KESESATAN ALKAAFY – KITAB RUJUKAN UTAMA SYI’AH IMAMIYYAH

ALKAAFY, KITAB RUJUKAN UTAMA SYI’AH IMAMIYYAH

Luqman Firmansyah

Sebelumnya Alkaafy digambarkan sebagai kitab RUJUKAN YANG AGUNG. Sebuah kitab rujukan yang berisi hadis-hadis murni bersumber dari Ahlulbayt. Sehingga sangat JAUH dari kekeliruan. Karena (menurut ideologi Syiah) para Imam adalah manusia-manusia SUCI (mashum), JERNIH dari segala kesalahan.

Tetapi setelah orang melihat isi kandungan Alkaafy, para penganut ideologi Syiah berusaha mengubah gambaran kitab rujukan mereka sendiri. Usaha tersebut cukup wajar dipandang sebagai PEMBELAAN. Karena terlampau SULIT untuk terus menerus menutupi hal-hal yang termuat dalam Alkaafy. Term/ istilah yang terkenal sebagai defence penganut Syiah terhadap Alkaafy adalah :

 Kami penganut Syiah adalah orang-orang berpikiran kritis. Bahkan kitab Alkaafy sebagai rujukan pun kami kritisi. Kami mengakui memang ada beberapa hal dalam Alkaafy yang tidak bisa diterima. 

Mereka seharusnya TIDAK BERHENTI hanya ada pernyataan  ada beberapa hal dalam Alkafy yang tidak bisa diterima. Paling tidak ada tiga hal yang perlu mereka jabarkan :
1. APA SAJA yang mereka maksud dengan beberapa hal dalam Alkaafy yang tidak bisa diterima itu? Sebagai bentuk pengakuan bahwa mereka KRITIS, sudah seharusnya mereka menjabarkan hal-hal tersebut. Merinci apa-apa saja yang mereka nyatakan sebagai kesalahan-kesalahan dalam Alkaafy.

2. BERAPA BANYAK yang mereka sebut sebagai beberapa hal dalam Alkaafy yang tidak bisa diterima ? Itu tugas mereka jika mengaku sebagai orang KRITIS. Penganut Syiah semestinya lebih confident mempresentasikan kitab-kitab rujukan utama mereka sendiri.
3. Setelah merinci apa dan berapa hal-hal dalam Alkaafy yang mereka akui unacceptable, sewajarnya mereka menyebutkan SIAPA yang bertanggung jawab atas kekeliruan-kekeliruan itu? Melacak siapa yang bertanggung jawab, paling tidak ada tiga pihak yang kemungkinan menjadi sumber kesalahan itu.

KEMUNGKINAN PERTAMA, kesalahan ada pada PENYUSUN ALKAAFY. Yaitu Abu Jafar Muhammad ibn Yakub ibn Ishaq al Kulainy. Jika memang kesalahan itu ada pada Alkulainy, maka Alkaafy terlalu beresiko untuk dijadikan sebagai sebuah kitab rujukan. Karena si penyusun kitab yang menjadi pelaku kesalahan-kesalahan itu.

KEMUNGKINAN KEDUA, kesalahan ada pada SANAD/PERAWI hadist dalam Alkaafy. Jika kesalahan terletak pada perawi hadis dalam Alkaafy, maka asumsinya adalah mayoritas hadis dalam Alkaafy collapsed /gugur. SEBAB, sanad atau perawi hadis dalam Alkaafy RELATIF SAMA.

KEMUNGKINAN KETIGA, kesalahan ada pada SUMBER HADIST. ( perlu diketahui bahwa hadis-hadis dalam Alkaafy rantai sanad yang disebut HANYA sampai kepada Imam !!).
Sangat sulit dipercaya jika penganut ideologi Syiah menunjuk sumber hadis mereka (para Imam) bertanggung jawab atas kesalahan. Sebab ideologi Syiah mempercayai bahwa para Imam adalah MANUSIA SUCI (mashum), mempunyai ilmu lahir batin yang BISA MENGETAHUI apa-apa yang telah lalu dan hal-hal yang akan datang. Penganut Syiah sebaiknya berhati-hati menjawab apa, berapa, dan siapa yang terlibat dalam hal-hal yang tidak bisa diterima dalam Alkaafy.

Tetapi mereka harus BERTANGGUNG JAWAB atas pernyataan mereka. DEMI MENGHINDARKAN DIRI DARI PEMBICARAAN KITAB ALKAAFY, sebagian penganut Syiah mengatakan bahwa Alkaafy bukan kitab rujukan. LALU APA KITAB RUJUKAN IDEOLOGI SYIAH?

Itulah beberapa hal yang minimal harus dijabarkan oleh penganut ideologi Syiah. TERLALU BANYAK MENGUPAS PIHAK LAIN sambil menutup kitab rujukan sendiri, adalah TINDAKAN YANG JAUH dari harapan para cendekiawan dan kaum muda saat ini. Sangat penting digelar bedah buku Alkaafy. Masyarakat berhak mendapat informasi/ pemahaman yang benar dan utuh tentang ideologi Syiah.

http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=berita&var=detail&id=160

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 382 other followers