Kaum Wahabi Di Atas Keyakinan Abu Jahal Dan Abu Lahab (Lihat bukti scan ini dari buku mereka sendiri!!!!)

Kaum Wahabi Di Atas Keyakinan Abu Jahal Dan Abu Lahab (Lihat bukti scan ini dari buku mereka sendiri!!!!)

by AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT on Tuesday, September 21, 2010 at 12:26pm

 

Waspadalah… waspadalah…

 

Ini Buku Kaum Wahabi…

Judul Buku ini “Kayfa Nafham at Tauhid”, artinya “bagaimana kita memahami tauhid”. “Tauhid” yang maksud di buku ini adalah tauhid ala wahabi…. ingat tauhid ala Wahabi.

 

Berikut ini terjemah yang ditandai dengan garis bawah:

 

Tauhid Abu Jahal dan Abu Lahab

 

Abu Jahal dan Abu Lahab serta mereka yang seagama dengannya dari orang-orang musyrik; mereka semua adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mentauhidkan-Nya,… mereka tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun.

 

Abu jahal dan Abu Lahab lebih lebih banyak mentauhidkan Allah dan lebih lebih murni keimanannaya terhadap-Nya dari pada orang-orang Islam yang bertawassul dengan para wali dan orang-orang saleh dan mencari syafaat dengan jalan mereka kepada Allah.

 

Abu jahal dan Abu Lahab lebih lebih banyak mentauhidkan Allah dan lebih lebih murni keimanannaya dari pada mereka orang-orang Islam yang mengucapkan “La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah”.

 

Dalil bahwa bagi tauhid orang-orang musyrik dan keimanan mereka kepada Allah

 

Konyol… betul2 konyol…!!! Lihat; Allah mencaci Abu Lahab hingga turun surat al Lahab karena kekufuran dan keyakinan syiriknya, sementara kaum Wahabi memuji orang kafir ini….. Hasbunallah!!!

Ini adalah bukti nyata bahwa orang-orang Wahabi di atas keyakinan Abu Lahab dan Abu Jahal serta orang-orang musyrik lainnya.

About these ads

2 Responses

  1. hati2 agama dah rusak ditanah wahaby kemasukan yahudi
    dan turunan abu jahal.. sebentar lagi di bersatu sampai dajjal muncul. bersama dia…ber dolah jangan sampai ter pengaruh ……

  2. Tradisi PEMALSUAN tahrif KITAB2ala Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang mereka warisi dari pendahulunya, kaum Mujassimah itu, juga berlangsung hingga dewasa ini dalam skala yang cukup signifikan. Menurut sebagian ulama…, terdapat sekita…r 300 kitab yang isinya telah mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil orang-orang Wahabi.

    Di antaranya adalah kitab al-Ibanah ‘an Ushul al-Diyanah karya al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari. Kitab al-Ibanah yang diterbitkan di Saudi Arabia, Beirut dan India disepakati telah mengalami tahrif dari kaum Wahhabi. Hal ini bisa dilihat dengan membandingkan isi kitab al-Ibanah tersebut dengan al-Ibanah edisi terbitan Mesir yang di-tahqiq oleh Fauqiyah Husain Nashr.
    Tafsir Ruh al-Ma’ani karya al-Imam Mahmud al-Alusi juga mengalami nasib yang sama dengan al-Ibanah. Kitab tafsir setebal tiga puluh dua jilid ini telah di-tahrif oleh putra pengarangnya, Syaikh Nu’man al-Alusi yang terpengaruh ajaran Wahabi. Menurut Syaikh Muhammad Nuri al-Daitsuri, seandainya tafsir Ruh al-Ma’ani ini tidak mengalami tahrif, tentu akan menjadi tafsir terbaik di zaman ini.
    Tafsir al-Kasysyaf, karya al-Imam al-Zamakhsyari juga mengalami nasib yang sama. Dalam edisi terbitan Maktabah al-Ubaikan, Riyadh, Wahabi melakukan banyak tahrif terhadap kitab tersebut, antara lain ayat 22 dan 23 Surat al-Qiyamah, yang di-tahrif dan disesuaikan dengan ideologi Wahabi. Sehingga tafsir ini bukan lagi Tafsir al-Zamakhsyari, namun telah berubah menjadi tafsir Wahabi.
    Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain yang populer dengan Tafsir al-Shawi, mengalami nasib serupa. Tafsir al-Shawi yang beredar dewasa ini baik edisi terbitan Dar al-Fikr maupun Dar al-Kutub al-’Ilmiyah juga mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil Wahabi, yakni penafsiran al-Shawi terhadap surat al-Baqarah ayat 230 dan surat Fathir ayat 7.
    Kitab al-Mughni karya Ibn Qudamah al-Maqdisi al-Hanbali, kitab fiqih terbaik dalam madzhab Hanbali, juga tidak lepas dari tahrif mereka. Wahabi telah membuang bahasan tentang istighatsah dalam kitab tersebut, karena tidak sejalan dengan ideologi mereka.
    Kitab al-Adzkar al-Nawawiyyah karya al-Imam al-Nawawi pernah mengalami nasib yang sama. Kitab al-Adzkar dalam edisi terbitan Darul Huda, 1409 H, Riyadh Saudi Arabia, yang di-tahqiq oleh Abdul Qadir al-Arna’uth dan di bawah bimbingan Direktorat Kajian Ilmiah dan Fatwa Saudi Arabia, telah di-tahrif sebagian judul babnya dan sebagian isinya dibuang. Yaitu Bab Ziyarat Qabr Rasulillah SAW diganti dengan Bab Ziyarat Masjid Rasulillah SAW dan isinya yang berkaitan dengan kisah al-’Utbi ketika ber-tawasul dan ber-istighatsah dengan Rasulullah saw, juga dibuang.

    Demikianlah beberapa kitab yang telah ditahrif oleh orang-orang Wahabi. Tentu saja tulisan ini tidak mengupas berbagai cara tahrif dan perusakan Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah peninggalan para ulama kita. Namun setidaknya, yang sedikit ini menjadi pelajaran bagi kita agar selalu berhati-hati dalam membaca atau membeli kitab-kitab terbitan baru. Wallahu a’lam.

    Penulis: KH. Idrus RamliLihat

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 420 other followers

%d bloggers like this: