JIHAD SEKSUAL ALA WAHABI JIHADI ANTEK DAJJAL : Ditipu di Suriah- Sejumlah Wanita Tunisia Pulang Dalam Kondisi Hamil

JIHAD SEKSUAL ALA WAHABI JIHADI ANTEK DAJJAL

ini bukan mujahid wanita tapi mujahil wanita…wahaby jihady koplak lebih parah dr syii

Ditipu di Suriah, Sejumlah Wanita Tunisia Pulang Dalam Kondisi Hamil

Tunis – Menteri Dalam Negeri Tunisia menyebut adanya sejumlah wanita Tunisia yang menjalani misi jihad ke Suriah. Namun usai melakukan jihad ini, para wanita Tunisia tersebut pulang dalam keadaan hamil.

Menteri Dalam Negeri Tunisia, Lofti Bin Jeddo menuturkan adanya jaringan kriminal yang menipu para wanita ini dengan dalih menjalani jihad di Suriah. Sebanyak 86 orang yang terlibat dalam jaringan ini telah ditangkap.

“Wanita-wanita tersebut berganti-ganti antara 20, 30, dan 100 pemberontak dan mereka kembali menanggung buah hubungan seksual dalam nama jihad seksual dan kami hanya bisa diam tanpa melakukan apapun dan tetap diam,” ujar Lofti Bin Jeddo saat berbicara di hadapan Dewan Konstituen Nasional seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (20/9/2013).

Menurut Bin Jeddo, kementeriannya melarang sekitar 6.000 warga Tunisia untuk bepergian ke Suriah sejak Maret 2013 lalu. Hal ini sebagai upaya antisipasi atas aktivitas jaringan khusus yang mengirimkan wanita muda Tunisia ke Suriah dengan dalih menjalani jihad.

Pernyataan Bin Jeddo ini sekaligus menjawab kritikan yang dilontarkan sejumlah kelompok aktivis HAM yang memprotes larangan bepergian ke Suriah. Menurut Bin Jeddo, larangan bepergian tersebut kebanyakan diberlakukan bagi mereka yang berusia di bawah 35 tahun.

“Kaum muda kita ditempatkan di garis depan dan diajari bagaimana untuk mencuri dan menjarah desa (di Suriah),” ucapnya.

Secara terpisah, mantan Ulama Besar Tunisia Sheikh Othman Battikh pernah mengatakan bahwa ada 13 gadis asal Tunisia yang ditipu dan dibodohi dengan diajak pergi ke Suriah. Di sana, gadis-gadis tersebut dipaksa melayani nafsu seksual para pemberontak yang melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Menurut Battikh, aktivitas yang disebut jihad seksual tersebut tidak ada bedanya dengan aktivitas prostitusi. “Untuk jihad di Suriah, mereka memaksa gadis-gadis muda ke sana. Sebanyak 13 gadis muda dikirimkan untuk menjalani jihad seksual. Apa-apaan ini? Ini namanya prostitusi. Ini jelas-jelas merupakan korupsi moral,” tegasnya kepada wartawan setempat.

Pada Agustus lalu, kepala dinas layanan keamanan publik setempat, Mostafa Bin Omar menyatakan adanya pembongkaran markas jaringan jihad seksual tersebut. Jaringan ini bersembunyi di wilayah-wilayah yang ditempati anggota militan Al-Qaeda. Menurut Bin Omar, jaringan ini menggunakan gadis di bawah umur yang mengenakan pakaian menutup tubuh hingga ke wajah untuk melayani para pelaku jihad setempat.

http://news.detik.com/read/2013/09/20/151932/2364829/1148/ditipu-di-suriah-sejumlah-wanita-tunisia-pulang-dalam-kondisi-hamil?

JIHAD SEKS HEBOHKAN TUNISIA

  • Email
Category: Dunia
Published on Tuesday, 09 April 2013 07:09
Hits: 1231

Beberapa waktu yang lalu jagad maya dibuat geger dengan pemberitaan  tentang fatwa  “jihad seks” untuk para anggota pemberontak Suriah. Akibat beredarnya fatwa tersebut, diberitakan oleh Daily Mail pada Jumat (5/4) sebanyak 13 perempuan Tunisia baru-baru ini  pergi ke wilayah utara Suriah (kawasan yang dikuasai kelompok pemberontak) untuk menyediakan diri mereka sebagai pemuas seks para tentara pemberontak tersebut.

 

Pemerintah Tunisia sendiri merespon isu fatwa tersebut secara keras. Lewat Menteri urusan Agama-nya, Noureddine al-Khadimi, pemerintah Tunisia menyerukan kepada kaum perempuan di negara tersebut  supaya tidak  mengindahkan seruan yang kata mereka dibuat oleh ulama dari luar Tunisia.

“Kami menolak fatwa jihad seksual itu dan meminta kepada rakyat Tunisia supaya tidak merespon itu,”katanya.

Respon keras pemerintah Tunisia itu dianggap wajar, mengingat banyak warga negara negara itu yang menuruti fatwa tersebut. Media Tunisia bahkan pernah menngisahkan tentang seorang lelaki Tunisia yang menceraikan istrinya hanya supaya sang istri bisa ikut pergi “berjihad” ke Suriah bersamanya. Jika sang suami melakukan jihad bersenjata maka sang istri diakuinya akan berjihad lewat seks.

Dari mana munculnya “fatwa biru” tersebut?  Media-media Tunisia dan media sosial negara tersebut menyebut  nama Syekh Muhammad al-Arifi sebagai ulama yang mengeluarkan fatwa itu. Namun, tuduhan itu  dibantah keras oleh  sumber terdekat Syekh Muhammad al-Arifi. Mereka menyatakan fatwa itu bersifat liar dan  bisa dikeluarkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.(hj/Islam Indonesia/dm) foto:istimewa

http://islamindonesia.co.id/index.php/hot-news/dunia/1055-jihad-seks-hebohkan-tunisia

Advertisements

Ulama Afganistan Belajar Pancasila (piagam jakarta) yang mirip PIAGAM MADINAH ZAMAN NABI

Ulama Afganistan Belajar Pancasila

ulama afganistan belajar pancasila / piagam jakaarta yg mirip dgn negara kesatuan madinah [piagam madinah: dimana disepakai oelh wakil islam (nabi muhammad), wakil yahudi, wakil nasRAni, daan agama nenek moyang (wakil suku2 di madinah sebelum mereka islam) dulu]
Di Upload : Kamis, 19 September 2013 — Gusti
Kategori :

Ulama Afganistan Belajar Pancasila

Ulama Afganistan Belajar Pancasila

YOGYAKARTA – Sebanyak 12 ulama terkemuka dari 12 provinsi di Afganistan berkunjung ke Kampus UGM untuk mempelajari Pancasila secara lebih mendalam. Kedatangan mereka yang dipimpin dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini berdiskusi dengan para pakar UGM untuk mengetahui lebih jauh perkembangan kehidupan toleransi antar umat beragama di Indonesia.

Rektor UGM Prof. Dr. Pratikno, M.Soc., Sc mengatakan kunjungan delegasi dari Afganistan ini memang sengaja untuk mempelajari Pancasila dan kehidupan multikultural masyarakat Indonesia yang bisa hidup rukun dan damai. “Sebagai negara penduduk muslim terbesar, masyarakat muslim Indonesia bisa berdampingan dengan non muslim. Bahkan Borobudur dan Prambanan adalah  peninggalan agama Budha dan Hindu di sini,” kata Pratikno saat menerima kunjungan delegasi Afganistan di ruang multimedia, Kamis (19/9).

Seraya menerangkan keberadaan UGM sebagai kampus yang menampung anak-anak muda dari berbagai agama, suku, dan budaya, memiliki mandat untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan bangsa. Lebih dari itu, UGM juga diberi mandat menjaga kebudayaan, toleransi dan multikultural. “Karena itu di sini ada Pusat Studi Pancasila, Program Studi Lintas Agama dan Budaya, dan Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian,” katanya.

Peneliti Senior Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM, Prof. Dr. Sutaryo, mengatakan Indonesia dan Afganistan sama-sama memiliki mayoritas penduduk muslim. Bedanya, Indonesia memiliki lebih dari 8000 jenis ragam budaya dan 5000 bahasa yang dapat dipersatukan lewat Pancasila. “Di Afganistan, bukan perkara agama, tapi kondisi politik dan sosial yang membuat mereka terbelah,” imbuhnya.

Dr. Fazal Gahani, salah seorang ketua tim delegasi afganistan mengatakan kondisi Afganistan saat ini tidak seperti yang diberitakan oleh media asing yang menyebutkan di Afganistan masih adanya perang, bom bunuh diri dan konflik antar kelompok bertikai. Padahal menurutnya setiap ulama di Afganistan dalam setiap ceramahnya selalu menyampaikan pesan pentingnya menjaga perdamaian. “Sesama ulama kita selalu mengajak semua ulama bersatu dan memberi pengertian agat rakyat juga ikut bersatu,” ujarnya.

Dia menambahkan, mayoritas  rakyat Afganistan cinta damai, namun masuknya negara asing yang menjadikan konflik antar kolompok di Afganistan tidak pernah usai. Bahkan negara luar tersebut berkompetisi memperebutkan sumber ladang minyak dan gas bumi. “Banyak tambang minyak dan gas bumi yang belum dieksplorasi karena masalah keamanan,” imbuhya.

Selain mengajak ormas islam dan akademisi UGM ikut berkontribusi merealisasikan perdamaian di Afganistan, ia juga berharap UGM juga membantu pendidikan di Afganistan. Pasalnya negara ini masih kekurangan tenaga pengajar. “Kami masih kekurangan dosen dan guru, saya kira Indoneia bisa bantu dosen dan guru belajar di sini,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Shafiullah sahfi, ulama dari propinsi Nooristan yang berharap ormas Islam segera bergerak membantu perdamaian di negaranya. “Tahun 2014 tentara asing akan keluar dari Afganistan. Banyak rakyat yang senang, tapi ada juga khawatir jika tentara asing keluar, Afganistan jadi tidak aman,” katanya.

Wakil Sekjen PBNU, Abdul Munim, mengatakan 12 ulama dari Afganistan ini sengaja didatangkan ke Indonesia untuk mengetahui lebih jauh tentang Pancasila yang diyakini sebagai pemersatu kehidupan masyarakat Indonesia yang terkenal majemuk. “Mereka tahu Indonesia bisa rukum karena Pancasila. Mereka ingin belajar, karena mereka yang hanya punya satu agama saja tidak bisa rukun dan saling bertengkar,” kata Munim ditemui disela-sela memimpin kunjungan rombongan ulama Afganistan.

Selain berkunjung ke UGM, kata Munim, rombongan ulama Afganistan ini juga berkunjung ke lokasi pesantren di Surabaya dan Yogyakarta serta bertemu tokoh agama.  (Humas UGM/Gusti Grehenson)

http://ugm.ac.id/id/berita/8233-ulama.afganistan.belajar.pancasila

tarjamah teks lengkaP PIAGAM MADINAH :

https://salafytobat.wordpress.com/2013/01/14/tarjamah-teks-piagam-madinah-rukun-negara-zaman-rasulullah-di-madinah-tiap-negara-ada-rukun-negara-indonesia-panca-sila-piagam-jakarta/

astaghfirullah… khawarij wahaby jabhah nusrah (alqaeda iraq) perintahkan bantai sufi sunni di syira

alqaida bukan mujahidin tapi binatang yg berbahasa arab
Gawat, Salafi Suriah Perintahkan Bantai Sufi
dituduh semua sufi berpaham wihadatul wujud oleh mujasimmah wahabi (yg tuhannya bersarang dilangit)
===================
syiria alqaeda bantai sufi
Aleppo—Di tengah semakin memanaskan kondisi perang di Suriah, tersebar surat perintah pembantaian kaum sufi di Aleppo. Kaum sufi dihalalkan darahnya karena telah dianggap kafir oleh kalangan salafi. Berikut scan surat edaran tersebut beserta terjemahannya.

