Imam al jauzi (Scanned Kitab Daf’u Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih): Jelaskan Siapa Penyebab dan Penyebar Ajaran Mujasimmah di Kalangan pengikut Imam Hambali

Imam al jauzi (Kitab Daf’u Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih): Jelaskan Siapa Penyebab dan Penyebar Ajaran Mujasimmah di Kalangan pengikut Imam Hambali

1. Imam al jauzi jelaskan kenapa ada golongan mujasimmah dalam pengikut madzab hambali dan sebutkan biang keroknya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Judul :  Daf’u Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih

Karya : al-Imam al-Hafidz Abul Faraj ‘Abdurrahman bin al-Jauzi al-Hanbali (w 597 H)

Kompilasi ebook kedalam format CHM oleh: http://www.ashhabur-royi.blogspot.com bekerjasama dengan http://www.pustakaaswaja.web.id

Al-Imâm al-Hâfizh al-‘Allâmah Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin al-Jawzi as-Shiddiqi al-Bakri berkata (original Scanned kitab page 98 -101):

“Aku melihat ada beberapa orang dalam madzhab Hanbali ini yang berbicara dalam masalah akidah dengan pemahaman-pemahaman yang ngawur. Ada tiga orang yang menulis karya terkait dengan masalah ini, yaitu; Abu Abdillah bin Hamid, al-Qâdlî Abu Ya’la (murid Abu Abdillah bin Hamid), dan Ibn az-Zaghuni. Mereka semua telah menulis kitab-kitab yang telah merusak madzhab Hanbali, bahkan dengan sebab itu aku melihat mereka telah turun ke derajat orang-orang yang sangat awam. Mereka memahami sifat-sifat Allah secara indrawi, misalkan mereka mendapati teks hadits: “إن الله خلق ءادم على صورته”, lalu mereka menetapkan adanya “Shûrah” (bentuk) bagi Allah. Kemudian mereka juga menambahkan “al-Wajh” (muka) bagi Dzat Allah, dua mata, mulut, bibir, gusi, sinar bagi wajah-Nya, dua tangan, jari-jari, telapak tangan, jari kelingking, jari jempol, dada, paha, dua betis, dua kaki, sementara tentang kepala mereka berkata: “Kami tidak pernah mendengar berita bahwa Allah memiliki kepala”, mereka juga mengatakan bahwa Allah dapat menyentuh dan dapat disentuh, dan seorang hamba bisa mendekat kepada Dzat-Nya secara indrawi, sebagian mereka bahkan berkata: “Dia (Allah) bernafas”. Lalu –dan ini yang sangat menyesakkan– mereka mengelabui orang-orang awam dengan berkata: “Itu semua tidak seperti yang dibayangkan dalam akal pikiran”.

Dalam masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah mereka memahaminya secara zahir (literal). Tatacara mereka dalam menetapkan dan menamakan sifat-sifat Allah sama persis dengan tatacara yang dipakai oleh para ahli bid’ah, sedikitpun mereka tidak memiliki dalil untuk itu, baik dari dalil naqli maupun dari dalil aqli. Mereka tidak pernah menghiraukan teks-teks yang secara jelas menyebutkan bahwa sifat-sifat tersebut tidak boleh dipahami dalam makna literalnya, juga mereka tidak pernah mau melepaskan makna sifat-sifat tersebut dari tanda-tanda kebaharuan.

Begitulah ungkapan keprihatinan Imam Ibnul Jauzi terhadap perjalanan Madzhab Hanbali yang beliau tuliskan didalam muqaddimah kitab Da’fu Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih (دفع شبه التشبيه بأكف التنزيه) yakni salah satu karya monumental beliau dalam bidang aqidah. Kitab ini memaparkan kesesatan-kesesatan aqidah tasybih ( menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta’alaa dengan makhluk) yang sangat penting untuk dibaca dan disebarkan guna menghalau kelompok-kelompok yang mempropagandakan aqidah tasybih seperti sekte Wahhabiyah dan semisalnya mereka.

Dalam ebook ini juga terdapat pengantar dari penterjemah yang sangat penting untuk dibaca agar anda bisa membedakan antara Ibn Al-Jauzi dengan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah, Penjelasan mendalam tentang faham Ibn Taimiyah yang ditentang ulama-ulama terkemuka dari masa ke masa dari generasi ke generasi, Cara mudah membantah ajaran wahabi,  dan panduan membaca kitab terjemah Daf’u Syubah At-Tasybih ini.

Segera Download Ebooknya, Gratis!!!

Klik disini : http://www.mediafire.com/?ljb0wwpj1ph66h9 (format CHM) 

Ebook ini didedikasikan bagi para pejuang ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah untuk memberantas ajaran Wahabi dan faham-faham menyesatkan lainnya. Halal untuk diperbanyak dengan cara apapun dengan tanpa merubah sedikitpun kandungan yang dimaksud.

Selain E-book dengan format CHM, anda juga bisa mendownload E-book ini dalam format PDF ~dengan isi yang sama~ yang mana dengan format PDF bisa dibaca melalui HP (semua HP yang punya Sistem Operasi baik itu Symbian, Windows Mobile, maupun Android), silahkan download E-book PDFnya disini : http://www.mediafire.com/?kmuu3tgemfk9tf9

Kami sertakan juga link download kitab Daf’u Syubah At-Tasybih دفع شبه التشبيه بأكف التنزيه berbahasa arab bagi anda yang ingin melihat teks arab kitab ini. Silahkan download disini: http://www.mediafire.com/?whb05pg0xd5284k ( Format PDF, Size 6,4 Mb)

Bermanfaat, Insya Allah!!

2. al Imam al Hafizh Ibn al Jawzi Membongkar Kesesatan Aqidah Tasybih wahabi (penyembah dajjal keriting) ((( Mewaspadai Ajaran Wahabi )))

by AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT

 

 

 

 

 Kitab ini berjudul “Talbis Iblis”, [ artinya Membongkar Tipu Daya Iblis ], karya al Imam al Hafizh Abdurrahman ibn al Jawzi (w 579 H), salah seorang ulama terkemuka (–bahkan rujukan–) dalam madzhab Hanbali.

Terjemahan yang diberi tanda:

“Mereka yang memahami sifat-sifat Allah dalam makna indrawi ada beberapa golongan. Mereka berkata bahwa Allah bertempat di atas arsy dengan cara menyentuhnya, jika DIA turun (dari arsy) maka DIA pindah dan bergerak. Mereka menetapkan ukuran penghabisan (bentuk) bagi-NYA. Mereka mengharuskan bahwa Allah memiliki jarak dan ukuran. Mereka mengambil dalil bahwa Dzat Allah bertempat di atas arsy [--dengan pemahaman yang salah--] dari hadits nabi: “Yanzil Allah Ila Sama’ ad Dunya”, mereka berkata: “Pengertian turun (yanzil) itu adalah dari arah atas ke arah bawah”.

Mereka memahami makna “nuzul” (dalam hadits tersebut) dalam pengertian indrawi yang padahal itu hanya khusus sebagai sifat-sifat benda. Mereka adalah kaum Musyabbihah yang memahami sifat-sifat Allah dalam makna indrawi (meterial). Dan Telah kami paparkan perkataan-perkataan mereka dalam kitab karya kami berjudul “Minhaj al Wushul Ila ‘Ilm al Ushul”.

Imam Ibn al Jawzi al Hanbali menegaskan bahwa KEYAKINAN ALLAH BERTEMPAT DI ATAS ARSY ADALAH KEYAKINAN MUSYABBIHAH. Lihat, beliau adalah ulama besar dalam madzhab Hanbali, hidup jauh sebelum datangnya Ibnu Taimiyah dengan faham-faham Tasybih-nya. Ratusan tahun sebelum datang Muhammad bin Abdil Wahhab dengan faham-faham Tajsim-nya…….

Catatan Penting:

Ibn al-Jauzi adalah al-Imam al-Hafizh Abdurrahman ibn Abi al-Hasan al-Jauzi (w 597 H), Imam Ahlussunnah terkemuka, ahli hadits, ahli tafsir, dan seorang teolog (ahli ushul) terdepan. Beliau bermadzhab Hanbali.

Awas salah; beda antara Ibn al-Jauzi dengan Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Adapun ibn Qayyim al-Jauziyyah ini adalah Muhammad ibn Abi Bakr az-Zar’i (w 751 H) murid dari Ibn Taimiyah yang dalam keyakinannya persis sama dengan Ibn Taimiyah sendiri; dua-duanya orang sesat dan menyesatkan.

 3. Beda Antara Imam Abu ya’ala (Muhadits) dengan Abu ya’la (Mujasimmah)

Tulisan ini sangat penting dan sangat mendesak untuk menghindari tipu daya kaum Wahhabi.

Perhatikan, ada dua orang bernama Abu Ya’la, keduanya orang berbeda, yang pertama adalah ulama terkemuka ahli hadits di kalangan Ahlussunnah, sementara yang ke dua adalah seorang Musyabbih (seorang yang sesat; menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya) yang seringkali menjadi rujukan utama bagi orang Wahabi dalam menetapkan keyakinan sesat mereka.

Perhatikan;

Orang Pertama:

Nama: Abu Ya’la ahli hadits bernama; Ahmad bin Ali bin al Mutsanni bin Yahya bin Isa al Maushiliy, penulis kitab Musnad (Dikenal dengan kitab Musnad Abi Ya’la al Maushili), lahir tahun 210 H, wafat tahun 307 H (satu pendapat mengatakan wafat tahun 306 H).

Guru-guru: Di antaranya Imam-imam Ahli hadits terkemuka berikut ini; Ali bin al Madini, Yahya bin Ma’in, Muhammad bin Yahya bin Sa’id al Qaththan, Abu Bakr bin Abi Syaibah, dan lainnya.

Murid-murid: Di antaranya Imam-imam ahli hadits terkemuka berikut ini; an Nasa’i, Ibnu Adiy, Abu Hatim, Abu asy-Syaikh, Abu Bakr bin al Muqri’, ath-Thabarani, dan lainnya.

Orang Ke Dua:

Nama: Muhammad bin al Husain bin Muhammad bin Khalaf bin Ahmad al Baghdadi al Hanbali, dikenal dengan sebutan al Qadli Abu Ya’la al Hanbali. Lahir tahun 380 H, wafat 458 H.

Al Qadli Abu Ya’la ini dikenal sebagai orang yang menyebarkan faham tasybih, bahkan salah seorang yang paling bertanggungjawab atas kerusakan Madzhab Hanbali. Orang inilah yang telah “menyuntikan penyakit” akidah tasybih di dalam madzhab Hanbali, dia banyak menuliskan akidah tasybih lalu dengan BOHONG BESAR ia mengatakan bahwa itu semua adalah aqidah Imam Ahmad bin Hanbal.

Imam al Hafizh Ibn al Jawzi (w 597 H) berkata:

Aku melihat ada beberapa orang dalam madzhab Hanbali ini yang berbicara dalam masalah aqidah dengan pemahaman-pemahaman yang ngawur. Ada tiga orang yang menulis karya terkait dengan masalah ini, yaitu; Abu Abdillah bin Hamid, al-Qadli Abu Ya’la (murid Abu Abdillah bin Hamid), dan Ibn az Zaghuni. Mereka semua telah menulis kitab-kitab yang telah merusak madzhab Hanbali, bahkan karena itu aku melihat mereka telah turun ke derajat orang-orang yang sangat awam. Mereka memahami sifat-sifat Allah secara indrawi, misalkan, mereka mendapati teks hadits “Innallah Khalaqa Adam ‘Ala Shuratih”, lalu mereka menetapkan adanya “Shurah” (bentuk) bagi Allah. Lalu mereka juga menambahkan “al-Wajh” (muka) bagi Dzat Allah, dua mata, mulut, bibir, gusi, sinar bagi wajah-Nya, dua tangan, jari-jari, telapak tangan, jari kelingking, jari jempol, dada, paha, dua betis, dua kaki, sementara tentang kepala mereka berkata: “Kami tidak pernah mendengar berita bahwa Allah memiliki kepala”, mereka juga mengatakan bahwa Allah dapat menyentuh dan dapat disentuh, dan seorang hamba bisa mendekat kepada Dzat-Nya secara indrawi, sebagian mereka bahkan berkata: “Dia (Allah) bernafas”. Lalu -dan ini yang menyesakkan- mereka mengelabui orang-orang awam dengan berkata: “Itu semua tidak seperti yang dibayangkan dalam akal pikiran”. (Daf’u Syubah at Tasybih Bi Akaff at-Tanzih, h. 7-8)

Kemudian dalam nasehatnya kepada para pengikut madzhab Hanbali; al Hafizh Ibn al Jawzi menuliskan:

Janganlah kalian memasukan ajaran-ajaran aneh ke dalam madzhab orang salaf yang saleh ini (Ahmad bin Hanbal); yang nyata-nyata itu bukan dari ajarannya. Kalian telah menutupi madzhab ini dengan bungkus yang buruk, hingga tidak disebut siapapun seorang yang bermadzhab Hanbali kecuali ia dianggap sebagai Mujassim (berkeyakinan sesat bahwa Allah sebagai benda). Selain itu kalian juga telah merusak madzhab ini dengan sikap fanatik terhadap Yazid bin Mu’awiyah. Padahal kalian tahu sendiri bahwa Imam Ahmad bin Hanbal, perintis madzhab ini membolehkan melaknat Yazid. Bahkan Syekh Abu Muhammad at Tamimi sampai berkata tentang salah seorang imam kalian (yaitu Abu Ya’la al-Mujassim): “Dia (Abu Ya’la) telah menodai madzhab ini dengan noda yang sangat buruk, yang noda tersebut tidak akan bisa dibersihkan hingga hari kiamat”. (Daf’u Syubah at Tasybih Bi Akaff at-Tanzih, h. 10)

Imam Abu Muhammad at Tamimiy berkata:

“Abu Ya’la telah mengotori orang-orang Madzhab Hanbali (al Hanabilah) dengan kotoran yang tidak bisa dibersihkan dengan air lautan sekalipun”. (diriwayatkan oleh Ibn al Atsir dalam al Kamil Fi at Tarikh).

Waspadalah…. waspadalah… !!!!!

Kitab berjudul “Ash Shawa’iq al Ilahiyyah Fi ar Radd ‘Ala al Wahhabiyyah”, karya Syekh Sulaiman bin Abdil Wahhab. Beliau adalah saudara kandung dari Muhammad bin Abdil Wahhab; perintis gerakan wahabi. Lihat, saudara kandungnya aja mengatakan bahwa Muhammad bin Abdil Wahhab orang sesat!!!!! [WAHABI mati kutu

Senarai/Daftar nama-nama bayi perempuan Islam bersama maksudnya

Senarai nama-nama bayi perempuan Islam bersama maksudnya.

Alya Adriana :Ketinggian, nisbah Semoga anak ini menjadi orang yang sangat suka melakukan kebaikan yang tiada henti nisbahnya.

Alya Jazilah :Ketinggian/bijak bercakap Kelebihan ataupun ketinggian anak ini terletak kepada petahnya dalam berkata-kata. Anak yang bijak bercakap juga merupakan suatu kelebihan dirinya untuk berjaya dalam hidup. Semoga anak menjadi orang yang bijak dalam berkata-kata dan mengamalkan apa yang diperkatakan.

Firuz :Yang indah Nama yang mudah terkenal suatu masa nanti. Terkenal juga dengan budi pekertinya yang bersopan santun. Hatinya mudah ditarik untuk melakukan perkara-perkara yang baik.

Dalili Fahimah Pemimpin/yang bijak Ibu bapa memang mengharapkan anak yang bijak dan berkebolehan dalam memimpin. Generasi beginilah yang diharapkan untuk meneruskan perjuangan demi kebaikan bangsa, agama dan negara.

Dhia Syarafana: Cahaya/kemuliaan Anak yang dididik dengan penuh disiplin sewaktu kecilnya, akan menjadi orang yang tahu menghargai masa dan menghargai diri sendiri. Pekerjaan yang tidak memberi manfaat akan dijauhi sedaya mungkin. Hasilnya, melahirkan sesuatu yang mulia untuk dijadikan contoh dan teladan yang baik kepada masyarakat.

Diyanah agama Nama yang cukup sinonim dengan kecantikan wajah yang selalu dimiliki oleh pemiliknya. Mungkin orangnya putih, berseri dan apa sahaja yang cantik pada dirinya. Di sebalik nama yang sedap didengar ini, sebenarnya ia bererti agama. Agama pastinya yang berkait rapat dengan kesucian dan juga kebersihan. Semoga anak pandai menjaga kebersihan dan kesucian dirinya sebagai seorang wanita yang solehah.

Iffah Huriyyah : Suci terpelihara/bidadari Alangkah bertuahnya ibu bapa yang boleh mendidik anak perempuannya tahu menjaga dan memelihara maruah diri. Melihat fenomena masyarakat sekarang, segelintir remaja perempuan hilang malu dalam menjaga akhlak diri mereka. Melepak, merokok, pergaulan bebas menjadi kebiasaan hidup. Semoga anak yang memiliki nama ini terhindar daripada perkara-perkara sedemikian, sesuai dengan namanya yang suci lagi terpelihara.

Irdina Ilmuna: Kehormatan kami/pengetahuan kami Semoga anak dididik untuk mengejar ilmu pengetahuan yang tinggi. Sebarang kejayaan yang hendak dicapai, ia memerlukan ilmu pengetahuan, apa lagi dalam menghadapi zaman yang serba mencabar ini. Orang yang berilmu pengetahuan, apa lagi kalau berakhlak, dia akan dihormati oleh orang lain.

Izzah Insyirah: Kemuliaan/kegembiraan, lapang hati Semoga anak yang dilahirkan memiliki perbadi mulia. Akhlak-akhlak baik yang dimilikinya mampu menggembira dan menjadi penghibur kepada kedua ibu bapa yang telah mendidiknnya menjadi manusia yang berguna pada dunia dan akhiratnya.

Izz Zayani :Kekuatan/yang cantik Kehadiran anak yang dinantikan telah tiba untuk memberi kekuatan dan kegembiraan terhadap kedua ibu bapanya. Wajah anak yang comel dan cantik itu, sangat menghiburkan. Kepada ibu bapa, tanamkan azam untuk mendidik anak menjadi lebih cemerlang pada dunia dan akhiratnya.

Iffah :Tahu harga diri Tiada lain yang diharapkan dari seorang anak perempuan agar dia tahu menjaga kehormatan dirinya. Ini perlulah dipupuk sejak anak masih kecil lagi. Biarlah dia membesar dengan sifat-sifat yang baik ini. Agar dia terhindar daripada menjadi gadis jalanan yang sentiasa berkeliaran di tempat-tempat awam.

Lina Nadhirah: Kelembutan/yang berseri Semoga anak menjadi wanita yang lemah lembut pada budi pekertinya. Memiliki anak perempuan yang lemah lembut dan bersopan santun, akan menyerikan lagi kehidupan keluarga bahagia.

Liya Zafirah Yang beroleh kemenangan Liya adalah nama anak kepada Nabi Yaakub. Dia merupakan seorang anak yang taat kepada ibu bapanya. Sangat menghormati dan menjaga bapanya yang telah tua. Gabungan nama ini, semoga anak beroleh kemenangan di dunia dan akhirat dengan mendapat keberkatan ibu bapa.

Laila Nahwah: Keseronokan, kekasih / berakal Gabungan nama yang sangat serasi untuk dipilih kepada ibu bapa yang sangat penyayang. Anak adalah tanda kasih sayang yang terjalin antara suami dan isteri. Selalunya gabungan ibu bapa yang romantis mampu melahirkan anak yang sangat pintar. Cubalah memilih nama ini, insya-Allah anak yang dilahirkan menjadi manusia yang tahu menggunakan akalnya ke arah perkara-perkara kebaikan.

Nawal Atiyah :Memperolehi sesuatu/pemberian Anak merupakan satu pemberian Allah yang tidak ternilai harganya. Sesungguhnya laksanakanlah tanggungjawab yang sebaik-baiknya sebagai ibu bapa.

Nawal Najah :Hadiah/kejayaan Kegembiraan ibu bapa bila melihat anaknya berjaya dalam apa-apa bidang yang diceburinya. Ia merupakan suatu hadiah kejayaan yang sukar dilafazkan.

Wafa Thahirah Kesetiaan/yang suci Anak ini akan menjadi manusia yang setia dan taat kepada kedua ibu bapanya. Bila mendapat keredhaan ibu bapa akan memudahkan lagi dirinya untuk mendapat keredhaan Allah. Ia juga akan setia untuk melaksanakan perintah agamanya yang suci.

Wani Hazirah: Mutiara/pilihan yang terbaik Seorang anak dianggap sebagai mutiara yang paling berharga. Apalagi jika dididik menjadi insan yang berguna pada bangsa, agama dan negara. Justeru, anak dijadikan pilihan terbaik sebagai penyambung warisan kedua ibu bapanya.

Watin Wardah :Yang sempurna/sekuntum bunga mawar Anak yang memiliki nama ini diharapkan dapat menyempurnakan apa-apa jua yang menjadi harapan ibu bapa terhadap dirinya. Pandai menjaga maruah diri sebagai anak perempuan kepada ibu bapa. Namanya sesegar bunga mawar yang tidak akan layu sebelum sampai masa untuk dipetik. Bukannya mudah, ia suatu cabaran kepada ibu bapa masa kini.

Widad Kamilah Kasih sayang/yang sempurna Lahirnya anak ke dunia ini, adalah lambang kasih sayang antara suami dan isteri. Anak menjadi pengikat kasih berpanjangan dan kesempurnaan dalam membina keluarga yang bahagia. Adanya nama ini di dalam keluarga, semoga terhindarlah daripada kehidupan yang kucar kacir kerana ketandusan kasih sayang.

Wafiy Munirah :Setia/yang cantik Anak perlu dididik untuk menjadi seorang yang setia. Mudah dan ingat apa yang diajarkan oleh guru-guru dan juga ibu bapa. Apatah lagi jika mudah mengamalkan segala nasihat yang diberikan. Hati menjadi tenang melihat anak yang begini. Semoga anak menjadi orang yang baik dan cantik budi pekertinya.

A (Page 1 of 5) [1] 2 3 4 5
A’idah Kembali berhari raya
A’ilah Family, ahli rumah
A’isyah Istri Rasulullah saw
A’yun Mata (jamak dari ‘ainun)
Aabidah Tekun beribadah
Aafiya vigour/vitality
Aafiyah Sehat, selamat
Aamal Harapan-harapan
Aamilah Doer of (good) deeds, Righteous
Aamily Doer of (good) deeds, Righteous
Aaminah Dapat dipercaya, aman
Aathifah Belas kasih, perasaan
Aathirah Harum
Abadah Rajin beribadah
Abadi Yang Kekal
Abeer fragrance
Abharina Lautan kami
Abir fragrance
Abirah Wangi, harum
Abiyah Elok, mulia, lepas dr kehinaan
Absarina Penglihatan kami
Abyana Nyata, jelas
Abyati Sebaik-baik sajak
Abyatina Sebaik-baik sajak kami
Adabiah Kesopanan, beradab
Adara Virgin. Also an Greek name meaning beauty. Variants, Adar and Adra.
Adawiyah Obat, penawar
Adeeba Cultured, civilised
Adelia Keadilan kita
Adibah Berpengetahuan, beradab
Adidah Sepadan
Adilah Adil seksama
Adlah Keadilan
Adlina Keadilan kita
Adni Salah satu nama syurga
Adra Virgin. Also an Greek name meaning beauty.
Adriana Nisbah
Afaf Kesucian, kemurnian, kesopanan, punya Harga diri
Afeefa honest, upright
Afia Tenaga, kekuatan
Afiah Kesejahteraan
Afifa honest, upright
Afifah Berbudi bahasa, punya harga diri, bermartabat tinggi
Afina (Orang) yang memaafkan
Afiqah Sangat pemurah, sangat berpengetahuan
Aflah Beruntung
Afnan Pepohonan Yang berbuah, Kecantikan/seri
Afra Malam 13 Purnama
Afrah Hiburan, kesenangan
Afraima Fertile
Afrin Praise, lucky
Afrina Putih kemerah-merahan
Afruz Menyukakan, menyenangkan
Afwan Kemaafan
Afza Membesar
Ahidah Janji
Ahlaam dreams
Ahlaiah Impian
Ahlam dreams
Aida Keberuntungan, imbalan, hadiah
Aiman Berkat, Yang bertuah, kanan
Aimuni Keberkatan
Aimy Keberkatan
Ain Mata
Aina Mempunyai mata yang cantik
Ainan Mata air
Ainani Dua buah mata air
Aini Spring; flower; source; choice
Ainiyah Pohon rimbun yang bersemi
Ainul Hayat Mata kehidupan
Ainul Mardhiah Nama bidadari yg tercantik disyurga untuk para syuhada
Ainun Mata
Airis Sejenis bunga – iris
Aisy Kemakmuran Hidup
Aisyah Hidup bahagia
Aiyani Nisbah
Akidah Kuat, teguh
Akifah Wanita yang beri’tikaf di masjid
Akma Yang sempurna
Alani Ketinggian
Alanna Kami melunakkan
Alawiah Ketinggian
Aliah Yang tinggi
Alifah Ramah tamah dalam bersahabat
Alifat Teman pelipur, mesra
Alilah Yang memakai wewangian
Alimah Yang berpengetahuan
Alisha Protected by God
Aliya Tinggi, yang paling mulia
Aliyah Tinggi, yang paling mulia
Alma Pandai, terpelajar
Almas Berlian
Almira Putri
Alwani Warna-warni
Alya Ketinggian
Amal Cita-cita, harapan
Amalia Cita-cita
Amalina Lanjut usia
Amami Julanganku, Golonganku
Amanda Lovable
Amani Cita-cita, ketenanganku, keinginan, Kesejahteraanku
Amanina Cita-cita kami, harapan kami
Ambar camphor
Ameera princess
Amila Hopeful
Amili Yang melakukan (perkara yang betul)
Amimah Tubuh lenjang
Aminah Boleh dipercayai, dapat dipercaya
Amira princess
Amirah Puteri, ratu
Amjad Mulia, soleh, lebih mulia
Ammara A lady with strong Imaan; tolerant
Amnah Ketenangan
Amnani Ketenangan
Amni Ketenangan, Keamananku
Amniyah Cita-cita, hasrat
Anan Awan, cakrawala
Anaqah Cantik d n menarik
Anati Lemah lembutku
Anbar camphor
Aneesa Yang mesra, penglipur
Ani Masak ranum, kesopanan
Aniqah Cantik, lemah gemalai
Anisah Yang mesra, pelipur
Annur Cahaya
Anwah Lembut, hati-hati
Aqeela The best, the very best
Aqidah Kepercayaan, keimanan
Aqilah Cerdas, pandai
Arafah Padang Arafah
Arani Aku mimpi melihat diriku
Arbahah Nisbah
Arbanah Yang fasih
Ardini Isteri yang menyayangi
Areej fragrance
Arfa Yang tinggi, mulia
Arfah Gembira
Ariana Full of life
Aribah Cerdik, terpelajar
Arifah Yang mengetahui
Arikah Pelaminan
Arimi Yang besar
Arinah Cergas, giat
Ariqoh Baik budi, mulia asalnya
Arissa Azam, kuat
Arshiya Divine
Arwa Memberi minum sampai puas, segar, terpenuhi, menyenangkan
Asiah Nama isteri Firaun, obat
Asiilah Lemas dan Halus
Asilah Yang asli, yang mulia
Asimah Yang memelihara
Asirah Tawanan Perang
Asiyah Penawar hati
Asla Bergerak lunak
Aslah Yang lebih baik
Asma Ketinggian, putri Abu Bakar Ash Shiddiq ra
Asmahan Nama tokoh wanita
Asyura 10 Muharram
Athilah Murni, mulia
Athirah Yang utama, yang mulia
Athiyyah Pemberian
Atifa Affection, sympathy
Atifah Bersimpati, penyayang
Atikah Pemurah, berani, bersih, yang murni
Atiqah Yang mulia, yang dipilih
Atiya Gift
Atuf Penyayang
Audadi Kesayanganku
Auji Ketinggianku, puncakku
Aunah Pertolonganku
Auni Lemah lembutku, ketenangan, Ketetapanku
Awa Malaikat yang cantik, malam
Awadah Baik, lembut
Awatif Perasaan, kesayanganku
Awfiyah Berani, kuat
Ayah Sign; distinct
Ayesha Name of prophet Mohammad’s (p.b.u.h.) wife
Azalia Kekal Abadi
Azeeza dear / powerful
Azhaar flowers
Azhar Bunga-bunga, Yang berseri, yang gemilang, lebih cerah
Aziemah Azam, kewajiban
Azimah Agung, mulia
Azita Nama putri Iran
Aziza A good friend, comrade
Azizah Sayang, berharga, kekuatan, dihormati, mulia
Azra Dara, perawan used for Maryam/Mary
Azyan Perhiasan
Azza Perhiasan
Azzah Young, female gazelle
Azzalea Kekal Abadi

B (Page 1 of 2) [1] 2
Ba’inah Yang nyata
Bada’ah Permulaan
Bada’i Keindahan2
Badi’a Unprecedented, admirable, unique
Badiah Indah, tak ada bandingnya, cantik
Badihah Cepat memahami
Badilah Mulia, pengganti
Badirah Bulan purnama
Badiyah Pedesaan, nyata
Badr Bulan penuh
Badra Full moon
Badriah Cantik seperti bulan purnama
Badrina Bulan kami Badriya,
Badriyah Bulan penuh, bulan purnama, wali
Badriyyah Resembling the full moon
Baheera Dazzling, brilliant
Bahia Manis
Bahiah Gemilang, berseri
Bahijah Bahagia, gembira, kesenangan, keindahan
Bahirah Cantik, berseri, elok, indah
Bahithah Pencari
Bahiya Beautiful, radiant
Bahiyah Cemerlang, indah
Bahja Kebahagiaan
Bahjah Keindahan, keriangan, kesenangan
Bahjan Rupawan, Cemerlang
Bahriah Kecantikan, kilauan
Baiduri Permata
Baiyinah Bukti
Bakhitah Orang yang beruntung
Bakizah Suci, wangi, Permata
Bakriyah Berani, perawan
Baligha Penuh perasaan, pandai, fasih berbicara
Balighah Bijak
Balilah Nama isteri Nabi Sulaiman
Ballanah Titisan embun
Balqis Name of the Queen of Sheba
Banan Delicate, finger tips
Bananah Ujung jari-jemari
Baqiyah Yang tidak bersalah, yang bersih
Baraka White one
Bari’ah Excelling
Bariah Sejuk, tenang
Baridah Lapang dada
Barika Bloom, be successful
Barirah Alim, baik hati
Barizah Yang bijak, menonjol
Cala Castle
Cantara Small bridge
D (Page 1 of 2) [1] 2
Da’amah Tiang, Pilar
Da’imah Tetap, Langgeng
Da’iyah Juru dakwah
Da’wah Seruan, panggilan, ajakan, jamuan
Dabayinah Nisbah
Dafinah Kekayaan yang tersembunyi
Dahab Gold
Dahimah Kuat, tangkas
Dahiyah Pintar
Dahlia Nama sejenis bunga
Dahmani Nisbah Daimah,
Dalal Petunjuk, manja, memanjakan
Dalia Pohon anggur, sejenis bunga – dahlia
Dalidah Keturunan mulia
Dalila Petunjuk, dalil, alasan
Dalilah Petunjuk, bukti
Dalilati Pemimpin
Dalili Pemimpin
Daliyah Pohon anggur
Damia Kebijakan
Danah Batu yang bernilai tinggi
Dania Hampir
Daniah Buah yang mudah dipetik
Daniyah Dekat sekali, Buah yang mudah dipetik
Darayani Mengetahui
Dariah Yang mengetahui, lembah lembut
Darin Nama Bunga
Darina Nama suatu bunga
Darirah Singap dan lembut
Dariyah lemah lembut
Darsah Faham, hafal
Darwisyah Ahli tasawuf
Daulah Kerajaan
Dawama Berkekalan
Dawamah Terus menerus
Dayana Yang gagah perkasa
Dayani Patuh, taat
Deeba Silk
Delisha Happy and make others happy
Dhabitah Cakap, kuat ingatan
Dhamanah Jaminan
Dhamirah Jiwa
Dhaniyah Yang bertambah, yang bermutu
Dhia Sinaran
Dhobithoh Yang kuat, cermat
Dhofwatul’aisy Kesenangan dan kelapangan hidup
Dhohikah Yang suka tertawa, batu putih diatas gunung
Dhohwah Waktu Dhuha
Dhoifah Tamu
Dholi’ah Keras dan kuat
Dhuha Forenoon
Di’amah Tiang, pilar
Dian Cahaya
Dianah Agama
Dina Keagamaan
Dinah Ketaatan, adat
Dinar Uang emas
Diyanah Agama
Duha Forenoon
Durar Batu permata, Mutiara
Durrah Mutiara
Durriyah Mutiara, cahaya mutiara, cemerlang, cerdas
Durrotul Hikmah Mutiara hikmah
Durrotun Nashihah Mutiara nasehat
Duwaijah Panutan, teladan
Dza’iqah Merasaka
Dzahabiyah Memiliki sifat emas
Dzaibah Menghalau
Dzakirah Yang mengingati Allah (dari pkataan zikir)
Dzakiroh Ingatan, kuat hafalan, berdzikir
Dzakiyah Pandai, cerdas, murah padam
Dzari’ah Jalan, wasilah
Dzihni Pemahamanku, pengertianku
Dzihniyah Menurut akal
E
Eryna Beautiful
F (Page 1 of 2) [1] 2
Fa’idah Untung, laba
Fa’idh Melimpah, mengalir Faidah,
Fa’iqoh Mengungguli
Faadhilah Yang Mulia
Fadhilah Kemuliaan, kelebihan, keutamaan
Fadhlah Mulia
Fadiah Pembela
Fadilah Virtuous, outstanding, superior, cultured and refined
Fadiyah Menyelamatkan, tebusan
Fadwa Name derived from self – sacrifice
Fadwah Penyelamat, pengorbanan suci, penebus
Faeezah Pemimpin
Faghira Bunga melur
Fahima Yang memahami
Fahimah Yang bijak, memahami
Fahmidah Cerdik, bijak
Faihanah Harum, wangi
Faiqa Terkenal, terkemuka, bangun
Faiqah Paling baik
Faiqihah Pandai, pintar Faiqoh,
Fairuz Batu permata yang berwarna biru agak kehijau-hijauan
Faiza Gain
Faizah Menang, sukses

Faizia Successful
Fajriyah Cahaya terang
Fakhira Agung, termasyur
Fakhirah Kebanggaan
Fakhrani Nisbah
Fakhriah Kemegahan
Fakhriyah Kebanggaan
Falak Star
Falilah Yang beruntung
Faqihah Cerdik
Farah Joy
Farha Bahagia
Farhah Kegirangan
Farhana Riang gembira, senang
Farhanah Riang gembira, bergembira, senang
Fari’ah Tinggi, mulia
Faridah Unique, matchless, precious pearl or gem
Fariha (Dia) merasa gembira
Farihah Happy, joyful, cheerful, glad
Farisah Pengemudi mahir
Farizah Jelas
Farwizah Menang, berjaya
Farzana Bijak, pandai
Farzanah Petunjuk agung
Fashahah Fasih berbicara
Fasihah Fasih bercakap
Fatanah Kebijaksanaan
Fataniah Bijak
Fathiah Pembukaan, kemenangan
Fatihah Pembuka
Fatima Name of phophet Mohammad’s (p.b.u.h.) daughter
Fatimah Accustom; Daughter of the Prophet (pbuh)
Fatin Captivating, alluring, enchanting
Fatinah Bijaksana, mengagumkan, menarik perhatian
Fatini Bijaksana
Fatnin Bijak
Fatnun Bijak
Fatunah Bijak
Faudah Buah hati
Fauzah Berjaya,berhasil
Fauziah Cerdas
Fauziyah Kemenangan
Fawziyyah Successful, victorious

Fazia Successful, victorious
Fellah Arabian jasmine
Fikriyah Bijak, pandai, pemikiran
Filzah Belahan jiwa
Firdaus Nama surga tertinggi
Firdaws Highest garden in Paradise
Firjani Hilang duka
Firuz Yang indah
Firyal Nama Putri kerajaan Mesir
Firzanah Pintar, bijak
Fitriyah Fitrah kemanusiaan
Fityah Orang muda
Fityati Orang muda

  • G
    Ghada Gadis Muda
    Ghadah Beautiful
    Ghadat Lembut, halus
    Ghaida Berawan
    Ghaisani Cantik dan muda
    Ghaliah Yang mahal, berharga
    Ghalibah Menang
    Ghaliyah Fragrant
    Ghaliyati Yang mahal
    Ghamirah Yang mengembara
    Ghaniah Yang cantik
    Ghanimah Yang menang, penghasilan (kasab)
    Ghaniyah Pretty girl, beautiful woman, beauty
    Ghassani Cantik
    Ghauthiah Pertolongan
    Ghayda Young and delicate
    Ghazala Deer
    Ghazalah Matahari terbit
    Ghaziah Pejuang
    Ghazlina Tenunan
    Ghazwani Kepahlawanan
    Ghibthoh Baik keadaannya
    Ghina Kekayaan
    Ghisyawah Tutupan, akhir

    Ghobiroh Yang lalu
    Ghodah Yang lemah gemulai
    Ghodir Sungai, sumur yg bermulut lebar
    Ghodziyah Menyenangkan
    Ghoniyyah Kaya
    Ghufrani Keampunan
    Ghundurah Bahagia, muda
    Ghunwah Nyanyian
    Ghurrah Putih berseri
    Ghusni Ranting
    Ghusun Branches of a tree
    Gul Flower
    Gulnar Bunga ( Persian)
    H (Page 1 of 3) [1] 2 3
    Habbati Nisbah Habibah Kekasih, kesayangan
    Habeeba “a comrade, a friend”
    Habibah Beloved, sweetheart, darling
    Habrah Sukacita
    Habriyah Pintar
    Hadharah Kemajuan
    Hadirah Pandai, bijak
    Hadiya Guide to righteousness
    Hadiyah Pemberian, hadiah, pemberi petunjuk
    Hadiyyah A gift
    Hafawati Sambutanku yang hangat
    Hafeeza Protector
    Hafidah Cucu
    Hafidhah Pemelihara, penghafal
    Hafiy Yang memuliakan
    Hafiya Sangat baik
    Hafiyah Sambutan yang hangat
    Hafizah Pemelihara, penghafal
    Hafni Nisbah
    Hafsa cub
    Hafsah Nama istri Nabi
    Hafsyah Istri Rasulullah SAW
    Hafthah Preserved, protected
    Hafziyah Nisbah

    Haidah Adil, jujur
    Haifa Perempuan yg langsing
    Haimanah Penguasaan
    Hajar Nama ibu Nabi Ismail, istri Nabi Ibrahim As
    Hajidah Yang rajin sembahyang malam
    Hakimah Arif, Yang bijaksana
    Haliah Yang memakai perhiasan
    Halifah Perjanjian, persahabatan
    Halilah Wanita keluarga
    Halili Nisbah, halal
    Halimah Lemah lembut, penyantun, sabar dan berakal
    Halumah Pemaaf, penyabar
    Halwa Yang manis, menarik
    Hamamah Burung merpati
    Hamani Memberi semangat
    Hamdah Pujian
    Hamdiyah Nisbah, terpuji
    Hamidah Yang terpuji, selalu memuji Alloh, bertahmid
    Hamimah Kawan setia
    Hamizah Riang, gembira, yang bijaksana
    Hammadah Bijak memuji
    Hamra Kemerah-merahan
    Hamudah Terpuji
    Hana Kebahagiaan, rezeki tanpa kepayahan
    Hanan Kesayangan, kecintaan, rezki, berkah
    Hanifah Yang lurus, beriman, muslimah yang teguh
    Hanina Rindu
    Haninah Penyayang
    Hanini Kerinduan
    Hanisah Yang takwa
    Haniyah Kegirangan
    Hannah Kasih sayang
    Hannani Kesayanganku, kecintaanku
    Hanun Kesayangan
    Hanunah Penyayang
    Hanzalah Disegani, di hormati
    Hariyah Yang layak, yang patut
    Harizah Kubu, benteng
    Hasanah Yang baik, kebaikan
    Haseena “Pretty, beautiful”
    Hashinah Benteng yang kuat
    Hasibah Keturunan baik-baik
    Hasna Cantik
    Hasnah Yang baik
    Hasya Kesempurnaan
    Hasyimah Sopan, beradab, berakhlak
    Hawa Nama isteri Nabi Adam
    Hawani Ibu penyayang
    Hawilah Penjamin, pemelihara
    Hayam Deliriously in love

    Hayani Hidup
    Hayat Kehidupan
    Hayati Jiwa, hidup, kehidupanku
    Hayfa Lembut suaranya
    Hazimah Yang tegas, wanita yang sangat teliti
    Haziqah Yang cerdik, pandai
    Hazirah Pilihan yang terbaik
    Haziyah Suka orang lain, yang di puji, yang disayangi
    Hazwani Pemberianku
    Heena Mehindi
    Hessa Destiny
    Hibah Gift
    Hibriyah Kecantikan, keindahan
    Hidanah Damai, tenang
    Hidayah Petunjuk Allah
    Hidayati Petunjuk Allah
    Hidni Subur
    Hijanah Keturunan yang mulia
    Hilalah Bulan sabit
    Hilmiyah Lembut, sopan
    Himanah Memberi semangat
    Himayah Terpelihara, terjaga
    Hind Proper name
    Hindun Kerinduan asmara, sahabat wanita
    Hisanah Cantik
    Hubwah Pemberian
    Huda Petunjuk kepada kebenaran
    Hudiya Diberi petunjuk
    Hudna Kembali ke pangkal jln, bertaubat
    Hudnati Damai
    Hulwah Manis
    Huma Bird who brings joy
    Humaira Berpipi merah
    Huraiyah Bidadari
    Huriya Peri, bidadari
    Huriyah Bermata elok, Pengikut setia
    Huriyyah Angel
    Husn Beauty
    Husna Beautiful
    Husniah Indah
    Husniyah Beautiful
    Husnul Khotimah Kesudahan yang baik
    (Page 3 of
    I (Page 1 of 2) [1] 2
    Ibadah Ibadah, amal yg diridloi Alloh
    Ibnah Anak perempuan
    Ibrisim Sutera
    Ibriz Eams murni
    Ibroh Pengajaran
    Ibtihaj Joy
    Ibtihal Mohon kepada Allah, permohonan
    Ibtisam Senyuman
    Iffah Tahu harga diri
    Iffat Kesucian, kemurnian, kesopanan, kesederhanaan, Kehormatan diri
    Iftikhar Kehormatan, pembawa kehormatan, Kebanggaan
    Iftinan Mengagumkan, menarik perhatian
    Ikbar Mengagumkan
    Ikhtiar Upaya dan usaha pilihan
    Iklil Mahkota
    Ikram Honor, hospitality, generosity
    Ilham Intuition
    Iman Faith, belief
    Imanina Iman kami
    Imarah Pembangunan, kemakmuran
    Imtinan Anugrah Illahi

    Imtithal Polite obedience
    In’aan Pemberian kenikmatan
    In’am Kindness, benefaction, bestowal
    Inan Tali kendali
    Inas Kebaikan, keramah-tamahan, Kelembutan
    Inaya Concern; solicitude
    Inayah Perlindungan
    Inayat Kindness
    Inshaf Kesadaran
    Insyirah Kegembiraan, Kelegaan hati
    Intisar Keberhasilan, kemenangan
    Intishar Kemenangan
    Irbah Pikiran tajam, akal
    Irdina Kehormatan kami, kebajikan/keberkatan
    Iris Sejenis bunga
    Irtiyah Kesenangan
    Is’aaf Pertolongan
    Is’ad Yang membahagiakan, Beroleh taufiq
    Ishmah Terhindar dr dosa
    Ishraq Cahaya, sinar
    Ismah Terhindar dari dosa
    Istiqamah Kelurusan, ketulusan
    Itidal Keseimbangan, Seimbang
    Itimad Percaya, Kepercayaan
    Izdihar Berkilau, Perkembangan, kemajuan
    Izyan Perhiasan
    Izzah Mulia

  •  
    • J
      Ja’izah Ijazah, piala
      Jabiroh Penyambung patah tulang
      Jadawil Sungai2 kecil
      Jadzwah Bara yg menyala
      Jahanara Queen of universe
      Jahroh D ngan terang/ nyata
      Jalilah Mulia, agung
      Jamaliah Kecantikanku
      Jameela Beautiful, graceful, lovely
      Jamilah Cantik
      Janan Heart, soul
      Jasmin Bunga melati
      Jaudah Indah, utama
      Jauharah Batu permata
      Jauza Nama bintang
      Jauzah Kenari
      Jawhara Mutiara
      Jihan Nama tokoh wanita, Kemegahan
      Jinan Surga-surga
      Johara Jewel
      Juhainah Taman, kebun
      Juhairah Nyaring, lantang
      Jumanah Mutiara
      Junainah Taman, kebun

      Junnah Perisai
      Juwairiyah Nama wanita, gadis kecil
      K
      Kabiroh Besar
      Kadhimah Yang dapat menahan diri
      Kadziyah Pohon berbunga memanjang harum baunya
      Kahilah Matanya dicelak
      Kahla Bola matanya hitam pekat, Dewasa
      Kaisara Permaisuri
      Kalafah Kecintaan
      Kaleela Sweetheart, beloved
      Kalilah Lemah
      Kamila Perfect
      Kamilah Lengkap, sempurna
      Kamilia Pepohonan yang selalu hijau
      Kareema Generous, noble
      Karida Untouched
      Karimah Mulia
      Kausar Sebuah kolam di surga
      Kautsar Kenikmatan yang banyak
      Kawakib Bintang-bintang
      Kawthar River in Paradise
      Kazhimah Dapat menahan diri
      Keisha Hidup dalam keadaan baik. Varian dari Aisha.
      Keysha Hidup dalam keadaan baik. Varian dari Aisha.
      Khadeeja First wife of the Prophet (pbuh)
      Khadijah Istri Rasulullah SAW
      Khairiah Kebaikan

