Imam Ibn al-Jauzi al-Hanbali : Menyingkap Pemalsuan Aqidah Imam Ahmad

TAHDZIR AKIDAH TAJSIM

AKIDAH TAJSIM ialah satu fahaman akidah yang mempercayai bahawa Allah SWT memiliki anggota badan dan bersifat sebagaimana keterangan ayat mutasyabihaat yang zahir. Tetapi dlm masa yang sama mereka menafikan Allah dari menyerupai makhluk. Mereka tidak mengaku mentajsimkan Allah (mengkhayalkan Allah). Bahkan mereka mendakwa inilah akidah Salafusoleh @ Ahli Sunnah Wal Jamaah. Padahal ia adalah manifestasi Akidah Tajsim yang setara dengan akidah yahudi, Hindu dan Kristian. Tetapi cuba dimplementasikan ke dalam Islam. Prinsip ini kemudiannya dipopularkan oleh sebahagian dari pendakwah Wahhabiy ghuluw. Apapun, sila ikuti penjelasan Ibn al-Jauzi al-Hambali (bukan Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah) dalam hal ini :

Mushanif : Imam Ibn al-jauzi al-Hambali (w597H)

Takhrij : Syeikh Hassan bin Ali al-Saqqaf,

Kitab : Daf’u Syubah al-Tasybih, , hlm 97-102.

Penerbit : Dar Imam al-Nawawi,  Jordan, 1991, Cet Pertama,

Imam Ibn al-Jauzi al-Hanbali (w597H) mengatakan : “Aku melihat golongan dari mazhabku membicarakan tentang usuluddin secara tidak benar. Mereka diwakili oleh 3 orang tokoh : Abu Abdullah al-Hassan bin Hamid bin Ali al-Baghdadi, rakannya Qadhi Abu Ya’la Muhammad Bin Hussain al-Farra al-Hanbali dan Abu Hassan Ali bin Ubaidillah bin Nasr al-Zaghuni (w527). (Biografi ketiga tokoh ini ditahkik oleh Imam al-Muhaddith al-Kautsari dlm ualasan beliau terhadap kitab Imam Ibn al-Jauzi ini)

Imam Ibn al-Jauzi berkata lagi : “Mereka menulis kita yang membicarakan (pendapat) mazhab. Dan aku telah melihat mereka turun ke martabat awam. Lalu memperlakukan Sifat Allah mengikut apa yang mampu dirasa oleh panca indera (iaitu mengkhayalkan Allah dengan sifat-sifat makhluk). Lalu kedengaranlah mereka melaungkan : “Allah SWT mencipta Adam atas gambaranNya. Mereka menetapkan bagi Allah ada muka sbg sesuatu yang menumpang di Dzat). Bagi Allah ada dua mata, dua bibir, dua gigi geraham, wajah yang bercahaya, dua tangan, dua telapak tangan, jari jemari, ibu jari, dada, dua paha, dua betis dan dua kaki.”

Sesetengah mereka mengatakan : “Kami tak mendengar Allah mempunyai kepala.” Sesetengah mereka pula berkata : “Harus bagi Allah menyentuh dan disentuh dan mendekatkan DzatNya kepada hambaNya. Sesetengah mereka pula mendakwa : “Allah itu bernafas. Kemudian mereka (Ahli Tajsim al-Hambali) mendekati masyarakat awam dengan mengatakan : “Ia (sifat-sifat Allah itu) bukan sebagaimana yang kamu bayangkan.”

Padahal zahir ucapan diatas adalah sesuatu yang diketahui. Zahir ucapan ini adalah dari anggotan anak adam. Dan sesuatu itu boleh ditanggung atas hakikatnya jika memungkinkan. (Ini adalah sesuatu yang tidak memungkinkan) Kemudian mereka menyempitkan diri dengan pemikiran Tasybih (menyerupai Allah dengan makhluk) Dan menafikan dari menyandarkan Allah dengan sifat2 yang sedemikian. Lalu mereka berkata : “Kami adalah Ahli Sunnah. Sedangkan ucapan mereka secara jelas adalah Tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk). Dan segelintir masyarakat ada yang terpengaruh dengan mereka.”

Aku telah menasihati pendakwah dan pengikut mereka : “Wahai ashab al-Hanbaliyyah, kamu adalah golongan penukil Hadis Nabi SAW. Imam kamu adalah Imam Ahmad Bin Hanbal yang mengatakan : “bagaimana kamu memperkatakan sesuatu yang aku tidak memperkatakannya.”