Panggilan Syariat di Aleppo
Bismillahirrahmanirrahim
Himbauan Umum Nomor (13)
Setiap orang yang terbukti berafiliasi kepada tarekat penyembah kuburan yang mengaku-ngaku Ahlusunnah wal Jamaah, seperti Tarekat Sufi Qadiriyah, Rifa’iyah, Mulawiyah, dan Naqsyabandiyah, maka akan diterapkan hukum Allah atasnya, yaitu halal darah, harta, dan kehormatannya.
Keyakinan para sufi itu telah sampai batas hingga menyamakan Allah dengan segala makhluk. Akhirnya ibadah dan ketaatan yang khusus untuk Allah, mereka jadikan sebagai hak untuk seluruh makluk, karena mereka menjadi Allah sebagai eksistensi dari makhluk itu sendiri.
Ini merupakan bentuk kekufuran dan pengingkaran yang sangat besar terhadap Allah Ta’ala. Bahkan kekufuran mereka sudah sampai tingkat mereka tidak menganggap bahwa diri mereka adalah hamba Allah. Mereka menganggap diri mereka adalah Allah itu sendiri. Hal ini sebagaimana secara terang-terangan dikatakan oleh thaghut mereka seperti Ibnu Arabi pengarang kitab ‘Fushush’, dan orang-orang kafir semisalnya.
3/Ramadhan/1434
12/7/2013
Ketua Dewan Syariat
Syekh Abu Muhammad.
___________
Sumber : http://www.mosleminfo.com/index.php/berita/internasional/gawat-salafi-suriah-perintahkan-bantai-sufi/

wahaby khawarij ashabab somalia rebutan harta dan saling bunuh : 2 pendiri ashabab dan pejuang wahaby asing dibunuh kawannya

Warga AS Anggota Al-Shabab Tewas Dibunuh Rekan Sendiri

  • Kamis, 12 September 2013 | 21:38 WIB
Omar Hammami, warga AS yang menjadi anggota kelompok militan Somalia, Al Shabab. | AP Photo/Farah Abdi Warsameh

 

 

MOGADISHU, KOMPAS.com — Seorang warga negara AS yang bergabung dengan kelompok Al-Shabab dan menjadi salah satu buron FBI yang dihargai 5 juta dollar AS, Kamis (12/9/2013), tewas dalam sebuah penyergapan di Somalia.

Omar Hammami, asal Daphne, Alabama, yang dikenal dengan nama Abu Mansoor al-Amriki, tewas di wilayah selatan Somalia setelah dalam beberapa bulan terakhir dalam pelarian akibat berselisih dengan pimpinan Al-Shabab.

Sebelumnya, Hammami sudah berulang kali dikabarkan tewas, tetapi setiap kali dinyatakan tewas Hammami justru muncul dalam keadaan hidup.

Namun, seorang pakar terorisme yang mengikuti perkembangan Al-Shabab mengatakan, kabar kematian Hammami kali ini tampaknya akurat.

“Saya kira kabar kematiannya kali ini benar dari sejumlah sumber yang saya peroleh,” kata JM Berger yang mengelola situs intelwire.com.

Sementara itu, kelompok militan Al-Shabab belum memberikan bukti terkait kematian Hammami.

Seorang anggota Al-Shabab yang mengaku bernama Sheik Abu Mohammed kepada Associated Press mengatakan, Hammami tewas dalam sebuah penyergapan.

Mohammed mengklaim sejumlah pengikutnya ikut melakukan penyergapan terhadap Hammami.

Bersama dengan Adam Gadahn di Pakistan —mantan juru bicara Osama bin Laden—, Hammami adalah satu dari dua warga AS yang bergabung di kelompok militan itu.

Hammami lahir dan besar di Daphne, sebuah kota kecil berpenduduk 20.000 orang di luar kota Mobile, Alabama. Hammami dilahirkan dari ibu yang seorang Kristen dan ayah seorang Muslim keturunan Suriah.

Pada 2006, Hammami berangkat ke Somalia dan bergabung dengan Al-Shabab. Dia ikut bertempur bersama Al-Shabab, hingga terjadi perpecahan antara warga Somalia dan pejuang asing dalam tubuh Al-Shabab.

Dalam video yang diunggah ke internet pada Maret 2012, Hammami sudah menyatakan kekhawatiran akan keselamatan jiwanya sekaligus menyatakan adanya perselisihan dengan Al-Shabab.

Perselisihan dimulai saat Hammami menuding para pemimpin Al-Shabab hidup dalam kemewahan lewat pajak yang dikumpulkan dari warga Somalia.

Hammami juga kecewa karena Al-Shabab hanya memikirkan perjuangan di Somalia dan tak pernah berpikir untuk berjuang secara global.

http://internasional.kompas.com/read/2013/09/12/2138174/Warga.AS.Anggota.Al-Shabab.Tewas.Dibunuh.Rekan.Sendiri

Dua Pendiri Kelompok Al-Shabab, Dibunuh Anggotanya

  • Minggu, 30 Juni 2013 | 05:55 WIB
Anggota kelompok militan Al-Shabab, Somalia. | Sky News
21

4
0

MOGADISHU, KOMPAS.com – Dua orang anggota militan ternama di Somalia, salah satunya dihargai 5 juta dolar oleh AS, tewas dibunuh rekan-rekan mereka sendiri.

Kedua anggota militan itu adalah Ibrahim Jama Mead alias Al Afghani dan Abul Hamid Hashi Olhayi. Keduanya dikenal sebagai para pendiri kelompok Al-Shabab yang terkait dengan Al-Qaeda.

Afghani, yang mendapatkan nama panggilannya ini karena pernah berlatih dan bertempur di Afganistan adalah yang paling diinginkan pemerintah AS. Dia diketahui menentang perintah pemimpin Al-Shabab, Ahmed Abdi Godane.

Godane, yang kepalanya dihargai 7 juta dolar AS itu, memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Afghani dan puluhan tokoh senior Al-Shabab lainnya awal bulan ini. Demikian kantor berita AFP mengabarkan.

“Kami sudah memberitahukan istri keduanya terkait kematian mereka, karena para istri ini sekarang harus mengenakan pakaian duka,” kata juru bicara Al-Shabab Abdulaziz Abu Musab.

Kematian kedua tokoh senior Al-Shabab itu menunjukkan adanya perpecahan di tubuh Al-Shabab yang sudah lama memberontak untuk menggulingkan pemerintah Somalia yang didukung komunitas internasional.

Selain itu, pembunuhan ini menunjukkan upaya Godane untuk menyapu bersih semua orang yang berseberangan dengan dirinya dan semakin menancapkan kepemimpinan yang radikal.

Anggota keluarga -termasuk para saudari Afghani- mengatakan kedua orang ditahan dan kemudian dieksekusi. Namun, Al-Shabab mengatakan keduanya tewas dalam sebuah baku tembak.

“Kami membantah laporan yang menyebut kedua orang itu dieksekusi setelah ditahan terlebih dulu,” kata Abu Musab.

“Keduanya tewas dalam baku tembak saat mereka menolak perintah penahanan,” lanjut Abu Musab.

Kelompok militan Al-Shabab diketahui terpecah menjadi beberapa faksi sesuai dengan garis kesukuan anggotanya serta ideoleogi yang berbeda.

Sebagian anggota Al-Shabab tertarik dengan agenda nasionalis untuk mengusir pasukan asing dari Somalia. Sementara sebagian lainnya, termasuk Godane, lebih memiliki ambisi jihad internasional.

Sumber : Sky News

Bukti pengkafiran wahaby : menyesatkan aqidah imam Nawawi dan aqidah mayoritas islam sunni

KEJAHATAN SANG USTADZ
=================
Dalam buku terjemahan Syarah Riyadhus Sholihin yang dicetak oleh percetakan Pustaka Imam Syafi’i (Penerbit buku Wahabi Indonesia), mereka juga menuduh pengarang asal yaitu Imam an-Nawawi tidak mendalami bab aqidah, dan kemudian mengkafirkan beliau dengan menggunakan hujjah dari Syaikh ibnu Taimiyyah.

Baca selengkapnya disini http://m.suaraaswaja.com/inilah-kejahatan-ustadz-salafi-indonesia.htmriyadushalin tahqiqwahaby

perencanaan keluarga / keluarga berencana (KB) / alat kontrasepsi dalam islam

 Tinjauan Hukum Islam untuk Peserta Diklat Penyuluh Agama Islam sebagai Tenaga Motivator Keluarga Berencana di Pedesaan)

(Oleh : Drs.H. Zaenuri, M.Ag)

 

 

A. Pendahuluan

1. Latar Belakang

Perlu kita renungkan jumlah penduduk Negara kita selalu bertambah, pada akhir tahun 2000 berjumlah 206,264,595 jiwa sedangkan di akhir 2010 menjadi 237,641,326 jiwa(Badan Pusat Statistik, 2010: 16). Sementara lapangan pekerjaan semakin sulit sehingga pengangguran semakin bertambah. Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,32 juta orang, oleh karena itu diperlukan gerakan nasional untuk meningkatkan semangat kewirausahaan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Presiden dalam pidato pencanangan Gerakan Kewirausahaan Nasional di Jakarta, Rabu, menjelaskan, jumlah pengangguran itu setara dengan 7,14 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,8 juta orang.   Yudhoyono menjelaskan, fokus utama pemerintah adalah berusaha menyediakan lapangan kerja bagi para penganggur itu.  Salah satu lapangan pekerjaan yang potensial adalah pegawai instansi negara. Namun, kata presiden, sektor itu tidak mungkin bisa menyerap semua pengangguran. Menurut Presiden Yudhoyono, jumlah pegawai instansi negara saat ini 7.663.570 orang yang terdiri dari pegawai negeri sipil, guru dan dosen, serta TNI/Polri.  (Kommpas.com, 6  Oktober 2011).  Oleh karena itu Kebijakan Progran Keluarga Berancana merupakan langkan yang tepat agar laju pertumbuhan pendudukan dapat dikendalikan untuk diseimbangkan dengan lapangan pekerjaan.

2. Identifikasi Masalah

Menghadapi pertumbuhan pendudukan yang sulit dibendung dapat menyebabkan masalah sosial yang sangat komplek, maka ditemukan identifikasi masalah bahwa pertumbuhan penduduk harus diimbangi dengan lapangan pekerjaan, sehingga tidak menimbulkan kesengsaraan hidup yang berkepanjangan.

3. Perumusan Masalah

Problematika sosial akibat pertumbuhan jumlah pendudukan pasti menimbulkan beberapa masalah, untuk itu dapat dirumuskan bahwa ”Bagaimana Program Keluarga Berencana dapat berhasil menekan jumlah penduduk di Indonesia?

B. Pengertian Keluarga Berencana

Pemahaman Keluarga Berencana perlu dipahami lebih dulu fakta (manath) dalam pengertian sebagai berikut :

1.      Keluarga Berencana berarti pasangan suami istri yang mempunyai perencanaan yang kongkrit mengenai kapan anaknya diharapkan lahir agar setiap anaknya lahir disambut dengan rasa gembira dan syukur dan merencanakan berapa anak yang dicita-citakan, yang disesuaikan dengan kemampuannya dan situasi kondisi masyarakat dan negaranya.

2.      Keluarga Berencana (KB) dapat dipahami sebagai suatu program nasional yang dijalankan pemerintah untuk mengurangi populasi penduduk, karena diasumsikan pertumbuhan populasi penduduk tidak seimbang dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi sacara nasional. Dalam pengertian ini, KB didasarkan pada teori populasi menurut Thomas Robert Malthus. KB dalam pengertian pertama ini diistilahkan dengan pembatasan kelahiran (tahdid an-nasl).

3.      KB dapat dipahami sebagai aktivitas individual untuk mencegah kehamilan (man’u al-hamli) dengan berbagai cara dan sarana (alat). Misalnya dengan kondom, IUD, pil KB, dan sebagainya. KB dalam pengertian kedua diberi istilah pengaturan kelahiran (tanzhim an-nasl).

4.      KB dalam arti pengaturan kelahiran, yang dijalankan oleh individu maupun program negara untuk mencegah kelahiran (man’u al-hamli) dengan berbagai cara dan sarana, hukumnya diperbolehkan (mubah), bagaimana pun juga motifnya. (Taqiyuddin An-Nabhani, 1999: 148).  Namun kebolehannya disyaratkan tidak adanya bahaya (dharar). Kaidah fiqih menyebutkan :”Segala bentuk bahaya haruslah dihilangkan”. (Adh-dhararu yuzaal) (Imam Suyuthi, tth: 59).

5.      Pandangan Hukum Islam tentang Keluarga Berencana, secara prinsipil dapat diterima oleh Islam, bahkan KB dengan maksud menciptakan keluarga sejahtera yang berkualitas dan melahirkan keturunan yang tangguh sangat sejalan dengan tujuan syari`at Islam yaitu mewujudkan kemaslahatan bagi umatnya. Selain itu, KB juga memiliki sejumlah manfaat yang dapat mencegah timbulnya kemudlaratan. Bila dilihat dari fungsi dan manfaat KB yang dapat melahirkan kemaslahatan dan mencegah kemudlaratan maka tidak diragukan lagi kebolehan KB dalam Islam.

6.      Para ulama yang membolehkan KB sepakat bahwa Keluarga Berencan (KB) yang dibolehkan syari`at adalah suatu usaha pengaturan/penjarangan kelahiran atau usaha pencegahan kehamilan sementara atas kesepakatan suami-isteri karena situasi dan kondisi tertentu untuk kepentingan (maslahat) keluarga. Dengan demikian KB disini mempunyai arti sama dengan tanzim al nasl (pengaturan keturunan). Sejauh pengertiannya adalah tanzim al nasl (pengaturan keturunan), bukan tahdid al nasl (pembatasan keturunan) dalam arti pemandulan (taqim) dan aborsi (isqot al-haml), maka KB tidak dilarang. Pemandulan dan aborsi yang dilarang oleh Islam disini adalah tindakan pemandulan atau aborsi yang tidak didasari medis yang syari`i. Adapun aborsi yang dilakukan atas dasar indikasi medis, seperti aborsi untuk menyelamatkan jiwa ibu atau karena analisa medis melihat kelainan dalam kehamilan, dibolehkan bahkan diharuskan. Begitu pula dengan pemandulan, jika dilakukan dalam keadaan darurat karena alasan medis, seperti pemandulan pada wanita yang terancam jiwanya jika ia hamil atau melahirkan maka hukumnya mubah. Kebolehan KB dalam batas pengertian diatas sudah banyak difatwakan , baik oleh individu ulama maupun lembaga-lembaga ke Islaman tingkat nasional dan internasional, sehingga dapat disimpulkan bahwa kebolehan KB dengan pengertian batasan ini sudah hampir menjadi Ijma`Ulama. MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga telah mengeluarkan fatwa serupa dalam Musyawarah Nasional Ulama tentang Kependudukan, Kesehatan dan Pembangunan tahun 1983. Betapapun secara teoritis sudah banyak fatwa ulama yang membolehkan KB dalam arti tanzim al-nasl, tetapi kita harus tetap memperhatikan jenis dan cara kerja alat/metode kontrasepsi yang akan digunakan untuk ber-KB.

Dalil kebolehannya antara lain hadis dari sahabat Jabir RA yang berkata:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: كُنَّا نُعَزِّلُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَّ وَاْلقُرْآنُ يَنْزِلُ (راوه البخارى)

 

”Dahulu kami melakukan azl [senggama terputus] pada masa Rasulullah SAW sedangkan al-Qur`an masih turun.” (HR Bukhari).

 

C. Pandangan Al-Qur’an Tentang Keluarga Berencana

1. Pandangan Al-Qur’an Tentang Keluarga Berencana

Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat yang memberikan petunjuk yang perlu kita laksanakan dalam kaitannya dengan KB diantaranya ialah :

a.       Surat An-Nisa’: 9

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar(S. An-Nisa: 9)

b.      Surat Lukman: 14

 

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.” (S.Lukman: 14)

c.       Surat al-Qashas: 77

“Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.( S. al-Qashas: 77)

 

D.     Pandangan al-Hadis tentang Keluarga Berencana

Dalam Hadits Nabi diriwayatkan:

اِنَكَ تَدْرِوَرَثَكَ اَغْنِيَاءٌ خَيْرٌ مِنْ اَنْ تَدْرِهُمْ عَالِةً لِتَكْفَفُوْنَ النَّاسَ (متفق عليه)

“sesungguhnya lebih baik bagimu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan dari pada meninggalkan mereka menjadi beban atau tanggungan orang banyak.”

Dari hadits ini menjelaskan bahwa suami istri mempertimbangkan tentang biaya rumah tangga selagi keduanya masih hidup, jangan sampai anak-anak mereka menjadi beban bagi orang lain  (masyarakat). Dengan demikian pengaturan kelahiran anak hendaknya direncanakan dan amalkan sampai berhasil.

E.      Hukum Keluarga Berencana

1.      Sebenarnya dalam al-Qur’an dan Hadits tidak ada nas yang khusus yang melarang atau memerintahkan KB secara eksplisit, karena hukum ber-KB harus dikembalikan kepada kaidah hukum Islam dengan metode ijtihad, yaitu:

اَلاْ َصْلُ فِى اْلاَشْيَاءِ اْلاِبَاحَةِ حَتَّى يَدُلَّ عَلَى الدَّلِيْلِ عَلَى تَحْرِيْمِهَا

“Segala sesuatu pada asalnya adalah diperbolehkan sehingga ada dalil yang menunjukkan atas dilarangnya sesuatu tersebut”

 

2.      Dalam al-Qur’an ada ayat-ayat yang berindikasi tentang diperbolehkannya mengikuti program KB, sebagai berikut:

a.       Menghawatirkan keselamatan jiwa atau kesehatan ibu. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

وَلاَ تُلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ إِلىَ التَّهْلُكَةِ (البقرة :۱٩٥)

“Janganlah kalian menjerumuskan dirimu dalam kerusakan”.

b.      Menghawatirkan keselamatan agama, akibat kesempitan penghidupan hal ini sesuai dengan hadits Nabi:

كَادَا اْلفَقْرُ أَنْ تَكُوْنَ كُفْرًا

“Kefakiran atau kemiskinan itu mendekati kekufuran”.

c.       Menghawatirkan kesehatan atau pendidikan anak-anak bila jarak kelahiran anak terlalu dekat sebagai mana hadits Nabi:

وَلاَ ضَرُرَ وَلاَ ضَرَارَ

“Jangan bahayakan dan jangan lupa membahayakan orang lain”

3.      Menurut Pandangan Ulama’

Diantara ulama’ yang membolehkan adalah Imam al-Ghazali, Syaikh al-Hariri, Syaikh Syalthut, Ulama’ yang membolehkan ini berpendapat bahwa diperbolehkan mengikuti progaram KB dengan ketentuan antara lain, untuk menjaga kesehatan si ibu, menghindari kesulitan ibu, untuk menjarangkan anak. Mereka juga berpendapat bahwa perencanaan keluarga itu tidak sama dengan pembunuhan karena pembunuhan itu berlaku ketika janin mencapai tahap ketujuh dari penciptaan.

Cara yang diperbolehkan   dengan cara pencegahan kehamilan yang  diperbolehkan oleh syara’ antara lain, menggunakan pil, suntikan, spiral, kondom, diafragma, tablet vaginal , tisue. Cara ini diperbolehkan asal tidak membahayakan nyawa sang ibu. Dan cara ini dapat dikategorikan kepada azl yang tidak dipermasalahkan hukumnya. Sebagaimana hadits Nabi :

كُنّاَ نَعْزِلُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص. م. فَلَمْ يَنْهَهَا (رواه مسلم )

“Kami dahulu dizaman Nabi SAW melakukan azl, tetapi beliau tidak melarangnya” (HR. Muslim)

Selain itu praktek KB untuk mengatur saja, demi kesejahteraan si anak atau kesehatan si ibu. Misalnya, menurut dokter sebaiknya demi kesehatan si ibu, agar melahirkan lagi setelah dua atau tiga tahun ke depan, atau agar jarak antara putra yang satu dengan yang lain tidak terlalu dekat, atau dengan dasar agar pendidikan setiap anak dapat terpantau dengan baik, atau menurut dokter, kalau jaraknya terlalu dekat, akan mengakibatkan si anak kurang normal, atau kurang sehat, maka untuk jenis ini diperbolehkan, karena ada alasan syar’i dan praktek KB tersebut bukan untuk selamanya (sementara waktu saja).

Di antara dalil diperbolehkannya praktek KB untuk jenis kedua ini adalah hadits shahih riwayat Bukhari Muslim yang memperbolehkannya praktek ‘azl. ‘azl adalah menumpahkan sperma di luar vagina, dengan maksud di antaranya agar si isteri tidak hamil, baik demi alasan kesehatan si isteri atau lainnya. Praktek ‘azl ini berlaku umum di kalangan sahabat, dan Rasulullah saw tidak melarangnya.

F. Manfaat Utama Program Keluarga Berencana

PROGRAM Keluarga Berencana (KB) dirumuskan sebagai upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakaat melalui batas usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga, untuk mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKBBS). Dalam ajaran Islam  dikenal dengan keluarga “Sakinah Mawaddah wa rahmat”. Dengan mengikuti program KB sesuai anjuran pemerintah, para akseptor akan mendapatkan tiga manfaat utama optimal, baik untuk ibu, anak dan keluarga, antara lain:

a.       Manfaat Untuk Ibu:

1)      Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan

2)      Mencegah setidaknya 1 dari 4 kematian ibu

3)      Menjaga kesehatan ibu

4)      Merencanakan kehamilan lebih terprogram

b.      Manfaat Untuk Anak:

1)      Mengurangi risiko kematian bayi

2)      Meningkatkan kesehatan bayi

3)      Mencegah bayi kekurangan gizi

4)      Tumbuh kembang bayi lebih terjamin

5)      Kebutuhan ASI eksklusif selama 6 bulan relatif dapat terpenuhi

6)      Mendapatkan kualitas kasih sayang yang lebih maksimal

c.       Manfaat Untuk Keluarga:

1)      Meningkatkan kesejahteraan keluarga

2)      Harmonisasi keluarga lebih terjaga

3)      Meningkatkan kebahagiaan keluarga

G. Penutup

Dengan pelaksanaan program Keluarga Berencana diharapkan jumlah pendudukan dapat diatur untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa dan untuk mencegah terjadinya bencana sosial, pengangguran, kriminalitas dan kecelakaan lalulintas semakin meningkat. Na’uzubillah min zalik.

.daftar Pustaka :

Abul Fadl Mohsin Ebrahim, (1997), Aborsi, Kontrasepsi dan Mengatasi Kemandulan , Bandung: Mizan.

Abdurrahman Umran, Prof. (1997), Islam dan KB, Jakarta: PT Lentera Basritama.

Chuzamah, T. Yangro, Dr. H. dkk. (2002), Problematika Hukum Islam Kontemporer,Jakarta: Pustaka Firdaus.

M. Ali Hasan, (1997), Masail Fiqhiyah, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Masjfuk Zuhdi, Prof. Drs. H, (1997) Masail Fiqhiyah, Jakarta: PT Toko Gunung Agung.

Musthafa Kamal, Drs. (2002), Fiqih Islam, Yogyakarta: Citra Karsa Mandiri.

Luthfi As-syaukani, (1998),Politik, Ham dan Isu-isu Fiqih Kontemporer, Bandung: Pustaka Hidayah.

—-

Sebelum saya menjawab persoalan KB di atas, perlu saya sampaikan terlebih dahulu tentang di antara maksud dan tujuan pernikahan dalam Islam.

Di antara maksud tujuan agama Islam (maqasih syari’ah) dari adanya pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan (littanasul) dan menghindari suami atau isteri jatuh kepada perbuatan zina.

Oleh karena itu, dalam banyak hadits disebutkan bahwa Rasulullah saw memerintahkan ummatnya untuk menikahi wanita yang penyayang dan subur (untuk memperoleh keturunan).

Dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Ahmad dari Anas bin Malik disebutkan seperti di bawah ini:


Artinya: “Dari Anas bin Malik, bahwasannya Rasulullah saw memerintahkan kami untuk menikah, dan melarang dengan sangat keras untuk tidak menikah. Beliau kemudian bersabda: “Nikahilah oleh kalian (perempuan) yang penyayang dan subur untuk memperoleh keturunan, karena sesungguhnya saya kelak pada hari Kiamat adalah yang paling banyak ummatnya” (HR. Ahmad).

Bahkan, bukan hanya itu, dalam sebuah hadits shahih lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Nasai, dari Ma’qal bin Yasar, bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw sambil berkata: “Ya Rasulullah, saya mendapatkan seorang wanita dari keturunan yang sangat baik dan sangat cantik, akan tetapi dia mandul (tidak dapat hamil), apakah saya boleh menikahinya?” Rasulullah saw menjawab: “Nikahilah oleh kamu (perempuan) yang penyayang dan subur, karena aku kelak pada hari Kiamat yang paling banyak ummatnya”.

Hadits ini, tidak berarti menikahi yang tidak subur tidak boleh, akan tetapi sangat dianjurkan dan alangkah lebih baiknya apabila menikahi wanita-wanita subur yang dapat melahirkan dan menghasilkan keturunan.

Dari hadits-hadits di atas nampak bahwa di antara tujuan utama adanya pernikahan adalah untuk memperoleh keturunan.

Dalam al-Qur’an, Allah juga mengecam mereka yang tidak mau memperoleh keturunan dengan alasan semata-mata karena takut miskin, rizki seret dan lain sebagainya. Hal ini karena sudah merupakan janji Allah bahwa, Allah yang akan memberikan rizki kepada anak-anak tersebut.

Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar” (QS. Al-Isra: 31).

Dalam ayat lain Allah menegaskan bahwa semua makhluk di bumi ini, Allah yang memberikan rizkinya:

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” (QS. Hud: 6).

Dari keterangan-keterangan di atas, jumhur ulama berpendapat bahwa seseorang yang tidak mau mempunyai anak dikarenakan semata-mata hanya karena takut miskin, takut tidak dapat memberikan makan, tidak dibenarkan. Karena dengan melakukan demikian, dinilai tidak meyakini dengan kekuasaan Allah.

Dari sini juga, barangkali kita dapat mengkategorikan praktek KB ini kepada dua bagian besar.
Pertama, melakukan program KB, dengan alasan takut tidak dapat memberikan makan, takut miskin dan lain sebagainya, maka praktek KB seperti ini tidak dibenarkan. Karena hal ini menyangkut keyakinan seorang muslim kepada Allah, bahwa Allah yang akan memberikan rizkinya.

Selain itu, sebagian besar ulama juga mentidakbolehkan seseorang yang melakukan praktek KB dengan jalan memasang alat yang mengakibatkan si wanita tidak dapat hamil selamanya (bukan sementara waktu), tanpa ada alasan syar’i yang dibenarkan, bukan karena demi kesehatan si ibu atau lainnya. Untuk jenis ini, praktek KB tidak diperbolehkan, karena tidak sesuai dengan di antara maksud utama pernikahan dalam Islam.

Kedua, praktek KB untuk mengatur saja, demi kesejahteraan si anak atau kesehatan si ibu. Misalnya, menurut dokter sebaiknya demi kesehatan si ibu, agar melahirkan lagi setelah dua atau tiga tahun ke depan, atau agar jarak antara putra yang satu dengan yang lain tidak terlalu dekat, atau dengan dasar agar pendidikan setiap anak dapat terpantau dengan baik, atau menurut dokter, kalau jaraknya terlalu dekat, akan mengakibatkan si anak kurang normal, atau kurang sehat, maka untuk jenis ini diperbolehkan, karena ada alasan syar’i dan praktek KB tersebut bukan untuk selamanya (sementara waktu saja).

Di antara dalil diperbolehkannya praktek KB untuk jenis kedua ini adalah hadits shahih riwayat Bukhari Muslim yang memperbolehkannya praktek ‘azl. ‘azl adalah menumpahkan sperma di luar vagina, dengan maksud di antaranya agar si isteri tidak hamil, baik demi alasan kesehatan si isteri atau lainnya. Praktek ‘azl ini berlaku umum di kalangan sahabat, dan Rasulullah saw tidak melarangnya. Ini artinya, bahwa praktek tersebut dibenarkan. Di antara dalil yang membolehkan praktek ‘azl ini adalah:

Artinya: “Jabir berkata: “Kami biasa melakukan ‘azl pada masa Rasulullah saw dan pada waktu itu al-Qur’an masih turun” (HR. Bukhari Muslim).


Artinya: “Jabir berkata: “Kami biasa melakukan ‘azl pada masa Rasulullah saw, lalu disampaikan hal itu kepada Rasulullah saw, dan beliau tidak melarang kami” (HR. Muslim).

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumiddin bab Adab Nikah mengatakan, bahwa para ulama dalam masalah boleh tidaknya ‘azl ini terbagi kepada empat pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa praktek ‘azl dengan cara apa saja diperbolehkan. Pendapat kedua, praktek ‘azl dengan cara dan maksud seperti apapun diharamkan. Pendapat ketiga, praktek ‘azl diperbolehkan, apabila ada idzin dari isteri, apabila tidak ada idzin, maka ‘azl tidak diperbolehkan. Keempat, praktek ‘azl diperbolehkan untuk budak-budak wanita, namun untuk isteri-isteri meredeka tidak dibenarkan.

Imam al-Ghazali kemudian menutup perbedaan di atas dengan mengatakan: “Menurut pendapat yang kuat dalam madzhab kami (madzhab Syafi’i), praktek ‘azl mubah (boleh-boleh saja)”.

Jumhur ulama mengambil pendapat bahwa, ‘azl diperbolehkan sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih riwayat Bukhari Muslim di atas, selama ada idzin dari isteri.

Praktek KB pun dapat dianalogkan (dikiaskan) dengan praktek ‘azl ini, sehingga menurut sebagian besar ulama, praktek KB dengan maksud untuk mengatur keturunan (tanzhim an-nasl), dan bukan dalam artian tidak mau melahirkan selamanya (man’un nasl), diperbolehkan, sebagaimana proses ‘azl yang dilakukan para sahabat di atas.

Kemudian, apakah praktek KB jenis kedua, tidak berarti membunuh anak sebagaimana diharamkan dalam ayat 31 surat al-Isra? Tentu jawabannya tidak. Karena, praktek ‘azl atau KB jenis kedua ini, terjadi sebelum menjadi anak, terjadi proses kehamilan. Oleh karenanya tidak dikategorikan sebagai membunuh anak sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas. Wallaahu a’lam bis shawab.

bukti video khawarij wahabi alqaida (jabhah nusrah ) pembunuh muslim sunni dengan gas saraf

bukti video  khawarij wahabi alqaida (jabhah nusrah ) pembunuh muslim sunni dengan gas saraf

lihat jenggot jenggot jabhah nusrah dan seragam FSA (jenggot tanpa kopiah = khas khawarij wahaby ihwan)

Polisi Turki Tangkap 12 Terduga Teroris dan 2 kg gas sarin

  • Jumat, 31 Mei 2013 | 14:36 WIB
Dua buah bom mobil meledak di kota Reyhanli, Turki yang terletak di dekat perbatasan dengan Suriah akhir pekan lalu. Akibat dua bom mobil itu, 51 orang tewas. | AFP
0
167
6

ANKARA, KOMPAS.com — Pemerintah Turki menahan 12 orang yang diduga merupakan anggota organisasi teroris dalam penggerebekan yang digelar di berbagai wilayah negeri itu. Demikian media massa Turki mengabarkan, Jumat (31/5/2013).

Polisi melakukan penggerebekan di kota terbesar Turki, Istanbul, selain di sejumlah provinsi dekat perbatasan Suriah seperti Mersin, Adana, dan Hatay. Demikian penjelasan Gubernur Adana, Huseyin Avni Cos.

Gubernur Cos menambahkan, dalam penggerebekan yang digelar Kamis (30/5/2013) itu, ditemukan bahan-bahan kimia tak dikenal yang kini dalam penelitian. Namun, Cos membantah pernyataan media yang menyebut sejumlah kecil gas sarin ditemukan dalam operasi itu.

“Enam dari 12 orang yang ditangkap kemudian dibebaskan. Sementara enam lainnya kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Cos tanpa menyebut organisasi yang menjadi incaran penggerebekan polisi itu.

Sebelumnya, sejumlah media Turki mengabarkan mereka yang ditangkap itu terkait kelompok militan Suriah Front Al-Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaeda.

Kelompok yang ditahan di Adana ini diduga kuat merencanakan serangan bom di Turki dan mereka juga memiliki dua kilogram gas Sarin.

Penggerebekan polisi ini seakan menjadi bukti meningkatnya kekhawatiran perang saudara Suriah yang sudah berlangsung dua tahun kini menyebar ke negara-negara tetangganya.

http://internasional.kompas.com/read/2013/05/31/14361972/Polisi.Turki.Tangkap.12.Terduga.Teroris

Syrian rebels used Sarin nerve gas, not Assad’s regime: U.N. official

Testimony from victims strongly suggests it was the rebels, not the Syrian government, that used Sarin nerve gas during a recent incident in the revolution-wracked nation, a senior U.N. diplomat said Monday.

Carla del Ponte, a member of the U.N. Independent International Commission of Inquiry on Syria, told Swiss TV there were “strong, concrete suspicions but not yet incontrovertible proof,” that rebels seeking to oust Syrian strongman Bashar al-Assad had used the nerve agent.


PHOTOS: Say hello, Assad: See the Navy warships off the coast of Syria


But she said her panel had not yet seen any evidence of Syrian government forces using chemical weapons, according to the BBC, but she added that more investigation was needed.

Damascus has recently facing growing Western accusations that its forces used such weapons, which President Obama has described as crossing a red line. But Ms. del Ponte’s remarks may serve to shift the focus of international concern.

Ms. del Ponte, who in 1999 was appointed to head the U.N. war crimes tribunals for Yugoslavia and Rwanda, has sometimes been a controversial figure. She was removed from her Rwanda post by the U.N. Security Council in 2003, but she continued as the chief prosecutor for the Yugoslav tribunal until 2008.

Ms. del Ponte, a former Swiss prosecutor and attorney general, told Swiss TV: “Our investigators have been in neighboring countries interviewing victims, doctors and field hospitals. According to their report of last week, which I have seen, there are strong, concrete suspicions but not yet incontrovertible proof of the use of sarin gas, from the way the victims were treated.”

She gave no further details, the BBC said.

The UN Independent International Commission of Inquiry on Syria was established in August 2011 to examine alleged violations of human rights in the Syrian conflict which started in March that year.


SEE ALSO: Syria to Secretary of State John Kerry: You’re lying


It is due to issue its next report to the UN Human Rights Council in Geneva in June.

Rebel Free Syrian Army spokesman Louay Almokdad denied that rebels had use chemical weapons.

“In any case, we don’t have the mechanism to launch these kinds of weapons, which would need missiles that can carry chemical warheads, and we in the FSA do not possess these kind of capabilities,” Mr. Almokdad told CNN.

“More importantly, we do not aspire to have (chemical weapons) because we view our battle with the regime as a battle for the establishment of a free democratic state. … We want to build a free democratic state that recognizes and abides by all international accords and agreements — and chemical and biological warfare is something forbidden legally and internationally.”

Read more: http://www.washingtontimes.com/news/2013/may/6/syrian-rebels-used-sarin-nerve-gas-not-assads-regi/#ixzz2e0JfviLr
Follow us: @washtimes on Twitter