      Khairina Kebaikan
      Khairoh Baik hati
      Khairunnisa Sebaik-baik wanita
      Khaizuran Ketua, pemimpin
      Khaizuronah Nama ibu Khalifah Harun Al Rasyid
      Khalda’ Langgeng
      Khaleeda Abadi
      Khalidah Immortal
      Khalilah Kesayangan
      Khalishah Murni
      Khansa Nama pujangga Islam perempuan terdahulu, seorang pejuang Muslimah
      Kharidah Anak gadis
      Khathibah Ahli pidato
      Khatimah Penutup, pengakhiran
      Khaulah Sahabat wanita terkenal, rusa betina
      Khayla Cantik
      Khayriyyah Charitable, good
      Khazinah Harta yang tersimpan
      Khotibah Ahli pidato
      Khotimah Penutup, Pengakhiran
      Khulaidah Langgeng
      Khulud Immortality
      Khuzaimah Tali kendali
      Kulthum Daughter of the Prophet (pbuh)
      L
      La’ali’ Permata-permata, mutiara
      La’ihah Yang lahir, nyata
      La’iqoh Patut, layak
      Labibah Sehat akal dan cerdik
      Labitsah Yang tinggal di suatu tempat
      Ladzidzah Sedap, lezat
      Laela Malam yang gelap
      Lafifah Berkumpul, bercampur
      Laila Nama orang Arab terdahulu, kerinduan, malam yg gelap
      Laimun Buah jeruk yang manis
      Lam’a Berkilau
      Lama Darkness of lips
      Lamees Soft to the touch
      Latafat Variety
      Lathifah Lemah lembut
      Latifah Gentle, kind, pleasant
      Layanah Kehalusan, kelemasan
      Leena A devoted one, tender
      Lily Sejenis bunga
      Lina Tender
      Lubna Buah kenitu
      Lujmah Bukit yang datar
      Luqyana Perjumpaan kita
      Luthfiyah Lemah lembut
      M (Page 1 of 2) [1] 2
      Ma’ali Tinggi
      Ma’dzanah Menara tempat adzan sholat
      Ma’ijah Yang berombak, bergelombang
      Ma’iyah Kebersamaan
      Ma’munah Dipercaya
      Mabrukah Dapat berkah
      Maghfirah Pengampunan
      Mahasin Kebaikan, kebajikan
      Mahbubah Disenangi, dicintai
      Mahdiyah Yang mendapat hidayah
      Maheem Bulan penuh Mahfudhah,
      Mahfuzhah Terpelihara
      Mahirah Pandai, cakap
      Mahjabeen Moon like
      Maimanah Keberkahan
      Maimunah Beruntung, keberuntungan, diberkahi Allah
      Maisarah Ketenangan, nyaman, kemakmuran, kekayaan
      Maisun Berwajah dan bertubuh cantik
      Maizah Discerning
      Majeeda Glorious
      Majidah Mulia
      Makarim Kebaikan hati
      Maknunah Menutup muka karena malu
      Malaeka Bidadari

      Malak Angel
      Malihah Cantik
      Malika Pemilik
      Manal Attainment, achievement
      Manar Guiding light
      Mani’ah Mulia, kuat
      Maqbulah Diterima permintaannya
      Maram Asperation
      Mardhiyah Mendapat keridhoan Allah
      Mariah Istri Rasulullah SAW, yang indah
      Mariam Mother of Jesus (pbuh); Arabic form of Mary
      Marissa Seorang yg bersopan santun
      Maritza Diberkati
      Marsya Subur
      Marwa Berhati-hati dalam memikirkan
      Marwah Bukit Marwah di Masjidil Haram
      Maryam Mother of Jesus (pbuh); Arabic form of Mary
      Mas’ouda Happy, lucky, fortunate
      Masarrah Kesenangan
      Mashumah Bebas dari dosa
      M (Page 2 of 2) 1 [2]
      Masikah Nama wanita sahabat nabi
      Masyithoh Yang mati syahid oleh Fir’aun
      Mawaddah Cinta kasih
      Mawahib Bakat, kemampuan, ketangkasan
      Mawiyah The essence of life
      May Old Arabic name
      Mayesa Penampilannya membanggakan
      Maymunah Auspicious, blessed
      Maysun Of beautiful face and body
      Mayyadah To walk with a proud, swinging gait
      Mazaya Istimewa
      Maznah Gemilang
      Mehar “Kindness, grace”
      Meharunnisa Kind
      Mehbooba A friend
      Mu’minah Beriman
      Mu’nisah Teman yang menyenangkan
      Muazarah Bantuan, pertolongan
      Mudhiah Menyinari
      Mudrikah Dapat memahami
      Mufeeda Useful
      Mufidah Memberi manfaat
      Muhajirah Yang berhijrah
      Mukhbitah Tunduk patuh
      Mumtaz Istimewa

      Muna Cita-cita, keinginan
      Munibah B rinabah (Taubat) pada Alloh
      Munifah Kedudukan yang tinggi – menonjol
      Munira Hiasan cahaya, penerang
      Munirah Bercahaya
      Muqsithah Yang berbuat adil
      Muslimah Beragama Islam
      Mustajabah Terkabul do’anya
      Muthi’ah Taat
      Muthmainnah Tenang, Tentram
      Muznah Berdandan bagus
      N (Page 1 of 3) [1] 2 3
      Na’amah Burung unta
      Na’ifah Kedudukan tinggi
      Na’ila Orang yang sukses
      Na’mah Halus, lunak
      Naaila Sesuatu yg istimewa
      Naaz Pride
      Naazneen Cantik
      Nabighah Kenamaan, besar, mulia
      Nabihah Cerdik, mulia
      Nabila Ningrat, mulia, luhur
      Nabilah Cerdik, mahir
      Nabilia Kedermawanan
      Nada Embun di pagi hari
      Nadha Embun di pagi hari
      Nadhifah Bersih
      Nadhira Yang berseri-seri
      Nadia Awal mula sesuatu, pembawa kesetiaan
      Nadiah Awal mula sesuatu, pembawa kesetiaan
      Nadimah Teman akrab
      Nadira Khusus, unik
      Nadirah Jarang
      Nadiyah Awal mula sesuatu, pembawa kesetiaan
      Nadzifah Bersih

      Nafhah Aroma yang melegakan hati
      Nafi’ah Bermanfaat
      Nafilah Ibadah tambahan
      Nafisah Yang amat berharga; berkedudukan tinggi
      Naflah Bunga matahari
      Nageena Diamond
      Nahilah Yang menyumbangkan ilmu dan adab
      Nahiyah Pelaksana larangan (pencegah), larangan
      Nahiyyah Pelaksana larangan (pencegah), larangan
      Nahla Minuman Naifah,
      Nailah Yang suka memberi
      Naimah Kenikmatan, halus, lunak
      Najah Keselamatan, Kemenangan
      Najat Safety
      Najdah Bantuan
      Najeeba Of noble birth
      Najiah Selamat
      Najibah Bernilai, mulia, utama
      Najiyah Safe
      Najla Of wide eyes
      Najla’ Yang bermata elok, Yang baik keturunannya
      Najmah Bintang
      Najwa Berbisik-bisikan
      N (Page 2 of 3) 1 [2] 3
      Najya Victorious
      Naqiyah Jernih
      Naqiyyah Jernih
      Nashida Student
      Nashita Energetic, full of life
      Nashwa Fragrance, perfume, that which intoxicates
      Nasiha One who gives valuable advice
      Nasira Victorious, helper
      Nasmah Angin sepai-sepoi
      Nasyiah Perkembangan
      Nathifa Clean, pure
      Natrah Happy
      Naurah Bunga
      Nawad Awal mula dari sesuatu
      Nawal Gift
      Nawar Flower
      Nazahah Purity, righteousness, honesty
      Nazihah Bersih dari noda
      Nazima Poetess
      Nazirah Like, equal, matching
      Nazma Star
      Nazurah Pemimpin Yang Disegani
      Neelopher A blue lotus flower

      Ni’mah Blessing, loan
      Nibal Arrows
      Nibras Pelita, pemberani, ujung tombak
      Nida Call
      Nida’ Seruan
      Nihal Minum dari sumber air
      Nikmah Kenikmatan
      Nisrin Harum bunga mawar
      Nisrina Bunga mawar putih
      Noor Cahaya
      Noorjahan Light of the world
      Nouf Highest point on a mountain
      Nud-ah Pelangi, cahaya matahari ketika terbit atau terbenam
      Nudhar Gold
      Nufah Yang sempurna tinggi dan kecantikannya
      Nuha Intelligence
      Numa Beautiful and pleasant
      Nur Cahaya
      Nur Aini Cahaya mataku
      Nurain Cahaya mata
      Nurjannah Cahaya surga
      Nurjihan Nama tokoh perempuan
      Nurul Cahaya
      Nurulain Cahaya mata
      Nusrat Victory
      Nuzhah Rekreasi
      P
      Putri Puteri
      Q
      Qa’niah Merasa puas dan rela
      Qaireen Kebaikan
      Qairina Kebaikan
      Qaisara Permaisuri
      Qaisarah Permaisuri
      Qamar Bulan
      Qamariyah Berdasarkan bulan
      Qanitah Taat, berbakti, sholat lama berdiri
      Qariah Pembaca
      Qaribah Dekat
      Qarirah Pandangan yg sejuk
      Qasamah Keindahan dan kecantikan
      Qasrina Istana
      Qatrunnada Tetesan embun
      Qiblah Tempat sholat
      Qiladah Kalung, perhiasan
      Qimah Harga sesuatu, kadarnya
      Qismah Bagian, nasib
      Qistina Keadilan
      Qisya Hidup dalam keadaan baik. Varian dari Aisha.
      Qithmir Kulit ari
      Qoidah Pemimpin
      Qomar Bulan
      Qomariah Berdasar bulan
      Qoni’ah Merasa puas dan rela

      Qonitah Taat, Berbakti, Shalat lama berdiri
      Qoriah Pembaca
      Qoribah Dekat
      Qorirah Pandangan yang sejuk
      Qosamah Keindahan dan kecantikan
      Qubilah Concord
      Qurratu’ain Sedap dipandang mata
      R (Page 1 of 2) [1] 2
      Rabab Musik instrumen Arab
      Rababah Mega putih
      Rabbiya Angin sejuk di musim semi
      Rabi’ah Yang ke 4
      Rabia “Popular, Famous, divine”
      Rabihah Tanah yg tinggi
      Radeyah Content, satisfied
      Radhiyah Ridlo
      Radhwa A mountain in Medina
      Radwa Kesukaan, kepuasan
      Rafi’ah Derajatnya tinggi
      Rafidah Papan atap, pemberi pertolongan
      Rafifah Berakhlak baik
      Rafilah Anggun, mewah
      Raghad Nyaman, kenyamanan
      Raghd Pleasant
      Rahadatul ‘Aisy Kemakmuran hidup
      Rahidah Lembut
      Rahifah Tipis
      Rahimah Merciful, compassionate
      Rahmah Kasih sayang
      Raidah Angin yg bertiup dgn lembut, pemimpin
      Raihanah Tanaman yang harum, perempuan yg luhur
      Raiqah Bening, murni

      Raisha Pemimpin Raja,
      Rajihah Mantap timbangannya
      Rajiyyah Yang diharapkan
      Rakizah Emas, perak dlm tanah
      Ramizah Orang yg terhormat
      Ramlah Tokoh sahabat wanita
      Ramziyah Isyarat
      Rana To gaze, look
      Rand Tree of good scent
      Raniah Mempesona
      Raninah Gemerincingan
      Raniyah Gazing
      Rannan Gemerincing
      Raqiqah Lembut
      Raqwan Kemajuan
      Rasanah Tempat pemberhentian
      Rasha Young gazelle
      Rasheeda Wise, mature
      Rasmiyah Secara resmi
      Rasyadah Petunjuk jalan yg lurus
      Rasyidah Mendapat petunjuk
      Rasyiqah Bentuk tubuh yg indah
      Raudhah Taman
      Rawdha Garden
      Rawiyah Transmitter of ancient Arabic poetry
      Rayya Sated with drink
      Razinah Serius dlm perilaku
      Reem Gazelle
      Rida Favored by God
      Rif’at Tinggi martabatnya
      Rifa Setuju, mufakat
      Rifdah Pemberi pertolongan
      Rihab Luas dan lebar
      Riham Hujan gerimis yang berkepanjangan
      Rihana Sweet basil
      Rima White antelope
      Rizqah Rezeki, kurniaan Allah
      Robi’ah Yang keempat
      Rodhiyah Ridho
      Rofi’ah Derajatnya tinggi
      Rofidah Papan atap, Pemberi pertolongan
      Rofifah Berahlak baik
      Rofilah Anggun, mewah Rohadatul
      Rojihah Mantap timbangannya
      Rojiyyah Yang diharapkan
      Romizah Orang yang terhormat
      Roninah Gemerincing
      Roqiqoh Lembut
      Rosmiyah Secara resmi
      Rosyadah Petunjuk jalan lurus

      Rosyiqoh Bentuk tubuh yang indah
      Rozinah Serius dalam perilaku
      Rubeina Bright
      Rudainah Yang memintal benang
      Rukan Steady, confident
      Ruksana Beautiful
      Ruqayah Kemajuan, nama putri Nabi SAW
      Ruqayyah Gentle; Daughter of the Prophet (pbuh)
      Rusydah Petunjuk jalan lurus
      Ruwaidah Berhati-hati, perlahan-lahan
      Ruwaydah Walking gently
      S (Page 1 of 3) [1] 2 3
      Sa’adah Kebahagiaan
      Sa’danah Burung merpati, kebahagiaan
      Sa’diyah Berbahagia
      Saarah Istri Nabi Ibrahim As
      Sab’atuabhur 7 laut
      Sabah Morning
      Sabalik Sepotong emas, perak
      Sabikah Penambang emas, nama sahabat Nabi SAW
      Sabirah Patient
      Sabreen Kesabaran
      Sabrina Kesabaran
      Sadidah Jitu, tepat sasaran, benar
      Sadika Truthful
      Safa Clarity, purity, serenity
      Safanah Membuat kapal, angin agak keras
      Safinatunnajah Kapal penyelamat
      Safiya a Virtuous Lady
      Safiyyah Untroubled, serene, pure, best friend
      Sahar Dawn
      Sahlah Smooth, soft, fluent, flowing
      Saidah Berbahagia
      Saifanah Lenjang seperti pedang terhunus
      Saihah Good, useful
      Sajidah Bersujud

      Sakeena a friend
      Sakina Lembut, hening, tenang, ketentraman
      Sakinah God – inspired peace of mind, tranquility
      Salamah Keselamatan, sehat
      Saleema Peace, flawless, faultless, safe, healthy
      Salena Moon
      Salihah Correct, agreeable
      Salima Happy, peaceful, calm
      Salimah Aman, lengkap
      Salma Peaceful
      Salsabila Mata air di surga
      Salwa Burung puyuh
      Samah Generosity
      Samar Evening conversation
      Sameeha Generous
      Sameera Entertaining female companion
      Sameh Forgiver
      Samihah Lemah lembut, murah hati, dermawan
      Samirah Penghibur, teman ngobrol
      Samiyah Elevated, exhalted, lofty
      Sana’ Kenaikan tingkat derajat
      Saninah Promosi, kenaikan tingkat
      Sarah Nama isteri Nabi Ibrahim AS
      Satirah Wanita yang menutup-nutupi aib dan dosanya
      Sausan Bunga Lili
      Sawsan Lily of the valley
      Sayeeda “Auspicious, Leader”
      Sayyidah Pemimpin
      Shaba Berkelakuan anak muda
      Shabab Youth
      Shabana Famous
      Shabirah Bersabar
      Shabnam Dew drops
      Shadha Aromatic
      Shadiqah Benar, jujur
      Shadiya Menyanyi
      Shadiyah Singer
      Shadrina Hati
      Shafa’ Kejernihan
      Shafiyah Jernih
      Shafiyyah Kawan tulus ikhlas
      Shagufta Blooming
      Shaheen “Soft, gentle, tender”
      Shahmina Yang cerdik
      Shahrazad Teller of Tales of 1,001 Nights
      Shaima Baik, alami

      Shakeela “Pretty, beautiful”
      Shakira Syukur, berterimakasih
      Shalehah Baik
      Shama Lamp
      Shameena Beautiful
      Sharifah Noble
      Shaza Harum, wangi
      Shazia Harum, wangi
      Shephali a type of ?flower
      Shiba Rindu
      Shiddiqah Membenarkan, sangat jujur
      Shidqiyah Benar, jujur
      Shifwah Sahabat yang akrab
      Shiyabah Yang benar
      Sho’ibah Yang benar
      Sho’ighoh Tukang emas
      Shoba Berkelakuan anak muda
      Shobah Pagi hari
      Shobiroh Bersabar
      Shofa Bukit Sofa di Masjidilharam
      Shofa’ Kejernihan
      Shofhah Pemaafan, Halaman buku
      Shofiyah Jernih
      Shofiyyah Kawan tulus ikhlas
      Shofwah Keiklasan dalam cinta
      Shohwah Kebangkitan
      Shohwatul Islam Kebangkitan Islam
      Sholehah Baik
      Siham Anak panah
      Sirin Wanita sahabat Nabi SAW
      Siti Gelaran bagi perempuan
      Sofia Menawan
      Su’ad Bahagia
      Suha Name of a star
      Suhaila Moon light
      Suhailah Mudah, Suka mengalah
      Suhaimah Keberuntungan
      Suhair Proper name
      Suhayla Smooth, soft, fluent, flowing
      Suhaymah Small arrow
      Sukainah Tenang, tentram
      Sulaimah Selamat
      Sulthanah Penguasa Wanita
      Sumaiya Proper name
      Sumayyah Kebanggaan
      Sunbulah Nama Bintang, Tangkai yang berbuah
      Suraiya Beautiful
      Surfina Suci, bersih

      Sya’irah Pandai Menyusun Syair, Perasa
      Syadiyah Pandai menyanyi, Menyamakan
      Syafiqoh Belas kasih
      Syafiyah Sembuh, sehat
      Syahidah Mati syahid
      Syahira Masyhur
      Syahirah Terkenal, Ternama
      Syahrazad Nama wanita dahulu
      Syaikhoh Gelar Kehormatan, Lanjut Usia
      Syakira Mensyukuri
      Syakura Mensyukuri
      Syam’ah Lilin
      Syamimi Keharumanku
      Syamiyah Tahi lalat pada wajah
      Syamsiyah Berdasar hitungan matahari
      Syarifah Mulia
      Syauqiyah Rindu
      Syifa’ Penawar, Penyembuh
      Syirin Nama wanita dahulu
      Syu’lah Pelita, Obor
      Syukriyah Bersyukur

  • T (Page 1 of 2) [1] 2
    Ta’ibah Yang bertaubat
    Tabassum “Smile, laughter”
    Tabriz Pengungkapan suatu kebaikan
    Tadmar Nama perempuan yang dijadikan nama kota di Jazirah Arab
    Tadzkiroh Peringatan
    Taghrid Kicauan burung, nyanyian
    Tahajeeb Culture
    Tahani Ucapan selamat, salam, sambutan
    Tahira Murni, bersih
    Tahirah Pure, chaste
    Tahiyyah Kehormatan, selamat dari bahaya, salam
    Takiyah Pious, righteous
    Talibah Seeker after knowledge
    Tamamah Pelengkap, penyempurna
    Tamimah Kuat, tangkal, jimat
    Taqiyyah Bertaqwa
    Tarik star
    Tarique Morning star
    Tarub Merry
    Tasleem “Salute, congratulations”
    Thahirah Bersih, suci
    Thai’ah Taat, patuh
    Thaliqah Lancar ( lidahnya ), fasih
    Tharfa’ Menepi
    Tharifah Ucapan baru yang digemari

    Thawaf Mengelilingi Ka’bah
    Thifal Lembut, halus
    Thiyah Niat hati
    Tho’ah Taat
    Tho’i’ah Taat, patuh
    Tho’ifah Sekumpulan, yang mengelilingi
    Tho’ilah Kemampuan
    Thohiroh Bersih, suci
    Tholiqoh Lancar lidahnya, fasih
    Thorfa’ Menepi
    Thorifah Ucapan baru yang digemari
    Thoyyibah Baik
    Thufailah Lembut dan halus
    Thurayya Star
    Tihani Bahagia
    Tsabitah Tangguh, lurus, pemberani
    Tsamarah Buah, buah hati, keturunan
    Tsamarotulqolbi Buah hati
    Tsana Pujian
    Tsaniyah Yang kedua
    Tsaqofah Kebudayaan
    Tsarwah Kekayaan
    Tsawab Pahala
    Tsumamah Nama wanita
    Tsuraya Nama bintang
    Tuadah Ketenangan
    Tuffahati Buah apelku
    Tuhfah Hadiah
    Tuhina Snow
    U
    U’jubah Sesuatu yg mengherankan
    Ubadah Ibadah, yg menyembah
    Ubaidah Hamba
    Udulah Adil, menghukum dgn benar
    Udzah Azimat, tangkal
    Udzroh Halangan
    Ufairah Pemberani
    Ulfah Persahabatan
    Umaimah Dari kata Umumah (keibuan)
    Umairah Nama wanita dahulu
    Umamah Cucu Rasulullah SAW dari Zainab
    Umayma Little mother
    Ummu Kulsum Putri Rasulullah SAW
    Umniah Cita-cita, cita-citaku
    Umniyati Cita-cita, cita-citaku
    Unaizah Kambing betina
    Urjuwanah Pohon yang kemerah-merahan, warna merah yang indah
    Urwatul Wutsqo Buhul tali yang kuat
    Uzdah Ada unsur kelebihannya
    Uzma Terbaik
    W
    Wa’ishoh Kelompok
    Wa’izhoh Pemberi nasehat
    Wabilah Tongkat
    Wabishoh Api
    Wada’ah Lemah lembut
    Wadhiah Yang bagus dan bersih
    Wadi’ah Titipan
    Wadil Fatmah Nama tempat penanaman tanaman di Arab Saudi
    Wafa Kesetiaan
    Wafa’ Kesempurnaan, merpati
    Wafia Kesetiaan
    Wafiyyah Merpati, menepati, sempurna, lengkap
    Wahida Beautiful
    Wahidah Sendirian
    Wajd Waspada
    Wajihah Orang yang berkedudukan
    Wardah Bunga mawar
    Washfa Yang punya sifat tertentu
    Washifah Anak atau pelayan perempuan dibawah umur
    Wasilah Pendekatan diri kepada Allah, kedudukan dan pangkat
    Wasimah Rupawan
    Wazirah Mentri wanita
    Waznah Pencari keadilan
    Wiaam Harmonis
    Widad Kasih sayang

    Wifaq Kerukunan
    Y
    Yadawiyyah Yang pandai
    Yafi’ah Yang luhur, dihormati, usia muda, yg tinggi
    Yamamah Merpati, tujuan, nama kota di Arab
    Yamnah Arah/ sebelah kanan
    Yani’ah Matang
    Yaqutah Batu permata, batu-batuan surga
    Yasirah Mudah, sedikit
    Yasmeen jasmine flower
    Yasmin Bunga melati
    Yumma Kanan
    Yumna Kanan
    Yusri Mudah
    Yusrina Kesenangan kami
    Yusriyah Mudah
    Z
    Za’amah Kekuasaan
    Za’imah Pemimpin
    Za’irah Berkunjung
    Zabarij Perhiasan
    Zada Keberuntungan
    Zafirah Yang beruntung; yang menang
    Zafrah Kemenangan
    Zahidah Rendah hati, tidak rakus dunia
    Zahira Expression
    Zahirah Berkilau
    Zahiyah Elok
    Zahra Bunga
    Zahrah Flower, beauty, star
    Zaidah Suatu kelebihan
    Zaina Beautiful
    Zainab Daughter of the Prophet (pbuh)
    Zaitun Buah Zaitun
    Zakhruf Emas, Keindahan sesuatu
    Zakiyah Tumbuh dengan baik, Bersih
    Zakiyyah Pure
    Zalfa Kulit mutiara
    Zamzam Air Zamzam
    Zanirah Kecil dan Lembut, Tali
    Zara Princess

    Zarin Golden
    Zarina Queen
    Zarinah Nama wanita dahulu
    Zaynah Beautiful
    Zeenat Honor
    Zenia A type of a flower
    Zhafirah Yang beruntung; yang menang
    Zhafrah Kemenangan
    Zhalilah Taman yang banyak pepohonannya
    Zhufairah Yang banyak mendapatkan kemenangan
    Zubaidah Excellent
    Zuhriyah Bunga
    Zuhur Bunga-bunga
    Zulaikha Cantik
    Zulal Tawar, Air Tawar
    Zulekha Beautiful
    Zulfa Kedudukan yang dekat
    Zurarah Nama burung
    Zuyyin Dijadikan indah

Bantahan Salafytobat 2 : Bukti SYIAH Wahabi/Salafy/Al qaida dan Mujasimmah = penyembah dajjal sama dengan aqidah Yahudi

A. SYIAH itu sama dengan  geng Mujasimmah WAHHABI.

Wahhabi mendakwa Allah berbentuk SERUPA dgn manusia (Rujuk kitab Wahhabi Aqidah Ahlul Imam oleh At-Tuwaijiriy KLIK SINI). Tahukah anda, Syiah juga berakidah sedemikian. Al-Khomaini mendakwa: “Allah menjelma di cermin manusia dan SERUPA dgn bentuknya” (Rujuk Al-Khomainiy dlm Syarh Du’a).

Untuk bukti selanjutnya lihat di Facebook. Klik Sini

Allah mencipta manusia seperti rupa bentuk Allah. Wahhabi juga berakidah sedemikian. Subhanallah.

B. AQIDAH WAHHABI: “ALLAH SERUPA DENGAN NABI ADAM”. (berbukti)
INILAH AKIDAH SESAT WAHHABI YANG DISEBARKAN OLEH WAHHABI SEKARANG :
” ALLAH SERUPA, SAMA & SEPERTI NABI ADAM “

DI ATAS ADALAH COVER MUKA DEPAN KITAB WAHHABI YANG BERJUDUL: “AQIDAH AHL IMAN FI KHOLQI ADAM ‘ALA SURATIR RAHMAN”.
DALAM KITAB WAHHABI TERSEBUT MEREKA MENDAKWA BAHAWA RUPA BENTUK GAYA DAN DIRI ALLAH ITU SAMA DAN SERUPA DENGAN BENTUK RUPA NABI ADAM. NA’UZUBILLAH.
INILAH BUKTI BAHAWA WAHHABI SEMEMANGNYA MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK SEDANGKAN TIADA SATU AYAT ATAU HADITH PUN YANG MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK DAN TIADA SATU NAS YANG SAHIH PUN MENYATAKAN “RUPA BENTUK ALLAH SERUPA DENGAN RUPA BENTUK NABI ADAM”.LIHATLAH PADA TAJUK KITAB TERSEBUT IANYA AMAT MENGERIKAN DAN JELAS WAHHABI MENYATAKAN “ALLAH SERUPA DENGAN MAKHLUK”.

Saya (Abu Syafiq)menyatakan: Inilah sejebis bukti pengakuan wahhabi sendiri yang diakui oleh pendokongnya bahawa akidah mereka sememangnya adalah Allah serupa dengan makhluk.
Ketahuilah bahawa akidah Islam sebenar Allah tidak menyerupai makhlukNya dan Allah tidak bersifat rupa paras mahupun rupa bentuk.
Dan saya mengatakan akidah tersebut adalah ruh akidah Yahudi sendiri. Ini kerana Yahudi juga mendakwa Allah Berbentuk dan Allah mencipta manusia seperti rupa parasNya.

Lihat akidah yahudi tersebut di : http://www.arabicbible.com/bible/ot/gen/1.htm
Dalam kitab orang Yahudi berjudul Muqaddas Awwal Safar Takwin Al-Ishah Awwal 26 Yahudi mendakwa فخلق الله الانسان على صورته
dan Yahudi juga mendakwa على صورة الله خلق
Kedua-dua akidah yahudi itu amat jelas menyatakan Allah mencipta manusia seperti rupa bentuk Allah. Wahhabi juga berakidah sedemikian. Subhanallah.

BIN BAZ AL-WAHHABI PADA KITAB TERSEBUT TELAH MEMUJI AKIDAH TAJSIM YANG MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK. (1)

BIN BAZ AL-WAHHABI AKIDAH TAJSIM (2)

DI ATAS ADALAH COP DAN PENGAKUAN DARI AL-WAHHABI ABDUL AZIZ BIN BAZ BAHAWA KITAB WAHHABI TADI YANG MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK DAN RUPA BENTUK ALLAH ITU SAMA DENGAN RUPA BENTUK NABI ADAM MERUPAKAN AKIDAH YANG DIBAWA OLEH KESEMUA WAHHABI TERMASUK KESEMUA WAHHABI DI MALAYSIA.

INI ISI KANDUNGAN KITAB WAHHABI TERSEBUT YANG JELAS MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK

DI ATAS ADALAH ISI KANDUNGAN KITAB WAHHABI TADI YANG DIAKUI OLEH BIN BAZ AL-WAHHABI MENYATAKAN AKIDAH MEREKA BAHAWA ALLAH SERUPA DENGAN MANUSIA DAN SERUPA DENGAN SEGALA MAKHLUK-MAKHLUKNYA SERTA WAHHABI MENGUNAKAN HUJAH DARI YAHUDI KITAB TAURAT (MUHARRAFAH) YANG TELAH DITUKAR DAN DIUBAH. WAHHABI TIDAK MENGUNAKAN ALQURAN DAN HADITH TETAPI MENGUNAKAN KENYATAAN YAHUDI DALAM HAL ASAS AKIDAH. PERHATIKAN PADA LINE YANG TELAH DIMERAHKAN AMAT JELAS KESEMUA WAHHABI MENDAKWA ALLAH MENCIPTA MANUSIA SERUPA DENGAN DIRI ALLAH SENDIRI. INILAH AKIDAH MUJASSIMAH AL-YAHUDIYAH YANG DIHIDUPKAN OLEH AL-WAHHABIYAH.

semoga Allah memberi hidayah iman kepada Wahhabi.

www.abu-syafiq.blogspot.com

2.  Ibnu Taimiyyah dan wahabi Menshahihkan Hadis mungkar(“Nabi Melihat Allah SWT Dalam Bentuk Pemuda Amrad”) dan mengunakannya untuk masalah aqidah

Kali ini hadis yang akan dibahas adalah hadis ru’yatullah riwayat Ibnu Abbas. Hadis ini juga tidak lepas dari kemungkaran yang nyata dengan lafaz “Melihat Allah SWT dalam bentuk pemuda amrad (yang belum tumbuh jenggot dan kumisnya)”.Tetapi anehnya hadis dengan lafaz mungkar ini tidak segan-segan dinyatakan shahih oleh syaikh salafy wahabi dan syaikh salafy yang terkenal Ibnu Taimiyyah.

Takhrij Hadis Ibnu Abbas
ثنا حماد بن سلمة عن قتادة عن عكرمة عن بن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم رأيت ربي جعدا امرد عليه حلة خضراء

Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Qatadah dari Ikrimah dari Ibnu Abbas yang berkata Rasulullah SAW bersabda “Aku melihat Rabbku dalam bentuk pemuda amrad berambut keriting dengan pakaian berwarna hijau”.

Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Asmaa’ was Shifaat no 938, Ibnu Ady dalam Al Kamil 2/260-261, Al Khatib dalam Tarikh Baghdad 13/55 biografi Umar bin Musa bin Fairuz, Adz Dzahabi dalam As Siyaar 10/113 biografi Syadzaan, Abu Ya’la dalam Ibthaalut Ta’wiilat no 122, 123, 125, 126,127 ,129, dan 143 (dengan sedikit perbedaan pada lafaznya), Ibnu Jauzi dalam Al ‘Ilal Al Mutanahiyah no 15. Semuanya dengan jalan sanad yang berujung pada Hammad bin Salamah dari Qatadah dari Ikrimah dari Ibnu Abbas. Sedangkan yang meriwayatkan dari Hammad adalah Aswad bin Amir yakni Syadzaan (tsiqat dalam At Taqrib 1/102), Ibrahim bin Abi Suwaid (tsiqat oleh Abu Hatim dalam Al Jarh wat Ta’dil 2/123 no 377), Abdush Shamad bin Kaisan atau Abdush Shamad bin Hasan (shaduq oleh Abu Hatim dalam Al Jarh Wat Ta’dil 6/51 no 272).

Hadis ini maudhu’ dengan sanad yang dhaif dan matan yang mungkar. Hadis ini mengandung illat

* Hammad bin Salamah, ia tidak tsabit riwayatnya dari Qatadah. Dia walaupun disebutkan sebagai perawi yang tsiqah oleh para ulama, dia juga sering salah karena kekacauan pada hafalannya sebagaimana yang disebutkan dalam At Tahdzib juz 3 no 14 dan At Taqrib 1/238. Disebutkan dalam Syarh Ilal Tirmidzi 2/164 yang dinukil dari Imam Muslim bahwa Hammad bin Salamah banyak melakukan kesalahan dalam riwayatnya dari Qatadah. Oleh karena itu hadis Hammad bin Salamah dari Qatadah ini tidak bisa dijadikan hujjah apalagi jika menyendiri dan lafaznya mungkar.
* Tadlis Qatadah, Ibnu Hajar telah menyebutkannya dalam Thabaqat Al Mudallisin no 92 sebagai mudallis martabat ketiga, dimana Ibnu Hajar mengatakan bahwa pada martabat ketiga hadis perawi mudallis tidak dapat diterima kecuali ia menyebutkan penyimakannya dengan jelas. Dalam Tahrir At Taqrib no 5518 juga disebutkan bahwa hadis Qatadah lemah kecuali ia menyebutkan sama’ nya dengan jelas. Dalam hadis ini Qatadah meriwayatkan dengan ‘an ‘anah sehingga hadis ini lemah.

Kelemahan sanad hadisnya ditambah dengan matan yang mungkar sudah cukup untuk menyatakan hadis ini maudhu’ sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jauzi dalam Al ‘Ilal no 15. Kemungkaran hadis ini juga tidak diragukan lagi bahkan diakui oleh Baihaqi dan Adz Dzahabi dalam As Siyaar. Bashar Awad Ma’ruf dalam tahqiqnya terhadap kitab Tarikh Baghdad 13/55 menyatakan hadis ini maudhu’.

Ibnu Taimiyyah dan Syaikh wahabi ikut-ikutan menshahihkan hadis Ibnu Abbas ini. Ibnu taymiyah dan wahabi dengan jelas menyatakan shahih marfu’ hadis dengan lafal pemuda amrad dalam kitabnya Bayaan Talbiis Al Jahmiyyah 7/290.

Bayaan Talbiis Al Jahmiyyah

Dan ini penggalan kitab tersebut juz 7 hal 290 dimana Ibnu Taimiyyah menshahihkan hadis Ru’yah dengan lafal pemuda amrad

 

Bayaan Talbiis Al Jahmiyyah 7/290

Tentu saja fenomena ini adalah keanehan yang luar biasa. Bagaimana mungkin mereka begitu berani menshahihkan hadis tersebut bahkan mengecam orang yang mengingkarinya dan menggunakannya dalam masalah aqidah.

Inilah tuhan kaum hindu (dajjal kriting dari india ‘sami baba’) sama dengan tuhan yang dinanti nantikan oleh kaum mujasimmah wahabi :

Rasulullah saw bersabda kepada kami, Dajjal akan keluar dari bumi ini dibahagian timur bernama Khurasan (Jamiu at Tirmidzi)

Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Nabi saw. bersabda:”Hari Kiamat tidak akan datang hingga 30 Dajal (pendusta) muncul, mereka semua berdusta tentang Allah dan Rasul-Nya.”

“Dajjal adalah seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah dan berambut keriting…” (HR.Bukhari dan Muslim)
“Di awal kemunculannya, Dajjal berkata, Aku adalah nabi, padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata, Aku adalah Rabb kalian, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati (HR.Ibnu Majah)

C. Bantahan Ahlusnnah terhadap Aqidah Tajsim wahabi dan Ibnu taymiyah

1. Imam al jauzi jelaskan kenapa ada golongan mujasimmah dalam pengikut madzab hambali dan sebutkan biang keroknya

Judul :  Daf’u Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih

Karya : al-Imam al-Hafidz Abul Faraj ‘Abdurrahman bin al-Jauzi al-Hanbali (w 597 H)

Kompilasi ebook kedalam format CHM oleh: http://www.ashhabur-royi.blogspot.com bekerjasama dengan http://www.pustakaaswaja.web.id

Al-Imâm al-Hâfizh al-‘Allâmah Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin al-Jawzi as-Shiddiqi al-Bakri berkata (original Scanned kitab page 98 -101):

“Aku melihat ada beberapa orang dalam madzhab Hanbali ini yang berbicara dalam masalah akidah dengan pemahaman-pemahaman yang ngawur. Ada tiga orang yang menulis karya terkait dengan masalah ini, yaitu; Abu Abdillah bin Hamid, al-Qâdlî Abu Ya’la (murid Abu Abdillah bin Hamid), dan Ibn az-Zaghuni. Mereka semua telah menulis kitab-kitab yang telah merusak madzhab Hanbali, bahkan dengan sebab itu aku melihat mereka telah turun ke derajat orang-orang yang sangat awam. Mereka memahami sifat-sifat Allah secara indrawi, misalkan mereka mendapati teks hadits: “إن الله خلق ءادم على صورته”, lalu mereka menetapkan adanya “Shûrah” (bentuk) bagi Allah. Kemudian mereka juga menambahkan “al-Wajh” (muka) bagi Dzat Allah, dua mata, mulut, bibir, gusi, sinar bagi wajah-Nya, dua tangan, jari-jari, telapak tangan, jari kelingking, jari jempol, dada, paha, dua betis, dua kaki, sementara tentang kepala mereka berkata: “Kami tidak pernah mendengar berita bahwa Allah memiliki kepala”, mereka juga mengatakan bahwa Allah dapat menyentuh dan dapat disentuh, dan seorang hamba bisa mendekat kepada Dzat-Nya secara indrawi, sebagian mereka bahkan berkata: “Dia (Allah) bernafas”. Lalu –dan ini yang sangat menyesakkan– mereka mengelabui orang-orang awam dengan berkata: “Itu semua tidak seperti yang dibayangkan dalam akal pikiran”.

Dalam masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah mereka memahaminya secara zahir (literal). Tatacara mereka dalam menetapkan dan menamakan sifat-sifat Allah sama persis dengan tatacara yang dipakai oleh para ahli bid’ah, sedikitpun mereka tidak memiliki dalil untuk itu, baik dari dalil naqli maupun dari dalil aqli. Mereka tidak pernah menghiraukan teks-teks yang secara jelas menyebutkan bahwa sifat-sifat tersebut tidak boleh dipahami dalam makna literalnya, juga mereka tidak pernah mau melepaskan makna sifat-sifat tersebut dari tanda-tanda kebaharuan.

Begitulah ungkapan keprihatinan Imam Ibnul Jauzi terhadap perjalanan Madzhab Hanbali yang beliau tuliskan didalam muqaddimah kitab Da’fu Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih (دفع شبه التشبيه بأكف التنزيه) yakni salah satu karya monumental beliau dalam bidang aqidah. Kitab ini memaparkan kesesatan-kesesatan aqidah tasybih ( menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta’alaa dengan makhluk) yang sangat penting untuk dibaca dan disebarkan guna menghalau kelompok-kelompok yang mempropagandakan aqidah tasybih seperti sekte Wahhabiyah dan semisalnya mereka.

Dalam ebook ini juga terdapat pengantar dari penterjemah yang sangat penting untuk dibaca agar anda bisa membedakan antara Ibn Al-Jauzi dengan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah, Penjelasan mendalam tentang faham Ibn Taimiyah yang ditentang ulama-ulama terkemuka dari masa ke masa dari generasi ke generasi, Cara mudah membantah ajaran wahabi,  dan panduan membaca kitab terjemah Daf’u Syubah At-Tasybih ini.

Segera Download Ebooknya, Gratis!!!

Klik disini : http://www.mediafire.com/?ljb0wwpj1ph66h9 (format CHM) 

Ebook ini didedikasikan bagi para pejuang ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah untuk memberantas ajaran Wahabi dan faham-faham menyesatkan lainnya. Halal untuk diperbanyak dengan cara apapun dengan tanpa merubah sedikitpun kandungan yang dimaksud.

Selain E-book dengan format CHM, anda juga bisa mendownload E-book ini dalam format PDF ~dengan isi yang sama~ yang mana dengan format PDF bisa dibaca melalui HP (semua HP yang punya Sistem Operasi baik itu Symbian, Windows Mobile, maupun Android), silahkan download E-book PDFnya disini : http://www.mediafire.com/?kmuu3tgemfk9tf9

Kami sertakan juga link download kitab Daf’u Syubah At-Tasybih دفع شبه التشبيه بأكف التنزيه berbahasa arab bagi anda yang ingin melihat teks arab kitab ini. Silahkan download disini: http://www.mediafire.com/?whb05pg0xd5284k ( Format PDF, Size 6,4 Mb)

Bermanfaat, Insya Allah!!

2. al Imam al Hafizh Ibn al Jawzi Membongkar Kesesatan Aqidah Tasybih wahabi (penyembah dajjal keriting) ((( Mewaspadai Ajaran Wahabi )))

by AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT

 

 

 Kitab ini berjudul “Talbis Iblis”, [ artinya Membongkar Tipu Daya Iblis ], karya al Imam al Hafizh Abdurrahman ibn al Jawzi (w 579 H), salah seorang ulama terkemuka (–bahkan rujukan–) dalam madzhab Hanbali.

Terjemahan yang diberi tanda:

“Mereka yang memahami sifat-sifat Allah dalam makna indrawi ada beberapa golongan. Mereka berkata bahwa Allah bertempat di atas arsy dengan cara menyentuhnya, jika DIA turun (dari arsy) maka DIA pindah dan bergerak. Mereka menetapkan ukuran penghabisan (bentuk) bagi-NYA. Mereka mengharuskan bahwa Allah memiliki jarak dan ukuran. Mereka mengambil dalil bahwa Dzat Allah bertempat di atas arsy [--dengan pemahaman yang salah--] dari hadits nabi: “Yanzil Allah Ila Sama’ ad Dunya”, mereka berkata: “Pengertian turun (yanzil) itu adalah dari arah atas ke arah bawah”.

Mereka memahami makna “nuzul” (dalam hadits tersebut) dalam pengertian indrawi yang padahal itu hanya khusus sebagai sifat-sifat benda. Mereka adalah kaum Musyabbihah yang memahami sifat-sifat Allah dalam makna indrawi (meterial). Dan Telah kami paparkan perkataan-perkataan mereka dalam kitab karya kami berjudul “Minhaj al Wushul Ila ‘Ilm al Ushul”.

Imam Ibn al Jawzi al Hanbali menegaskan bahwa KEYAKINAN ALLAH BERTEMPAT DI ATAS ARSY ADALAH KEYAKINAN MUSYABBIHAH. Lihat, beliau adalah ulama besar dalam madzhab Hanbali, hidup jauh sebelum datangnya Ibnu Taimiyah dengan faham-faham Tasybih-nya. Ratusan tahun sebelum datang Muhammad bin Abdil Wahhab dengan faham-faham Tajsim-nya…….

Catatan Penting:

Ibn al-Jauzi adalah al-Imam al-Hafizh Abdurrahman ibn Abi al-Hasan al-Jauzi (w 597 H), Imam Ahlussunnah terkemuka, ahli hadits, ahli tafsir, dan seorang teolog (ahli ushul) terdepan. Beliau bermadzhab Hanbali.

Awas salah; beda antara Ibn al-Jauzi dengan Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Adapun ibn Qayyim al-Jauziyyah ini adalah Muhammad ibn Abi Bakr az-Zar’i (w 751 H) murid dari Ibn Taimiyah yang dalam keyakinannya persis sama dengan Ibn Taimiyah sendiri; dua-duanya orang sesat dan menyesatkan.

 3. Beda Antara Imam Abu ya’ala (Muhadits) dengan Abu ya’la (Mujasimmah)

Tulisan ini sangat penting dan sangat mendesak untuk menghindari tipu daya kaum Wahhabi.

Perhatikan, ada dua orang bernama Abu Ya’la, keduanya orang berbeda, yang pertama adalah ulama terkemuka ahli hadits di kalangan Ahlussunnah, sementara yang ke dua adalah seorang Musyabbih (seorang yang sesat; menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya) yang seringkali menjadi rujukan utama bagi orang Wahabi dalam menetapkan keyakinan sesat mereka.

Perhatikan;

Orang Pertama:

Nama: Abu Ya’la ahli hadits bernama; Ahmad bin Ali bin al Mutsanni bin Yahya bin Isa al Maushiliy, penulis kitab Musnad (Dikenal dengan kitab Musnad Abi Ya’la al Maushili), lahir tahun 210 H, wafat tahun 307 H (satu pendapat mengatakan wafat tahun 306 H).

Guru-guru: Di antaranya Imam-imam Ahli hadits terkemuka berikut ini; Ali bin al Madini, Yahya bin Ma’in, Muhammad bin Yahya bin Sa’id al Qaththan, Abu Bakr bin Abi Syaibah, dan lainnya.

Murid-murid: Di antaranya Imam-imam ahli hadits terkemuka berikut ini; an Nasa’i, Ibnu Adiy, Abu Hatim, Abu asy-Syaikh, Abu Bakr bin al Muqri’, ath-Thabarani, dan lainnya.

Orang Ke Dua:

Nama: Muhammad bin al Husain bin Muhammad bin Khalaf bin Ahmad al Baghdadi al Hanbali, dikenal dengan sebutan al Qadli Abu Ya’la al Hanbali. Lahir tahun 380 H, wafat 458 H.

Al Qadli Abu Ya’la ini dikenal sebagai orang yang menyebarkan faham tasybih, bahkan salah seorang yang paling bertanggungjawab atas kerusakan Madzhab Hanbali. Orang inilah yang telah “menyuntikan penyakit” akidah tasybih di dalam madzhab Hanbali, dia banyak menuliskan akidah tasybih lalu dengan BOHONG BESAR ia mengatakan bahwa itu semua adalah aqidah Imam Ahmad bin Hanbal.

Imam al Hafizh Ibn al Jawzi (w 597 H) berkata:

Aku melihat ada beberapa orang dalam madzhab Hanbali ini yang berbicara dalam masalah aqidah dengan pemahaman-pemahaman yang ngawur. Ada tiga orang yang menulis karya terkait dengan masalah ini, yaitu; Abu Abdillah bin Hamid, al-Qadli Abu Ya’la (murid Abu Abdillah bin Hamid), dan Ibn az Zaghuni. Mereka semua telah menulis kitab-kitab yang telah merusak madzhab Hanbali, bahkan karena itu aku melihat mereka telah turun ke derajat orang-orang yang sangat awam. Mereka memahami sifat-sifat Allah secara indrawi, misalkan, mereka mendapati teks hadits “Innallah Khalaqa Adam ‘Ala Shuratih”, lalu mereka menetapkan adanya “Shurah” (bentuk) bagi Allah. Lalu mereka juga menambahkan “al-Wajh” (muka) bagi Dzat Allah, dua mata, mulut, bibir, gusi, sinar bagi wajah-Nya, dua tangan, jari-jari, telapak tangan, jari kelingking, jari jempol, dada, paha, dua betis, dua kaki, sementara tentang kepala mereka berkata: “Kami tidak pernah mendengar berita bahwa Allah memiliki kepala”, mereka juga mengatakan bahwa Allah dapat menyentuh dan dapat disentuh, dan seorang hamba bisa mendekat kepada Dzat-Nya secara indrawi, sebagian mereka bahkan berkata: “Dia (Allah) bernafas”. Lalu -dan ini yang menyesakkan- mereka mengelabui orang-orang awam dengan berkata: “Itu semua tidak seperti yang dibayangkan dalam akal pikiran”. (Daf’u Syubah at Tasybih Bi Akaff at-Tanzih, h. 7-8)

Kemudian dalam nasehatnya kepada para pengikut madzhab Hanbali; al Hafizh Ibn al Jawzi menuliskan:

Janganlah kalian memasukan ajaran-ajaran aneh ke dalam madzhab orang salaf yang saleh ini (Ahmad bin Hanbal); yang nyata-nyata itu bukan dari ajarannya. Kalian telah menutupi madzhab ini dengan bungkus yang buruk, hingga tidak disebut siapapun seorang yang bermadzhab Hanbali kecuali ia dianggap sebagai Mujassim (berkeyakinan sesat bahwa Allah sebagai benda). Selain itu kalian juga telah merusak madzhab ini dengan sikap fanatik terhadap Yazid bin Mu’awiyah. Padahal kalian tahu sendiri bahwa Imam Ahmad bin Hanbal, perintis madzhab ini membolehkan melaknat Yazid. Bahkan Syekh Abu Muhammad at Tamimi sampai berkata tentang salah seorang imam kalian (yaitu Abu Ya’la al-Mujassim): “Dia (Abu Ya’la) telah menodai madzhab ini dengan noda yang sangat buruk, yang noda tersebut tidak akan bisa dibersihkan hingga hari kiamat”. (Daf’u Syubah at Tasybih Bi Akaff at-Tanzih, h. 10)

Imam Abu Muhammad at Tamimiy berkata:

“Abu Ya’la telah mengotori orang-orang Madzhab Hanbali (al Hanabilah) dengan kotoran yang tidak bisa dibersihkan dengan air lautan sekalipun”. (diriwayatkan oleh Ibn al Atsir dalam al Kamil Fi at Tarikh).

Waspadalah…. waspadalah… !!!!!

Kitab berjudul “Ash Shawa’iq al Ilahiyyah Fi ar Radd ‘Ala al Wahhabiyyah”, karya Syekh Sulaiman bin Abdil Wahhab. Beliau adalah saudara kandung dari Muhammad bin Abdil Wahhab; perintis gerakan wahabi. Lihat, saudara kandungnya aja mengatakan bahwa Muhammad bin Abdil Wahhab orang sesat!!!!! [WAHABI mati kutu]

Imam Ahmad bin Hambal Vs Wahabi : Makam dan Kubah Makam nabi

Di antara gaya “IBADAH” kaum Wahabi adalah mengatakan sesat kepada siapapun yang tidak sepaham dengan mereka, bahkan mengkafirkannya. Akibatnya, tidak ada siapapun dari orang Islam “yang selamat” dari mulut dan tangan mereka. Fatwa-fatwa kepala suku mereka sangat ekstrim… Benar; memang ajaran yang dibawa oleh MUHAMMAD bin ABDUL WAHHAB adalah ajaran ekstrim…. BUKAN UNGKAPAN BARU; jika dikatakan “KAUM WAHABI MENGKAFIRKAN SELURUH UMAT ISLAM”…. memang demikian adanya…..

BOHONG BESAR kaum Wahabi mengaku bermadzhab Hanbali… madzhab mereka bukan madzhab Hanbali, tetapi madzhab Wahabi… BOHONG BESAR kalau mereka mengaku Ahlussunnah… mereka bukan Ahlussunnah, tetapi Ahluttakfir Wattadzlil…

Anda lihat dengan seksama bukti ini….

Ini adalah kitab karya Imam AHMAD BIN HANBAL berjudul al Jami’ Fi al ‘Ilal Wa Ma’rifat ar Rijal… anda perhatikan pada nomor 250 pada halaman berikut:

Terjemah yang digaris bawah:

“Aku (Abdullah bin Ahmad bin Hanbal) bertanya kepada ayahku (Ahmad bin Hanbal) tentang orang yang mengusap mimbar Rasulullah, mencari berkah dengan jalan mengusapnya, lalu ia menciuminya, kemudian ia melakukan hal yang sama terhadap makam Rasulullah; ia bertujuan dengan itu untuk mendekatkan diri kepada Allah; maka ia (ayahku) menjawab: “Tidak mengapa [NO PROBLEM/Mafi Musykilah/alias BOLEH].

BANDINGKAN……… dengan ajaran wahabi yang dibawa oleh MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB…

lihat scan buku karyanya ini:


Terjemah yang diberi garis:

“… ruang makam harus dibumihanguskan dan dihancurkan, …. jika pada ruang makam saja harus demikian maka terlebih lagi dengan Qubah [yang ada di atasnya]

Mana PENGAKUANMU WAHAI KAUM WAHABI…….!!!!!

.

Buku Baru : Radikalisme Sekte Wahabiyah (Mengurai Sejarah Dan Pemikiran Wahabiyah) “edisi revisi”

BUKU INI

Judul : Radikalisme Sekte Wahabiyah (Mengurai Sejarah Dan Pemikiran Wahabiyah) “edisi revisi”

Penulis : Syekh Fathi al Mishri al Azhari

Penerbit : Pustaka Asy’ari

Cetakan : Tahun 2011

Penerjemah : Asyhari Masduqi, MA

Editor : Abu Zahra

Gambar Cover : Saif Abu Naya

Tebal halaman : 236 halaman

Harga : 50. 000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) Sudah termasuk ongkos kirim khusus P. Jawa,

dan tambah 10.000 untuk luar P. jawa

Bila anda berminat silahkan hubungi email berikut: aboufaateh@yahoo.com, atau kirim pesan di kotak Facebook: http://www.facebook.com/profile.php?id=1789501505

Pengantar Penerjemah

Akar “Terorisme” Dalam Perbincangan

Telah banyak ruang diskusi dan karya ilmiah yang berusaha mencari sebab-sebab munculnya terorisme. Sebagian menemukan benang merah terorisme ada pada kemiskinan dan “kebobrokan” moral. Pertanyaannya sampai seberapa jauh pengaruh kemiskinan dan krisis moral dalam menyebabkan munculnya terorisme?. Krisis moral dan kemiskinan terkadang menjadikan orang berbuat kriminal tetapi pada batasan tertentu, tidak menjadikan tindakannya sebagai ideologi yang mengharuskan dia terus melakukan teror karena ada semangat “balasan kebaikan” (pahala) atas perbuatannya.

Sesungguhnya yang lebih membahayakan dari terorisme yang terbatas (baca kriminalitas) adalah gerakan teror yang muncul dari individu dan kelompok yang mereka sendiri bukanlah orang yang setiap harinya melakukan kriminal atau pembunuhan akan tetapi mereka berpengang teguh pada sebuah ideologi. Mereka menjadikan ideologi tersebut sebagai dasar dalam melakukan gerakan teror dan menjunjung tinggi “nilai-nilai” yang terdapat pada ideologi tersebut. Terorisme semacam ini akan muncul kapan saja tidak hanya disebabkan karena balas dendam atau counter attack atas perbuatan individu atau kelompok lain.[1]

Sebagian berusaha mencari akar terorisme pada kondisi ekonomi pada negara-negara tingkat tiga yang menurut mereka belum tersentuh oleh peradaban barat yang “menjunjung tinggi” HAM. Tesis ini mengatakan bahwa di antara mereka yang tersangkut masalah-masalah terorisme bukanlah dari kalangan orang kaya atau orang terpelajar yang pernah mengenyam pendidikan barat, karena menurut mereka orang kaya dan terpelajar tidak akan melakukan tindakan picik (teror), apalagi mereka mendapatkan pendidikan HAM di barat.

Inilah yang saya maksudkan dengan ideologi “terorisme” yang diusung oleh individu atau kelompok dengan berkedok agama. Padahal agama Islam mengajarkan kebaikan dan keadilan, dan melarang dari perbuatan munkar dan kejahatan. Karenanya, ketika kita mendengar adanya peristiwa terorisme di beberapa tempat selalu dikaitkan dengan agama Islam. Tuduhan ini pasti ditolak mentah-mentah oleh umat Islam dengan mengatakan bahwa Islam memerangi terorisme. Terkadang tuduhan itu ditujukan kepada sebagian generasi muda Islam yang mempunyai “ghirah Islamiyah” yang tinggi tanpa didasari nilai-nilai ajaran Islam yang benar.

Benar, sedikit tulisan yang mengkupas tentang ideologi “perusak” penyebab perpecahan di antara umat. Ideologi yang berkedok jihad untuk melegitimasi bombing, hijacking dan aksi teror lainnya. Sedikit tulisan yang mengupas masalah ini berdasarkan pendapat para ulama yang mu’tabar untuk memadamkan fitnah mereka.

Tuduhan dan serangan terhadap Islam dari musuh-musuh Islam semakin mengkristal dan bias kepentingan menganggap Islam adalah agama terorisme. Di pihak lain ketika ada usaha untuk mencari akar terorisme dari doktrin-doktrin “radikal” yang ditanamkan kepada generasi muda, muncul reaksi keras dari sebagian umat Islam sendiri dengan berdalih “hilangkan perbedaan ideologi” dan perkokoh “Wahdah al Ummah” dalam menghadapi serangan musuh-musuh Islam”.

Jujur, kita memang menginginkan wahwah al Ummat dan segala cara yang dapat merealisasikannya. Akan tetapi jangan sampai hal ini dijadikan oleh sebagian oknum untuk melindungi terorisme. Sebagian berpendapat bahwa membuka tabir masalah ini akan mengamcam kesatuan umat dan masuk dalam kategori ghibah muharramah serta melemahkan umat Islam itu sendiri. Saya berpendapat sebaliknya, bahwa ketika kita diam tidak melakukan tahdzir (menyebutkan kesalahan) terhadap gerakan separatisme mulai dari kepala sampai ekornya, itulah yang akan mengancam tatanan al Wahdah al Islamiyah. “Berbeda dalam kebenaran lebih baik dari pada bersatu dalam kebathilan”.

Buku yang ada di tangan pembaca tidak membahas tentang terorisme, akan tetapi buku ini mengupas tentang sebuah ideologi yang memuat doktrin merasa “paling benar sendiri”. Siapapun orangnya dan apapun alirannya kalau tidak sepaham dengan mereka maka tergolong kafir, musyrik, sesat, ahli bid’ah, halal darahnya, wajib diperangi dan lain sebagainya. Pasti pembaca dapat menangkap sebuah benang merah kaitan terorisme dengan sebuah ideologi.

Bagian kedua dari buku ini mengupas tuntas tentang kemiripan -kalau tidak mau dikatakan kesamaan- aqidah antara mereka yang mengklaim “Ahlussunnah” atau menamakan dirinya “salafi” dengan berdalih al Qur’an dan hadits serta perkataan “ulama mereka” dengan aqidah Yahudi yang semua tahu kalau mereka di luar Islam. Bahaya laten pasti lebih berbahaya dari yang terang-terangan melawan kita. Musuh dalam selimut jelas lebih susah untuk diketahui dari pada yang mengadakan perlawanan secara frontal. Berarti, kalau ada dua kelompok yang sama aqidahnya, satu terang-terangan melawan Islam sementara yang lain mengatasnamakan Islam, siapakah yang lebih berbahaya?

Daftar Isi

Pengantaar Penerjemah ~ iii

Daftar Isi ~ vii

Bagian Pertama

Pendahuluan ~ 2

Siapakah Muhammad ibn Addul Wahhab Dan Ibnu Taimiyah? ~ 9

Wahhabiyah mengkafirkan umat Islam ~ 16

Manhaj Wahhabiyah ~ 18

Mengenang tiga insiden ~ 25

Sekilas tentang klaim-klaim Wahhabiyah ~ 36

Tantangan ~ 90

Siapa yang dibela oleh Wahabiyah? ~ 91

Bagian kedua

Studi perbandingan aqidah Wahabiyah dan yahudi ~ 96

Pergulatan Ahlussunnah vs Ahlul Bathil ~ 99

Strategi musuh-musuh Islam ~ 99

Al Qur’an membuka “borok” yahudi ~ 101

Aqidah Munjiyah ~ 104

Bagian 1, persamaan aqidah wahabi dan yahudi ~ 112

Perbandingan aqidah wahabi dan yahudi ~ 112

Wahabiyah mengatakan Allah duduk ~ 113

Kesimpulan ~ 118

Bagian 2, Wahabiyah mengatakan Allah berbentuk dan bergambar ~120

Bagian 3, Wahabiyah mengatakan Allah mempunyai wajah ~ 122

Bagian 4, Wahabiyah mengatakan Allah bersuara ~ 125

Bagian 5, Wahabiyah mengatakan Allah mempunyai mulut dan berbicara dengan bahasa ~ 129

Bagian 6, Wahabiyah mengatakan Allah berubah dan baru ~ 132

Bagian 7, Wahabiyah mengatakan Allah memiliki anggota badan ~ 137

Bagian 8, Wahabiyah mengatakan Allah mempunyai kaki dan mata ~ 141

Bagian 9, Wahabiyah mengatakan Allah bertempat dan berarah ~ 144

Bagian 10, Wahabiyah mengatakan Allah bersifat buruk dan tercela ~ 150

Rencana Inggris buat Muhammad ibn Abdul Wahhab ~ 152

Mr. Hamford bertemu Muhammad ibn Abdul Wahhab di Nejed ~ 154

Ibn Abdil Wahhab melaksanakan 4 dari 6 poin ~ 156

Penduduk Makkah lebih tahu tentang sejarah Makkah ~ 157

Bagaimana cara mengetahui orang wahabi? ~ 159

Peringatan ~ 168

Siapa yang disembah oleh Wahhabiyah ~ 171

Ibnu Taimiyah dan yahudi ~ 173

Ibnu Baz dan yahudi ~ 174

Al Albani dan yahudi ~ 175

Al Albani mengatakan: Setiap yang tinggal di Palestina kafir ~ 176

Hammud at-Tuwaijiri dan yahudi ~ 177

[1] Ahmad Tamim, Bara’ah al Habib min Ahli al Irhab wa al Takhrib, (Kiev: – , 2005), hal. 6

—– catatan tambahan —–

Golongan Wahabi adalah pengikut Muhammad ibn Abdul Wahhab. Sebuah gerakan separatis yang muncul pada masa pemerintahan Sultan Salim III (1204-1222H). Gerakan ini berkedok memurnikan tauhid dan menjauhkan umat manusia dari kemusyrikan. Muhammad ibn Abdul Wahhab dan para pengikutnya menganggap bahwa selama 600 tahun umat manusia dalam kemusyrikan dan dia datang sebagai mujaddid yang memperbaharui agama mereka. Gerakan wahabi muncul melawan kemapanan umat Islam dalam masalah aqidah dan syariah, karenanya gerakan ini tersebar dengan peperangan dan pertumpahan darah. Dengan dukungan dari Hijaz bagian timur yaitu raja Muhammad ibn Saud raja ad Dir’iyah, pada tahun 1217 H Muhammad ibn Abdul Wahhab bersama pengikutnya mengusai kota Thaif setelah sebelumnya mereka membunuh penduduknya, tidak ada yang selamat kecuali beberapa orang. Mereka membunuh laki-laki dan perempuan, tua, muda, anak-anak, bahkan bayi yang masih menyusu pada ibunya juga mereka bunuh. Mereka keluarkan semua penghuni rumah-rumah yang ada di Thaif, bahkan yang sedang shalat di masjid juga mereka bantai. Mereka rampas semua harta dan kekayaan penduduk Thaif dan mereka musnahkan semua kitab yang ada hingga berserakan di jalanan.

Dari Thaif kemudian mereka memperluas kekuasaannya ke beberapa kota seperti Mekkah, Madinah, Jeddah dan kota-kota lainnya. Hingga akhirnya pada tahun 1226 H Sultan Mahmud Khan II turun tangan dengan memerintahkan Raja Mesir Muhammad Ali Basya untuk membendung gerakan Wahabi ini. Dengan kekuatan pasukannya dan kegigihan Raja Muhammad Ali Basya sampai akhirnya mereka dapat mengambil alih kota Thaif, Mekkah, Madinah dan Jeddah dari kekuasaan golongan Wahabi.

SIAPAKAH MUHAMMAD IBN ABDUL WAHHAB?