Imam Ibn al-Jauzi berkata lagi : “Jagalah diri kamu dari melakukan bid’ah yang bukan dari asas mazhab ini (Hambali). Kamu bicarakan hadis (al-Sifat) dan ditanggungkan hadis berkenaan secara zahirnya. Sedangkan zahir lafaz kaki itu adalah anggota. Ini kerana jika golongan Kristian mendakwa Isa adalah Ruhullah, mereka percaya bahawa Allah SWT itu bersifat dengan roh yang menjelma di dalam tubuh Maryam. Jika sesiapa yang mendakwa : “Allah bersemayam dengan DzatNya maka sesungguhnya dia telah menjadikan Allah sesuatu yang terkesan dengan pancaindera. Dan sewajarnya sesuatu yang zahir itu tidak ditetapkan (sebagaimana) menurut penjelasan akal yang sihat.” – Imam Ibn al-jauzi al-Hambali, Daf’u Syubah al-Tasybih, takhrij : Syeikh Hassan bin Ali al-Saqqaf, 1991, Cet Pertama, Dar Imam al-Nawawi : Jordan, hlm 97-102.
Advertisements

4 Responses

  1. Memang kurang ajar betul sekte wahabi ini tega-teganya memalsukan akidah Imamnya sendiri yaitu Imam Ahmad bin Hanbal apa bedanya dengan orang nasrani yang memalsukan ajaran Yesus / Nabi Isa AS. Na’udzu billah min dzalik

  2. di indonesia sekarang sudah banyak beredar alran aliran sesat,baik yang menamakan aliran tarekat, aliran islam sejati,aliran kejawen dan akhir akhir ini dengan nama leberalisme ,prulalesme dan wahabi salafi yang dibawa oleh mereka yang yang mengatakan entelektual muslim gadungan yang menjadi corong kaum yahudi yang berasal dari arab saudi.dari itu berhati hatilah wahai kaum muslimin. berlajarlah kepada para Alim ulama’ yang Ahli agama,yang waro’, zuhud dan yang ikhlas dalam semua ucapan dan amalnya.
    Al Fadlol santrini Al Brangkali.

  3. mereka kaum yahudi dan Nasroni tidak akan rela kalau orang orang islam tidak masuk kedalam agamanya. dari itu mereka tidak henti hentinya mengahancurkan ummat islam melalui segala aspek,baik melalui perusakan moral generasi muda ,melalui film ,baik melalui enternet,hp ,parabola dan majalah majalah, budaya dan melalui juru juru dakwah,baik dari golongan nya sendiri dan melalui orang orang islam , yang bertitel sarjana ,baik dari Alumnus perguruan tinggi Islam dan sarjana sarjana muslim yang produksi barat yang sudah disuntik dengan faham orentalis ( yahudi dan nasroni),mereka semua telah di biayai oleh mereka untuk menghancurkan orang orang muslim seluruh dunia.
    dari itu mari kita berhati hati dan waspada.

  4. betul betul sekarang sudah akhir zaman sudah dekat qiamat . Apa yang disebutkan oleh Rosululloh saw dahulu benar benar telah maujud semua,antaranya :
    1- Kelak orang Islam tinggal namanya saja ( Islam KTP ) banyak orang mengaku islam,tapi tidak mengerti ajaran agamanya,karena sudah tidak mau belajar ilmu agama yang membenarkan aqidah dan imannya,mereka hanya di sibukkan ilmu ilmu duniawi saja .fikirannya hanya di penuhi dengan kedudukan dan harta saja sehingga lupa dengan tujuan di ciptakan Alloh di bumi ini yaitu berbakti taat dan beribadah kepda sang penciptanya.
    2- meraja lelanya perbuatan zina.
    3- merajalelanya riba.
    4-minuman keras dsb.
    5-larinya manusia dari para ulama’,tidak mengindahkannya nasehat nasehat agama.
    6- orang yang di takuti dan di hurmatinya kareka kekuasaan dan kekejamannya,bukan karena kepanadaiannya dalam Agama (para Ulama’).
    orang yang benar (dalam ucapan dan perbuatannya )sedikit temannya,dan orang yang ahli maksiat banyak temannya.
    dari itu beruntunglah mereka yang tetap beriman dan tetap taat kepada Alloh dan Rosulnya dan mahu mendekat dengan para ulama’ dan belajar Ilmu agama.dan celakalah mereka yang lari dari para alim ulama’ dan tidak mahu menerima Nasehat ulama’ dari nasehat agama.
    mudah mudahan Alloh memberikan taufiq hidayah dan ketetapan iman beserta anak turun kita ila an tamuut.amiin.
    M Fadloli Hs.
    d/a : kedung agung santren,brangkal Mojokerto.INDONESIA.
    tlp :03216236671.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: