang kuat atau keinginan agar mereka berpindah ke Negara Israel yang didirikan di wilayah Palestina yang diduduki.

Menurut versi Israel, Nabi Musa ketika ia keluar dari Mesir ikut bersamanya 12 suku-suku dari keturunan Bani Israel, di antaranya Suku Benjamin, Rabin, Lewi, Yehuda, Gad, Asyer, Zebulon, Saar, Yusuf, Naftali, Daan, Shimon, lalu dua di antara suku itu bermukim di selatan Palestina, sementara sepuluh sisanya yang menghuni sebelah utara Palestina, mereka itu berpencar dan bermigrasi ke tempat-tempat lain. Riwayat lainnya menyebutkan, sepuluh suku-suku itu dibuang setelah orang-orang Asyur yang berhasil menaklukkan sepuluh suku Yahudi yang hilang.

Kemudian diyakini bahwa sepuluh suku yang hilang itu tersebar di seluruh daerah yang dikenal di zaman modern sekarang dengan nama utara Irak dan Afghanistan, dan dari sanalah kemungkinan dan premis itu menguat.(milyas/iol)

——-

OR YOU CAN SEARCH IN YOUTUBE :

Jewish Zionist faking Al Qaeda

Zionist used al aqaida to destroy WTC (9/11)

9/11 CONSPIRACY: MORE PROOF OF BOMBS PLANTED IN THE TOWERS!!

OR :  http://www.youtube.com/watch?v=h7cvjBViV7g&feature=related

Alqaida  hanya memusuhi Amerika & HAMAS palestine?

Ternyata ada Agen Yahudi di Al qaida!

ketahuilah, Syiah adalah pemecah umat islam yang didirikan oleh YAHUDI YANG PURA PURA MEMELUK ISLAM.

KINI MUNCULAH GOLONGAN TAKFIRI WAHABI JIHADI / SALAFY JIHADI/ TERORIS ALQAIDA YANG DIDALAMNYA BANYAK ANTEK ANTEK ZIONIST.

“Zionist yahudi ingin menguasai dunia penghalangnya adalah Islam dan Kristen”bagai mana yahudi untuk mengalahkan islam dan kristen?
1. Yahudi mengadu islam  vs kristen dengan membuat aliran-aliran radikal (spt majelis  mujahidin indonesia (wahaby), noordin M top cs (wahaby), taliban (wahaby)
Sedangkan taliban/alqaida adalah pendatang yang memecah balah umat islam di afgan dan yang merusak perjuangan suci rakyat afgan melawan penjajah, ia menegakan hukum wahaby bukan hukum islam), dsb.

2. Mengadu sesama umat islam (membuat aliran-aliran sesat seperti wahhaby, islam liberal dsb.)

3. Mengadu sesama kristen (seperti membuat aliran-aliran radikal  dalam kristen)

—————————————————————————

Kakek Jubir Al-Qaidah untuk AS Penyumbang Negara Israel?

Laporan dari saluran televisi Israel Channel 10 menyebutkan bahwa juru bicara Al-Qaidah untuk Amerika yaitu Yahya Adam Gadahn, yang merupakan salah satu yang orang yang paling dicari oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya setelah Usamah bin Ladin adalah orang keturunan Yahudi.

Channel 10 melaporkan bahwa Yahya adalah seorang Yahudi bernama Adam Perlman sebelum ia mengumumkan dirinya masuk Islam dan menjadi salah satu yang orang yang dianggap paling berbahaya dan merupakan pembantu senior Usaman bin Ladin.

Laporan itu mengatakan bahwa kakek Gadahn adalah seorang Yahudi, dan telah menjadi penyumbang sejumlah besar uang bagi negara Yahudi Israel.”

————————————————–

———————————————————————————-

TERORIS ALQAIDA (ANTEK ZIONIST) HANYA MENGADU DOMBA MUSLIM DENGAN USA SEMENTARA IA MEMERANGI HAMAS DAN MEMECAH BELAH PERLAWANAN RAKYAT PALESTINE MELAWAN ISRAEL..LIHATLAH KETUA ALQAIDA PALESTINE MENDIRIKAN NEGARA BARU DAN MENGKAFIRKAN HAMAS! DAN SEMUA ANTEK ALQAIDA BERSUMPAH TIDAK AKAN MEMBERITAKAN TENTANG HAMAS! BUKTI ARRAHMAH ANTEK WAHABY ALQAIDA MEMUSUHI HAMAS :

—————————————————————

Di Saudi Arabia (daulah rezim wahabi) Ada Pangkalan Militer Kafir USA dan Zionist Israel


Al-Awa’il al-Sunbuliyyah: Kitab Sanad yang Masyhur

Al-Awa’il al-Sunbuliyyah: Kitab Sanad yang Masyhur

Tulisan ini adalah merupakan cuplikan daripada tulisan al-Fadhil Ustaz Mohd. Khafidz bin Soroni di blog beliau yang bernama Sawanih wa Khawathir.

Biografi Penyusun: Penyusun kitab ialah Syeikh Abu al-Khayr Muhammad Sa‘id ibn Muhammad Sunbul al-Qurasyi al-Makki al-Syafi‘i. Beliau berasal daripada Mekah, dan merupakan salah seorang ulama besar mazhab Syafi’i di Mekah. Beliau pernah menjawat tugas bagi hal-ehwal fatwa dan pengajaran bagi mazhab Syafi’i di Masjidil Haram. Beliau telah menghasilkan beberapa buah karya. Antara tulisan buah tangannya selain kitab al-Awa’il al-Sunbuliyyah ialah kitab Isnad Muhammad Sa‘id, kitab Thabat dan lain-lain. Beliau telah meninggal dunia di Taif pada tahun 1175 H.

Murid: Di antara murid-muridnya yang terkenal ialah:

  • Anak beliau sendiri, Muhammad Thahir Sunbul (m.1218H),
  • Muhammad Sa‘id Safar al-Madani (m.1194H),
  • Syeikh Isma‘il bin ’Abdullah al-Naqsyabandi (m.1182H),
  • Muhammad ibn Sulayman al-Kurdi al-Madani (m.1192H),
  • Mustafa bin Muhammad al-Rahmati (m.1205H),
  • Muhammad al-Murtadha al-Zabidi, pensyarah Ihya’ ’Ulumiddin (m.1205H) dan lain-lain lagi.

(Lihat: Khayr al-Din al-Zirikli, al-A‘lam, j. 6, h. 140. Muhammad ‘Abd al-Hay ibn ‘Abd al-Kabir al-Kattani, Fihris al-Faharis wa al-Athbat wa Mu‘jam al-Ma‘ajim wa al-Musalsalat, j. 1, h. 100-102. Muhammad ‘Abd Allah Al Rasyid, Imdad al-Fattah bi Asanid wa Marwiyyat al-Syaykh ‘Abd al-Fattah. h. 588-589).

Latarbelakang Kitab: Kitab al-Awa’il al-Sunbuliyyah ialah sebuah kitab kecil yang menghimpunkan hadith-hadith pertama yang terdapat di dalam 43 buah kitab hadith, yang diriwayatkan oleh Syeikh Muhammad Sa‘id secara bersambung sanadnya sampai kepada penyusun-penyusun kitab berkenaan. Ini termasuklah al-Kutub al-Sittah, Sunan al-Darimi, Muwatta’ Malik, Musnad Imam Abu Hanifah, Musnad Imam al-Syafi’i, Musnad Imam Ahmad, Sunan al-Daraqutni, Sunan Sa’id bin Mansur, Musannaf Ibnu Abi Syaibah, Syarh al-Sunnah oleh al-Baghawi, Musnad al-Tayalisi dan lain-lain [1].

Tujuan kitab al-Awa’il seperti ini disusun ialah bagi memudahkan penyusunnya mengijazahkan kitab-kitab hadith yang diriwayatkan kepada murid-muridnya atau sesiapa sahaja yang ingin meminta ijazah daripadanya dan layak. Maka sesiapa yang meriwayatkan kitab al-Awa’il ini bermakna sanadnya bersambung secara langsung dengan penyusun-penyusun kitab hadith yang tersebut, seterusnya bersambung dengan Rasulullah SAW. Syeikh Muhammad Sa‘id telah meriwayatkan semua kitab-kitab tersebut daripada guru-gurunya, yang nama mereka seperti berikut: Syeikh Abu Tahir Muhammad bin Ibrahim al-Kurani (juga guru Syah Waliyullah al-Dihlawi), Syeikh ‘Id ibn ‘Ali al-Azhari (murid Syeikh ’Abdullah bin Salim al-Basri), Syeikh Ahmad al-Nakhli al-Makki dan Syeikh ‘Umar ibn Ahmad ibn ‘Aqil al-Saqqaf. Beliau juga menambah kemudiannya beberapa hadith daripada beberapa kitab hadith lain yang hampir berjumlah 30 buah. Kitab al-Awa’il al-Sunbuliyyah ini masyhur digunakan di daerah Hijjaz dan juga benua kecil India sejak kurun ke-12 Hijrah. (Muhammad ‘Abd al-Hay ibn ‘Abd al-Kabir al-Kattani, ibid., j. 1, h. 100-101) [2]

Sanad Syeikh Muhammad Yasin al-Fadani: Kitab al-Awa’il al-Sunbuliyyah ini telah menerima tumpuan daripada ramai ahli ilmu dan para pencari sanad. Ini dapat dilihat sebagai contohnya di dalam sanad Syeikh Muhammad Yasin al-Fadani (foto kanan), di mana beliau telah meriwayatkan kitab ini daripada hampir 40 orang syeikh yang dihimpunkan kesemua sanad mereka di dalam risalah kecil berjudul : (النفحة المسكية في الأسانيد المتصلة بالأوائل السنبلية). Jumlah keseluruhan perawi yang terdapat di dalam risalah ini adalah sekitar 190 orang, iaitu antara murid-murid Syeikh Muhammad Sa‘id Sunbul sehingga guru-guru Syeikh Muhammad Yasin al-Fadani. رحمهم الله تعالى Kebanyakan mereka terdiri daripada alim ulama besar yang berasal dari berbagai tempat seperti Hijjaz, Syria, Mesir, Maghribi, Yaman, India, dan juga Nusantara.

Tahkik Syeikh ‘Abd al-Fattah Abu Ghuddah: Kitab ini telah menerima perhatian daripada ramai ahli ilmu. Ada yang memberi huraian terhadapnya seperti Syeikh Ahmad ibn ‘Uthman al-‘Attar, dan ada juga yang mentahkik isi kandungannya, antaranya ialah Syeikh ‘Abd al-Fattah Abu Ghuddah (foto kanan). Beliau telah meriwayatkan kitab al-Awa’il al-Sunbuliyyah ini melalui rantaian sanad keluarga Sunbul, iaitu daripada Umm Tahir ‘A’isyah Sunbul (m. 1415H), daripada bapanya Syeikh Muhammad Tahir Sunbul (m. 1343H) (foto atas, tengah), daripada bapanya ‘Umar Sunbul, daripada bapanya ‘Abd al-Muhsin Sunbul (m. 1266H), daripada bapanya Muhammad Tahir Sunbul (m. 1218H), daripada bapanya Syeikh Muhammad Sa‘id Sunbul, penyusun kitab tersebut. (Muhammad ‘Abd Allah Al Rasyid (1999), op.cit., h. 589)

Kitab ini sebenarnya sudah dicetak banyak kali, namun edisi yang ditahkik oleh Syeikh ‘Abd al-Fattah ini agak berbeza dengan edisi-edisi cetakan yang lainnya kerana beliau turut melampirkan beberapa tambahan yang dibuat oleh penyusunnya sendiri yang belum pernah dicetak sebelumnya.

Contoh Manuskrip Kitab Awail al-Sunbuliyyah

Sanad al-Faqir (al-Fadhil Ustaz Mohd. Khafidz bin Soroni): Alhamdulillah, saya telah meriwayatkan kitab al-Awa’il al-Sunbuliyyah ini daripada guru kami, al-’Allamah al-Muhaddith Syeikh Mahmud Sa’id Mamduh, yang meriwayatkannya daripada Syeikh Muhammad Yasin al-Fadani (foto kanan dan di bawah adalah contoh sanad kitab Awail al-Sunbuliyyah yang Syeikh Yasin al-Fadani riwayatkan dari syeikh-syeikh beliau sepertimana yang disebut diatas – abu zahrah). Namun beliau tidak menyebut kesemua sanad Syeikh Muhammad Yasin al-Fadani, dan hanya menyebut jalur riwayatnya daripada Sayyid Zaki bin Ahmad al-Barzanji al-Madani, daripada bapanya al-Mufti Sayyid Ahmad bin Isma’il al-Barzanji, daripadanya bapanya Sayyid Isma’il bin Muhammad al-Hadi al-Barzanji, daripada Syeikh Khalid bin Hasan al-Kurdi, daripada Syeikh Muhammad bin ’Abdur Rahman al-Kazbari, daripada Syeikh Muhammad ibn Sulayman al-Kurdi al-Madani, daripada penyusunnya sendiri Syeikh Muhammad Sa‘id Sunbul. [3] حمهم الله تعالى جميعا.

Pesanan penulis (al-Fadhil Ustaz Mohd. Khafidz bin Soroni): Dilarang menerbit semula kecuali dengan izin penulis, atau memberi kredit kepada penulis demi amanah ilmiah.

***************

Nota tambahan oleh al-Fagir Abu Zahrah:

[1] – Kitab-kitab tersebut adalah: Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Daud, Sunan at-Tirmidhi, Sunan an-Nasai, Sunan Ibn Majah, Musnad ad-Darimi, Muwattho` Malik, Muwattho’ Muhammad al-Hasan, Jaami` Masanid Abi Hanifah, Musnad al-Imam asy-Syafie, Sunan al-Imam asy-Syafie, Musnad al-Imam Ahmad ibn Hanbal, Kitab al-Aasar li Muhammad al-Hasan, Sunan ad-Daraqutni, al-Mustakhraj ‘ala Shahih Muslim lil Haafidz Nu’aim, Sunan Abu Muslim al-Kasyi, Sunan Said bin Manshur, Mushannaf Ibn Abi Syaibah, Kitab Syarh as-Sunnah oleh al-Baghwi, al-Mashobih oleh al-Baghwi, Musnad at-Thoyaalisi, Musnad ‘Abdu ibn Humaid – al-Muntakhab, Musnad al-Haarits ibn Abi Usamah, Musnad al-Bazaar, Musnad abi Ya’la al-Maushuli, Kitab az-Zuhd wa al-Riqaaq – al-Haafidz Ibn al-Mubaarak, Nawaadir al-Ushuul – al-Hakiim at-Tirmidhi, Kitab ad-Du’a – ath-Thabarani, Iqtidha` al-Ilm al-Amal – Khatib al-Baghdadi, Kitan Tarikh al-Rijaal – Yahya ibn Ma’in, Mushannaf ‘Abdur Razzaq al-Shon’ani, as-Sunan as-Shogra` – al-Baihaqi, as-Sunan al-Kubra` – al-Baihaqi, al-Mustakhraj ‘ala Shahih Muslim – Abi ‘Awanah, Shahih Ibn Hibban, Shahih al-Haakim @ al-Mustadrak, Shahih Ibn Khuzaimah, Shahih Abi Bakar al-Ismaa’iiliy, Kitab ‘amal al-Yaum wa al-Lailah – Ibn as-Sunni dan Jam’u al-Fawaaid min Jaami’ al-Ushuul wa Majma’ al-Zawaaid – Muhammad bin Sulaiman.

[2] – Telah menjadi tradisi di Makkah al Mukarramah suatu masa dahulu, kitab ini dibaca dan mula-mula diijazahkan sebelum pembacaan dan pengijazahan kitab-kitab yang lain.

[3] – Dengan limpahan rahmatNYA, al-Fagir juga memperolehi sanad kitab yang masyhur ini daripada Guru Mulia, Syeikh Muhammad Nuruddin bin Marbu bin ‘Abdullah al-Banjari al-Makki dan juga daripada al-‘Allamah al-Muhaddits Syeikh Mahmud Said Mamduh. AlhamduliLlah.

DOWNLOAD : KItab aqidah ahlusunnah dengan pengantar ulama ahlusunnah terkemuka (Syahamah)

Print E-mail
Image

Click here to read and download “Dengan Kata Pengantar Ulama Ahlussunnah Terkemuka” in PDF format

Image

http://www.aicp.org/islamic-information-mainmenu-42/indonesian-mainmenu-43/230-dengan-kata-pengantar