Muhammad ibn Abdul Wahhab ibn Sulaiman ibn Ali ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Rasyid at Tamimi lahir pada tahun 1115 H di pedesaan al Uyainah yang terletak disebelah utara kota Riyadl. Meninggal dunia pada tahun1206 H. Pertama kali dia menyebarkan ajarannya di aderahnya Huraimalan, banyak mendapatkan tantangan dari masyarakat sekitar. Bahkan ayahnya Syekh Abdul Wahhab juga menentangnya. Sejak Muhammad kecil ayahnya sudah mempunyai firasat buruk dan sering mengingatkan masyarakat dari kejahatan Muhammad. Ketidakcocokan Muhammad dengan ayahnya berlanjut hingga ia dewasa dan mulai menyebarkan ajarannya. Muhammad menganggap ayahnya cenderung mengikuti ajaran sufiyah dan berlebihan dalam mencintai orang-orang shalih. Tidak hanya dengan ayahnya, saudara kandungnya Syekh Sulaiman ibn Abdul Wahhab juga menentangnya. Bahkan beliau menulis 2 karangan sebagai bantahan terhadap Muhammad. Bantahan pertama beliau beri judul al Shawa’iq al Ilahiyah fi al Radd ‘ala al Wahhabiyah dan yang kedua berjudul Fashl al al Khitab fi al Radd ‘ala Muhammad ibn Abd al Wahhab. Karena banyaknya yang menentang ajarannya maka Muhammad lebih memilih berdakwah dengan sembunyi-sembunyi. Baru setelah wafatnya ayahnya dia berani lantang dalam menyebarkan ajarannya. Ia mulai dengan mengkafirkan umat Islam yang ziarah kubur, mereka yang bertawassul dan membalikkan ayat yang sebetulnya turun sebagai peringatan untuk kaum kafir ia pergunakan ayat ini untuk mengkafirkan umat Islam. Di antara ulama yang menetang ajaran Muhammad adalah gurunya sendiri yaitu Syekh Muhammad ibn Sulaiman al Kurdi pengarang Hasyiyah Syarh Ibn Hajar ‘ala Matn Bafadlal, di antara perkataan beliau:

“ Wahai putra Abdul Wahhab saya menasehatimu karena Allah ta’ala agar kamu menjaga lisan kamu dari menyesatkan umat Islam. Kalau kamu mendengar dari seseorang yang meyakini bahwa istighatsah dapat memberikan manfaat dari selain Allah maka ajarankan kepada orang tersebut ajaran yang benar dan jelaskan bahwa tidak ada yang dapat memberikan manfaat kecuali Allah. Kalau ia menolak kebenaran maka kafirkan orang tersebut. Tidak ada alasan bagimu untuk mengkafirkan mayoritas umat. Dan kamu telah menyimpang dari mayoritas umat, maka kekufuran lebih dekat terhadap orang yang menyimpang dari mayoritas umat karena ia telah mengambil jalan selain jalan umat Islam. Dan sesungguhnya serigala itu akan memangsa kambing yang terpencar dari gerombolannya”.

DI ANTARA AJARAN GOLONGAN WAHABI

Muhammad ibn Abdul Wahhab telah membuat agama baru yang diajarkan kepada para pengikutnya. Dasar ajarannya ini adalah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya dan meyakini bahwa Allah adalah benda yang duduk di atas Arsy. Keyakinan ini merupakan penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya, karena duduk adalah salah satu sifat manusia. Para ulama salaf bersepakat bahwa barang siapa yang mensifati Allah dengan salah satu sifat di antara sifat-sifat manusia maka ia telah kafir. Sebagaimana hal ini ditulis oleh Imam al Muhaddits as Salafi ath Thahawi (227-321 H) dalam kitab aqidahnya yang terlenaldengan nama al ‘Aqidah ath Thahawiyah, beliau berkata: “Barang siapa mensifati Allah dengan salah satu sifat dari sifat-sifat manusia, maka ia telah kafir”.

Di antara keyakinan golongan Wahhabiyah ini adalah mengkafirkan orang yang berkata: “Yaa Muhammad…”, mengkafirkan orang yang berziarah ke makam para Nabi untuk bertabarruk (mencari berkah), mengkafirkan orang yang mengalungkan hirz (tulisan ayat-ayat al Qur’an atau dzikir yang warid dari Rasul ), padahal apa yang di dalam hirz tersebut hanyalah ayat-ayat al Qur’an dan sama sekali tidak terdapat lafadz-lafadz yang tidak jelas yang diharamkan. Mereka menyamakan perbuatan memakai hirz ini dengan penyembahan terhadap berhala.

Mereka (golongan Wahabi) dalam hal ini telah menyalahi para sahabat dan salafus salih. Telah menjadi kesepakatan bahwa diperbolehkan mengucapkan “Yaa Muhammad…” ketika dalam kesusahan. Semua umat Islam bersepakat tentang kebolehan ini dan melakukannya dalam praktek keseharian mereka, mulai dari sahabat nabi, para tabiin dan semua generasi Islam hingga kini. Bahkan Imam Ahmad ibn Hanbal, Imam madzhab Hanbali yang mereka klaim di negeri mereka sebagai madzhab yang mereka ikuti, telah menyatakan kebolehan menyentuh dan meletakkan tangan di atas makam Nabi Muhammad, menyentuh mimbarnya dan mencium makam dan mimbar tersebut apabila diniatkan untuk bertabarruk (mendekatkan diri) kepada Allah dengan bertabarruk.

Mereka telah menyimpang dari jalur umat Islam dengan mengkafirkan orang yang beristighatsah kepada Rasulullah dan bertawassul dengannya setelah wafatnya. Mereka berkeyakinan bahwa orang yang bertawassul selain yang hidup dan yang hadir (ada dihadapan kita) adalah kufur. Atas dasar kaidah ini, mereka mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengan mereka dalam masalah tawassul ini dan menghalalkan untuk membunuhnya. Sebagaimana perkataan Muhammad ibn Abdul Wahhab:

“Barang siapa yang masuk dalam dakwah kita maka ia mendapatkan hak sebagaimana hak-hak kita dan memiliki kewajiban sebagaimana kewajiban-kewajiban kita dan barang siapa yang tidak masuk (dalam dakwah kita) maka ia kafir dan halal darahnya”. Dan ia juga mengatakan: “Dan ketahuilah bahwa pengakuan mereka (umat Islam) dengan tauhid ar Rububiyah belum memasukkan mereka ke dalam Islam, dan penyebutan mereka terhadap para malaikat, para nabi, para wali untuk mendapatkan syafaat mereka dan untuk mendekatkan diri kepada Allah, hal itulah yang menghalalkan darah dan harta mereka”. Ajaran inilah yang diyakini oleh golongan Wahabi sekarang ini, bahwa menurut mereka orang yang bertawassul adalah musyrik. Sebagaimana perkataan Muhammad Ahmad Basyamil: “Sungguh aneh dan mengherankan Abu Lahab dab Abu Jahal lebih bertauhid dan lebih murni imannya dari umat Islam yang bertawassul dengan para wali dan orang-orang shalih dan mengharapkan syafaat dari Allah ta’ala”.

Kalau kita mengamati beberapa pernyataan Muhammad ibn Abdul Wahhab dan para pengikutnya, kita dapat menyimpulkan bahwa pernyataan tersebut dapat memicu gerakan separatisme dan pemikiran ekstrim yang menjurus pada gerakan terorisme. Karena mereka mengklaim bahwa mereka yang paling benar dan selain mereka sesat dan halal darahnya.

.

Bukti Ibnu qayyim dan Ibnu taymiyah beraqidah (sesat): Neraka tidak kekal dan ada penghabisannya

Di antara kontroversi Ibn Taimiyah yang menggegerkan adalah pernyataannya bahwa neraka akan punah, dan bahwa siksaan terhadap orang-orang kafir di dalamnya memiliki penghabisan. Kontroversi ini bahkan diikuti oleh murid terdekatnya; yaitu Ibn al-Qayyim al-Jawziyyah (Lihat Ibn al-Qayyim dalam Hadi al-Arwah Ila Bilad al-Afrah, h. 579 dan h. 582).

Dalam karyanya berjudul ar-Radd ’Ala Man Qala Bi Fana’ an-Nar, Ibn Taimiyah menuliskan sebagai berikut:

”Di dalam kitab al-Musnad karya ath-Thabarani disebutkan bahwa di bekas tempat neraka nanti akan tumbuh tumbuhan Jirjir. Dengan demikian maka pendapat bahwa neraka akan punah dikuatkan dengan dalil dari al-Qur’an, Sunnah, dan perkataan para sahabat. Sementara mereka yang mengatakan bahwa neraka kekal tanpa penghabisan tidak memiliki dalil baik dari al-Qur’an maupun Sunnah” (Lihat ar-Radd ‘Ala Man Qala Bi Fana’ an-Nar, h. 67).

Apa yang telah ditetapkan oleh Ibn Taimiyah dan dikuatkan oleh muridnya ini sekarang telah menjadi dasar keyakinan kaum Wahhabiyyah. Bahkan salah seorang pemuka mereka bernama Abd al-Karim al-Humaid, dengan bangga menulis satu buku yang ia beri judul ”al-Qaul al-Mukhtar Li Fana’ an-Nar”. Di dalamnya, dengan sangat tegas dan gamblang sebagaimana judul buku tersebut, ia mengatakan bahwa neraka akan punah, serta seluruh siksaan terhadap orang-orang kafir di dalamnya akan habis. (Lihat al-Qaul al-Mukhtar Li Fana’ an-Nar, h. 8, Riyadl, Saudi). Hasbunallah…!!! Pertanyaannya; Lantas ke manakah orang-orang kafir itu? Ke surga? Na’udzu Billah.

Ini adalah salah satu kontroversi Ibn Taimiyah, -selain berbagai kontroversi lainnya- yang memicu ”perang” antara dia dengan al-Imam al-Hafizh al-Mujtahid Taqiyyuddin as-Subki. Hingga kemudian al-Imam as-Subki membuat risalah berjudul ”al-I’tibar Bi Baqa’ al-Jannah Wa an-Nar” sebagai bantahan keras terhadap Ibn Taimiyah, hingga beliau mengatakan bahwa Ibn Taimiyah telah keluar dari Islam; seorang yang sesat dan menyesatkan. Di antara yang dituliskan al-Imam as-Subki dalam risalah tersebut adalah sebagai berikut:

”Sesungguhnya keyakinan seluruh orang Islam adalah bahwa surga dan neraka tidak akan pernah punah. Kesepakatan (Ijma’) keyakinan ini telah dikutip oleh Ibn Hazm, dan bahwa siapapun yang menyalahi hal ini maka ia telah menjadi kafir sebagaimana hal ini telah disepakati (Ijma’). Sudah barang tentu hal ini tidak boleh diragukan lagi, karena kekalnya surga dan neraka adalah perkara yang telah diketahui oleh seluruh lapisan orang Islam. Dan sangat banyak dalil menunjukan di atas hal itu” (Lihat al-I’tibar Bi Baqa’ al-Jannah Wa an-Nar dalam ad-Durrah al-Mudliyyah Fi ar-Radd ‘Ala Ibn Taimiyah karya Al-Hafizh ‘Ali ibn Abd al-Kafi as-Subki, h. 60).

Pada bagian lain dalam risalah tersebut al-Imam as-Subki menuliskan:

”Seluruh orang Islam telah sepakat di atas keyakinan bahwa surga dan neraka kekal tanpa penghabisan. Keyakinan ini dipegang kuat turun temurun antar generasi yang diterima oleh kaum Khalaf dari kaum Salaf dari Rasulullah. Keyakinan ini tertancap kuat di dalam fitrah seluruh orang Islam yang telah diketahui oleh seluruh lapisan mereka. Bahkan tidak hanya orang-orang Islam, agama-agama lain-pun di luar Islam meyakini demikian. Maka barangsiapa meyalahi keyakinan ini maka ia telah menjadi kafir” (Lihat al-I’tibar Bi Baqa’ al-Jannah Wa an-Nar dalam ad-Durrah al-Mudliyyah Fi ar-Radd ‘Ala Ibn Taimiyah karya Al-Hafizh ‘Ali ibn Abd al-Kafi as-Subki, h. 67).

Pernyataan Ibn Taimiyah di atas jelas merupakan bohong besar terhadap para ulama Salaf dan terhadap al-Imam ath-Thabarani. Anda jangan tertipu, karena pendapat itu adalah ”akal-akalan” belaka. Anda tidak akan pernah menemukan seorang-pun dari para ulama Salaf yang berkeyakinan semacam itu. Pernyataan Ibn Taimiyah ini jelas telah menyalahi teks-teks al-Qur’an dan hadits serta Ijma’ seluruh orang Islam yang telah bersepakat bahwa surga dan neraka kekal tanpa penghabisan. Bahkan, dalam kurang lebih dari 60 ayat di dalam al-Qur’an secara sharih (jelas) menyebutkan bahwa surga dengan segala kenikmatan dan seluruh orang-orang mukmin kekal di dalamnya tanpa penghabisan, dan bahwa neraka dengan segala siksaan serta seluruh orang-orang kafir kekal di dalamnya tanpa penghabisan, di antaranya dalam QS. Al-Ahzab: 64-65, QS. At-Taubah: 68, QS. An-Nisa: 169, dan berbagai ayat lainnya.

Kemudian di dalam hadits-hadits shahih juga telah disebutkan bahwa keduanya kekal tanpa penghabisan. Di antaranya hadits shahih riwayat al-Bukhari dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:

يُقَالُ لِأهْلِ الْجَنّةِ: يَا أهْلَ الْجَنّةِ خُلُوْدٌ لاَ مَوْت، وَلأهْلِ النّار: خُلُوْدٌ لاَ مَوْت (رواه البخاري)

”Dikatakan kepada penduduk surga: ”Wahai penduduk surga kalian kekal tidak akan pernah mati”. Dan dikatakan bagi penduduk neraka: ”Wahai penduduk neraka kalian kekal tidak akan pernah mati”. (HR. al-Bukhari).

Dalil Hadis dan Al qur’an : Semua mahluq sampai benda Mati dan atom – Berdzikir Pada Allah

A. Alqur’an
QS al isra 44 : “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

QS Al-Anbiyaa 79: “maka Kami telah memberikan pengertian kpd Sulaiman ttg hukum (yg lbh tepat); dan kpd masing2 mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung2 dan burung2, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kami-lah yang melakukannya.”

B. Hadis : Sahabat Mendengar dzikir benda mati

1. Sahabat mendengar Dzikirnya Makanan
Diriwayatkan oleh Abdullah: “Sesungguhnya kami mendengar makanan yang dimakan Rasulullah SAW mengagungkan nama Allah.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 779.

2. Sahabat mendengar dzikirnya kerikil

Abu Dzar ra. ia berkata, “Saya pernah hadir dalam sebuah pertemuan disisi Nabi saw. Saya melihat beberapa batu kerikil yang dipegang beliau mengucapkan tasbih. Saat itu di antara kami ada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Mereka semua yang hadir dipertemuan itu mendengar tasbih benda tersebut. Kemudian batu-batu kerikil itu oleh Nabi saw. diserahkan kepada Abu Bakar yang dapat didengar oleh semua orang yang hadir dipertemuan itu. Ketika diberikan lagi kepada beliau kerikil itupun masih tasbih ditangan beliau, kemudian beliau menyerahkan kepada Umar dan batu kerikil itu pun mengucapkan tasbih ditangannya yang bisa didengar oleh semua orang yang hadir dipertemuan. Kemudian Nabi saw. menyerahkan kepada Utsman dan ia pun mengucapkan tasbih ditangannya. Tetapi ketika oleh Nabi batu kerikil itu diserahkan kepada kamu, ia tidak mau bertasbih bersama seorang pun di antara kami. (Diriwayatkan oleh Thabrani dalam buku haditsnya Al-Mu’jamul Ausath nomor 1244 dan oleh Abu Nu’man dalam Dalaa’ilun Nubuwwah I/404.)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 429 other followers